Mahyuddin N.S.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Prof. Dr. dr. H.
Mahyuddin Natimbul Same'a
SpOG(K)
Potret Mahyuddin Natimbul Same'a dari tahun 2003
Mahyuddin pada 2003
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Oktober 2009 – 1 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Grup parlemenPartai Demokrat
Daerah pemilihanSumatra Selatan I
Mayoritas75.695
Gubernur Sumatra Selatan
Masa jabatan
19 Juni 2008 – 7 November 2008
Penjabat sampai 11 Juli 2008
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluSyahrial Oesman
PenggantiAlex Noerdin
Wakil Gubernur Sumatra Selatan
Masa jabatan
7 November 2003 – 19 Juni 2008
PresidenMegawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
PendahuluThobroni Hs
PenggantiEdy Yusuf
Informasi pribadi
Lahir(1947-09-14)14 September 1947
Tanjung Kurung, Kikim Selatan, Lahat, Sumatra Selatan, Indonesia
Meninggal dunia8 April 2021(2021-04-08) (umur 73)
Palembang, Sumatra Selatan
Sebab kematianCOVID-19
KewarganegaraanIndonesia
KebangsaanIndonesia
Partai politikPartai Demokrat
PasanganHalipah
AnakMuhammad Taufik Roseno
Yudha Pratomo
Anggia Primasari
IbuSame'a
BapakNatimbul
Alma materUniversitas Sriwijaya
Universitas Airlangga
Profesi
  • Politikus
  • akademikus

Prof. Dr. dr. H. Mahyuddin Natimbul Same'a, SpOG(K) (lahir di Tanjung Kurung, Kikim Selatan, Lahat, 14 September 1947 – meninggal di Palembang, 8 April 2021 pada umur 73 tahun) adalah seorang politikus, dokter, dan akademikus Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan dari tahun 2003 hingga 2008 dan sebagai Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 2008. Setelah lima bulan menjabat sebagai gubernur, Mahyuddin kemudian menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari tahun 2009 hingga 2014.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Mahyuddin lahir pada 14 September 1947 sebagai putra keempat dari tujuh bersaudara Natimbul dan Same'a di desa Tanjungkurung, yang terletak di Kabupaten Lahat.[1] Ia memulai studinya di Sekolah Rakyat setempat pada usia tujuh tahun dan kemudian lulus dari sekolah dasar pada tahun 1960.[1] Selama masa sekolah menengahnya, dia bekerja di pasar lokal.[1] Pada tahun 1963, ia lulus dari sekolah menengah pertama dan pada tahun 1967 ia lulus dari Sekolah Menengah Atas Xaverius.[1] Ia lulus dari Universitas Sriwijaya pada tahun 1975 dengan gelar kedokteran.[1]

Karier akademik[sunting | sunting sumber]

Mahyuddin memulai karirnya sebagai staf di fakultas biologi di Universitas Sriwijaya.[2] Setelah menempuh pendidikan spesialis kebidanan dan kandungan di Universitas Airlangga pada tahun 1984, Mahyuddin menjadi dosen di Universitas Sriwijaya.[1] Kemudian, ia juga diangkat menjadi direktur program keluarga berencana di Rumah Sakit Umum Pusat Palembang.[1]

Setelah lima tahun mengajar di universitas tersebut, Mahyuddin diangkat menjadi sekretaris fakultas kedokteran di universitas tersebut. Ia kemudian dipromosikan menjadi asisten dekan pada tahun 1996 dan sebagai asisten rektor pada tahun 1999.[2] Ia mengakhiri kariernya di universitas setelah terpilih sebagai wakil gubernur pada tahun 2003.[1]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Wakil gubernur[sunting | sunting sumber]

Mahyuddin N. S. sebagai wakil gubernur

Mahyuddin terjun ke dunia politik tidak lama sebelum pemilihan umum Sumatera Selatan tahun 2003, di mana ia mencalonkan diri bersama Syahrial Oesman. Mereka menempati urutan pertama, memenangkan 38 suara, satu suara lebih banyak dari gubernur petahana saat itu, Rosihan Arsyad, yang juga mencalonkan diri dalam pemilihan.[3] Skandal politik terjadi setelah pemilihan, ketika lima belas anggota parlemen dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendukung Syahrial alih-alih Rosihan yang disetujui partai.[4] Megawati Soekarnoputri, mantan presiden Indonesia yang menjadi Ketua Umum PDI-P, menunda konfirmasi hasil karena skandal ini.[5] Mahyuddin dan Syahrial akhirnya dilantik pada 7 November 2003.[4]

Gubernur[sunting | sunting sumber]

Gubernur Sumatra Selatan saat itu, Syahrial Oesman, mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 19 Juni 2008 untuk mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur yang akan datang.[6] Mahyuddin menjabat setelah dia mengundurkan diri dan kemudian dilantik pada 11 Juli 2008.[7] Masa jabatannya berakhir pada 7 November 2008.[8] Selama menjadi gubernur, Mahyuddin mengeluarkan keputusan yang secara hukum melarang keberadaan Ahmadiyah di Sumatra Selatan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat[sunting | sunting sumber]

Mahyuddin terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat setelah memperoleh 75.695 suara dari daerah pemilihan Sumatra Selatan I.[2] Ia ditugaskan di Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, kepemudaan, olah raga, pariwisata, seni dan budaya. Mahyuddin menjadi ketua komisi pada 21 Oktober 2009.[9] Mahyuddin menyerahkan jabatannya sebagai ketuanya kepada Agus Hermanto setelah masa jabatan tiga tahun.[10]

Ia kemudian mencalonkan diri kembali sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari partai dan daerah pemilihan yang sama pada tahun 2014.[11] Dia tidak memperoleh cukup suara untuk kursi parlemen.[12]

Wafat[sunting | sunting sumber]

Mahyuddin meninggal pada 8 April 2021, dilaporkan sekitar pukul 23:45 di Palembang.[13] Pemakaman gubernur yang layak untuknya tidak dapat diadakan karena penyebab kematiannya.[14]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h Tokoh Indonesia (2008-07-12). "Gubernur Sumsel 2008". Diakses tanggal 2021-04-09. 
  2. ^ a b c Widodo, Dwi Rustiono; Suprapti, Endang; Panolih, Krisna P.; Setyawati, MG Retno; Prihatin, Slamet Joko (2010). Santoso, F. Harianto, ed. Wajah DPR dan DPD, 2009–2014: latar belakang pendidikan dan karier. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 80. ISBN 978-979-709-471-3. 
  3. ^ Rokian, Ajmal (2003-08-04). "Syahrial Usman Gubernur Sumsel Terpilih". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-04-09. 
  4. ^ a b "Akhirnya Dilantik Juga". Tempo. 16 November 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 April 2021. Diakses tanggal 9 April 2021. 
  5. ^ Adityo, FX Dimas (2003-09-12). "Keppres Pelantikan Gubernur Sumsel Belum Keluar". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-09. 
  6. ^ tw/djo (9 June 2008). "Ikut Pilkada, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman Pamitan". detiknews. Diakses tanggal 2021-04-09. 
  7. ^ "Profil – Mahyuddin NS". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-09. 
  8. ^ "Alex Noerdin-Eddy Yusuf Dilantik". KOMPAS.com. 2008-11-07. Diakses tanggal 2021-04-09. 
  9. ^ "Laporan Penetapan Pimpinan Komisi X DPR-RI Tahun Sidang 2009-2010" (PDF). People's Representative Council. 21 October 2009. Diakses tanggal 9 April 2021. 
  10. ^ Armanias, Iwan (4 June 2012). "Agus Hermanto Gantikan Mahyuddin Jadi Ketua Komisi X DPR RI". www.dpr.go.id. Diakses tanggal 2021-04-09. 
  11. ^ Hutagaol, Meisyanti (2014-03-26). "Peta Kekuatan Caleg 2014 Dapil Sumatera Selatan II". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2021-04-09. 
  12. ^ Yunus, Yusran (1 October 2014). "Nama-Nama Anggota DPR RI 2014-2019 Yang Dilantik". Bisnis24. Diakses tanggal 9 April 2021. 
  13. ^ Agustina, Dewi (9 April 2021). "BREAKING NEWS: Mantan Gubernur Sumsel Prof Mahyuddin Meninggal Dunia". tribunnews.com. Tribun News. 
  14. ^ Putra, Aji YK (2021-04-09). "Mantan Gubernur Sumsel Mahyuddin Meninggal Dunia akibat Corona Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-04-09. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Syahrial Oesman
Gubernur Sumatra Selatan
2008
Diteruskan oleh:
Alex Noerdin