Lompat ke isi

Metrologi: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
k Robot: Perubahan kosmetika
 
(9 revisi perantara oleh 8 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{bukan|Meteorologi}}
[[Berkas:Microarcsecond testbed.jpg|thumb|Alat pengukur dengan presisi sampai seperjuta dari 1/3600 derajad]]
[[Berkas:Microarcsecond testbed.jpg|jmpl|Alat pengukur dengan presisi sampai seperjuta dari 1/3600 derajat]]


'''Metrologi''' (ilmu pengukuran) adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, [[kalibrasi]] dan akurasi di bidang [[industri]], [[ilmu pengetahuan]] dan [[teknologi]].
'''Metrologi''' (ilmu pengukuran) adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, [[kalibrasi]], dan pemastian akurasi di bidang [[industri]], [[ilmu pengetahuan]] dan [[teknologi]].
Metrologi mencakup tiga hal utama:
Metrologi mencakup tiga hal utama, yaitu:


# Penetapan definisi satuan-satuan ukuran yang diterima secara internasional (misalnya meter)
# Penetapan definisi satuan-satuan ukuran yang diterima secara internasional (misalnya meter)
Baris 16: Baris 17:
'''Bidang-bidang Metrologi'''
'''Bidang-bidang Metrologi'''


Metrologi Ilmiah dibagi oleh BIPM (''Bereau International des Poids et Measures''), Biro Internasional Timbangan dan Takaran menjadi 9 bidang teknis:
Metrologi Ilmiah dibagi oleh BIPM (''Bureau International des Poids et Mesures''), Biro Internasional Timbangan dan Takaran menjadi 9 bidang teknis:
* panjang
* panjang
* kelistrikan
* kelistrikan
Baris 29: Baris 30:
== Sejarah Metrologi di Indonesia ==
== Sejarah Metrologi di Indonesia ==


[[Berkas:Lipi.gif|180px|left|thumb| [[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia]] sebagai pengelola teknis ilmiah SNSU di Indonesia]]
[[Berkas:Lipi.gif|180px|kiri|jmpl| [[Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia]] sebagai pengelola teknis ilmiah SNSU di Indonesia]]


Legalitas metrologi di Indonesia berpijak pada Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (UUML) yang mengatur hal-hal mengenai pembuatan, pengedaran, penjualan, pemakaian, dan pemeriksaan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.
Legalitas metrologi di Indonesia berpijak pada Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (UUML) yang mengatur hal-hal mengenai pembuatan, pengedaran, penjualan, pemakaian, dan pemeriksaan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.
Baris 52: Baris 53:


== Dampak Metrologi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ==
== Dampak Metrologi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ==
[[Berkas:Gdp accumulated change.png|right|thumb|350px|[[GDP]] real growth rates, 1990–1998 and 1990–2006, in selected countries.]]
[[Berkas:Gdp accumulated change.png|ka|jmpl|350px|[[GDP]] real growth rates, 1990–1998 and 1990–2006, in selected countries.]]
Proyek ''MetroTrade'' telah membuktikan beberapa kasus dimana penerapan metrologi yang tepat dapat memecahkan permasalahan perdagangan yang ada dan mencegah timbulnya masalah perdagangan karena hambatan teknis perdagangan. Satu contoh yang menarik adalah perbedaan regulasi dan persyaratan antara ASTM (''American Society for Testing and Materials'') dan ISO (''International Organization for Standardization'') tidak memberikan pengaruh pada perdagangan antara dua negara yang mengaplikasikan metode tersebut karena hasil pengukuran dari kedua negara tersebut menunjukkan hasil yang sama, sebab masing-masing negara telah menerapkan metrologi dengan benar.
Proyek ''MetroTrade'' telah membuktikan beberapa kasus dimana penerapan metrologi yang tepat dapat memecahkan permasalahan perdagangan yang ada dan mencegah timbulnya masalah perdagangan karena hambatan teknis perdagangan. Satu contoh yang menarik adalah perbedaan regulasi dan persyaratan antara ASTM (''American Society for Testing and Materials'') dan ISO (''International Organization for Standardization'') tidak memberikan pengaruh pada perdagangan antara dua negara yang mengaplikasikan metode tersebut karena hasil pengukuran dari kedua negara tersebut menunjukkan hasil yang sama, sebab masing-masing negara telah menerapkan metrologi dengan benar.


Baris 68: Baris 69:
* {{id}} Drijarkara, A. P, Ghufron Z., (2005), ''Metrologi: Sebuah Pengantar'', Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi (Puslit KIM–LIPI)
* {{id}} Drijarkara, A. P, Ghufron Z., (2005), ''Metrologi: Sebuah Pengantar'', Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi, dan Metrologi (Puslit KIM–LIPI)
* {{en}} Howarth, P., Fiona R. (2008), ''Metrology in Short 3rd Ed.'' EURAMET, UK
* {{en}} Howarth, P., Fiona R. (2008), ''Metrology in Short 3rd Ed.'' EURAMET, UK
* {{en}} Howarth, P., ''MetroTrade-Metrological Support for International Trade'', NPL-EUROMET, http://www.metrotrade.dk/
* {{en}} Howarth, P., ''MetroTrade-Metrological Support for International Trade'', NPL-EUROMET, http://www.metrotrade.dk/ {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20050204214403/http://www.metrotrade.dk/ |date=2005-02-04 }}
* {{en}} Kaarls, R. (2006), ''Metrology in Chemistry: Rapid Developments in The Global Metrological Infrastructure, the CIPM MRA and its economic and social impact”, Accred Qual Assur 11, PP. 162-171
* {{en}} Kaarls, R. (2006), ''Metrology in Chemistry: Rapid Developments in The Global Metrological Infrastructure, the CIPM MRA and its economic and social impact”, Accred Qual Assur 11, PP. 162-171
* {{en}} Kim, J.S. (2008), ''National Policy and Infrastructure in Korea'', presented at APMP Workshop on Metrology in Chemistry for Industrial Competitiveness and High Quality of Life, Jakarta, 30-31 Oktober 2008
* {{en}} Kim, J.S. (2008), ''National Policy and Infrastructure in Korea'', presented at APMP Workshop on Metrology in Chemistry for Industrial Competitiveness and High Quality of Life, Jakarta, 30-31 Oktober 2008
Baris 77: Baris 78:
[[Kategori:Metrologi| ]]
[[Kategori:Metrologi| ]]
[[Kategori:Pengukuran]]
[[Kategori:Pengukuran]]
[[Kategori:Ilmu dan teknologi dalam tahun 1844]]

{{ilmu-stub}}