Lompat ke isi

Sejarah bahasa Inggris: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Ign christian (bicara | kontrib)
Membatalkan 1 suntingan oleh 180.249.138.43 (bicara): Mengapa dihapus? (TW)
InternetArchiveBot (bicara | kontrib)
Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.9.4
 
(23 revisi perantara oleh 16 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Beowulf.firstpage.jpeg|thumb|Gambar halaman pertama ''[[Beowulf]]'', sebuah teks dalam [[bahasa Inggris Kuno]].]]
[[Berkas:Beowulf.firstpage.jpeg|jmpl|Gambar halaman pertama ''[[Beowulf]]'', sebuah teks dalam [[bahasa Inggris Kuno]].]]
'''Sejarah bahasa Inggeris''' bermula dari lahirnya [[bahasa Inggris]] di [[pulau Britania]] kurang lebih 1.500 tahun yang lalu. Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa Jermanik Barat yang berasal dari dialek-dialek Anglo-Frisia yang dibawa ke pulau Britania oleh para imigran Jermanik dari beberapa bagian barat laut daerah yang sekarang disebut [[Belanda]] dan [[Jerman]]. Pada awalnya, bahasa Inggris Kuno adalah sekelompok dialek yang mencerminkan asal usul beragam kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon di Inggris. Salah satu dialek ini, Saxon Barat akhirnya yang berdominasi. Lalu bahasa Inggris Kuno yang asli kemudian dipengaruhi oleh dua gelombang invasi.
'''Sejarah bahasa Inggris''' bermula dari [[Pemukiman Anglo-Sachsen di Britania|migrasi Anglo-Saxon ke pulau Britania]] pada sekitar 1.500 tahun yang lalu. Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa Jermanik Barat yang berasal dari dialek-dialek Anglo-Frisia yang dibawa ke pulau Britania oleh para imigran Jermanik dari beberapa bagian barat laut daerah yang sekarang disebut [[Belanda]] dan [[Jerman]]. Pada awalnya, bahasa Inggris Kuno adalah sekelompok dialek yang mencerminkan asal usul beragam kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon di Inggris. Salah satu dialek ini, Saxon Barat akhirnya yang berdominasi. Lalu bahasa Inggris Kuno yang asli kemudian dipengaruhi oleh dua gelombang invasi.


Gelombang invasi pertama adalah invasi para penutur bahasa dari cabang Skandinavia keluarga bahasa Jerman. Mereka menaklukkan dan menghuni beberapa bagian Britania pada [[abad ke-8]] dan [[abad ke-9|ke-9]].
Gelombang invasi pertama adalah invasi para penutur bahasa dari cabang Skandinavia keluarga bahasa Jerman. Mereka menaklukkan dan menghuni beberapa bagian Britania pada [[abad ke-8]] dan [[abad ke-9|ke-9]].


Lalu gelombang invasi kedua ini ialah suku Norman pada [[abad ke-11]] yang bertuturkan sebuah dialek bahasa Perancis. Kedua invasi ini mengakibatkan bahasa Inggris "bercampur" sampai kadar tertentu (meskipun tidak pernah menjadi sebuah bahasa campuran secara harafiah).
Lalu gelombang invasi kedua ini ialah suku Norman pada [[abad ke-11]] yang bertuturkan sebuah dialek bahasa Prancis. Kedua invasi ini mengakibatkan bahasa Inggris "bercampur" sampai kadar tertentu (meskipun tidak pernah menjadi sebuah bahasa campuran secara harafiah).


Hidup bersama dengan anggota sukubangsa Skandinavia akhirnya menciptakan simplifikasi tatabahasa dan pengkayaan inti Anglo-Inggris dari bahasa Inggris. <!-- the later Norman occupation led to the grafting onto that Germanic core a more elaborate layer of words from the Romance branch of the European languages. This Norman influence entered English largely through the courts and government. Thus, English developed into a "borrowing" language of great flexibility and with a huge vocabulary.-->
Hidup bersama dengan anggota sukubangsa Skandinavia akhirnya menciptakan simplifikasi tatabahasa dan pengkayaan inti Anglo-Inggris dari bahasa Inggris.<!-- the later Norman occupation led to the grafting onto that Germanic core a more elaborate layer of words from the Romance branch of the European languages. This Norman influence entered English largely through the courts and government. Thus, English developed into a "borrowing" language of great flexibility and with a huge vocabulary.-->


== Bahasa Inggris Purba (Bahasa Inggris Proto) ==
== Bahasa Inggris Purba (Bahasa Inggris Proto) ==
Suku-sukubangsa [[Jermanik]] yang memelopori bahasa Inggris (suku [[Anglia]], [[Saxon]], [[Frisia]], [[Jute]] dan mungkin juga [[Frank]]), berdagang dengan dan berperang dengan rakyat [[Kekaisaran Romawi]] yang menuturkan [[bahasa Latin]] dalam proses invasi bangsa Jermanik ke Eropa dari timur. Dengan itu banyak kata-kata Latin yang masuk kosakata bangsa-bangsa Jermanik ini sebelum mereka mencapai pulau Britania. Contohnya antara lain adalah ''camp'' ([[kamp]]), ''cheese'' ([[keju]]), ''cook'' (memasak), ''dragon'' ([[naga]]), ''fork'' (porok, [[garpu]]), ''giant'' ([[raksasa]]), ''gem'' ([[permata]]), ''inch'' ([[inci]]), ''kettle'' ([[ketel]]), ''kitchen'' ([[dapur]]), ''linen'' (kain [[linen]]), ''mile'' ([[mil]]), ''mill'' ([[kincir angin]]), ''noon'' (siang), ''oil'' ([[oli]], [[minyak]]), ''pillow'' ([[bantal]]), ''pin'' (paku), ''pound'' ([[pon]]), ''soap'' ([[sabun]]), ''street'' ([[jalan]]), ''table'' ([[meja]]), ''wall'' ([[tembok]]), dan ''wine'' ([[anggur]]). Bangsa Romawi juga memberi bahasa Inggris beberapa kata yang mereka sendiri pinjam dari bahasa-bahasa lain seperti kata-kata: ''anchor'' ([[jangkar]]), ''butter'' ([[mentega]]), ''cat'' ([[kucing]]), ''chest'' ([[dada]]), ''devil'' ([[iblis]]), ''dish'' ([[piring]], makanan), dan ''sack'' ([[saku]]).
Suku-suku bangsa [[Jermanik]] yang memelopori bahasa Inggris (suku [[Anglia]], [[Saxon]], [[Frisia]], [[Jute]] dan mungkin juga [[Frank]]), berdagang dengan dan berperang dengan rakyat [[Kekaisaran Romawi]] yang menuturkan [[bahasa Latin]] dalam proses invasi bangsa Jermanik ke Eropa dari timur. Dengan itu banyak kata-kata Latin yang masuk kosakata bangsa-bangsa Jermanik ini sebelum mereka mencapai pulau Britania. Contohnya antara lain adalah ''camp'' ([[kamp]]), ''cheese'' ([[keju]]), ''cook'' (memasak), ''dragon'' ([[naga]]), ''fork'' (porok, [[garpu]]), ''giant'' ([[raksasa]]), ''gem'' ([[permata]]), ''inch'' ([[inci]]), ''kettle'' ([[ketel]]), ''kitchen'' ([[dapur]]), ''linen'' (kain [[linen]]), ''mile'' ([[mil]]), ''mill'' ([[kincir angin]]), ''noon'' (siang), ''oil'' ([[oli]], [[minyak]]), ''pillow'' ([[bantal]]), ''pin'' (paku), ''pound'' ([[pon]]), ''soap'' ([[sabun]]), ''street'' ([[jalan]]), ''table'' ([[meja]]), ''wall'' ([[tembok]]), dan ''wine'' ([[anggur]]). Bangsa Romawi juga memberi bahasa Inggris beberapa kata yang mereka sendiri pinjam dari bahasa-bahasa lain seperti kata-kata: ''anchor'' ([[jangkar]]), ''butter'' ([[mentega]]), ''cat'' ([[kucing]]), ''chest'' ([[dada]]), ''devil'' ([[iblis]]), ''dish'' ([[piring]], makanan), dan ''sack'' ([[saku]]).


Menurut ''[[Anglo-Saxon Chronicle]]'', sekitar tahun [[449]], [[Vortigern]], Raja [[Kepulauan Britania]], mengundang "Angle kin" (Suku Anglia yang dipimpin oleh [[Hengest]] dan [[Horsa]]) untuk menolongnya dalam penengahan konflik dengan suku [[Pict]]. Sebagai balasannya, suku Angles diberi tanah di sebelah tenggara Inggris. Liet5uryi 5u6 wsdalu pertolongan selanjutnya dibutuhkan dan sebagai reaksi "datanglah orang-orang dari Ald Seaxum dari Anglum dari Iotum" ([[bangsa Saxon]], [[suku Anglia]], dan [[suku Jute]]). ''Chronicle'' ini membicarakan masuknya banyak imigran atau pendatang yang akhirnya mendirikan tujuh kerajaan yang disebut dengan istilah ''[[heptarchy]]''. Para pakar modern berpendapat bahwa sebagian besar cerita ini merupakan legenda dan memiliki motif politik. Selain itu identifikasi para pendatang di Inggris dengan suku Angle, Saxon, dan Jute tidak diterima lagi dewasa ini (Myres, 1986, p.&nbsp;46 dst.), terutama setelah diterima bahwa bahasa Anglo-Saxon ternyata lebih mirip dengan [[bahasa Frisia]] daripada bahasa salah satu sukubangsa yang disebut di atas ini.
Menurut ''[[Anglo-Saxon Chronicle]]'', sekitar tahun [[449]], [[Vortigern]], Raja [[Kepulauan Britania]], mengundang "Angle kin" (Suku Anglia yang dipimpin oleh [[Hengest]] dan [[Horsa]]) untuk menolongnya dalam penengahan konflik dengan suku [[Pict]]. Sebagai balasannya, suku Angles diberi tanah di sebelah tenggara Inggris. Liet5uryi 5u6 wsdalu pertolongan selanjutnya dibutuhkan dan sebagai reaksi "datanglah orang-orang dari Ald Seaxum dari Anglum dari Iotum" ([[bangsa Saxon]], [[suku Anglia]], dan [[suku Jute]]). ''Chronicle'' ini membicarakan masuknya banyak imigran atau pendatang yang akhirnya mendirikan tujuh kerajaan yang disebut dengan istilah ''[[heptarchy]]''. Para pakar modern berpendapat bahwa sebagian besar cerita ini merupakan legenda dan memiliki motif politik. Selain itu identifikasi para pendatang di Inggris dengan suku Angle, Saxon, dan Jute tidak diterima lagi dewasa ini (Myres, 1986, p.&nbsp;46 dst.), terutama setelah diterima bahwa bahasa Anglo-Saxon ternyata lebih mirip dengan [[bahasa Frisia]] daripada bahasa salah satu sukubangsa yang disebut di atas ini.
Baris 15: Baris 15:
== Bahasa Inggris Kuno ==
== Bahasa Inggris Kuno ==
{{utama|Bahasa Inggris Kuno}}
{{utama|Bahasa Inggris Kuno}}
Para pendatang yang menginvasi pulau Britania mendominasi penduduk setempat yang menuturkan [[bahasa Keltik]]. Bahasa Keltik akhirnya bisa lestari di Skotlandia, Wales dan Cornwall. Dialek-dialek yang dipertuturkan oleh para pendatang yang menginvasi Britania pada zaman sekarang disebut dengan nama [[bahasa Inggris Kuno]], dan akhirnya [[bahasa Anglo-Saxon]]. Kemudian hari, bahasa ini dipengaruhi [[bahasa Jermanik Utara]]; [[bahasa Norwegia Kuna]] yang dipertuturkan oleh kaum [[Viking]] yang menginvasi dan akhirnya bermukim di sebelah timur laut Inggris (lihat [[Jórvík]]). Para pendatang yang bermukim lebih awal menuturkan bahasa-bahasa Jermanik dari cabang yang berbeda. Banyak dari akar kosakata mereka memang sama atau mirip, meski tatabahasanya agak lebih berbeda termasuk prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan hukum infleksi (takrifan) dari banyak kata-kata. Bahasa Jermanik dari orang-orang Britania yang berbahasa Inggris Kuno ini, terpengaruhi kontak dengan orang-orang Norwegia yang menginvasi Britania. Hal ini kemungkinan besar merupakan alasan daripada penyederhanaan morfologis bahasa Inggris Kuno, termasuk hilangnya jenis kelamin kata benda dan kasus (kecuali pronominal). Karya sastra ternama yang masih lestari dari masa Inggris Kuno ini adalah sebuah fragmen [[wiracarita]] "[[Beowulf]]". Penulisnya tidak diketahui, dan karya ini sudah dimodifikasi secara besar oleh para rohaniwan Kristen, lama setelah digubah.
Para pendatang yang menginvasi pulau Britania mendominasi penduduk setempat yang menuturkan [[bahasa Keltik]]. Bahasa Keltik akhirnya bisa lestari di Skotlandia, Wales dan Cornwall. Dialek-dialek yang dipertuturkan oleh para pendatang yang menginvasi Britania pada zaman sekarang disebut dengan nama [[bahasa Inggris Kuno]], dan akhirnya [[bahasa Anglo-Saxon]]. Kemudian hari, bahasa ini dipengaruhi [[bahasa Jermanik Utara]]; [[bahasa Norwegia Kuno]] yang dipertuturkan oleh kaum [[Viking]] yang menginvasi dan akhirnya bermukim di sebelah timur laut Inggris (lihat [[Jórvík]]). Para pendatang yang bermukim lebih awal menuturkan bahasa-bahasa Jermanik dari cabang yang berbeda. Banyak dari akar kosakata mereka memang sama atau mirip, meski tatabahasanya agak lebih berbeda termasuk prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan hukum infleksi (takrifan) dari banyak kata-kata. Bahasa Jermanik dari orang-orang Britania yang berbahasa Inggris Kuno ini, terpengaruhi kontak dengan orang-orang Norwegia yang menginvasi Britania. Hal ini kemungkinan besar merupakan alasan daripada penyederhanaan morfologis bahasa Inggris Kuno, termasuk hilangnya jenis kelamin kata benda dan kasus (kecuali pronominal). Karya sastra ternama yang masih lestari dari masa Inggris Kuno ini adalah sebuah fragmen [[wiracarita]] "[[Beowulf]]". Penulisnya tidak diketahui, dan karya ini sudah dimodifikasi secara besar oleh para rohaniwan Kristen, lama setelah digubah.


Kemudian introduksi agama Kristen di Britania menambah sebuah gelombang baru yang membawa banyak kata-kata pinjaman dari bahasa Latin dan bahasa Yunani.
Kemudian introduksi agama Kristen di Britania menambah sebuah gelombang baru yang membawa banyak kata-kata pinjaman dari bahasa Latin dan bahasa Yunani.
Baris 21: Baris 21:
Selain ada yang berpendapat bahwa pengaruh bahasa Norwegia berlangsung sampai pada [[Abad Pertengahan]] awal.
Selain ada yang berpendapat bahwa pengaruh bahasa Norwegia berlangsung sampai pada [[Abad Pertengahan]] awal.


Masa Inggris Kuno secara resmi berakhir dengan [[Penaklukan Norman]], ketika bahasa Inggris secara drastik dipengaruhi bahasa kaum Norman ini yang disebut bahasa Norman dan merupakan sebuah dialek [[bahasa Perancis]].
Masa Inggris Kuno secara resmi berakhir dengan [[Penaklukan Norman]], ketika bahasa Inggris secara drastik dipengaruhi bahasa kaum Norman ini yang disebut bahasa Norman dan merupakan sebuah dialek [[bahasa Prancis]].


Penggunaan istilah Anglo-Saxon untuk mendeskripsikan pembauran antara bahasa serta budaya Anglia dan Saxon merupakan sebuah perkembangan modern. Menurut [[Lois Fundis]], (Stumpers-L, Jum’at, 14 Des 2001)
Penggunaan istilah Anglo-Saxon untuk mendeskripsikan pembauran antara bahasa serta budaya Anglia dan Saxon merupakan sebuah perkembangan modern. Menurut [[Lois Fundis]], (Stumpers-L, Jum’at, 14 Des 2001)
Baris 30: Baris 30:
== Bahasa Inggris Pertengahan ==
== Bahasa Inggris Pertengahan ==
{{main| Bahasa Inggris Pertengahan }}
{{main| Bahasa Inggris Pertengahan }}
Selama 300 tahun setelah invasi kaum Norman di Britania pada tahun [[1066]], raja-raja Norman dan kaum bangsawan hanya menuturkan bahasa Perancis dialek Norman saja yang disebut dengan nama [[bahasa Anglo-Norman]]. Sementara itu bahasa Inggris berlanjut sebagai bahasa rakyat. Sementara ''[[Anglo-Saxon Chronicle]]'' tetap ditulis sampai tahun [[1154]], sebagian besar karya sastra lainnya dari masa ini ditulis dalam [[bahasa Perancis Kuna]] atau [[bahasa Latin]].
Selama 300 tahun setelah invasi kaum Norman di Britania pada tahun [[1066]], raja-raja Norman dan kaum bangsawan hanya menuturkan bahasa Prancis dialek Norman saja yang disebut dengan nama [[bahasa Anglo-Norman]]. Sementara itu bahasa Inggris berlanjut sebagai bahasa rakyat. Sementara ''[[Anglo-Saxon Chronicle]]'' tetap ditulis sampai tahun [[1154]], sebagian besar karya sastra lainnya dari masa ini ditulis dalam [[bahasa Prancis Kuno]] atau [[bahasa Latin]].


Sejumlah besar kata-kata Norman dipinjam dalam bahasa Inggris Kuno dan menghasilkan banyak sinonim (sebagai contoh diambil ''ox/beef'' ([[sapi]]), ''sheep/mutton'' ([[kambing]]), dan lain-lain). Pengaruh Norman ini memperkuat kesinambungan perubahan-perubahan bahasa Inggris pada abad-abad selanjutnya dan menghasilkan sebuah bahasa yang sekarang disebut dengan istilah [[bahasa Inggris Pertengahan]]. Salah satu perubahannya adalah meningkatnya pemakaian sebuah aspek unik tatabahasa Inggris yang disebut dengan istilah ''continuous tense'' dengan imbuhan atau sufiks ''-ing''.
Sejumlah besar kata-kata Norman dipinjam dalam bahasa Inggris Kuno dan menghasilkan banyak sinonim (sebagai contoh diambil ''ox/beef'' ([[sapi]]), ''sheep/mutton'' ([[kambing]]), dan lain-lain). Pengaruh Norman ini memperkuat kesinambungan perubahan-perubahan bahasa Inggris pada abad-abad selanjutnya dan menghasilkan sebuah bahasa yang sekarang disebut dengan istilah [[bahasa Inggris Pertengahan]]. Salah satu perubahannya adalah meningkatnya pemakaian sebuah aspek unik tatabahasa Inggris yang disebut dengan istilah ''continuous tense'' dengan imbuhan atau sufiks ''-ing''.


[[Ejaan bahasa Inggris]] juga dipengaruhi bahasa Perancis pada periode ini. Bunyi-bunyi {{IPA|/θ/}} dan {{IPA|/ð/}} sekarang dieja sebagai ''th'' dan bukan dengan huruf Inggris Kuno [[thorn (huruf)|þ]] and [[eth|ð]], yang tidak ada dalam bahasa Perancis.
[[Ejaan bahasa Inggris]] juga dipengaruhi bahasa Prancis pada periode ini. Bunyi-bunyi {{IPA|/θ/}} dan {{IPA|/ð/}} sekarang dieja sebagai ''th'' dan bukan dengan huruf Inggris Kuno [[thorn (huruf)|þ]] and [[eth|ð]], yang tidak ada dalam bahasa Prancis.


Selama [[abad ke-15]], bahasa Inggris Pertengahan berubah lebih lanjut lagi. Perubahan ini disebut sebagai ''[[Great Vowel Shift|The Great Vowel Shift]]'' ("Pergeseran Vokal Besar"), dan dimulai dengan penyebaran dialek London bahasa Inggris yang mulai dipakai oleh pemerintahan dan munculnya buku-buku cetak. Bahasa Inggris modern sendiri bisa dikatakan muncul pada masa [[William Shakespeare]]. Penulis ternama dari masa Inggris Pertengahan ini ialah [[Geoffrey Chaucer]], dengan karyanya yang terkenal ''[[The Canterbury Tales]]''.
Selama [[abad ke-15]], bahasa Inggris Pertengahan berubah lebih lanjut lagi. Perubahan ini disebut sebagai ''[[Great Vowel Shift|The Great Vowel Shift]]'' ("Pergeseran Vokal Besar"), dan dimulai dengan penyebaran dialek London bahasa Inggris yang mulai dipakai oleh pemerintahan dan munculnya buku-buku cetak. Bahasa Inggris modern sendiri bisa dikatakan muncul pada masa [[William Shakespeare]]. Penulis ternama dari masa Inggris Pertengahan ini ialah [[Geoffrey Chaucer]], dengan karyanya yang terkenal ''[[The Canterbury Tales]]''.


Banyak sumber sezaman menyatakan bahwa dalam kurun waktu lima puluh tahun setelah Invasi kaum Norman, sebagian besar kaum Norman di luar istana berganti bahasa dan menuturkan bahasa Inggris. Bahasa Perancis kala itu tetap menjadi bahasa resmi pemerintahan dan perundang-undangan yang bergengsi di luar dinamika sosial. Sebagai contoh, [[Orderic Vitalis]], seorang sejarawan yang lahir pada tahun [[1075]] dan seorang anak ksatria Norman, menyatakan bahwa ia hanya mempelajari bahasa Perancis sebagai bahasa kedua.
Banyak sumber sezaman menyatakan bahwa dalam kurun waktu lima puluh tahun setelah Invasi kaum Norman, sebagian besar kaum Norman di luar istana berganti bahasa dan menuturkan bahasa Inggris. Bahasa Prancis kala itu tetap menjadi bahasa resmi pemerintahan dan perundang-undangan yang bergengsi di luar dinamika sosial. Sebagai contoh, [[Orderic Vitalis]], seorang sejarawan yang lahir pada tahun [[1075]] dan seorang anak ksatria Norman, menyatakan bahwa ia hanya mempelajari bahasa Prancis sebagai bahasa kedua.


Sastra Inggris mulai muncul kembali pada sekitar tahun [[1200]] Masehi ketika perubahan iklim politik dan jatuhnya bahasa Anglo-Norman membuat hal ini lebih bisa diterima. Pada akhir abad tersebut, bahkan kalangan kerajaan sudah berganti menuturkan bahasa Inggris. Sedangkan bahasa Anglo-Norman masih tetap dipakai pada kalangan tertentu sampai agak lama, namun akhirnya bahasa ini juga tidak merupakan bahasa hidup lagi.
Sastra Inggris mulai muncul kembali pada sekitar tahun [[1200]]M ketika perubahan iklim politik dan jatuhnya bahasa Anglo-Norman membuat hal ini lebih bisa diterima. Pada akhir abad tersebut, bahkan kalangan kerajaan sudah berganti menuturkan bahasa Inggris. Sedangkan bahasa Anglo-Norman masih tetap dipakai pada kalangan tertentu sampai agak lama, namun akhirnya bahasa ini juga tidak merupakan bahasa hidup lagi.


== Bahasa Inggris Modern Awal ==
== Bahasa Inggris Modern Awal ==
{{main| Bahasa Inggris Modern Awal}}
{{main| Bahasa Inggris Modern Awal}}
Mulai dari [[abad ke-15]], bahasa Inggris berubah menjadi bahasa Inggris Modern, yang seringkali ditarikh bermula dengan ''[[Great Vowel Shift]]'' (“Pergeseran Bunyi Besar”).
Mulai dari [[abad ke-15]], bahasa Inggris berubah menjadi bahasa Inggris Modern, yang sering kali ditarikh bermula dengan ''[[Great Vowel Shift]]'' (“Pergeseran Bunyi Besar”).


Setelah itu bahasa Inggris mulai banyak mengambil kata-kata pungutan dari bahasa-bahasa asing, terutama [[bahasa Latin]] dan [[bahasa Yunani]] semenjak zaman [[Renaisans]]. Karena banyak kata-kata dipinjam dari bahasa yang berbeda-beda, dan ejaan bahasa Inggris bisa dikatakan tidak konsisten, maka risiko pelafazan salah kata-kata cukup tinggi. Namun sisa-sisa dari bentuk-bentuk yang lebih kuna masih ada pada beberapa dialek regional, terutama pada dialek-dialek di [[dialek West Country|West Country]].
Setelah itu bahasa Inggris mulai banyak mengambil kata-kata pungutan dari bahasa-bahasa asing, terutama [[bahasa Latin]] dan [[bahasa Yunani]] semenjak zaman [[Renaisans]]. Karena banyak kata-kata dipinjam dari bahasa yang berbeda-beda, dan ejaan bahasa Inggris bisa dikatakan tidak konsisten, maka risiko pelafalan salah kata-kata cukup tinggi. Namun sisa-sisa dari bentuk-bentuk yang lebih kuno masih ada pada beberapa dialek regional, terutama pada dialek-dialek di [[dialek West Country|West Country]].


Pada tahun [[1755]] [[Samuel Johnson]] menerbitkan kamus penting bahasa Inggris pertama, yang berjudul ''[[A Dictionary of the English Language|Dictionary of the English Language]]''.
Pada tahun [[1755]] [[Samuel Johnson]] menerbitkan kamus penting bahasa Inggris pertama, yang berjudul ''[[A Dictionary of the English Language|Dictionary of the English Language]]''.
Baris 93: Baris 93:
Fragmen ini bisa diterjemahkan sebagai:
Fragmen ini bisa diterjemahkan sebagai:
Lihat, pujian keahlian rakyat-raja-raja
Lihat, pujian keahlian rakyat-raja-raja
orang Denmark yang dipersenjatai dengan tombak, di hari panjang meluncur,
orang Denmark yang dipersenjatai dengan tombak, pada hari panjang meluncur,
kami sudah mendengar, dan kehormatan di mana para ''[[:en:aetheling|atheling]]'' (“pangeran mahkota”) menang!
kami sudah mendengar, dan kehormatan di mana para ''[[:en:aetheling|atheling]]'' (“pangeran mahkota”) menang!
Oft Scyld Scefing dari musuh yang dibagi menjadi skuadron,
Oft Scyld Scefing dari musuh yang dibagi menjadi skuadron,
Baris 189: Baris 189:


Terjemahan:
Terjemahan:
DI CONGRESS, 4 Juli 1776.
DI KONGRES, 4 Juli 1776.
Deklarasi unanim tigabelas Negara Bagian Amerika,
Deklarasi unanim tigabelas Negara Bagian Amerika,
Baris 199: Baris 199:


== Referensi ==
== Referensi ==
* {{en}} [ftp://ibiblio.org/pub/docs/books/gutenberg/etext97/bwulf10.txt Project Gutenberg's Beowulf translation by Francis Gummere]
* {{en}} [ftp://ibiblio.org/pub/docs/books/gutenberg/etext97/bwulf10.txt Project Gutenberg's Beowulf translation by Francis Gummere] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20050929050929/http://ibiblio.org/pub/docs/books/gutenberg/etext97/bwulf10.txt |date=2005-09-29 }}
* {{en}} {{cite book|author=[[John C. Wells]]|title=Accents of English|location=[[Cambridge]]|publisher=[[Cambridge University Press]]|year=[[1982]]|id=ISBN 0-521-22919-7 (vol. 1), ISBN 0-521-24224-X (vol. 2), ISBN 0-521-24225-8 (vol. 3)}}
* {{en}} {{cite book|author=[[John C. Wells]]|title=Accents of English|url=https://archive.org/details/accentsofenglish0000well|location=[[Cambridge]]|publisher=[[Cambridge University Press]]|year=[[1982]]|id=ISBN 0-521-22919-7 (vol. 1), ISBN 0-521-24224-X (vol. 2), ISBN 0-521-24225-8 (vol. 3)}}
* {{en}} J.N.L. Myres, ''The English Settlements (Oxford History of England)'', Oxford University Press, 1986. ISBN 0-19-821719-6.
* {{en}} J.N.L. Myres, ''The English Settlements (Oxford History of England)'', Oxford University Press, 1986. ISBN 0-19-821719-6.
* {{en}} [http://www.englishclub.com/english-what.htm Sejarah singkat asal-mula dan perkembangan bahasa Inggris]
* {{en}} [http://www.englishclub.com/english-what.htm Sejarah singkat asal-mul] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20061110143515/http://www.englishclub.com/english-what.htm |date=2006-11-10 }}
{{Sejarah Bahasa Inggris}}

[[Kategori:Bahasa Inggris]]
[[Kategori:Bahasa Inggris]]
[[Kategori:Sejarah bahasa]]
[[Kategori:Sejarah bahasa]]