Lompat ke isi

Provirus: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
perbaikan kesalahan pengetikan, penambahan konten
Tag: tanpa kategori [ * ] tanpa wikifikasi [ * ] Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
k Bot: Perubahan kosmetika
 
(6 revisi perantara oleh 4 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
Provirus adalah genom virus yang diintegrasikan ke dalam DNA sel inang. Dalam kasus virus bakteri (bacteriophage), provirus sering disebut sebagai profag.
'''Provirus''' adalah [[genom]] [[virus]] yang diintegrasikan ke dalam [[Asam deoksiribonukleat|DNA]] [[Sel (biologi)|sel]] [[inang]]. Dalam kasus virus bakteri ([[bakteriofag]]), provirus sering disebut sebagai [[profag]].


Keadaan ini bisa menjadi tahap replikasi virus, atau keadaan yang bertahan selama periode waktu yang lebih lama baik sebagai infeksi virus tidak aktif atau elemen virus endogen. Pada infeksi virus yang tidak aktif, virus tidak akan mereplikasi dirinya sendiri kecuali melalui replikasi sel inangnya. Keadaan ini dapat bertahan selama banyak generasi sel inang.
Keadaan integrasi ini bisa terjadi dalam tahap [[replikasi virus]], atau keadaan yang berlangsung lama, baik sebagai [[infeksi]] virus yang inaktif, maupun [[elemen virus endogen]]. Pada infeksi virus yang inaktif, virus tidak akan mereplikasi dirinya sendiri kecuali sel inangnya bereplikasi. Keadaan ini dapat terjadi pada sel inang dalam banyak generasi.


Retrovirus endogen selalu dalam keadaan provirus. Ketika retrovirus (nonendogen) menginvasi sel, RNA retrovirus ditranskrip terbalik menjadi DNA dengan reverse transcriptase, kemudian dimasukkan ke dalam genom inang oleh suatu integrase.
[[Retrovirus endogen]] selalu berada dalam keadaan provirus. Ketika [[retrovirus]] (nonendogen) menginvasi sel, [[Asam ribonukleat|RNA]] retrovirus diubah menjadi DNA dengan enzim [[transkriptase balik]], kemudian dimasukkan ke dalam genom inang oleh enzim [[integrase]].


Provirus tidak secara langsung membuat salinan DNA baru itu sendiri sementara diintegrasikan ke dalam genom inang dengan cara ini. Alih-alih, ia direplikasi secara pasif bersama dengan genom inang dan diteruskan ke keturunan sel aslinya; semua keturunan sel yang terinfeksi juga akan menanggung provirus dalam genomnya. Ini dikenal sebagai reproduksi virus lisogenik. [1] Integrasi dapat menyebabkan infeksi laten atau infeksi produktif. Pada infeksi yang produktif, provirus ditranskripsi menjadi messenger RNA yang secara langsung menghasilkan virus baru, yang pada gilirannya akan menginfeksi sel-sel lain melalui siklus litik. Infeksi laten terjadi ketika provirus diam transkripsi daripada aktif.
Provirus tidak secara langsung membuat salinan DNA baru dirinya sendiri sambil diintegrasikan ke dalam genom inang dengan cara ini. Alih-alih, ia direplikasi secara pasif bersama dengan genom inang dan diteruskan ke keturunan sel aslinya; semua keturunan sel yang terinfeksi juga akan memiliki provirus dalam genomnya. Hal dikenal sebagai [[siklus lisogenik]] virus.<ref>{{Cite book|
title=Biology|
last1=Campbell|
last2=Reece|
last3=Urry|
last4=Cain|
last5=Wasserman|
last6=Minorsky|
last7=Jackson|
first1=Neil A.|
first2=Jane B.|
first3=Lisa A.|
first4=Michael L.|
first5=Steven A.|
first6=Peter V.|
first7=Robert B.|
edition=8th|
isbn=978-0-8053-6844-4|
page=386|
year=2008}}</ref> Integrasi dapat menyebabkan infeksi laten atau infeksi produktif. Pada infeksi yang produktif, provirus [[Transkripsi (genetik)|ditranskripsi]] menjadi [[RNA duta]] yang secara langsung menghasilkan virus baru, yang pada gilirannya akan menginfeksi sel-sel lain melalui [[siklus litik]]. Infeksi laten terjadi ketika provirus diam dalam transkripsinya.


Infeksi laten dapat menjadi produktif sebagai respons terhadap perubahan kondisi atau kesehatan lingkungan inang; provirus dapat diaktifkan dan mulai transkripsi genom virusnya. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan sel inangnya karena mesin sintesis protein sel dibajak untuk menghasilkan lebih banyak virus.
Infeksi laten dapat menjadi produktif sebagai respons terhadap perubahan kondisi atau kesehatan lingkungan inang; provirus dapat diaktifkan dan memulai transkripsi genom virusnya. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan sel inangnya karena mesin [[sintesis protein]] sel dibajak untuk menghasilkan lebih banyak virus.


Provirus dapat menyumbang sekitar 8% dari genom manusia dalam bentuk retrovirus endogen yang diwariskan. [2]
Provirus dapat menyumbang sekitar 8% dari genom manusia dalam bentuk retrovirus endogen yang diwariskan.<ref>{{cite journal |author=Robert Belshaw |author2=Pereira V |author3=Katzourakis A |author4=Talbot G |author5=Paces J |author6=Burt A |author7= Tristem M. |date=Apr 2004|title= Long-term reinfection of the human genome by endogenous retroviruses|journal= [[Proc Natl Acad Sci USA]]|volume= 101 |issue=14 |pages= 4894–4 |doi=10.1073/pnas.0307800101 |pmid= 15044706|pmc=387345}}</ref>


Provirus tidak hanya mengacu pada retrovirus tetapi juga digunakan untuk menggambarkan virus lain yang dapat berintegrasi ke dalam kromosom inang, contoh lain adalah virus yang terkait adeno. Tidak hanya virus eukariotik yang berintegrasi ke dalam genom inang mereka; banyak virus bakteri dan archaeal juga menggunakan strategi propagasi ini. Semua keluarga virus bakteri dengan genom DNA sirkuler (untai tunggal atau untai ganda) atau mereplikasi gen mereka melalui perantara melingkar (mis., Virus dsDNA ekor) memiliki temperatemembers. [3]
Provirus tidak hanya mengacu pada retrovirus tetapi juga digunakan untuk menggambarkan virus lain yang dapat berintegrasi ke dalam kromosom inang, contoh lain adalah [[virus terkait adeno]] (AAV). Tidak hanya virus eukariotik yang berintegrasi ke dalam genom inang mereka; banyak virus bakteri dan [[arkea]] juga menggunakan strategi propagasi ini.

== Referensi ==
{{reflist}}

[[Kategori:Virologi]]

Revisi terkini sejak 25 Januari 2020 16.05

Provirus adalah genom virus yang diintegrasikan ke dalam DNA sel inang. Dalam kasus virus bakteri (bakteriofag), provirus sering disebut sebagai profag.

Keadaan integrasi ini bisa terjadi dalam tahap replikasi virus, atau keadaan yang berlangsung lama, baik sebagai infeksi virus yang inaktif, maupun elemen virus endogen. Pada infeksi virus yang inaktif, virus tidak akan mereplikasi dirinya sendiri kecuali sel inangnya bereplikasi. Keadaan ini dapat terjadi pada sel inang dalam banyak generasi.

Retrovirus endogen selalu berada dalam keadaan provirus. Ketika retrovirus (nonendogen) menginvasi sel, RNA retrovirus diubah menjadi DNA dengan enzim transkriptase balik, kemudian dimasukkan ke dalam genom inang oleh enzim integrase.

Provirus tidak secara langsung membuat salinan DNA baru dirinya sendiri sambil diintegrasikan ke dalam genom inang dengan cara ini. Alih-alih, ia direplikasi secara pasif bersama dengan genom inang dan diteruskan ke keturunan sel aslinya; semua keturunan sel yang terinfeksi juga akan memiliki provirus dalam genomnya. Hal dikenal sebagai siklus lisogenik virus.[1] Integrasi dapat menyebabkan infeksi laten atau infeksi produktif. Pada infeksi yang produktif, provirus ditranskripsi menjadi RNA duta yang secara langsung menghasilkan virus baru, yang pada gilirannya akan menginfeksi sel-sel lain melalui siklus litik. Infeksi laten terjadi ketika provirus diam dalam transkripsinya.

Infeksi laten dapat menjadi produktif sebagai respons terhadap perubahan kondisi atau kesehatan lingkungan inang; provirus dapat diaktifkan dan memulai transkripsi genom virusnya. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan sel inangnya karena mesin sintesis protein sel dibajak untuk menghasilkan lebih banyak virus.

Provirus dapat menyumbang sekitar 8% dari genom manusia dalam bentuk retrovirus endogen yang diwariskan.[2]

Provirus tidak hanya mengacu pada retrovirus tetapi juga digunakan untuk menggambarkan virus lain yang dapat berintegrasi ke dalam kromosom inang, contoh lain adalah virus terkait adeno (AAV). Tidak hanya virus eukariotik yang berintegrasi ke dalam genom inang mereka; banyak virus bakteri dan arkea juga menggunakan strategi propagasi ini.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Campbell, Neil A.; Reece, Jane B.; Urry, Lisa A.; Cain, Michael L.; Wasserman, Steven A.; Minorsky, Peter V.; Jackson, Robert B. (2008). Biology (edisi ke-8th). hlm. 386. ISBN 978-0-8053-6844-4. 
  2. ^ Robert Belshaw; Pereira V; Katzourakis A; Talbot G; Paces J; Burt A; Tristem M. (Apr 2004). "Long-term reinfection of the human genome by endogenous retroviruses". Proc Natl Acad Sci USA. 101 (14): 4894–4. doi:10.1073/pnas.0307800101. PMC 387345alt=Dapat diakses gratis. PMID 15044706.