Lompat ke isi

KawalPemilu.org: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
LaBoTW2 (bicara | kontrib)
LaBoTW2 (bicara | kontrib)
Baris 33: Baris 33:
Relawan memasukkan data dengan membuka halaman input untuk kelurahan atau desa tertentu. Situs ini lalu memberikan halaman yang terdiri dari potongan formulir C1 yang diunggah dari situs web KPU untuk seluruh TPS di kelurahan atau desa itu. Disamping potongan ini, terdapat [[formulir web]] dimana relawan bisa memasukkan angka yang ia lihat di potongan tersebut.
Relawan memasukkan data dengan membuka halaman input untuk kelurahan atau desa tertentu. Situs ini lalu memberikan halaman yang terdiri dari potongan formulir C1 yang diunggah dari situs web KPU untuk seluruh TPS di kelurahan atau desa itu. Disamping potongan ini, terdapat [[formulir web]] dimana relawan bisa memasukkan angka yang ia lihat di potongan tersebut.


Proses pemasukan angka adalah satu-satunya langkah yang menggunakan input manual. Proses lain, seperti pengunggahan dan pemotongan formulir C1, penjumlahan angka, dilakukan secara otomatis.<ref name="givInterview" />
Proses pemasukan angka adalah satu-satunya langkah yang menggunakan input manual. Proses lain, seperti pengunggahan dan pemotongan formulir C1, penjumlahan angka, dilakukan secara otomatis. Hal ini juga dimudahkan oleh pengunggahan C1 oleh KPU yang dilakukan secara terbuka, tepat waktu, dan terstruktur rapi menggunakan [[konvensi penamaan]]'' ''yang memungkinkan otomatisasi pengumpulan data.<ref name="givInterview" />


Menurut Ainun, diperkirakan input data hanya butuh waktu 5 detik per TPS, jika relawan telah terbasa. Dengan kekuatan relawan sekitar 700 orang, dalam kondisi ideal dan asumsi 5 detik per TPS, input data untuk 478.828 TPS secara teori dapat dilakukan dalam waktu 1 jam per orang. Kenyataannya, karena tiap relawan butuh waktu untuk belajar dan membiasakan dengan [[antarmuka]] situs, dan juga karena perlunya waktu untuk merekrut relawan, menurut Ainun proses ini berjalan selama beberapa hari. <ref name="givInterview" />
Menurut Ainun, diperkirakan input data hanya butuh waktu 5 detik per TPS, jika relawan telah terbasa. Dengan kekuatan relawan sekitar 700 orang, dalam kondisi ideal dan asumsi 5 detik per TPS, input data untuk 478.828 TPS secara teori dapat dilakukan dalam waktu 1 jam per orang. Kenyataannya, karena tiap relawan butuh waktu untuk belajar dan membiasakan dengan [[antarmuka]] situs, dan juga karena perlunya waktu untuk merekrut relawan, menurut Ainun proses ini berjalan selama beberapa hari. <ref name="givInterview" />

Revisi per 21 Juli 2014 02.18

KawalPemilu.org
Cuplikan layar situs KawalPemilu.org
Cuplikan layar situs KawalPemilu.org
URLwww.kawalpemilu.org
TipeUrun daya[1]
penghitungan suara pemilu
Bersifat komersial?Tidak
PendaftaranDiundang
BahasaBahasa Indonesia
PembuatAinun Najib
2 pemrogram anonim
Berdiri sejak11 Juli 2014; 10 tahun lalu (2014-07-11)
StatusAktif

KawalPemilu.org adalah situs yang digagas oleh Ainun Najib yang memuat tabulasi dari hasil rekapitulasi data scan dari formulir C1 yang didapatkan dari situs web KPU.go.id. Data tabulasi tersebut diunggah dan diperbarui pada server KawalPemilu.org setiap sekitar sepuluh menit.[2] Tujuan dari situs ini adalah membuat rekapitulasi data Pemilu 2014 di Indonesia secara real count pada situs KawalPemilu.org untuk membantu KPU dalam hal mengawal formulir C1.[3] Situs independen ini terhitung mulai aktif sejak tanggal 11 Juli 2014.[4]

Sejarah

Menurut Ainun, ide pembuatan situs ini bermula dari ketika ia sedang flu dan harus mengambil cuti sakit dari pekerjaannya di IBM, setelah pilpres. Ide itu muncul dari sebuah Facebook chat yang ia lakukan dengan teman-temannya yang juga ahli teknologi informasi. Mereka terinspirasi dengan diunggahnya formulir C1 oleh KPU, dan keinginan mereka adalah mencegah terjadinya manipulasi dalam proses rekapitulasi suara.[5]

Dari percakapan tersebut, mereka lanjut mengimplementasikan kawalpemilu.org dengan konsep crowdsourcing dengan sukarelawan. Ainun lalu merekrut para sukarelawan melalui sebuah grup Facebook yang awalnya dirahasiakan. Ketika akhirnya hasil digitalisasi dan perhitungan kawalpemilu.org diumumkan melalui jejaring media, situs tersebut menjadi viral dan mendapat liputan media cetak dan elektronik, baik nasional dan internasional. Ainun menyatakan ia tidak mengira bahwa situs tersebut akan mendapatkan perhatian sebesar ini.[5]

Metodologi

Tampilan input data melalui web relawan kawalpemilu.org

Rekapitulasi data dari hasil pemindaian formulir C1 pada situs KPU hasil digitalisasi dilakukan oleh netizen independen yang merupakan sukarelawan dengan metode crowdsourcing untuk memasukkan data tersebut secara gotong royong.[6][7] Pada laman penggemar di Facebook, situs ini menyatakan bahwa mereka adalah sebuah gerakan partisipasi netizen independen yang berpihak pada kebenaran data. Mengawal suara rakyat dan mendukung penuh demokrasi Indonesia tercinta.[8][9]

Relawan memasukkan data dengan membuka halaman input untuk kelurahan atau desa tertentu. Situs ini lalu memberikan halaman yang terdiri dari potongan formulir C1 yang diunggah dari situs web KPU untuk seluruh TPS di kelurahan atau desa itu. Disamping potongan ini, terdapat formulir web dimana relawan bisa memasukkan angka yang ia lihat di potongan tersebut.

Proses pemasukan angka adalah satu-satunya langkah yang menggunakan input manual. Proses lain, seperti pengunggahan dan pemotongan formulir C1, penjumlahan angka, dilakukan secara otomatis. Hal ini juga dimudahkan oleh pengunggahan C1 oleh KPU yang dilakukan secara terbuka, tepat waktu, dan terstruktur rapi menggunakan konvensi penamaan yang memungkinkan otomatisasi pengumpulan data.[5]

Menurut Ainun, diperkirakan input data hanya butuh waktu 5 detik per TPS, jika relawan telah terbasa. Dengan kekuatan relawan sekitar 700 orang, dalam kondisi ideal dan asumsi 5 detik per TPS, input data untuk 478.828 TPS secara teori dapat dilakukan dalam waktu 1 jam per orang. Kenyataannya, karena tiap relawan butuh waktu untuk belajar dan membiasakan dengan antarmuka situs, dan juga karena perlunya waktu untuk merekrut relawan, menurut Ainun proses ini berjalan selama beberapa hari. [5]

KawalPemilu.org tidak punya kantor. Semua relawan bekerja sukarela tanpa dibayar dengan komputer dan koneksi internet miliknya masing-masing.[10]

Tim dan relawan

Ainun Najib adalah satu-satunya anggota tim inti kawalpemilu.org yang diketahui oleh umum. Ainun adalah seorang konsultan senior di perusahaan komputer IBM. Menurut Ainun, implementasi situs ini dibantu oleh tim yang ia juluki "Pandawa Lima", terdiri dari dua orang programmer dari sebuah perusahaan Silicon Valley,[10] dan tiga orang peretas putih yang sukarela membantu mengamankan situs ini dari serangan cyberattack.[5] Selain Ainun, identitas mereka tetap anonim.

Relawan tersebar di berbagai kota di Indonesia sampai ke luar negeri. Relawan yang tersebar dalam zona waktu yang berbeda tersebut membuat penginputan data bisa berjalan nonstop 24 jam tanpa jeda. Relawan terdiri dari berbagai profesi, dan ebagian besar relawan KawalPemilu bukan praktisi teknologi informasi ataupun programmer. [butuh rujukan] Menurut Ainun, para relawan direkrut melalui jejaring media. Anggota relawan termasuk pendukung kedua pasang calon dalam pilpres 2014, maupun mereka yang netral dan golput. Kriteria relawan adalah mereka yang diketahui jujur, berintegritas serta cocok dengan visi kawalpemilu.org.[5]

Referensi

  1. ^ "IvanLanin.org, Urun daya". Diakses tanggal 2014-07-18. Jadi, crowdsourcing kurang lebih bermakna pemberian suatu tugas kepada sekelompok besar orang, khususnya melalui internet, biasanya tanpa kompensasi finansial. Konsep ini seharusnya tidak asing bagi orang Indonesia karena mirip dengan konsep gotong royong (communal work). Yang membedakan adalah medianya (internet). Sempat terpikir oleh saya, “Kenapa tidak kita pakai saja istilah gotong royong?” 
  2. ^ "Tempo.co, Situs Kawal Pemilu Bantu Awasi Rekapitulasi KPU". Diakses tanggal 2014-07-17. Laman Kawalpemilu.org dipimpin pria Indonesia bernama Ainun Najib. Laman ini memuat tabulasi hasil rekapitulasi C1 dari situs KPU.go.id. 
  3. ^ "Tempo.co, Situs Kawal Pemilu Bantu Awasi Rekapitulasi KPU". Diakses tanggal 2014-07-17. Salah satu administrator pengelola situs itu, Elisa Sutanudjaja, mengatakan tujuan timnya membuat rekapitulasi secara real count dalam situs Kawalpemilu.org untuk membantu KPU mengawal formulir C1. 
  4. ^ "Who.is, Domain KawalPemilu.org". Diakses tanggal 2014-07-17. 
  5. ^ a b c d e f "[INTERVIEW] Ainun Najib: kawalpemilu.org 'Kehendak Ilahi'". Global Indonesian Voices. 
  6. ^ "Kompas.com, Crowdsourcing, Jurus Jitu Awasi Pemilu". Diakses tanggal 2014-07-18. Upaya sukarela yang dikenal dengan istilah crowdsourcing itu disalurkan melalui sejumlah situs independen yang mengolah data formulir C1 dan DA1 serta mempublikasikan hasil rekapitulasinya, seperti realcount.herokuapp.com, kawal-suara.appspot.com, dan kawalpemilu.org. 
  7. ^ "Euro2day.gr, Indonesian techies crowdsource election results". Diakses tanggal 2014-07-17. Three Indonesian tech experts say they have used crowdsourcing to calculate a valid result for the country's contested presidential election in six days, while 4m officials have been beavering away for nearly two weeks counting the votes by hand. 
  8. ^ "Facebook.com, Kawal Pemilu 2014 - Komunitas". Diakses tanggal 2014-07-17. Sebuah gerakan partisipasi netizen independen yang berpihak pada kebenaran data. Mengawal suara rakyat dan mendukung penuh demokrasi Indonesia tercinta. 
  9. ^ "TechInAsia.com, 5 things you need to know about Indonesia's election tech fighters". Diakses tanggal 2014-07-18. 2. It claims to be independent. 
  10. ^ a b "TechInAsia.com, 5 things you need to know about Indonesia's election tech fighters". Diakses tanggal 2014-07-18. 700 volunteers are working for free, with no backers, and consist of supporters of both presidential candidates. 

Pranala luar