Lompat ke isi

Goro (perusahaan): Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Dani1603 (bicara | kontrib)
InternetArchiveBot (bicara | kontrib)
Rescuing 112 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.9.5
 
(24 revisi perantara oleh 7 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Goro''' (singkatan dari '''Gotong Royong''')<ref name=GORO2/><ref name=GORO278/> adalah sebuah jaringan toko [[grosir]] (perkulakan) yang ada di [[Indonesia]]. Perkulakan yang dalam sejarahnya lekat dengan anak bungsu mantan [[Presiden Indonesia|Presiden]] [[Soeharto]], [[Hutomo Mandala Putra]] (Tommy) sendiri ini muncul sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1995 dan 2018.<ref name=GORO271>[https://tirto.id/tommy-soeharto-dan-polesan-baru-bisnis-retail-goro-c8rg Tommy Soeharto dan Polesan Baru Bisnis Retail GORO]</ref> Layaknya banyak bisnis Tommy lainnya, Goro pun dipengaruhi banyak kontroversi, terutama kasus korupsi yang menjerat sang "Pangeran Cendana" tersebut.
'''Goro''' (singkatan dari "[[gotong royong|'''Go'''tong '''Ro'''yong]]")<ref name=GORO2/><ref name=GORO278/> adalah sebuah jaringan toko [[grosir]] (perkulakan) yang ada di [[Indonesia]]. Perkulakan yang dalam sejarahnya lekat dengan anak bungsu mantan [[Presiden Indonesia|Presiden]] [[Soeharto]], [[Hutomo Mandala Putra]] (Tommy) ini muncul sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1995 dan 2018.<ref name=GORO271>{{Cite web |url=https://tirto.id/tommy-soeharto-dan-polesan-baru-bisnis-retail-goro-c8rg |title=Tommy Soeharto dan Polesan Baru Bisnis Retail GORO |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512084337/https://tirto.id/tommy-soeharto-dan-polesan-baru-bisnis-retail-goro-c8rg |dead-url=no }}</ref> Layaknya banyak bisnis Tommy lainnya, Goro pun dipengaruhi banyak kontroversi, terutama kasus korupsi yang menjerat sang "Pangeran Cendana" tersebut.


==Goro (1995-2004)==
==Goro (1995-2004)==
===Kelahiran===
===Kelahiran===
Inkarnasi dari Goro versi pertama sendiri berada di bawah pengelolaan PT Goro Yudhistira Utama, yang lahir dari kerjasama antara pihak swasta dan koperasi. Dari pihak swasta, ada Tommy dan [[Ricardo Gelael]] (anak [[Dick Gelael]] pemilik [[Gelael Supermarket]]) yang membawa bendera PT Goro Batara Sakti (dimiliki 80% oleh Tommy/Humpuss dan 20% oleh Ricardo)<reF>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=cQ9YAAAAMAAJ&dq=GORO+BATARA+SAKTI+PT+HUMPUSS+80+%25+Ricardo+Gelael+20+%25&focus=searchwithinvolume&q=BATARA+SAKTI Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 28-36]</ref> dengan kepemilikan 35%, sedangkan dari pihak koperasi memegang sisanya yang terdiri dari INKUD (Induk Koperasi Unit Desa) 25%, Koperasi Warung Goro 20%, KOPEG (Koperasi Penyalur [[Bulog]]) 6%, INKOPKAR (Induk Koperasi Karyawan) 5%, INKOPAD (Induk Koperasi Angkatan Darat) 2,5%, INKOPOL (Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia) 2,5%, dan INKOPAU (Induk Koperasi Angkatan Udara) 2,5%.<ref name=GORO1>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=H7JWAAAAMAAJ&dq=Inkud+25+%25+%2C+Koperasi+Warung+Goro+20+%25+%2C+Kopeg+Bulog+5+%25+%2C+Inkopkar+5+%25+%2C+Inkopad+2%2C5+%25+%2C+Inkopol+2%2C5+%25+dan+...&focus=searchwithinvolume&q=inkopad Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 9-10]</ref> Menurut suatu sumber, pendirian Goro bermula ketika Tommy, Ricardo dan [[Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia|Menkop]] [[Subiakto Tjakrawerdaya]] berkonsultasi mendirikan perusahaan grosir yang kemudian diterima oleh INKUD. Goro sendiri dikonsepkan sebagai perkulakan dimana koperasi dan pedagang kecil bisa membeli barang-barang dagangan mereka dengan harga yang lebih murah, sehingga mereka diuntungkan. Koperasi saat itu ditafsirkan terlalu kecil dan terpecah-pecah, tidak memiliki pusat grosirnya sendiri sehingga sulit meningkatkan penjualan mereka, padahal mereka memiliki potensi yang besar. Selain itu, Goro juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat kota untuk memenuhi kebutuhan mereka.<ref name=GORO2>[https://books.google.co.id/books?id=uPidw7VcZ34C&pg=RA2-PA75&dq=Goro+gotong+royong&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiQn9nZicr3AhWlW3wKHdKtBkoQ6AF6BAgLEAI#v=onepage&q=Goro%20gotong%20royong&f=false Dharmasena]</ref> Goro sendiri didirikan pada 1993,<ref>[https://books.google.co.id/books?id=UgFYAAAAMAAJ&q=GORO+BRIKET+BATUBARA&dq=GORO+BRIKET+BATUBARA&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjziNz3xsr3AhVn73MBHSDdCowQ6AF6BAgJEAI Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 6,Masalah 39-44]</ref> dan awalnya kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Goro Batara Sakti 60%, Yayasan Bulog 10% dan INKUD 30% sebelum berubah struktur kepemilikannya seperti di atas.<ref name=GORO3/>
Inkarnasi dari Goro versi pertama berada di bawah pengelolaan PT Goro Yudhistira Utama, yang lahir dari kerjasama antara pihak swasta dan koperasi. Dari pihak swasta, ada Tommy dan [[Ricardo Gelael]] (anak Dick Gelael pemilik [[Gelael Supermarket]]) yang membawa bendera PT Goro Batara Sakti (dimiliki 80% oleh Tommy/Humpuss dan 20% oleh Ricardo)<reF>
{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=cQ9YAAAAMAAJ&dq=GORO+BATARA+SAKTI+PT+HUMPUSS+80+%25+Ricardo+Gelael+20+%25&focus=searchwithinvolume&q=BATARA+SAKTI |title=Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 28-36 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807201456/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=cQ9YAAAAMAAJ&dq=GORO+BATARA+SAKTI+PT+HUMPUSS+80+%25+Ricardo+Gelael+20+%25&focus=searchwithinvolume&q=BATARA+SAKTI |dead-url=no }}
</ref> dengan kepemilikan 35%, sedangkan dari pihak koperasi memegang sisanya yang terdiri dari INKUD (Induk Koperasi Unit Desa) 25%, Koperasi Warung Goro 20%, KOPEG (Koperasi Penyalur [[Bulog]]) 6%, INKOPKAR (Induk Koperasi Karyawan) 5%, INKOPAD (Induk Koperasi Angkatan Darat) 2,5%, INKOPOL (Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia) 2,5%, dan INKOPAU (Induk Koperasi Angkatan Udara) 2,5%.<ref name=GORO1>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=H7JWAAAAMAAJ&dq=Inkud+25+%25+%2C+Koperasi+Warung+Goro+20+%25+%2C+Kopeg+Bulog+5+%25+%2C+Inkopkar+5+%25+%2C+Inkopad+2%2C5+%25+%2C+Inkopol+2%2C5+%25+dan+...&focus=searchwithinvolume&q=inkopad |title=Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 9-10 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807201549/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=H7JWAAAAMAAJ&dq=Inkud+25+%25+%2C+Koperasi+Warung+Goro+20+%25+%2C+Kopeg+Bulog+5+%25+%2C+Inkopkar+5+%25+%2C+Inkopad+2%2C5+%25+%2C+Inkopol+2%2C5+%25+dan+...&focus=searchwithinvolume&q=inkopad |dead-url=no }}</ref> Menurut suatu sumber, pendirian Goro bermula ketika Tommy, Ricardo dan [[Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia|Menkop]] [[Subiakto Tjakrawerdaya]] berkonsultasi mendirikan perusahaan grosir yang kemudian diterima oleh INKUD. Goro dikonsepkan sebagai perkulakan dimana koperasi dan pedagang kecil bisa membeli barang-barang dagangan mereka dengan harga yang lebih murah, sehingga mereka diuntungkan. Koperasi saat itu ditafsirkan terlalu kecil dan terpecah-pecah, tidak memiliki pusat grosirnya sehingga sulit meningkatkan penjualan mereka, padahal mereka memiliki potensi yang besar. Selain itu, Goro juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat kota untuk memenuhi kebutuhan mereka.<ref name=GORO2>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=uPidw7VcZ34C&pg=RA2-PA75&dq=Goro+gotong+royong&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiQn9nZicr3AhWlW3wKHdKtBkoQ6AF6BAgLEAI#v=onepage&q=Goro%20gotong%20royong&f=false |title=Dharmasena |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807201459/https://books.google.co.id/books?id=uPidw7VcZ34C&pg=RA2-PA75&dq=Goro+gotong+royong&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiQn9nZicr3AhWlW3wKHdKtBkoQ6AF6BAgLEAI#v=onepage&q=Goro%20gotong%20royong&f=false |dead-url=no }}</ref> Goro didirikan pada 1993,<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=UgFYAAAAMAAJ&q=GORO+BRIKET+BATUBARA&dq=GORO+BRIKET+BATUBARA&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjziNz3xsr3AhVn73MBHSDdCowQ6AF6BAgJEAI |title=Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 6,Masalah 39-44 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807201457/https://books.google.co.id/books?id=UgFYAAAAMAAJ&q=GORO+BRIKET+BATUBARA&dq=GORO+BRIKET+BATUBARA&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjziNz3xsr3AhVn73MBHSDdCowQ6AF6BAgJEAI |dead-url=no }}</ref> dan awalnya kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Goro Batara Sakti 60%, Yayasan Bulog 10% dan INKUD 30% sebelum berubah struktur kepemilikannya seperti di atas.<ref name=GORO3/>


Gerai pertama Goro berada di [[Pasar Minggu, Jakarta Selatan]] yang diresmikan pada 12 Juli 1995 oleh Presiden Soeharto di [[Hari Koperasi]] ke-48. Perkulakan yang memakan investasi Rp 11 miliar ini diklaim sebagai toko grosir terbesar di [[Asia Tenggara]] dan mulai beroperasi sejak 26 Juli 1995, dengan omset kira-kira Rp 350 juta/hari.<ref name=GORO2/> Nama "Goro" dipilih karena merefleksikan bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial berkecenderungan saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain dan perlu saling membantu.<ref name=GORO3>[https://books.google.co.id/books?id=-AjtAAAAMAAJ&q=yang+ingin+mengingatkan+,+bahwa+pada+hakekatnya+manusia+sebagai+makhluk+sosial+berkecenderungan+saling+membutuhkan+dan+saling+melengkapi+satu+sama+lain&dq=yang+ingin+mengingatkan+,+bahwa+pada+hakekatnya+manusia+sebagai+makhluk+sosial+berkecenderungan+saling+membutuhkan+dan+saling+melengkapi+satu+sama+lain&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiTkaGkj8r3AhXITWwGHbsBD_wQ6AF6BAgJEAI Menggali potensi membangun negeri: Humpuss mengabdi]</ref> Tidak hanya direncanakan sebagai toko grosir, Goro juga memiliki visi untuk membentuk Kerja Sama Operasi dengan sejumlah koperasi serba usaha yang belum memiliki modal kuat, dengan pengelolaannya dikendalikan Goro dan keuntungannya 60% untuk koperasi. Layaknya perkulakan lain seperti [[Lotte Mart|Makro]], pengunjung Goro harus mendaftar sebagai anggota, yang ditujukan pada pengusaha dan pedagang kecil maupun koperasi.<ref name=GORO2/> Tidak hanya mekanisme keanggotaannya, Goro ikut mereplikasi banyak sistem dan teknik dari Makro yang merupakan pionir perkulakan di Indonesia.<ref name=GORO12/>
Gerai pertama Goro berada di [[Pasar Minggu, Jakarta Selatan]] (saat ini lahannya menjadi apartemen Niffaro Park) yang diresmikan pada 12 Juli 1995 oleh Presiden Soeharto di [[Hari Koperasi]] ke-48. Perkulakan yang memakan investasi Rp 11 miliar ini diklaim sebagai toko grosir terbesar di [[Asia Tenggara]] dan mulai beroperasi sejak 26 Juli 1995, dengan omset kira-kira Rp 350 juta/hari.<ref name=GORO2/> Nama "Goro" (Gotong Royong) dipilih karena merefleksikan bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial berkecenderungan saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain dan perlu saling membantu.<ref name=GORO3>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=-AjtAAAAMAAJ&q=yang+ingin+mengingatkan+,+bahwa+pada+hakekatnya+manusia+sebagai+makhluk+sosial+berkecenderungan+saling+membutuhkan+dan+saling+melengkapi+satu+sama+lain&dq=yang+ingin+mengingatkan+,+bahwa+pada+hakekatnya+manusia+sebagai+makhluk+sosial+berkecenderungan+saling+membutuhkan+dan+saling+melengkapi+satu+sama+lain&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiTkaGkj8r3AhXITWwGHbsBD_wQ6AF6BAgJEAI |title=Menggali potensi membangun negeri: Humpuss mengabdi |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807201503/https://books.google.co.id/books?id=-AjtAAAAMAAJ&q=yang+ingin+mengingatkan+,+bahwa+pada+hakekatnya+manusia+sebagai+makhluk+sosial+berkecenderungan+saling+membutuhkan+dan+saling+melengkapi+satu+sama+lain&dq=yang+ingin+mengingatkan+,+bahwa+pada+hakekatnya+manusia+sebagai+makhluk+sosial+berkecenderungan+saling+membutuhkan+dan+saling+melengkapi+satu+sama+lain&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiTkaGkj8r3AhXITWwGHbsBD_wQ6AF6BAgJEAI |dead-url=no }}</ref> Tidak hanya direncanakan sebagai toko grosir, Goro juga memiliki visi untuk membentuk Kerja Sama Operasi dengan sejumlah koperasi serba usaha yang belum memiliki modal kuat, dengan pengelolaannya dikendalikan Goro dan keuntungannya 60% untuk koperasi. Layaknya perkulakan lain seperti [[Lotte Mart|Makro]], pengunjung Goro harus mendaftar sebagai anggota, yang ditujukan pada pengusaha dan pedagang kecil maupun koperasi.<ref name=GORO2/> Anggota/''partner'' dari koperasi dijanjikan bisa mendapat diskon 3-4,5% jika berbelanja grosir di Goro.<Ref>
{{Cite web |url=https://jawawa.id/newsitem/new-goro-center-for-north-jakarta-1447893297 |title=JP/New Goro center for North Jakarta |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220507111731/https://jawawa.id/newsitem/new-goro-center-for-north-jakarta-1447893297 |dead-url=no }}
</ref> Tidak hanya mekanisme keanggotaannya, Goro ikut mereplikasi banyak sistem dan teknik dari Makro yang merupakan pionir perkulakan di Indonesia.<ref name=GORO12/>


Tidak lama kemudian, Goro telah memiliki gerai baru Goro di daerah [[Kelapa Gading]]; [[Pekayon Jaya|Pekayon]], [[Bekasi]] dan [[Ujungpandang]]; mengembangkan unit baru bernama Pusat Distribusi Goro; mengadakan berbagai seminar koperasi;<ref name=GORO5/> dan membentuk kemitraan dengan pedagang kecil/pasar tradisional dalam bentuk Warung Goro pada Maret 1998 yang rencananya sebanyak 400 cabang.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=KZQTAQAAMAAJ&q=goro+Bekasi&dq=goro+Bekasi&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwib3u7zw8r3AhVz7HMBHaEODN44ChDoAXoECAEQAg Tiras, Volume 4,Masalah 10]</ref><ref name=GORO1/> Warung Goro sendiri memiliki 1.700 produk, dan ditargetkan ada di seluruh Indonesia.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=MV4uAAAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiM45bhycr3AhXV8XMBHT70A-sQ6AF6BAgLEAI Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 23-24]</ref> Gerai Goro Kelapa Gading, yang dibangun dengan modal Rp 25 miliar<Ref>[https://www.hukumonline.com/berita/a/posisi-beddu-amang-sedang-terpojok-hol2102?page=all Posisi Beddu Amang Sedang Terpojok]</ref> sendiri diresmikan pada 7 Oktober 1996<ref name=GORO12>[https://books.google.co.id/books?id=sN_sAAAAMAAJ&q=goro+kelapa+gading+1996&dq=goro+kelapa+gading+1996&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiHoe7aksr3AhX9UGwGHdTmD18Q6AF6BAgJEAI Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 16,Masalah 9-17]</ref> dengan menjual 20.000 produk, dan target keuntungan Rp 600-900 juta/hari. Sedangkan gerai di Ujungpandang (bernama Goro Puskud Hasanuddin) diresmikan pada 19 Juni 1997. Berbeda dengan yang ada di Jakarta, Goro di Ujungpandang ini tidak dimiliki oleh PT Goro Yudhistira Utama/Batara Sakti melainkan oleh PUSKUD Hasannudin, meskipun "meminjam" nama dari Goro.<ref name=GORO11/> Tidak hanya itu, Goro berencana membangun gerai di [[Surabaya]] dan membuka 5 lagi di Jakarta hingga awal 1998.<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=midYAAAAMAAJ&dq=goro+pasar+minggu+bekasi+kelapa+gading&focus=searchwithinvolume&q=goro+kelapa+gading Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 8,Masalah 24-33]</ref><ref name=GORO5>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=WK1WAAAAMAAJ&dq=goro+Bekasi+1997&focus=searchwithinvolume&q=goro+ Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 10,Masalah 11-12]</ref> Salah satunya direncanakan akan berkongsi dengan [[Bakrieland Development]] dalam PT Bakrie Goro Land.<ref>[https://jawawa.id/newsitem/bakrie-land-plans-to-issue-rights-1447893297 JP/Bakrie Land plans to issue rights]</ref> Selain itu, di luar bisnis grosir, nama "Goro" juga digunakan pada beberapa hal yang berkaitan dengan [[balap mobil]] di dalam maupun luar negeri, mengingat Tommy merupakan penyuka bidang tersebut.<ReF>[https://jawawa.id/newsitem/hutomo-out-of-petronas-rally-1447893297 JP/Hutomo out of Petronas rally]</ref><Ref>[https://jawawa.id/newsitem/local-driver-arief-wins-goro-champ-of-champs-title-1447893297 JP/Local driver Arief wins Goro Champ of Champs title]</ref>
Tidak lama kemudian, Goro telah memiliki gerai baru di daerah [[Kelapa Gading]] (sekarang menjadi gudang [[Lazada]]); [[Pekayon Jaya|Pekayon]] (saat ini tengah dibangun Pakuwon Mall, [[Bekasi]]) dan [[Ujungpandang]]; mengembangkan unit baru bernama Pusat Distribusi Goro; mengadakan berbagai seminar koperasi;<ref name=GORO5/> dan membentuk kemitraan dengan pedagang kecil/pasar tradisional dalam bentuk Warung Goro pada Maret 1998 yang rencananya sebanyak 400 cabang.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=KZQTAQAAMAAJ&q=goro+Bekasi&dq=goro+Bekasi&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwib3u7zw8r3AhVz7HMBHaEODN44ChDoAXoECAEQAg |title=Tiras, Volume 4,Masalah 10 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807201500/https://books.google.co.id/books?id=KZQTAQAAMAAJ&q=goro+Bekasi&dq=goro+Bekasi&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwib3u7zw8r3AhVz7HMBHaEODN44ChDoAXoECAEQAg |dead-url=no }}</ref><ref name=GORO1/> Warung Goro memiliki 1.700 produk, dan ditargetkan ada di seluruh Indonesia.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=MV4uAAAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiM45bhycr3AhXV8XMBHT70A-sQ6AF6BAgLEAI |title=Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 23-24 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807202459/https://books.google.co.id/books?id=MV4uAAAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiM45bhycr3AhXV8XMBHT70A-sQ6AF6BAgLEAI |dead-url=no }}</ref> Gerai Goro Kelapa Gading, yang dibangun dengan modal Rp 25 miliar<Ref>
{{Cite web |url=https://www.hukumonline.com/berita/a/posisi-beddu-amang-sedang-terpojok-hol2102?page=all |title=Posisi Beddu Amang Sedang Terpojok |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220511014242/https://www.hukumonline.com/berita/a/posisi-beddu-amang-sedang-terpojok-hol2102?page=all |dead-url=no }}
</ref> diresmikan pada 7 Oktober 1996<ref name=GORO12>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=sN_sAAAAMAAJ&q=goro+kelapa+gading+1996&dq=goro+kelapa+gading+1996&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiHoe7aksr3AhX9UGwGHdTmD18Q6AF6BAgJEAI |title=Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 16,Masalah 9-17 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807202507/https://books.google.co.id/books?id=sN_sAAAAMAAJ&q=goro+kelapa+gading+1996&dq=goro+kelapa+gading+1996&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiHoe7aksr3AhX9UGwGHdTmD18Q6AF6BAgJEAI |dead-url=no }}</ref> dengan menjual 20.000 produk, dan target keuntungan Rp 600-900 juta/hari. Sedangkan gerai di Ujungpandang (bernama Goro Puskud Hasanuddin) diresmikan pada 19 Juni 1997. Berbeda dengan yang ada di Jakarta, Goro di Ujungpandang ini tidak dimiliki oleh PT Goro Yudhistira Utama/Batara Sakti melainkan oleh PUSKUD Hasanuddin, meskipun "meminjam" nama dari Goro Jakarta.<ref name=GORO11/> Tidak hanya itu, Goro berencana membangun gerai di [[Surabaya]] dan membuka 5 lagi di Jakarta hingga awal 1998.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=midYAAAAMAAJ&dq=goro+pasar+minggu+bekasi+kelapa+gading&focus=searchwithinvolume&q=goro+kelapa+gading |title=Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 8,Masalah 24-33 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807202505/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=midYAAAAMAAJ&dq=goro+pasar+minggu+bekasi+kelapa+gading&focus=searchwithinvolume&q=goro+kelapa+gading |dead-url=no }}</ref><ref name=GORO5>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=WK1WAAAAMAAJ&dq=goro+Bekasi+1997&focus=searchwithinvolume&q=goro+ |title=Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 10,Masalah 11-12 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807202520/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=WK1WAAAAMAAJ&dq=goro+Bekasi+1997&focus=searchwithinvolume&q=goro+ |dead-url=no }}</ref> Salah satunya direncanakan akan berkongsi dengan [[Bakrieland|Bakrieland Development]] dalam PT Bakrie Goro Land.<ref>{{Cite web |url=https://jawawa.id/newsitem/bakrie-land-plans-to-issue-rights-1447893297 |title=JP/Bakrie Land plans to issue rights |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-14 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220514000848/https://jawawa.id/newsitem/bakrie-land-plans-to-issue-rights-1447893297 |dead-url=no }}</ref> Selain itu, di luar bisnis grosir, nama "Goro" juga digunakan pada beberapa hal yang berkaitan dengan [[balap mobil]] di dalam maupun luar negeri, mengingat Tommy memang dikenal cukup menyukai hal tersebut.<ReF>
{{Cite web |url=https://jawawa.id/newsitem/hutomo-out-of-petronas-rally-1447893297 |title=JP/Hutomo out of Petronas rally |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512164522/https://jawawa.id/newsitem/hutomo-out-of-petronas-rally-1447893297 |dead-url=no }}
</ref><Ref>
{{Cite web |url=https://jawawa.id/newsitem/local-driver-arief-wins-goro-champ-of-champs-title-1447893297 |title=JP/Local driver Arief wins Goro Champ of Champs title |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-13 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220513115321/https://jawawa.id/newsitem/local-driver-arief-wins-goro-champ-of-champs-title-1447893297 |dead-url=no }}
</ref>


===Perubahan kepemilikan===
===Perubahan kepemilikan===
Pada 4 Mei 1998, INKUD kemudian mengakuisisi seluruh saham PT Goro Batara Sakti (Tommy dan Ricardo) di PT Goro Yudhistira Utama senilai Rp 140 miliar.<ref name=GORO1/> Penjualan ini terjadi setelah [[IMF]] meminta Tommy dan Ricardo agar melepas sahamnya itu, karena dianggap mendapat kredit murah untuk koperasi dari pemerintah sehingga menghalang-halangi reformasi IMF. Mulanya, Tommy dan Ricardo berusaha menawarkannya pada investor asing, namun tidak ada yang berminat. Pemerintah, melalui Menkop Subiakto membujuk agar INKUD mau membeli saham tersebut, dan Ricardo kemudian menemui pimpinan INKUD untuk bernegosiasi. Negosiasi antara INKUD (lewat sebuah tim khusus pimpinan H. M. Rapi'i, ketua INKUD) dan Tommy-Ricardo awalnya cukup rumit, karena INKUD meminta adanya audit oleh auditor dan biaya Rp 115 miliar, namun Ricardo menolak. Tawar-menawar terjadi dengan Ricardo mengusulkan Rp 250 miliar, 192 miliar, 150 miliar dan INKUD Rp 128 miliar, yang akhirnya keduanya bersepakat seperti angka diatas, ditambah penjualannya telah disetujui IMF.<ref name=GORO11>[https://books.google.co.id/books?id=OyLtAAAAMAAJ&q=goro+4+mei1998+inkud&dq=goro+4+mei1998+inkud&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjPtMyev8r3AhXt4jgGHVAqCmEQ6AF6BAgDEAI H.A.M. Nurdin Halid, di timur matahari: langkah besar anak guru]</ref><ref name=GORO12/> Pada saat yang sama, saham Tommy dan Ricardo di PT Goro Batara Sakti juga dilepaskan kepada INKUD (52%) dan PUSKUD (48%),<ref name=GORO12/><ref name=GORO11/> yang kemudian juga mengoperasikan Goro selain PT Goro Yudhistira.<ref>[https://www.facebook.com/photo/?fbid=1638114916216068&set=g.63187778918 BUKU PERATURAN PERUSAHAAN PT GORO BATARA SAKTI]</ref> Pihak INKUD beralasan pembelian itu dilakukan karena mereka sudah menjadi pemegang saham sebelumnya, memang membutuhkan pusat grosir tersebut untuk koperasi dan keuntungannya yang mencapai Rp 700 juta-1 miliar untuk satu gerai/hari.<ref name=GORO22>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=_pMTAQAAMAAJ&dq=1995+inkud+goro+14+mei+apes&focus=searchwithinvolume&q=1995 Tempo interaktif, Volume 8]</ref>
Pada 4 Mei 1998, INKUD kemudian mengakuisisi seluruh saham PT Goro Batara Sakti (Tommy dan Ricardo) di PT Goro Yudhistira Utama senilai Rp 140 miliar.<ref name=GORO1/> Penjualan ini terjadi setelah [[IMF]] meminta Tommy dan Ricardo agar melepas sahamnya itu, karena dianggap mendapat kredit murah untuk koperasi dari pemerintah sehingga menghalang-halangi reformasi IMF. Mulanya, Tommy dan Ricardo berusaha menawarkannya pada investor asing, namun tidak ada yang berminat. Pemerintah, melalui Menkop Subiakto membujuk agar INKUD mau membeli saham tersebut, dan Ricardo kemudian menemui pimpinan INKUD untuk bernegosiasi. Negosiasi antara INKUD (lewat sebuah tim khusus pimpinan H. M. Rapi'i, ketua INKUD) dan Tommy-Ricardo awalnya cukup rumit, karena INKUD meminta adanya audit oleh auditor dan biaya Rp 115 miliar, namun Ricardo menolak. Tawar-menawar terjadi dengan Ricardo mengusulkan Rp 250 miliar, 192 miliar, 150 miliar dan INKUD Rp 128 miliar, yang akhirnya keduanya bersepakat seperti angka diatas, ditambah penjualannya telah disetujui IMF.<ref name=GORO11>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=OyLtAAAAMAAJ&q=goro+4+mei1998+inkud&dq=goro+4+mei1998+inkud&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjPtMyev8r3AhXt4jgGHVAqCmEQ6AF6BAgDEAI |title=H.A.M. Nurdin Halid, di timur matahari: langkah besar anak guru |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807202534/https://books.google.co.id/books?id=OyLtAAAAMAAJ&q=goro+4+mei1998+inkud&dq=goro+4+mei1998+inkud&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjPtMyev8r3AhXt4jgGHVAqCmEQ6AF6BAgDEAI |dead-url=no }}</ref><ref name=GORO12/> Pada saat yang sama, saham Tommy dan Ricardo di PT Goro Batara Sakti juga dilepaskan kepada INKUD (52%) dan PUSKUD (48%),<ref name=GORO12/><ref name=GORO11/> yang kemudian juga mengoperasikan Goro selain PT Goro Yudhistira.<ref>{{Cite web |url=https://www.facebook.com/photo/?fbid=1638114916216068&set=g.63187778918 |title=BUKU PERATURAN PERUSAHAAN PT GORO BATARA SAKTI |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512084337/https://www.facebook.com/photo/?fbid=1638114916216068&set=g.63187778918 |dead-url=no }}</ref><Ref>
{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=h10uAAAAMAAJ&dq=33Goro+inkud&focus=searchwithinvolume&q=goro |title=Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 21-22 |access-date=2022-05-07 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807202523/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=h10uAAAAMAAJ&dq=33Goro+inkud&focus=searchwithinvolume&q=goro |dead-url=no }}
</ref> Pihak INKUD beralasan pembelian itu dilakukan karena mereka sudah menjadi pemegang saham sebelumnya, memang membutuhkan pusat grosir tersebut untuk koperasi dan keuntungannya yang mencapai Rp 700 juta-1 miliar untuk satu gerai/hari.<ref name=GORO22>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=_pMTAQAAMAAJ&dq=1995+inkud+goro+14+mei+apes&focus=searchwithinvolume&q=1995 |title=Tempo interaktif, Volume 8 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807202515/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=_pMTAQAAMAAJ&dq=1995+inkud+goro+14+mei+apes&focus=searchwithinvolume&q=1995 |dead-url=no }}</ref>


Sayangnya, tidak lama setelah penjualan itu, Goro mengalami tekanan yang hebat dengan munculnya [[Kerusuhan Mei 1998]]. Dalam kerusuhan 3 hari itu, gerai pertama Goro di Pasar Minggu ludes dan hancur dijarah dan dibakar, sedangkan gerai lainnya di Bekasi habis dirampas isinya oleh perusuh.<ref name=GORO11/> Diperkirakan, kerugian dari kerusuhan yang membuat Goro hanya menyisakan 1 gerai utama di Kelapa Gading ini mencapai Rp 81,2 miliar. Ketua INKUD, [[Nurdin Halid]] yang kemudian didapuk menjadi Presiden Direktur PT Goro Yudhistira Utama pasca penjualan saham oleh Tommy dan Ricardo (Ricardo sebelumnya adalah Dirut), melihat kerusuhan itu juga merugikan petani yang menyuplai barang dan masyarakat, sehingga rencananya Goro yang rusak dibangun lagi. Tidak hanya itu, Goro juga menjanjikan bahwa perkulakan miliknya yang sedang dibangun di [[Margonda, Depok|Margonda]], [[Depok]] akan tetap dilanjutkan dengan investasi Rp 30 miliar. Selain itu, Goro pun juga harus menghadapi hal-hal seperti tagihan dari pemasok dan pembangun gedung yang mencapai Rp 50 miliar rupiah,<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=FQ5YAAAAMAAJ&dq=goro+pasar+minggu+81+miliar&focus=searchwithinvolume&q=depok Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 1-10]</ref><ref name=GORO11/> dan tercatat merugi (meskipun menurut pengelola barunya tidak apa-apa karena mereka lebih mengutamakan jaringan kerjasama Goro bersama koperasi).<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=McLXAAAAMAAJ&dq=PT+Goro+Batara+Sakti+PT+Goro+Yudhistira&focus=searchwithinvolume&q=Batara+Sakti Ummat, Volume 3,Masalah 41-50]</ref> Akan tetapi, kemudian Goro berhasil menyelesaikan gedung di Depok yang diresmikan oleh Menkop (baru) [[Adi Sasono]] pada 17 September 1999 dan memperbaiki gerai Goro di Bekasi, sehingga Goro kembali memiliki 3 gerai (kecuali Pasar Minggu yang ditutup permanen) dan 1 toko lainnya di Ujungpandang (Makassar).<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=aItwAAAAMAAJ&dq=GoroDepok&focus=searchwithinvolume&q=Depok Suara muhammadiyah, Volume 88,Masalah 13-24]</ref> Tidak hanya itu, nama Goro kemudian diubah menjadi '''Perkulakan 33 Goro''', yang bisa dikatakan berbau politik karena angka 33 adalah nomor urut [[Golkar]] di [[Pemilu 1999]].<ref>[https://books.google.co.id/books?id=KcsuAAAAMAAJ&q=goro+perkulakan+33&dq=goro+perkulakan+33&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj9hPDCx8r3AhW67HMBHcAQA8IQ6AF6BAgJEAI Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 12,Masalah 17-18]</ref><ref name=GORO11/> Perubahan nama ini diharapkan mampu membersihkan citra Goro dari nama Tommy.<ref name=GORO12/> Goro kemudian juga berusaha merintis [[toko kelontong|minimarket]] bernama Go's Mart,<ref>[https://books.google.co.id/books?id=TB1YAAAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiM45bhycr3AhXV8XMBHT70A-sQ6AF6BAgCEAI Eksekutif, Masalah 287-292]</ref> dan kemitraan bersama perusahaan ritel lainnya.<Ref>[https://123dok.com/document/qok0j55y-pengaruh-kepemimpinan-disiplin-produktivitas-karyawan-assalaam-hypermarket-kartasura.html PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA ASSALAAM HYPERMARKET KARTASURA]</ref>
Sayangnya, tidak lama setelah penjualan itu, Goro mengalami tekanan yang hebat dengan munculnya [[Kerusuhan Mei 1998]]. Dalam kerusuhan 3 hari itu, gerai pertama Goro di Pasar Minggu ludes dan hancur dijarah dan dibakar, sedangkan gerai lainnya di Bekasi habis dirampas isinya oleh perusuh.<ref name=GORO11/> Diperkirakan, kerugian dari kerusuhan yang membuat Goro hanya menyisakan 1 gerai utama di Kelapa Gading ini mencapai Rp 81,2 miliar. Ketua INKUD, [[Nurdin Halid]] yang kemudian didapuk menjadi Presiden Direktur PT Goro Yudhistira Utama pasca penjualan saham oleh Tommy dan Ricardo (Ricardo sebelumnya adalah Dirut), melihat kerusuhan itu juga merugikan petani yang menyuplai barang dan masyarakat, sehingga rencananya Goro yang rusak dibangun lagi. Tidak hanya itu, Goro juga menjanjikan bahwa perkulakan miliknya yang sedang dibangun di [[Margonda]], [[Depok]] (saat ini menjadi apartemen Saladdin Square) akan tetap dilanjutkan dengan investasi Rp 30 miliar. Selain itu, Goro pun juga harus menghadapi hal-hal seperti tagihan dari pemasok dan pembangun gedung yang mencapai Rp 50 miliar rupiah,<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=FQ5YAAAAMAAJ&dq=goro+pasar+minggu+81+miliar&focus=searchwithinvolume&q=depok |title=Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 1-10 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203017/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=FQ5YAAAAMAAJ&dq=goro+pasar+minggu+81+miliar&focus=searchwithinvolume&q=depok |dead-url=no }}</ref><ref name=GORO11/> dan tercatat merugi (meskipun menurut pengelola barunya tidak apa-apa karena mereka lebih mengutamakan jaringan kerjasama Goro bersama koperasi).<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=McLXAAAAMAAJ&dq=PT+Goro+Batara+Sakti+PT+Goro+Yudhistira&focus=searchwithinvolume&q=Batara+Sakti |title=Ummat, Volume 3,Masalah 41-50 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203009/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=McLXAAAAMAAJ&dq=PT+Goro+Batara+Sakti+PT+Goro+Yudhistira&focus=searchwithinvolume&q=Batara+Sakti |dead-url=no }}</ref> Akan tetapi, kemudian Goro berhasil menyelesaikan gedung di Depok yang diresmikan oleh Menkop (baru) [[Adi Sasono]] pada 17 September 1999 dan memperbaiki gerai Goro di Bekasi, sehingga Goro kembali memiliki 3 gerai (kecuali Pasar Minggu yang ditutup permanen) dan 1 toko lainnya di Ujungpandang (Makassar).<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=aItwAAAAMAAJ&dq=GoroDepok&focus=searchwithinvolume&q=Depok Suara muhammadiyah, Volume 88,Masalah 13-24]</ref> Tidak hanya itu, nama Goro kemudian diubah menjadi '''Perkulakan 33 Goro''', yang bisa dikatakan berbau politik karena angka 33 adalah nomor urut [[Golkar]] di [[Pemilu 1999]].<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=KcsuAAAAMAAJ&q=goro+perkulakan+33&dq=goro+perkulakan+33&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj9hPDCx8r3AhW67HMBHcAQA8IQ6AF6BAgJEAI |title=Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 12,Masalah 17-18 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203020/https://books.google.co.id/books?id=KcsuAAAAMAAJ&q=goro+perkulakan+33&dq=goro+perkulakan+33&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj9hPDCx8r3AhW67HMBHcAQA8IQ6AF6BAgJEAI |dead-url=no }}</ref><ref name=GORO11/> Perubahan nama ini diharapkan mampu membersihkan citra Goro dari nama Tommy.<ref name=GORO12/> Goro kemudian juga berusaha merintis [[toko kelontong|minimarket]] bernama Go's Mart,<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=TB1YAAAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiM45bhycr3AhXV8XMBHT70A-sQ6AF6BAgCEAI |title=Eksekutif, Masalah 287-292 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203010/https://books.google.co.id/books?id=TB1YAAAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiM45bhycr3AhXV8XMBHT70A-sQ6AF6BAgCEAI |dead-url=no }}</ref> dan kemitraan bersama perusahaan ritel lainnya.<Ref>
{{Cite web |url=https://123dok.com/document/qok0j55y-pengaruh-kepemimpinan-disiplin-produktivitas-karyawan-assalaam-hypermarket-kartasura.html |title=PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA ASSALAAM HYPERMARKET KARTASURA |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506173656/https://123dok.com/document/qok0j55y-pengaruh-kepemimpinan-disiplin-produktivitas-karyawan-assalaam-hypermarket-kartasura.html |dead-url=no }}
</ref>


===Penutupan===
===Penutupan===
Akan tetapi, kemudian Goro justru tersandung skandal yang melibatkan pemilik lamanya (Tommy, Ricardo dan beberapa pihak lainnya) terkait Goro Kelapa Gading sehingga namanya makin jelek di mata publik. Pendapatan Goro di 4 gerainya pun melorot, dengan Kelapa Gading turun mencapai Rp 400 juta, Bekasi Rp 250 juta, Depok Rp 100 juta dan Makassar 50 juta pada 2004, dan Goro bahkan harus menunggak gaji karyawannya.<ref name=GORO12/> Belum lagi tantangan muncul dari keberadaan [[hipermarket]] baru di beberapa daerah, seperti [[Giant (toko swalayan)|Giant]] di Bekasi.<ref name=GBS766/> Sejak Juli 2003, Goro pun mulai menunggak pembayaran dan mulai April 2004 berhenti membayar barang dari distributor.<ref name=GORO12/> Maka, pada 27 Agustus 2003, untuk memperbaiki kondisinya, INKUD menjual Goro kepada mantan Menkop Adi Sasono dan [[Lulu Harsono]]<ref name=temp>[https://metro.tempo.co/read/41020/tiga-suplier-ajukan-pailit-terhadap-goro Tiga Suplier Ajukan Pailit terhadap Goro]</ref> sebesar Rp 82,5 miliar yang direncanakan akan dibayar dalam 3 tahap. Sayangnya, Adi saat itu lebih sibuk berkampanye untuk [[Partai Merdeka]] pimpinannya menjelang [[Pemilihan umum legislatif Indonesia 2004|Pemilu 2004]], membuat Goro tidak terurus. Muncul rumor dana yang seharusnya untuk rehabilitasi Goro justru dipakai untuk berkampanye partai Adi.<ref name=GORO12/>
Akan tetapi, kemudian Goro justru tersandung skandal yang melibatkan pemilik lamanya (Tommy, Ricardo dan beberapa pihak lainnya) terkait Goro Kelapa Gading sehingga namanya makin jelek di mata publik. Pendapatan Goro di 4 gerainya pun melorot, dengan Kelapa Gading turun mencapai Rp 400 juta, Bekasi Rp 250 juta, Depok Rp 100 juta dan Makassar 50 juta pada 2004, dan Goro bahkan harus menunggak gaji karyawannya.<ref name=GORO12/> Belum lagi tantangan muncul dari keberadaan [[hipermarket]] baru di beberapa daerah, seperti [[Giant (toko swalayan)|Giant]] di Bekasi.<ref name=GBS766/> Sejak Juli 2003, Goro pun mulai menunggak pembayaran dan mulai April 2004 berhenti membayar barang dari distributor.<ref name=GORO12/> Maka, pada 27 Agustus 2003, untuk memperbaiki kondisinya, INKUD menjual Goro kepada mantan Menkop Adi Sasono dan [[Lulu Harsono]]<ref name=temp>{{Cite web |url=https://metro.tempo.co/read/41020/tiga-suplier-ajukan-pailit-terhadap-goro |title=Tiga Suplier Ajukan Pailit terhadap Goro |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220511014240/https://metro.tempo.co/read/41020/tiga-suplier-ajukan-pailit-terhadap-goro |dead-url=no }}</ref> sebesar Rp 82,5 miliar yang direncanakan akan dibayar dalam 3 tahap. Sayangnya, Adi saat itu lebih sibuk berkampanye untuk [[Partai Merdeka]] pimpinannya menjelang [[Pemilihan umum legislatif Indonesia 2004|Pemilu 2004]], membuat Goro tidak terurus. Muncul rumor dana yang seharusnya untuk rehabilitasi Goro justru dipakai untuk berkampanye partai Adi.<ref name=GORO12/>


Tunggakan hutang itu membuat sejumlah distributor meradang. Pada 25 Maret 2004, tiga penyalur yaitu PT [[Enseval Putra Megatrading]], PT Bali Jeff Marketindo dan PT Mulia Jaya Agri Jaya menggugat [[pailit]] pengelola Goro, PT Goro Batara Sakti. Pengajuan pailit yang dilakukan di [[Pengadilan Niaga]] Jakarta Pusat ini diajukan karena ketiganya (yang sebenarnya mewakili 93 penyalur lain) merasa bahwa perkulakan Goro sulit ditagih pasca pergantian kepemilikan, walaupun masih menunggak sebanyak Rp 27 miliar kepada 600 penyalur yang sudah jatuh tempo dari lama.<ref name=temp/><ref name=GBS76>[https://www.liputan6.com/news/read/74926/pt-goro-terjerat-tuntutan-pailit PT Goro Terjerat Tuntutan Pailit]</ref> Menurut ketiganya mereka telah berkali-kali menagih dan mendatangi toko Goro, namun mereka selalu pulang dengan tangan hampa. Goro memang sempat mengeluarkan bilyet [[giro]] untuk membayar utang-utangnya, tetapi saat hendak dicairkan ternyata dananya kosong dan rekeningnya telah ditutup. Mereka menuntut agar 3 gerai Goro di Depok, Kelapa Gading dan Pekayon disita. Pihak PT Goro Batara Sakti sendiri berencana mengajukan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) sebagai respon gugatan pailit tersebut.<Ref>[https://www.hukumonline.com/berita/a/tanggapi-permohonan-pailit-goro-ajukan-pkpu-hol10041 Tanggapi Permohonan Pailit, Goro Ajukan PKPU]</ref>
Tunggakan hutang itu membuat sejumlah distributor meradang. Pada 25 Maret 2004, tiga penyalur yaitu PT [[Enseval Putra Megatrading]], PT Bali Jeff Marketindo dan PT Mulia Raya Agrijaya menggugat [[pailit]] pengelola Goro, PT Goro Batara Sakti. Pengajuan pailit yang dilakukan di [[Pengadilan Niaga]] Jakarta Pusat ini diajukan karena ketiganya (yang sebenarnya mewakili 93 penyalur lain) merasa bahwa perkulakan Goro sulit ditagih pasca pergantian kepemilikan, walaupun masih menunggak sebanyak Rp 27 miliar kepada 600 penyalur yang sudah jatuh tempo dari lama.<ref name=temp/><ref name=GBS76>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/74926/pt-goro-terjerat-tuntutan-pailit |title=PT Goro Terjerat Tuntutan Pailit |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225334/https://www.liputan6.com/news/read/74926/pt-goro-terjerat-tuntutan-pailit |dead-url=no }}</ref> Menurut ketiganya mereka telah berkali-kali menagih dan mendatangi toko Goro, namun mereka selalu pulang dengan tangan hampa. Goro memang sempat mengeluarkan bilyet [[giro]] untuk membayar utang-utangnya, tetapi saat hendak dicairkan ternyata dananya kosong dan rekeningnya telah ditutup. Mereka menuntut agar 3 gerai Goro di Depok, Kelapa Gading dan Pekayon disita. Pihak PT Goro Batara Sakti berencana mengajukan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) sebagai respon gugatan pailit tersebut.<Ref>
{{Cite web |url=https://www.hukumonline.com/berita/a/tanggapi-permohonan-pailit-goro-ajukan-pkpu-hol10041 |title=Tanggapi Permohonan Pailit, Goro Ajukan PKPU |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225427/https://www.hukumonline.com/berita/a/tanggapi-permohonan-pailit-goro-ajukan-pkpu-hol10041 |dead-url=no }}
</ref>


Dengan masalah yang makin banyak, perlahan-lahan kematian Goro pun hanya menunggu waktu. Hutang yang menumpuk membuat sejumlah [[UMKM]] yang merupakan penyalur ke Goro bangkrut, sedangkan distributor besar tidak mau menyalurkan barang, sehingga akhirnya barang yang disediakan di gerai-gerai Goro menyusut dan konsumen meninggalkannya. Meskipun Nurdin Halid sempat menjanjikan akan membeli Goro kembali bersama seorang ''partner'' setelah kegagalan Adi-Lulu, namun tidak terealisasi.<ref name=GORO12/> Maka, berakhirlah nasib Goro pada tahun tersebut, dengan gerai-gerainya ditutup<ref name=GORO12/><ref name=GBS766>[https://books.google.co.id/books?id=udsTAQAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiJ39nFysr3AhXZSmwGHZJJD_w4ChDoAXoECAoQAg Tempo, Volume 33,Masalah 31-36]</ref> dimana beberapa dibiarkan terbengkalai saja seperti di Bekasi sampai beberapa tahun kemudian.<ref>[https://megapolitan.antaranews.com/berita/46459/bekas-goro-bekasi-segera-menjadi-mal-pakuwon Bekas Goro Bekasi segera menjadi Mal Pakuwon]</ref>
Dengan masalah yang makin banyak, perlahan-lahan kematian Goro pun hanya menunggu waktu. Hutang yang menumpuk membuat sejumlah [[UMKM]] yang merupakan penyalur ke Goro bangkrut, sedangkan distributor besar tidak mau menyalurkan barang, sehingga akhirnya barang yang disediakan di gerai-gerai Goro menyusut dan konsumen meninggalkannya. Meskipun Nurdin Halid sempat menjanjikan akan membeli Goro kembali bersama seorang ''partner'' setelah kegagalan Adi-Lulu, namun tidak terealisasi.<ref name=GORO12/> Maka, berakhirlah nasib Goro pada tahun tersebut, dengan gerai-gerainya ditutup<ref name=GORO12/><ref name=GBS766>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=udsTAQAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiJ39nFysr3AhXZSmwGHZJJD_w4ChDoAXoECAoQAg |title=Tempo, Volume 33,Masalah 31-36 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203010/https://books.google.co.id/books?id=udsTAQAAMAAJ&q=GORO+BEKASI+DEPOK&dq=GORO+BEKASI+DEPOK&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiJ39nFysr3AhXZSmwGHZJJD_w4ChDoAXoECAoQAg |dead-url=no }}</ref> dimana beberapa dibiarkan terbengkalai saja seperti di Bekasi sampai beberapa tahun kemudian.<ref>{{Cite web |url=https://megapolitan.antaranews.com/berita/46459/bekas-goro-bekasi-segera-menjadi-mal-pakuwon |title=Bekas Goro Bekasi segera menjadi Mal Pakuwon |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203536/https://megapolitan.antaranews.com/berita/46459/bekas-goro-bekasi-segera-menjadi-mal-pakuwon |dead-url=no }}</ref>


Saat kasus pailit pertama masih disidangkan, Forum Komunikasi Karyawan Goro (FKKG) ikut menggugat pailit Goro pada 1 Desember 2005 karena masih menunggak gaji, pesangon dan biaya 1.000 karyawan lainnya senilai Rp 20 miliar. Meskipun toko Goro sudah tutup, namun nasib mereka mengambang karena terus dijanjikan investor baru yang tidak pasti tanpa adanya niat [[PHK]].<ref>[https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-526062/goro-dipailitkan-karyawan-beberkan-bukti-bukti-utang Goro Dipailitkan, Karyawan Beberkan Bukti-bukti Utang]</ref> Kemudian, pihak Adi dan Lulu menjanjikan, bahwa Goro yang sudah tidak beroperasi akan dihidupkan dari investor baru bernama PT Tridatama Kertakarya dan World Index Investment, yang dijanjikan akan masuk pada awal 2006, sehingga pailit dari FKKG dicabut pada 1 Maret 2006.<Ref>[https://www.hukumonline.com/berita/a/permohonan-pailit-terhadap-goro-dicabut-hol14364 Permohonan Pailit Terhadap Goro Dicabut]</ref> Sayangnya, gugatan distributor pada akhirnya tetap berjalan dan berakhir tragis dengan membuahkan status pailit pada PT Goro Batara Sakti.<ref>[https://123dok.com/article/simpulan-pengolahan-data-dan-analisis-data.6qm6r18y D. Pengolahan Data dan Analisis Data]</ref><ref>[https://www.kejaksaan.go.id/unit_kejaksaan.php?idu=25&idsu=19&idke=0&hal=1&id=1486&bc= Perkara Perdata Perusahaan Umum Bulog >< PT. Goro Batara Sakti]</ref> Pailit itu bahkan membuat gaji karyawan yang tertunggak itu baru bisa dibayar pada Agustus 2012.<Ref>[https://www.facebook.com/photo/?fbid=344001482348228&set=g.63187778918 menurut baskom antik ini dia telat tapi ga pa2]</ref>
Saat kasus pailit pertama masih disidangkan, Forum Komunikasi Karyawan Goro (FKKG) ikut menggugat pailit Goro pada 1 Desember 2005 karena masih menunggak gaji, pesangon dan biaya 1.000 karyawan lainnya senilai Rp 20 miliar. Meskipun toko Goro sudah tutup, namun nasib mereka mengambang karena terus dijanjikan investor baru yang tidak pasti tanpa adanya niat [[PHK]].<ref>{{Cite web |url=https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-526062/goro-dipailitkan-karyawan-beberkan-bukti-bukti-utang |title=Goro Dipailitkan, Karyawan Beberkan Bukti-bukti Utang |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-16 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220516152352/https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-526062/goro-dipailitkan-karyawan-beberkan-bukti-bukti-utang |dead-url=no }}</ref> Kemudian, pihak Adi dan Lulu menjanjikan, bahwa Goro yang sudah tidak beroperasi akan dihidupkan dari investor baru bernama PT Tridatama Kertakarya dan World Index Investment, yang dijanjikan akan masuk pada awal 2006, sehingga pailit dari FKKG dicabut pada 1 Maret 2006.<Ref>
{{Cite web |url=https://www.hukumonline.com/berita/a/permohonan-pailit-terhadap-goro-dicabut-hol14364 |title=Permohonan Pailit Terhadap Goro Dicabut |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506170235/https://www.hukumonline.com/berita/a/permohonan-pailit-terhadap-goro-dicabut-hol14364 |dead-url=no }}
</ref> Sayangnya, gugatan distributor pada akhirnya tetap berjalan dan berakhir tragis dengan membuahkan status pailit pada PT Goro Batara Sakti.<ref>{{Cite web |url=https://123dok.com/article/simpulan-pengolahan-data-dan-analisis-data.6qm6r18y |title=D. Pengolahan Data dan Analisis Data |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512212443/https://123dok.com/article/simpulan-pengolahan-data-dan-analisis-data.6qm6r18y |dead-url=no }}</ref><ref>{{Cite web |url=https://www.kejaksaan.go.id/unit_kejaksaan.php?idu=25&idsu=19&idke=0&hal=1&id=1486&bc= |title=Perkara Perdata Perusahaan Umum Bulog >< PT. Goro Batara Sakti |access-date=2022-05-06 |archive-date=2017-05-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20170507163348/https://kejaksaan.go.id/unit_kejaksaan.php?idu=25&idsu=19&idke=0&hal=1&id=1486&bc= |dead-url=yes }}</ref> Pailit itu bahkan membuat gaji karyawan yang tertunggak itu baru bisa dibayar pada Agustus 2012.<Ref>
{{Cite web |url=https://www.facebook.com/photo/?fbid=344001482348228&set=g.63187778918 |title=menurut baskom antik ini dia telat tapi ga pa2 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512083127/https://www.facebook.com/photo/?fbid=344001482348228&set=g.63187778918 |dead-url=no }}
</ref>


===Kasus Goro===
===Kasus Goro===
Baris 27: Baris 47:


====Penjualan saham====
====Penjualan saham====
Saat Tommy dan Ricardo melepaskan saham di PT Goro Batara Sakti dan Goro Yudhistira Utama kepada INKUD, rumor beredar bahwa dana untuk membeli saham keduanya tidak diambil murni dari kas INKUD, melainkan dari dana [[Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh]] (BPPC). Layaknya Goro, BPPC juga dipengaruhi oleh Tommy yang menjadi pimpinannya, dan ada peran INKUD di sana. Tommy disebut-sebut sedang melepaskan kewajibannya untuk menyerahkan dana Sumbangan Wajib Khusus Petani (SWKP) yang diperkirakan mencapai Rp 1 triliun di BPPC, namun tidak pernah "nampak" sehingga diduga Tommy menukar uang itu dengan saham Goro.<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=Bw1xAAAAMAAJ&dq=4+Mei+1998.+Padahal+dalam+ketentuan+Tata+Niaga+...&focus=searchwithinvolume&q=+ketentuan+Tata+Niaga+... Soeharto, Bapak Pembangunan atau Bapak Penjarahan Nasional?]</ref> Isu ini sempat diangkat oleh Menkop baru di era [[B.J. Habibie]], Adi Sasono yang bahkan berencana membentuk sebuah tim khusus dan mengaudit keuangan penjualan itu,<Ref>[https://books.google.co.id/books?id=-QJxAAAAMAAJ&q=BPPC+Goro&dq=BPPC+Goro&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjcnYrVusv3AhUhTGwGHezsDl8Q6AF6BAgKEAI Soeharto harus diadili]</ref> namun dibantah oleh manajemen Goro yang baru di bawah Nurdin Halid.<Ref>[https://kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id/uploaded_files/pdf/article_clipping/normal/ALIH%20SAHAM%20GORO%20AKAN%20DIUSUT.pdf ALIH SAHAM GORO AKAN DIUSUT]</ref> Meskipun demikian, pada 2002, majalah ''[[Tempo (majalah)|Tempo]]'' sempat melaporkan bahwa petani cengkih di [[Sulawesi Utara]], mengadu dana mereka senilai Rp 1,9 triliun "lenyap", diduga karena pembelian saham Goro yang melibatkan Tommy dan Nurdin.<Ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=074TAQAAMAAJ&dq=.+Itulah+akibat+dari+upaya+penyelamatan+diri+si+anak+...&focus=searchwithinvolume&q=kolokan Tempo, Volume 31,Masalah 31-36]</ref> Selain itu, Tommy dan Ricardo dianggap melepaskan kewajibannya begitu saja dengan membiarkan Goro terjebak dalam hutang ketika mereka menjual perusahaan perkulakan ini.<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=e4B-AAAAMAAJ&dq=Goro+BPPC&focus=searchwithinvolume&q=goro Zaman edan: refleksi pemerintahan Orde Baru selama 32 tahun berkuasa : renungan ramalan Jayabaya Ranggawarsito]</ref><ref name=GORO22/> Rumor lain juga menyatakan dana pembelian Goro tersebut diambil dari dana sosialisasi [[briket]] batubara yang dilakukan pemerintah.<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=ygVxAAAAMAAJ&dq=GORO+BRIKET+BATUBARA&focus=searchwithinvolume&q=dekopin Pesta pora rezim Soeharto: rekaman dokumentasi media]</ref> Hal ini karena Goro pernah diberikan dana Rp 53 miliar oleh pemerintah demi promosi briket sebelum Soeharto jatuh.<ref name=GORO1/>
Saat Tommy dan Ricardo melepaskan saham di PT Goro Batara Sakti dan Goro Yudhistira Utama kepada INKUD, rumor beredar bahwa dana untuk membeli saham keduanya tidak diambil murni dari kas INKUD, melainkan dari dana [[Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh]] (BPPC). Layaknya Goro, BPPC juga dipengaruhi oleh Tommy yang menjadi pimpinannya, dan ada peran INKUD di sana. Tommy disebut-sebut sedang melepaskan kewajibannya untuk menyerahkan dana Sumbangan Wajib Khusus Petani (SWKP) yang diperkirakan mencapai Rp 1 triliun di BPPC, namun tidak pernah "nampak" sehingga diduga Tommy menukar uang itu dengan saham Goro.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=Bw1xAAAAMAAJ&dq=4+Mei+1998.+Padahal+dalam+ketentuan+Tata+Niaga+...&focus=searchwithinvolume&q=+ketentuan+Tata+Niaga+... |title=Soeharto, Bapak Pembangunan atau Bapak Penjarahan Nasional? |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203528/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=Bw1xAAAAMAAJ&dq=4+Mei+1998.+Padahal+dalam+ketentuan+Tata+Niaga+...&focus=searchwithinvolume&q=+ketentuan+Tata+Niaga+... |dead-url=no }}</ref> Isu ini sempat diangkat oleh Menkop baru di era [[B.J. Habibie]], Adi Sasono yang bahkan berencana membentuk sebuah tim khusus dan mengaudit keuangan penjualan itu,<Ref>
{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=-QJxAAAAMAAJ&q=BPPC+Goro&dq=BPPC+Goro&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjcnYrVusv3AhUhTGwGHezsDl8Q6AF6BAgKEAI |title=Soeharto harus diadili |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203521/https://books.google.co.id/books?id=-QJxAAAAMAAJ&q=BPPC+Goro&dq=BPPC+Goro&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjcnYrVusv3AhUhTGwGHezsDl8Q6AF6BAgKEAI |dead-url=no }}
</ref> namun dibantah oleh manajemen Goro yang baru di bawah Nurdin Halid.<Ref>
{{Cite web |url=https://kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id/uploaded_files/pdf/article_clipping/normal/ALIH%20SAHAM%20GORO%20AKAN%20DIUSUT.pdf |title=ALIH SAHAM GORO AKAN DIUSUT |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-08-13 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220813092701/https://kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id/uploaded_files/pdf/article_clipping/normal/ALIH%20SAHAM%20GORO%20AKAN%20DIUSUT.pdf |dead-url=no }}
</ref> Meskipun demikian, pada 2002, majalah ''[[Tempo (majalah)|Tempo]]'' sempat melaporkan bahwa petani cengkih di [[Sulawesi Utara]], mengadu dana mereka senilai Rp 1,9 triliun "lenyap", diduga karena pembelian saham Goro yang melibatkan Tommy dan Nurdin.<Ref>
{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=074TAQAAMAAJ&dq=.+Itulah+akibat+dari+upaya+penyelamatan+diri+si+anak+...&focus=searchwithinvolume&q=kolokan |title=Tempo, Volume 31,Masalah 31-36 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203534/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=074TAQAAMAAJ&dq=.+Itulah+akibat+dari+upaya+penyelamatan+diri+si+anak+...&focus=searchwithinvolume&q=kolokan |dead-url=no }}
</ref> Selain itu, Tommy dan Ricardo dianggap melepaskan kewajibannya begitu saja dengan membiarkan Goro terjebak dalam hutang ketika mereka menjual perusahaan perkulakan ini.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=e4B-AAAAMAAJ&dq=Goro+BPPC&focus=searchwithinvolume&q=goro |title=Zaman edan: refleksi pemerintahan Orde Baru selama 32 tahun berkuasa : renungan ramalan Jayabaya Ranggawarsito |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203522/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=e4B-AAAAMAAJ&dq=Goro+BPPC&focus=searchwithinvolume&q=goro |dead-url=no }}</ref><ref name=GORO22/> Rumor lain juga menyatakan dana pembelian Goro tersebut diambil dari dana sosialisasi [[briket]] batubara yang dilakukan pemerintah.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=ygVxAAAAMAAJ&dq=GORO+BRIKET+BATUBARA&focus=searchwithinvolume&q=dekopin |title=Pesta pora rezim Soeharto: rekaman dokumentasi media |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807203523/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=ygVxAAAAMAAJ&dq=GORO+BRIKET+BATUBARA&focus=searchwithinvolume&q=dekopin |dead-url=no }}</ref> Hal ini karena Goro pernah diberikan dana Rp 53 miliar oleh pemerintah demi promosi briket sebelum Soeharto jatuh.<ref name=GORO1/>


====Goro Makassar====
====Goro Makassar====
Pembangunan Goro Puskud Hasanuddin di Makassar sendiri dituduh melibatkan praktik korupsi. Pada tahun 1998, Nurdin Halid sempat diperkarakan terkait pembelian tanah, gudang, dan pembangunan pusat perkulakan itu.<ref>[https://tirto.id/nurdin-halid-koperasi-pssi-dan-merangkul-putra-tokoh-di-tii-elHo Nurdin Halid: Koperasi, PSSI, dan Merangkul Putra Tokoh DI/TII]</ref>
Pembangunan Goro Puskud Hasanuddin di Makassar dituduh melibatkan praktik korupsi. Pada tahun 1998, Nurdin Halid sempat diperkarakan terkait pembelian tanah, gudang, dan pembangunan pusat perkulakan itu.<ref>{{Cite web |url=https://tirto.id/nurdin-halid-koperasi-pssi-dan-merangkul-putra-tokoh-di-tii-elHo |title=Nurdin Halid: Koperasi, PSSI, dan Merangkul Putra Tokoh DI/TII |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-09-30 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220930134950/https://tirto.id/nurdin-halid-koperasi-pssi-dan-merangkul-putra-tokoh-di-tii-elHo |dead-url=no }}</ref>


====Tukar guling lahan====
====Tukar guling lahan====
Kasus Goro yang paling terkenal adalah mengenai [[tukar guling]] (''ruislag'') tanah antara PT Goro Batara Sakti (GBS) yang (pernah) dimiliki Tommy dan Ricardo. Ceritanya bermula ketika Ricardo dan Tommy ingin membangun gerai Goro di Kelapa Gading pada tahun 1994,<ref name=GBS1/> dan kemudian meminta kerjasama dengan Dirut [[Bulog]] [[Ibrahim Hasan]] yang melaporkannya kepada presiden pada 14 April 1994.<ref name=GBS11>[https://nasional.tempo.co/read/10122/kronologi-kasus-tommy-soeharto/full&view=ok Kronologi Kasus Tommy Soeharto]</ref> Meskipun demikian, saat itu proyeknya belum berjalan lancar, sampai kedatangan [[Beddu Amang]] sebagai ketua Bulog baru pada 16 Februari 1995. Keesokan harinya, Beddu langsung meneken [[nota kesepahaman]] (MoU) bernomor No. 001/Bulog-Sas/11/1995, kali ini dengan perusahaan milik Tommy lainnya bernama PT Sekar Artha Sentosa yang ditandatangani dengan Tommy sebagai dirut PT Sekar. MoU bersama Bulog itu berisi kesepakatan untuk menukar lahan gudang Bulog sebesar 50 hektar di daerah tersebut dengan lahan 125 hektar di daerah Marunda. Selain itu, PT Sekar juga berjanji untuk membangun gudang pengganti milik Bulog di daerah tersebut. Beddu menjustifikasi tindakannya karena gudang tersebut ada di daerah pemukiman sehingga menuai protes masyarakat yang terganggu bongkar-muat barang. Tidak lama kemudian, Beddu mengirim surat ke Presiden Soeharto pada 31 Juli 1995, yang mendapat balasan dari Soeharto pada 11 Oktober 1995 bahwa ia menyetujui isu tersebut. Meskipun surat balasan dari Soeharto belum diterima, Beddu kemudian mengganti (namun tidak membatalkan) MoU sebelumnya dengan MoU baru yang ditandatangani pada 11 Agustus 1995, kali ini langsung dengan PT GBS (diwakili oleh Tommy dan Ricardo sebagai [[Komisaris]] Utama dan [[Direktur]] Utama) yang menjanjikan hal serupa: tanah di Marunda sebesar 150 hektar, ditambah tanah seluas 3 hektar di [[Jalan Jenderal Ahmad Yani (Jakarta)|Jl. Ahmad Yani]] untuk dibangun gedung Dolog Jaya yang juga dibongkar akibat proyek Goro, dan 5 rumah dinas di Rawa Domba.<ref name=GORO12/><ref name=GBS2>[https://text-id.123dok.com/document/eqomvp0z1-pelaksanaan-perjanjian-tukar-guling-ruilslag.html Pelaksanaan Perjanjian Tukar Guling Ruilslag]</ref><ref name=GBS5>[https://books.google.co.id/books?id=DdFSEAAAQBAJ&pg=PA50&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjl2KLvz8r3AhUhR2wGHRbLBDs4ChDoAXoECAkQAg#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false Tommy Soeharto dalam Kasus Bulog]</ref><ref name=GBS1>[https://www.hukumonline.com/berita/a/goro-ditunjuk-pelaksana-iruislagi-berkat-memo-soeharto-hol2416?page=all Goro Ditunjuk Pelaksana Ruislag Berkat Memo Soeharto]</ref>
Kasus Goro yang paling terkenal adalah mengenai [[tukar guling]] (''ruislag'') tanah antara PT Goro Batara Sakti (GBS) yang (pernah) dimiliki Tommy dan Ricardo. Ceritanya bermula ketika Ricardo dan Tommy ingin membangun gerai Goro di Kelapa Gading pada tahun 1994,<ref name=GBS1/> dan kemudian meminta kerjasama dengan Dirut [[Bulog]] [[Ibrahim Hasan]] yang melaporkannya kepada presiden pada 14 April 1994.<ref name=GBS11>[https://nasional.tempo.co/read/10122/kronologi-kasus-tommy-soeharto/full&view=ok Kronologi Kasus Tommy Soeharto]{{Pranala mati|date=Januari 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref> Meskipun demikian, saat itu proyeknya belum berjalan lancar, sampai kedatangan [[Beddu Amang]] sebagai ketua Bulog baru pada 16 Februari 1995. Keesokan harinya, Beddu langsung meneken [[nota kesepahaman]] (MoU) bernomor No. 001/Bulog-Sas/11/1995, kali ini dengan perusahaan milik Tommy lainnya bernama PT Sekar Artha Sentosa yang ditandatangani dengan Tommy sebagai dirut PT Sekar. MoU bersama Bulog itu berisi kesepakatan untuk menukar lahan gudang Bulog sebesar 50 hektar di daerah tersebut dengan lahan 125 hektar di daerah Marunda. Selain itu, PT Sekar juga berjanji untuk membangun gudang pengganti milik Bulog di daerah tersebut. Beddu menjustifikasi tindakannya karena gudang tersebut ada di daerah pemukiman sehingga menuai protes masyarakat yang terganggu bongkar-muat barang. Tidak lama kemudian, Beddu mengirim surat ke Presiden Soeharto pada 31 Juli 1995, yang mendapat balasan dari Soeharto pada 11 Oktober 1995 bahwa ia menyetujui isu tersebut. Meskipun surat balasan dari Soeharto belum diterima, Beddu kemudian mengganti (namun tidak membatalkan) MoU sebelumnya dengan MoU baru yang ditandatangani pada 11 Agustus 1995, kali ini langsung dengan PT GBS (diwakili oleh Tommy dan Ricardo sebagai [[Komisaris]] Utama dan [[Direktur]] Utama) yang menjanjikan hal serupa: tanah di Marunda sebesar 150 hektar, ditambah tanah seluas 3 hektar di [[Jalan Jenderal Ahmad Yani (Jakarta)|Jl. Ahmad Yani]] untuk dibangun gedung Dolog Jaya yang juga dibongkar akibat proyek Goro, dan 5 rumah dinas di Rawa Domba.<ref name=GORO12/><ref name=GBS2>{{Cite web |url=https://text-id.123dok.com/document/eqomvp0z1-pelaksanaan-perjanjian-tukar-guling-ruilslag.html |title=Pelaksanaan Perjanjian Tukar Guling Ruilslag |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512212443/https://text-id.123dok.com/document/eqomvp0z1-pelaksanaan-perjanjian-tukar-guling-ruilslag.html |dead-url=no }}</ref><ref name=GBS5>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=DdFSEAAAQBAJ&pg=PA50&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjl2KLvz8r3AhUhR2wGHRbLBDs4ChDoAXoECAkQAg#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false |title=Tommy Soeharto dalam Kasus Bulog |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204017/https://books.google.co.id/books?id=DdFSEAAAQBAJ&pg=PA50&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjl2KLvz8r3AhUhR2wGHRbLBDs4ChDoAXoECAkQAg#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false |dead-url=no }}</ref><ref name=GBS1>{{Cite web |url=https://www.hukumonline.com/berita/a/goro-ditunjuk-pelaksana-iruislagi-berkat-memo-soeharto-hol2416?page=all |title=Goro Ditunjuk Pelaksana Ruislag Berkat Memo Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-16 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220516152353/https://www.hukumonline.com/berita/a/goro-ditunjuk-pelaksana-iruislagi-berkat-memo-soeharto-hol2416?page=all |dead-url=no }}</ref>


Banyak yang menafsirkan bahwa surat dari Soeharto (lewat surat [[Mensesneg]] [[Moerdiono]]) sebagai balasan surat Beddu (Surat Mensesneg No. B230/M.Setneg/10/1995) itu dianggap sebagai bukti bantuan istana pada proyek Tommy tersebut. Padahal, menurut aturan yang sudah ada, di SK Menkeu No.350/KMK.03/1993, proses tukar guling yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar harus melalui tender yang sedikitnya diikuti 5 perusahaan peserta dan disetujui presiden. Meskipun [[Menteri Keuangan Indonesia|Menkeu]] [[Mar'ie Muhammad]] awalnya melihat pelanggaran itu, namun surat/memo balasan Soeharto membuatnya terpaksa melanggar aturan yang sudah ada. Mar'ie sebenarnya sudah mengeluarkan SE Menkeu No. F 464/MK.03/1995 pada 31 Januari 1995 untuk menjawab polemik tukar guling yang tidak menyatakan nama PT GBS sebagai pihak yang ditunjuk, secara ajaib surat dari Mensesneg tersebut "memperbolehkan" PT GBS sebagai pihak yang sudah "ditunjuk" dalam proyek ''ruislag''.<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/11161/moerdiono-iruilslagi-goro-bulog-disetujui-soeharto Moerdiono: <i>Ruilslag</i> Goro-Bulog Disetujui Soeharto]</ref><ref name=Gosa>[https://nasional.tempo.co/read/26329/tukar-guling-goro-dan-bulog-seizin-soeharto/full&view=ok “Tukar Guling Goro dan Bulog Seizin Soeharto”]</ref><ref name=GBS6>[https://books.google.co.id/books?id=X8iom9KL3sYC&pg=PA305&dq=goro+gelael&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj80JvSisr3AhWjTWwGHXOhBuQQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q=goro%20gelael&f=false 151 Konspirasi Dunia Paling Gila dan Mencengangkan]</ref> Tidak hanya itu, kemudian Bulog secara "sukarela" meminjamkan gudangnya kepada PT GBS, ketika Ricardo berhasil membujuk Beddu lewat telepon dan surat untuk meminjamkan 4 gudang (dari permintaan 14 gudang) Bulog; dan kemudian dengan atas telepon Beddu, PT GBS pada Januari 1996 sudah melakukan pengosongan dan membongkar gudang-gudang itu (sebanyak 11 gudang) dari Februari-Oktober 1996. Ketika Bulog berusaha menegur Ricardo lewat surat No. B/162/III/02/1996 dan surat No. B/165/III/02/1996 agar tidak mengapa-apakan gudang-gudang Bulog, PT GBS tidak menaatinya. Malahan, puing-puing dan besi gudang itu dijual untuk keuntungan PT GBS (Ricardo dan Tommy) sebanyak Rp 7 miliar.<ref name=GBS2/> Tidak hanya itu, barang-barang Bulog akhirnya harus dipindahkan ke gudang lainnya dan kemudian Bulog harus membayar sewa kepada Goro.<ref name=GBS5/> Akhirnya, meskipun melanggar aturan, gerai kedua Goro di Kelapa Gading itu dibuka pada 7 Oktober 1996 bagi umum dalam luas 8 hektar.<ref name=GORO12/><ref name=GBS2/> MoU itu kemudian diformalisasikan dalam perjanjian tukar guling pada 7 Februari 1997.<ref name=GBS7>[https://books.google.co.id/books?id=C4baAAAAMAAJ&q=tommy+tersangka+1998&dq=tommy+tersangka+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj8jKPmgMv3AhUC63MBHVvTBMQQ6AF6BAgJEAI Liku-liku penangkapan Tommy Soeharto]</ref>
Banyak yang menafsirkan bahwa surat dari Soeharto (lewat surat [[Mensesneg]] [[Moerdiono]]) sebagai balasan surat Beddu (Surat Mensesneg No. B230/M.Setneg/10/1995) itu dianggap sebagai bukti bantuan istana pada proyek Tommy tersebut. Padahal, menurut aturan yang sudah ada, di SK Menkeu No.350/KMK.03/1993, proses tukar guling yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar harus melalui tender yang sedikitnya diikuti 5 perusahaan peserta dan disetujui presiden. Meskipun [[Menteri Keuangan Indonesia|Menkeu]] [[Mar'ie Muhammad]] awalnya melihat pelanggaran itu, namun surat/memo balasan Soeharto membuatnya terpaksa melanggar aturan yang sudah ada. Mar'ie sebenarnya sudah mengeluarkan SE Menkeu No. F 464/MK.03/1995 pada 31 Januari 1995 untuk menjawab polemik tukar guling yang tidak menyatakan nama PT GBS sebagai pihak yang ditunjuk, secara ajaib surat dari Mensesneg tersebut "memperbolehkan" PT GBS sebagai pihak yang sudah "ditunjuk" dalam proyek ''ruislag''.<ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/11161/moerdiono-iruilslagi-goro-bulog-disetujui-soeharto |title=Moerdiono: <i>Ruilslag</i> Goro-Bulog Disetujui Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512083127/https://www.liputan6.com/news/read/11161/moerdiono-iruilslagi-goro-bulog-disetujui-soeharto |dead-url=no }}</ref><ref name=Gosa>[https://nasional.tempo.co/read/26329/tukar-guling-goro-dan-bulog-seizin-soeharto/full&view=ok “Tukar Guling Goro dan Bulog Seizin Soeharto”]{{Pranala mati|date=Januari 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref><ref name=GBS6>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=X8iom9KL3sYC&pg=PA305&dq=goro+gelael&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj80JvSisr3AhWjTWwGHXOhBuQQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q=goro%20gelael&f=false |title=151 Konspirasi Dunia Paling Gila dan Mencengangkan |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204018/https://books.google.co.id/books?id=X8iom9KL3sYC&pg=PA305&dq=goro+gelael&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj80JvSisr3AhWjTWwGHXOhBuQQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q=goro%20gelael&f=false |dead-url=no }}</ref> Tidak hanya itu, kemudian Bulog secara "sukarela" meminjamkan gudangnya kepada PT GBS, ketika Ricardo berhasil membujuk Beddu lewat telepon dan surat untuk meminjamkan 4 gudang (dari permintaan 14 gudang) Bulog; dan kemudian dengan atas telepon Beddu, PT GBS pada Januari 1996 sudah melakukan pengosongan dan membongkar gudang-gudang itu (sebanyak 11 gudang) dari Februari-Oktober 1996. Ketika Bulog berusaha menegur Ricardo lewat surat No. B/162/III/02/1996 dan surat No. B/165/III/02/1996 agar tidak mengapa-apakan gudang-gudang Bulog, PT GBS tidak menaatinya. Malahan, puing-puing dan besi gudang itu dijual untuk keuntungan PT GBS (Ricardo dan Tommy) sebanyak Rp 7 miliar.<ref name=GBS2/> Tidak hanya itu, barang-barang Bulog akhirnya harus dipindahkan ke gudang lainnya dan kemudian Bulog harus membayar sewa kepada Goro.<ref name=GBS5/> Akhirnya, meskipun melanggar aturan, gerai kedua Goro di Kelapa Gading itu dibuka pada 7 Oktober 1996 bagi umum dalam luas 8 hektar.<ref name=GORO12/><ref name=GBS2/> MoU itu kemudian diformalisasikan dalam perjanjian tukar guling pada 7 Februari 1997.<ref name=GBS7>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=C4baAAAAMAAJ&q=tommy+tersangka+1998&dq=tommy+tersangka+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj8jKPmgMv3AhUC63MBHVvTBMQQ6AF6BAgJEAI |title=Liku-liku penangkapan Tommy Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204211/https://books.google.co.id/books?id=C4baAAAAMAAJ&q=tommy+tersangka+1998&dq=tommy+tersangka+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj8jKPmgMv3AhUC63MBHVvTBMQQ6AF6BAgJEAI |dead-url=no }}</ref>


Faktanya, Tommy dan PT GBS masih belum memiliki tanah yang dijanjikan dalam ''ruislag'' itu kepada Bulog, meskipun gudang Bulog di Kelapa Gading sudah diganti dengan gedung Goro.<ref name=GBS2/> Untuk mencari tanah penggantinya, Tommy kemudian bekerjasama dengan Beddu untuk mendapatkan pemilik tanah, dan didapatkanlah Hokiarto (pemilik [[Bank Hokindo]] dan rekanan bisnis Bulog) yang memiliki tanah di Marunda sebesar 25 hektar. Untuk membayar biaya tanah tersebut, PT GBS kemudian mencari pinjaman Rp 20 miliar ke [[Bank Bukopin]] dengan berusaha menjadikan serfitikat tanah girik 25 hektar eks-Hokiarto sebagai jaminan. Ketika Bank Bukopin tidak menyetujui jaminan tanah girik eks-Hokiarto, Beddu ikut campur dengan memberikan secara gratis deposito Bulog di Bank Bukopin sebesar Rp 23 miliar sebagai pengganti jaminan pinjaman PT GBS. Pinjaman itu kemudian dijadikan uang untuk membayar tanah Hokiarto, namun ia hanya mendapat Rp 16,25 miliar karena sisanya diambil PT GBS. Dalam akta jual beli antara Hokiarto dan PT GBS pada 19 Juli 1996, Hokiarto rupanya menjual tanah 60 hektar, sehingga ia masih kurang 35 hektar tanah namun tidak mampu memenuhinya akibat PT GBS hanya membayarnya dari pinjaman Bukopin yang sudah dipotong. Lagi-lagi, Beddu ikut campur dengan memberikan pinjaman Bulog sebesar Rp 32,5 miliar agar Hokiarto bisa membeli tanah lagi yang sudah ditingkatkan menjadi 71,2 hektar untuk diserahkan ke PT GBS.<ref name=GBS2/><ref name=GBS5/><ref>[https://news.detik.com/berita/d-4021096/bayar-rp-32-miliar-ini-jejak-koruptor-hok-di-kasus-bulog-goro Bayar Rp 32 Miliar, Ini Jejak Koruptor Hok di Kasus Bulog-Goro]</ref> Pada akhirnya, janji Tommy dan Ricardo untuk lahan di Marunda maupun gudang pengganti pun tidak terealisasi sama sekali meskipun mereka telah menjanjikannya senilai Rp 192,9 miliar. Keduanya rupanya tidak memiliki dana untuk menepati MoU mereka.<ref name=GBS5/><ref name=GBS6/> Bahkan, pada 26 Desember 1997, tanah yang dijanjikan kepada Bulog tersebut, justru sertifikatnya dilepaskan oleh Beddu.<ref name=GBS2/> Akibat manipulasi dan kongkalikong Tommy-Ricardo dan Beddu-Hokiarto ini, negara diperkirakan merugi Rp 95,5 miliar.<ref name=GBS5/> Pada 31 Maret 1999, pemerintah kemudian membatalkan perjanjian ''ruislag'' antara PT GBS dan Bulog. Selain karena PT GBS gagal memberi tanah pengganti yang dijanjikan, juga karena Goro menunggak ganti rugi Rp 4,7 miliar dan biaya sewa Rp 8,7 miliar (atau 12% saham Goro) ke Bulog.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=JQDcDwAAQBAJ&pg=PA132&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwja-MfRz8r3AhUV6nMBHSSJDZEQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false Kontroversi Ruilslag: Perspektif Politik Hukum]</ref>
Faktanya, Tommy dan PT GBS masih belum memiliki tanah yang dijanjikan dalam ''ruislag'' itu kepada Bulog, meskipun gudang Bulog di Kelapa Gading sudah diganti dengan gedung Goro.<ref name=GBS2/> Untuk mencari tanah penggantinya, Tommy kemudian bekerjasama dengan Beddu untuk mendapatkan pemilik tanah, dan didapatkanlah Hokiarto (pemilik [[Bank Hokindo]] dan rekanan bisnis Bulog) yang memiliki tanah di Marunda sebesar 25 hektar. Untuk membayar biaya tanah tersebut, PT GBS kemudian mencari pinjaman Rp 20 miliar ke [[Bank Bukopin]] dengan berusaha menjadikan serfitikat tanah girik 25 hektar eks-Hokiarto sebagai jaminan. Ketika Bank Bukopin tidak menyetujui jaminan tanah girik eks-Hokiarto, Beddu ikut campur dengan memberikan secara gratis deposito Bulog di Bank Bukopin sebesar Rp 23 miliar sebagai pengganti jaminan pinjaman PT GBS. Pinjaman itu kemudian dijadikan uang untuk membayar tanah Hokiarto, namun ia hanya mendapat Rp 16,25 miliar karena sisanya diambil PT GBS. Dalam akta jual beli antara Hokiarto dan PT GBS pada 19 Juli 1996, Hokiarto rupanya menjual tanah 60 hektar, sehingga ia masih kurang 35 hektar tanah namun tidak mampu memenuhinya akibat PT GBS hanya membayarnya dari pinjaman Bukopin yang sudah dipotong. Lagi-lagi, Beddu ikut campur dengan memberikan pinjaman Bulog sebesar Rp 32,5 miliar agar Hokiarto bisa membeli tanah lagi yang sudah ditingkatkan menjadi 71,2 hektar untuk diserahkan ke PT GBS.<ref name=GBS2/><ref name=GBS5/><ref>{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-4021096/bayar-rp-32-miliar-ini-jejak-koruptor-hok-di-kasus-bulog-goro |title=Bayar Rp 32 Miliar, Ini Jejak Koruptor Hok di Kasus Bulog-Goro |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-10-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20221006100914/https://news.detik.com/berita/d-4021096/bayar-rp-32-miliar-ini-jejak-koruptor-hok-di-kasus-bulog-goro |dead-url=no }}</ref> Pada akhirnya, janji Tommy dan Ricardo untuk lahan di Marunda maupun gudang pengganti pun tidak terealisasi sama sekali meskipun mereka telah menjanjikannya senilai Rp 192,9 miliar. Keduanya rupanya tidak memiliki dana untuk menepati MoU mereka.<ref name=GBS5/><ref name=GBS6/> Bahkan, pada 26 Desember 1997, tanah yang dijanjikan kepada Bulog tersebut, justru sertifikatnya dilepaskan oleh Beddu.<ref name=GBS2/> Akibat manipulasi dan kongkalikong Tommy-Ricardo dan Beddu-Hokiarto ini, negara diperkirakan merugi Rp 95,5 miliar.<ref name=GBS5/> Pada 31 Maret 1999, pemerintah kemudian membatalkan perjanjian ''ruislag'' antara PT GBS dan Bulog. Selain karena PT GBS gagal memberi tanah pengganti yang dijanjikan, juga karena Goro menunggak ganti rugi Rp 4,7 miliar dan biaya sewa Rp 8,7 miliar (atau 12% saham Goro) ke Bulog.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=JQDcDwAAQBAJ&pg=PA132&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwja-MfRz8r3AhUV6nMBHSSJDZEQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false |title=Kontroversi Ruilslag: Perspektif Politik Hukum |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204020/https://books.google.co.id/books?id=JQDcDwAAQBAJ&pg=PA132&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwja-MfRz8r3AhUV6nMBHSSJDZEQ6AF6BAgJEAI#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false |dead-url=no }}</ref>


=====Pengusutan 1998-2004=====
=====Pengusutan 1998-2004=====
Tidak lama setelah kejatuhan [[Orde Baru]], kasus Goro segera diusut pemerintah. Pada November 1998, [[Kejaksaan Agung]] membentuk tim khusus demi menyelidiki kasus ini.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=sN_sAAAAMAAJ&q=goro+kejagung+1998&dq=goro+kejagung+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj4mduUgMv3AhUfIbcAHYWyB8IQ6AF6BAgJEAI Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 16,Masalah 9-17]</ref> Tommy kemudian diperiksa oleh Kejagung pada 23-25 November 1998,<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=lL6NAAAAMAAJ&dq=24+dan+25+Nopember+1998+diperiksa+Kejaksaan+Agung+sebagai+tersangka+%2C+karena+ada+dugaan+penyimpangan+pada+proses+ruislag+atau+tukar+guling+%2C&focus=searchwithinvolume&q=+ruislag+ Kiat Andi Mohammad Ghalib memeriksa KKN Soeharto, keluarga, dan kroninya]</ref> dan pada 9 Desember 1998 resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama Ricardo.<Ref>[https://books.google.co.id/books?id=r6YvAAAAMAAJ&q=ricardo+tersangka+1998&dq=ricardo+tersangka+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiLy7ecgcv3AhXzheYKHYxRBIYQ6AF6BAgKEAI Panji masyarakat, Bagian 4]</ref> Beddu dan Hokiarto kemudian juga mengalami nasib yang sama,<ref>[https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=ipybAAAAMAAJ&dq=tersangka+Beddu&focus=searchwithinvolume&q=beddu Jurnal hukum bisnis, Volume 5-9]</ref> dan pada 19 Februari 1999 Tommy, Beddu dan Ricardo menjadi terdakwa dan kasusnya mulai disidangkan di pengadilan.<ref name=GBS11/> Anehnya, pada 14 Oktober 1999, Tommy, Ricardo dibebaskan dengan alasan masalah Goro adalah urusan [[Hukum perdata|perdata]], ditambah alasan tidak ada bukti kuat. Beddu sebelumnya juga dibebaskan pada 14 April 1999 dengan alasan tidak ada jabatan Beddu (anggota [[MPR]]) dalam lembaran dakwaan dan ia tidak dapat diusut karena jabatannya. Tidak lama kemudian, Jaksa Penuntut Umum Fachmi mengajukan kasasi ke [[Mahkamah Agung Republik Indonesia|Mahkamah Agung]]. Setelah melalui berbagai persidangan, pada 22 September 2000, hakim Marnis Kahar, [[Syafiuddin Kartasasmita]] dan R. Sunu Wahadi<ref>[https://www.hukumonline.com/berita/a/ma-mengganjar-tommy-dengan-hukuman-18-bulan-penjara-hol718 MA Mengganjar Tommy dengan Hukuman 18 Bulan Penjara]</ref> justru menghukum Tommy dan Ricardo dengan hukuman 18 bulan penjara, denda Rp 30 miliar dan Rp 7,67 miliar masing-masing untuk Tommy dan Ricardo. Menurut istri kedua Syafiuddin Iwah Setiawati, suaminya pernah ditawar Tommy uang Rp 5-20 miliar untuk memutus bebas dirinya, namun sang hakim menolak.<ref name=GBS13/><ref>[https://www.liputan6.com/news/read/18057/soeparman-tommy-bisa-dihukum-seumur-hidup Soeparman: Tommy Bisa Dihukum Seumur Hidup]</ref>
Tidak lama setelah kejatuhan [[Orde Baru]], kasus Goro segera diusut pemerintah. Pada November 1998, [[Kejaksaan Agung]] membentuk tim khusus demi menyelidiki kasus ini.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=sN_sAAAAMAAJ&q=goro+kejagung+1998&dq=goro+kejagung+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj4mduUgMv3AhUfIbcAHYWyB8IQ6AF6BAgJEAI |title=Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 16,Masalah 9-17 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204020/https://books.google.co.id/books?id=sN_sAAAAMAAJ&q=goro+kejagung+1998&dq=goro+kejagung+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj4mduUgMv3AhUfIbcAHYWyB8IQ6AF6BAgJEAI |dead-url=no }}</ref> Tommy kemudian diperiksa oleh Kejagung pada 23-25 November 1998,<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=lL6NAAAAMAAJ&dq=24+dan+25+Nopember+1998+diperiksa+Kejaksaan+Agung+sebagai+tersangka+%2C+karena+ada+dugaan+penyimpangan+pada+proses+ruislag+atau+tukar+guling+%2C&focus=searchwithinvolume&q=+ruislag+ |title=Kiat Andi Mohammad Ghalib memeriksa KKN Soeharto, keluarga, dan kroninya |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204019/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=lL6NAAAAMAAJ&dq=24+dan+25+Nopember+1998+diperiksa+Kejaksaan+Agung+sebagai+tersangka+%2C+karena+ada+dugaan+penyimpangan+pada+proses+ruislag+atau+tukar+guling+%2C&focus=searchwithinvolume&q=+ruislag+ |dead-url=no }}</ref> dan pada 9 Desember 1998 resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama Ricardo.<Ref>
{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=r6YvAAAAMAAJ&q=ricardo+tersangka+1998&dq=ricardo+tersangka+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiLy7ecgcv3AhXzheYKHYxRBIYQ6AF6BAgKEAI |title=Panji masyarakat, Bagian 4 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204530/https://books.google.co.id/books?id=r6YvAAAAMAAJ&q=ricardo+tersangka+1998&dq=ricardo+tersangka+1998&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiLy7ecgcv3AhXzheYKHYxRBIYQ6AF6BAgKEAI |dead-url=no }}
</ref> Beddu dan Hokiarto kemudian juga mengalami nasib yang sama,<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=ipybAAAAMAAJ&dq=tersangka+Beddu&focus=searchwithinvolume&q=beddu |title=Jurnal hukum bisnis, Volume 5-9 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204526/https://books.google.co.id/books?newbks=1&newbks_redir=0&hl=id&id=ipybAAAAMAAJ&dq=tersangka+Beddu&focus=searchwithinvolume&q=beddu |dead-url=no }}</ref> dan pada 19 Februari 1999 Tommy, Beddu dan Ricardo menjadi terdakwa dan kasusnya mulai disidangkan di pengadilan.<ref name=GBS11/> Dalam persidangan, Tommy membantah tuduhan bahwa ia memengaruhi ayahnya, mantan presiden Soeharto untuk memuluskan ''ruislag'' Goro.<Ref>
{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=6fhwAAAAMAAJ&q=11+Agustus+1999:+Tommy+menyatakan+sama+sekali+tidak+pernah+...&dq=11+Agustus+1999:+Tommy+menyatakan+sama+sekali+tidak+pernah+...&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiRxsjops33AhUORmwGHQFsBvEQ6AF6BAgCEAI |title=Tembok derita Tommy Soeharto |access-date=2022-05-07 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204531/https://books.google.co.id/books?id=6fhwAAAAMAAJ&q=11+Agustus+1999:+Tommy+menyatakan+sama+sekali+tidak+pernah+...&dq=11+Agustus+1999:+Tommy+menyatakan+sama+sekali+tidak+pernah+...&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiRxsjops33AhUORmwGHQFsBvEQ6AF6BAgCEAI |dead-url=no }}
</ref> Anehnya, pada 14 Oktober 1999, Tommy, Ricardo dibebaskan dengan alasan masalah Goro adalah urusan [[Hukum perdata|perdata]], ditambah alasan tidak ada bukti kuat. Beddu sebelumnya juga dibebaskan pada 14 April 1999 dengan alasan tidak ada jabatan Beddu (anggota [[MPR]]) dalam lembaran dakwaan dan ia tidak dapat diusut karena jabatannya. Tidak lama kemudian, Jaksa Penuntut Umum Fachmi mengajukan kasasi ke [[Mahkamah Agung Republik Indonesia|Mahkamah Agung]]. Setelah melalui berbagai persidangan, pada 22 September 2000, hakim Marnis Kahar, [[Syafiuddin Kartasasmita]] dan R. Sunu Wahadi<ref>{{Cite web |url=https://www.hukumonline.com/berita/a/ma-mengganjar-tommy-dengan-hukuman-18-bulan-penjara-hol718 |title=MA Mengganjar Tommy dengan Hukuman 18 Bulan Penjara |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-18 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220518025616/https://www.hukumonline.com/berita/a/ma-mengganjar-tommy-dengan-hukuman-18-bulan-penjara-hol718 |dead-url=no }}</ref> justru menghukum Tommy dan Ricardo dengan hukuman 18 bulan penjara, denda Rp 30 miliar dan Rp 7,67 miliar masing-masing untuk Tommy dan Ricardo. Menurut istri kedua Syafiuddin Iwah Setiawati, suaminya pernah ditawar Tommy uang Rp 5-20 miliar untuk memutus bebas dirinya, namun sang hakim menolak.<ref name=GBS13/><ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/18057/soeparman-tommy-bisa-dihukum-seumur-hidup |title=Soeparman: Tommy Bisa Dihukum Seumur Hidup |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-14 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220514035341/https://www.liputan6.com/news/read/18057/soeparman-tommy-bisa-dihukum-seumur-hidup |dead-url=no }}</ref>


Tidak lama kemudian, pada 2 dan 3 Oktober 2000, Ricardo dan Tommy mengajukan [[grasi]] ke Presiden [[Abdurrahman Wahid]], dan mengajukan Pengajuan Kembali pada 30 Oktober 2000. Ketika akhirnya Gus Dur menolak grasi Tommy dan Ricardo pada 2 November 2000, Tommy lalu melarikan diri ketika hendak dieksekusi.<ref>[https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-tim-kobra-polisi-tangkap-tommy-soeharto.html Cerita Tim Kobra polisi tangkap Tommy Soeharto]</ref> Tommy kemudian dijadikan buron [[Interpol]] sejak 10 November 2000, sementara Ricardo memilih mengikuti hukumannya.<ref name=GBS12>[https://kumparan.com/kumparannews/rentetan-kasus-hukum-tommy-soeharto/1 Rentetan Kasus Hukum Tommy Soeharto]</ref><ReF>[https://books.google.co.id/books?id=DdFSEAAAQBAJ&pg=PA50&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjl2KLvz8r3AhUhR2wGHRbLBDs4ChDoAXoECAkQAg#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false Tommy Soeharto dalam Kasus Bulog]</ref><ref name=GBS11/> Untuk melacak keberadaan Tommy, dilakukan investigasi dan pertemuan dengan kakaknya [[Siti Hardiyanti Rukmana]] (Mbak Tutut), [[Maya Rumantir]] dan [[Ardhia Pramesti Regita Cahyani]] (Tata, istri Tommy saat itu).<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/4081/tata-tak-bisa-dipenjara-menggantikan-tommy Tata Tak Bisa Dipenjara Menggantikan Tommy]</ref><ref name=GBS11/> Tommy sempat hampir berhasil ditangkap pada Desember 2000, namun berhasil melarikan diri dengan menipu polisi.<Ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1092324.stm Tommy Suharto escapes - again]</ref> Tommy, yang kemudian menyamarkan nama dirinya sebagai "Ibrahim",<Ref>[https://www.liputan6.com/news/read/17785/polisi-menuduh-tommy-bekerja-sama-dengan-gam Polisi Menuduh Tommy Bekerja Sama dengan GAM]</ref> dituduh pemerintah dan penegak hukum telah berkolusi dengan [[GAM]], mendalangi sejumlah pengeboman, memiliki [[bunker]] untuk bersembunyi,<Ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1119993.stm Police break into Suharto bunker]</ref> dan kemudian dibekukan rekening banknya di 3 bank agar dapat dilacak serta asetnya disita negara.<Ref>[https://www.liputan6.com/news/read/38752/sel-tommy-soeharto-dinilai-sangat-mewah Aset Tommy Soeharto Kembali Disita]</ref><ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1144931.stm Tommy Suharto judge shot dead]</ref> Tidak hanya itu, setelah investigasi menemukan dugaan kuat Tommy menyimpan bahan peledak dan [[senjata api]], Tommy dicekal pemerintah ke luar negeri pada 24 Oktober 2001.<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/22405/tommy-soeharto-resmi-dicekal Tommy Soeharto Resmi Dicekal]</ref>
Tidak lama kemudian, pada 2 dan 3 Oktober 2000, Ricardo dan Tommy mengajukan [[grasi]] ke Presiden [[Abdurrahman Wahid]], dan mengajukan Pengajuan Kembali pada 30 Oktober 2000. Ketika akhirnya Gus Dur menolak grasi Tommy dan Ricardo pada 2 November 2000, Tommy lalu melarikan diri ketika hendak dieksekusi.<ref>{{Cite web |url=https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-tim-kobra-polisi-tangkap-tommy-soeharto.html |title=Cerita Tim Kobra polisi tangkap Tommy Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512083127/https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-tim-kobra-polisi-tangkap-tommy-soeharto.html |dead-url=no }}</ref> Tommy kemudian dijadikan buron [[Interpol]] sejak 10 November 2000, sementara Ricardo memilih mengikuti hukumannya.<ref name=GBS12>{{Cite web |url=https://kumparan.com/kumparannews/rentetan-kasus-hukum-tommy-soeharto/1 |title=Rentetan Kasus Hukum Tommy Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204543/https://kumparan.com/kumparannews/rentetan-kasus-hukum-tommy-soeharto |dead-url=no }}</ref><ReF>
{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=DdFSEAAAQBAJ&pg=PA50&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjl2KLvz8r3AhUhR2wGHRbLBDs4ChDoAXoECAkQAg#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false |title=Tommy Soeharto dalam Kasus Bulog |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204017/https://books.google.co.id/books?id=DdFSEAAAQBAJ&pg=PA50&dq=GORO+KELAPA+GADING&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwjl2KLvz8r3AhUhR2wGHRbLBDs4ChDoAXoECAkQAg#v=onepage&q=GORO%20KELAPA%20GADING&f=false |dead-url=no }}
</ref><ref name=GBS11/> Untuk melacak keberadaan Tommy, dilakukan investigasi dan pertemuan dengan kakaknya [[Siti Hardiyanti Rukmana]] (Mbak Tutut), [[Maya Rumantir]] dan [[Ardhia Pramesti Regita Cahyani]] (Tata, istri Tommy saat itu).<ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/4081/tata-tak-bisa-dipenjara-menggantikan-tommy |title=Tata Tak Bisa Dipenjara Menggantikan Tommy |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506141851/https://www.liputan6.com/news/read/4081/tata-tak-bisa-dipenjara-menggantikan-tommy |dead-url=no }}</ref><ref name=GBS11/> Tommy sempat hampir berhasil ditangkap pada Desember 2000, namun berhasil melarikan diri dengan menipu polisi.<Ref>
{{Cite web |url=http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1092324.stm |title=Tommy Suharto escapes - again |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-23 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220523151245/http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1092324.stm |dead-url=no }}
</ref> Tommy, yang kemudian menyamarkan nama dirinya sebagai "Ibrahim",<Ref>
{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/17785/polisi-menuduh-tommy-bekerja-sama-dengan-gam |title=Polisi Menuduh Tommy Bekerja Sama dengan GAM |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220511014237/https://www.liputan6.com/news/read/17785/polisi-menuduh-tommy-bekerja-sama-dengan-gam |dead-url=no }}
</ref> dituduh pemerintah dan penegak hukum telah berkolusi dengan [[GAM]], mendalangi sejumlah pengeboman, memiliki [[bunker]] untuk bersembunyi,<Ref>
{{Cite web |url=http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1119993.stm |title=Police break into Suharto bunker |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-26 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220526062849/http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1119993.stm |dead-url=no }}
</ref> dan kemudian dibekukan rekening banknya di 3 bank agar dapat dilacak serta asetnya disita negara.<Ref>
{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/38752/sel-tommy-soeharto-dinilai-sangat-mewah |title=Aset Tommy Soeharto Kembali Disita |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-13 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220513130216/https://www.liputan6.com/news/read/38752/sel-tommy-soeharto-dinilai-sangat-mewah |dead-url=no }}
</ref><ref>{{Cite web |url=http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1144931.stm |title=Tommy Suharto judge shot dead |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-24 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220524024057/http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1144931.stm |dead-url=no }}</ref> Tidak hanya itu, setelah investigasi menemukan dugaan kuat Tommy menyimpan bahan peledak dan [[senjata api]], Tommy dicekal pemerintah ke luar negeri pada 24 Oktober 2001.<ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/22405/tommy-soeharto-resmi-dicekal |title=Tommy Soeharto Resmi Dicekal |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220507110001/https://www.liputan6.com/news/read/22405/tommy-soeharto-resmi-dicekal |dead-url=no }}</ref>


Ketika Tommy melarikan diri, ia lalu membayar Mulawarman dan Noval Hadad untuk menembak salah satu hakim yang telah menghukumnya kembali, yaitu Syafiuddin Kartasasmita dengan bayaran Rp 100 juta. Keduanya lalu menembak Syafiuddin di [[Honda CR-V]]-nya pada jam 08:00 WIB di [[Kemayoran]] pada 26 Juli 2001, menyebabkan ia tewas.<ref name=GBS13>[https://tirto.id/pembunuhan-hakim-syafiuddin-yang-dirancang-tommy-soeharto-cPVT Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang Dirancang Tommy Soeharto]</ref> Pada 7 Agustus 2001, Tommy ditetapkan oleh Polri sebagai dalang penembakan tersebut,<ref>[http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/asia-pacific/1476765.stm Suharto's son linked to killing]</ref> dengan tawaran Rp 50 juta bagi yang mengetahui keberadaan sang "Putra Cendana".<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1479789.stm Suharto son wanted for $54,000]</ref> Pada 28 November 2001, Tommy berhasil ditangkap di [[Bintaro Jaya]], [[Tangerang]].<Ref>[https://www.liputan6.com/news/read/24751/menghadang-tommy-dari-empat-penjuru Menghadang Tommy dari Empat Penjuru]</ref> Ia lalu disidangkan dan dihukum 15 tahun pada 26 Juli 2002,<ref name=GBS12/> meskipun sebelumnya pada 1 Oktober 2001 putusan hukuman 18 bulannya atas kasus Goro telah dibatalkan oleh PK dirinya di MA.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1573160.stm Tommy Suharto conviction quashed]</ref><ref name=GBS11/> Tommy akhirnya tetap dihukum karena terbukti telah menyimpan senjata api, melakukan [[pembunuhan berencana]], menghalang-halangi kinerja pegawai pemerintah, dan lainnya.<ref>[https://www.hukumonline.com/berita/a/keempat-dakwaan-terbukti-tommy-divonis-15-tahun-penjara-hol6113 Keempat Dakwaan Terbukti, Tommy Divonis 15 Tahun Penjara]</ref> Melalui [[remisi]] beberapa kali dan PK di MA atas putusan pembunuhannya tersebut, akhirnya Tommy hanya dipenjara hingga 1 November 2006, kurang dari setengah masa hukumannya yang aslinya.<ref name=GBS12/><ref name=GBS13/> Kritikus menganggap hukuman Tommy dipotong karena pengaruhnya sebagai anak mantan presiden, meskipun dibantah [[Wakil Presiden Indonesia|Wapres]] [[Jusuf Kalla]] saat itu yang menyatakan Tommy dibebaskan sesuai prosedur.<ref>[https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/10/061030_tommyfreed.shtml Tommy Suharto bebas]</ref> Sementara itu, rekan Tommy di Goro, Ricardo Gelael sendiri bebas setelah mendapatkan remisi pada 17 Agustus 2001<ref name=GBS11/> yang berarti memotong hukuman yang sudah dijalaninya dan membebaskannya lebih cepat.<ref>[https://books.google.co.id/books?id=t7pQEAAAQBAJ&pg=PA59&dq=ricardo+gelael+bebas&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj7vr-ij8v3AhWMSmwGHe0FA00Q6AF6BAgFEAI#v=onepage&q=ricardo%20gelael%20bebas&f=false Akbar Tanjung, Golkar dan Bulog]</ref> Konon, baik Tommy maupun Ricardo sendiri ditahan dalam "sel" yang mewah di [[Lembaga Pemasyarakatan Cipinang]], dengan fasilitas seperti [[kulkas]], [[televisi]], [[laptop]], [[pendingin udara]], ditambah dengan jam besuk yang lama.<ref>[https://nasional.tempo.co/read/884653/kisah-sel-mewah-3-pesohor-lapas-cipinang-tommy-ricardo-freddy/full&view=ok Kisah Sel Mewah 3 Pesohor Lapas Cipinang: Tommy, Ricardo, Freddy]</ref>
Ketika Tommy melarikan diri, ia lalu membayar Mulawarman dan Noval Hadad untuk menembak salah satu hakim yang telah menghukumnya kembali, yaitu Syafiuddin Kartasasmita dengan bayaran Rp 100 juta. Di Jl. Pintu Air Serdang, [[Kemayoran]], keduanya lalu menembak Syafiuddin di [[Honda CR-V]]-nya pada 26 Juli 2001 jam 08:00 WIB, menyebabkan ia tewas.<ref name=GBS13>{{Cite web |url=https://tirto.id/pembunuhan-hakim-syafiuddin-yang-dirancang-tommy-soeharto-cPVT |title=Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang Dirancang Tommy Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-07-27 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230727031441/https://tirto.id/pembunuhan-hakim-syafiuddin-yang-dirancang-tommy-soeharto-cPVT |dead-url=no }}</ref> Pada 7 Agustus 2001, Noval dan Mulawarman diringkus polisi, dan kemudian Tommy ditetapkan oleh Polri sebagai dalang penembakan tersebut,<ref>{{Cite web |url=http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/asia-pacific/1476765.stm |title=Suharto's son linked to killing |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506144702/http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/asia-pacific/1476765.stm |dead-url=no }}</ref> dengan tawaran Rp 50 juta bagi yang mengetahui keberadaan sang "Putra Cendana".<ref>{{Cite web |url=http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1479789.stm |title=Suharto son wanted for $54,000 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-06-29 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220629103449/http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1479789.stm |dead-url=no }}</ref> Pada 28 November 2001, Tommy berhasil ditangkap di [[Bintaro Jaya]], [[Tangerang]].<Ref>
{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/24751/menghadang-tommy-dari-empat-penjuru |title=Menghadang Tommy dari Empat Penjuru |access-date=2022-05-07 |archive-date=2022-05-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220507110002/https://www.liputan6.com/news/read/24751/menghadang-tommy-dari-empat-penjuru |dead-url=no }}
</ref> Ia lalu disidangkan dan dihukum 15 tahun pada 26 Juli 2002,<ref name=GBS12/> meskipun sebelumnya pada 1 Oktober 2001 putusan hukuman 18 bulannya atas kasus Goro telah dibatalkan oleh PK dirinya di MA.<ref>{{Cite web |url=http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1573160.stm |title=Tommy Suharto conviction quashed |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-05-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230511153220/http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/1573160.stm |dead-url=no }}</ref><ref name=GBS11/> Tommy akhirnya tetap dihukum karena terbukti telah menyimpan senjata api, melakukan [[pembunuhan berencana]], menghalang-halangi kinerja pegawai pemerintah, dan lainnya.<ref>{{Cite web |url=https://www.hukumonline.com/berita/a/keempat-dakwaan-terbukti-tommy-divonis-15-tahun-penjara-hol6113 |title=Keempat Dakwaan Terbukti, Tommy Divonis 15 Tahun Penjara |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512212444/https://www.hukumonline.com/berita/a/keempat-dakwaan-terbukti-tommy-divonis-15-tahun-penjara-hol6113 |dead-url=no }}</ref> Melalui [[remisi]] beberapa kali dan PK di MA atas putusan pembunuhannya tersebut, akhirnya Tommy hanya dipenjara hingga 1 November 2006, kurang dari setengah masa hukumannya yang aslinya.<ref name=GBS12/><ref name=GBS13/> Kritikus menganggap hukuman Tommy dipotong karena pengaruhnya sebagai anak mantan presiden, meskipun dibantah [[Wakil Presiden Indonesia|Wapres]] [[Jusuf Kalla]] saat itu yang menyatakan Tommy dibebaskan sesuai prosedur.<ref>{{Cite web |url=https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/10/061030_tommyfreed.shtml |title=Tommy Suharto bebas |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506154336/https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/10/061030_tommyfreed.shtml |dead-url=no }}</ref> Sementara itu, rekan Tommy di Goro, Ricardo Gelael bebas setelah mendapatkan remisi pada 17 Agustus 2001<ref name=GBS11/> yang berarti memotong hukuman yang sudah dijalaninya dan membebaskannya lebih cepat.<ref>{{Cite web |url=https://books.google.co.id/books?id=t7pQEAAAQBAJ&pg=PA59&dq=ricardo+gelael+bebas&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj7vr-ij8v3AhWMSmwGHe0FA00Q6AF6BAgFEAI#v=onepage&q=ricardo%20gelael%20bebas&f=false |title=Akbar Tanjung, Golkar dan Bulog |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204601/https://books.google.co.id/books?id=t7pQEAAAQBAJ&pg=PA59&dq=ricardo+gelael+bebas&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwj7vr-ij8v3AhWMSmwGHe0FA00Q6AF6BAgFEAI#v=onepage&q=ricardo%20gelael%20bebas&f=false |dead-url=no }}</ref> Konon, baik Tommy maupun Ricardo ditahan dalam "sel" yang mewah di [[Lembaga Pemasyarakatan Cipinang]], dengan fasilitas seperti [[kulkas]], [[televisi]], [[laptop]], [[pendingin udara]], ditambah dengan jam besuk yang lama.<ref>[https://nasional.tempo.co/read/884653/kisah-sel-mewah-3-pesohor-lapas-cipinang-tommy-ricardo-freddy/full&view=ok Kisah Sel Mewah 3 Pesohor Lapas Cipinang: Tommy, Ricardo, Freddy]{{Pranala mati|date=Januari 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>


Sementara Tommy melarikan diri dan Ricardo ditahan, pengadilan kemudian melanjutkan sidang akan kasus Goro. Pengadilan kemudian memanggil beberapa saksi, seperti mantan Mensesneg Moerdiono, mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad, beberapa pejabat PT GBS seperti Candra Purnomo, Ken Leksono, John Ramses, dan Arioanto Priambodo.<ref name=Gosa/> Setelah diperiksa kembali Kejagung pada 12 Oktober 2000,<ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/2000/beddu-amang-diperiksa-kejagung |title=Beddu Amang Diperiksa Kejagung |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807204523/https://www.liputan6.com/news/read/2000/beddu-amang-diperiksa-kejagung |dead-url=no }}</ref> Beddu kemudian juga dijadikan tersangka kembali sejak 28 November 2000,<ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/4743/beddu-amang-menjadi-tahanan-rumah |title=Beddu Amang Menjadi Tahanan Rumah |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807205031/https://www.liputan6.com/news/read/4743/beddu-amang-menjadi-tahanan-rumah |dead-url=no }}</ref> dengan persidangannya mulai diadakan pada awal 2001.<ref>{{Cite web |url=https://www.hukumonline.com/berita/a/beddu-amang-segera-diadili-hol1633 |title=Beddu Amang Segera Diadili |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506161710/https://www.hukumonline.com/berita/a/beddu-amang-segera-diadili-hol1633 |dead-url=no }}</ref> Beddu membantah tuduhan korupsi padanya dengan alasan ia hanya melaksanakan kebijaksanaan pemerintah,<Ref>
Sementara Tommy melarikan diri dan Ricardo ditahan, pengadilan kemudian melanjutkan sidang akan kasus Goro. Pengadilan kemudian memanggil beberapa saksi, seperti eks-Mensesneg Moerdiono, eks-Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad, beberapa pejabat PT GBS seperti Candra Purnomo, Ken Leksono, John Ramses, dan Arioanto Priambodo.<ref name=Gosa/> Setelah diperiksa kembali Kejagung pada 12 Oktober 2000,<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/2000/beddu-amang-diperiksa-kejagung Beddu Amang Diperiksa Kejagung]</ref> Beddu kemudian juga dijadikan tersangka kembali sejak 28 November 2000,<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/4743/beddu-amang-menjadi-tahanan-rumah Beddu Amang Menjadi Tahanan Rumah]</ref> dengan persidangannya mulai diadakan pada awal 2001.<ref>[https://www.hukumonline.com/berita/a/beddu-amang-segera-diadili-hol1633 Beddu Amang Segera Diadili]</ref> Beddu sendiri membantah tuduhan korupsi padanya dengan alasan ia hanya melaksanakan kebijaksanaan pemerintah,<Ref>[https://nasional.tempo.co/read/38557/beddu-amang-bantah-semua-tuduhan-korupsi Beddu Amang Bantah Semua Tuduhan Korupsi]</ref> dan mengaku Bulog masih untung Rp 9 miliar ditambah tidak adanya kerugian negara.<Ref>[http://library.aymp.law/News/2001/200110/20011023-17.htm Pledoi Beddu Amang: Bulog Masih Diuntungkan Rp9 Miliar]</ref> Pada 6 November 2001, Beddu divonis 2 tahun penjara dengan ganti rugi Rp 5 miliar di [[Pengadilan Negeri]] Jakarta Selatan.<Ref>[https://www.liputan6.com/news/read/23159/beddu-amang-dihukum-dua-tahun-penjara Beddu Amang Dihukum Dua Tahun Penjara]</ref> Ketika Beddu banding di [[Pengadilan Tinggi]] Jakarta, pada 27 Agustus 2002 hukumannya diperberat menjadi 4 tahun.<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/40404/hukuman-beddu-amang-diperberat-empat-tahun-penjara Hukuman Beddu Amang Diperberat Empat Tahun Penjara]</ref> Berusaha mengajukan PK ke MA namun gagal,<ref>[https://news.detik.com/berita/d-645446/ma-tolak-pk-beddu-amang MA Tolak PK Beddu Amang]</ref> sejak 8 Mei 2006 Beddu sudah bebas bersyarat setelah menjalani hukuman dan membayar dendanya.<Ref>[https://news.detik.com/berita/d-649491/beddu-amang-sudah-lunasi-ganti-rugi-ke-negara-rp-5-miliar Beddu Amang Sudah Lunasi Ganti Rugi ke Negara Rp 5 Miliar]</ref> Lain lagi dengan terdakwa lain, Hokiarto. Ia sendiri tidak seperti tiga tersangka (Tommy, Beddu dan Ricardo) yang sempat bebas, sejak September 1999 ia harus menjalani [[tahanan kota]]. Setelah menjadi saksi pada kasus tiga terdakwa lain, kasus Hokiarto dilimpahkan ke pengadilan pada 19 Juli 2002 dan mulai disidangkan pada 12 Agustus 2002.<ref>[https://www.liputan6.com/news/read/38164/berkas-kasus-iruilslagi-bulog-dilimpahkan-ke-pengadilan Berkas Kasus <i>Ruilslag</i> Bulog Dilimpahkan ke Pengadilan]</ref> Hokiarto dituduh merugikan negara sebanyak Rp 52,5 miliar,<Ref>[https://www.liputan6.com/news/read/39495/hokiarto-didakwa-merugikan-negara-rp-525-miliar Hokiarto Didakwa Merugikan Negara Rp 52,5 miliar]</ref> namun ia membantahnya dan justru merasa dirugikan karena pembayaran dari PT GBS belum diterimanya.<ref>[https://nasional.tempo.co/read/24455/beddu-amang-benarkan-pengakuan-hokiarto Beddu Amang Benarkan Pengakuan Hokiarto]</ref> Sempat kemudian dibebaskan pada 5 September 2002 dengan alasan dakwaan kurang memenuhi syarat,<ref>[https://nasional.tempo.co/read/27320/hokiarto-bebas-dari-dakwaan-kasus-bulog-goro Hokiarto Bebas dari Dakwaan Kasus Bulog-Goro]</ref> Hokiarto kembali disidang pada Maret 2004 dengan alasan sebagai pelaku utama,<Ref>[https://nasional.tempo.co/read/40661/dua-hari-lagi-hokiarto-akan-disidang Dua Hari Lagi, Hokiarto Akan Disidang]</ref> namun dakwaannya ditolak kembali pada 6 September 2003 dengan alasan serupa seperti putusan sidang 2002.<Ref>[https://nasional.tempo.co/read/2876/pn-jakarta-selatan-baru-akan-kirim-verset-kasus-hokiarto PN Jakarta Selatan Baru Akan Kirim Verset Kasus Hokiarto]</ref> Hokiarto sendiri kemudian baru tertangkap dan ditahan pada 2017 karena kasus lainnya yang tidak berhubungan.<ref>[https://www.jawapos.com/jpg-today/17/07/2017/sempat-bebas-ternyata-dirut-perusahaan-sudah-nginap-di-cipinang/ Sempat Bebas, Ternyata Dirut Perusahaan Sudah “Nginap” di Cipinang]</ref>
{{Cite web |url=https://nasional.tempo.co/read/38557/beddu-amang-bantah-semua-tuduhan-korupsi |title=Beddu Amang Bantah Semua Tuduhan Korupsi |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506161947/https://nasional.tempo.co/read/38557/beddu-amang-bantah-semua-tuduhan-korupsi |dead-url=no }}
</ref> dan mengaku Bulog masih untung Rp 9 miliar ditambah tidak adanya kerugian negara.<Ref>
[http://library.aymp.law/News/2001/200110/20011023-17.htm Pledoi Beddu Amang: Bulog Masih Diuntungkan Rp9 Miliar]{{Pranala mati|date=Januari 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}
</ref> Pada 6 November 2001, Beddu divonis 2 tahun penjara dengan ganti rugi Rp 5 miliar di [[Pengadilan Negeri]] Jakarta Selatan.<Ref>
{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/23159/beddu-amang-dihukum-dua-tahun-penjara |title=Beddu Amang Dihukum Dua Tahun Penjara |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225336/https://www.liputan6.com/news/read/23159/beddu-amang-dihukum-dua-tahun-penjara |dead-url=no }}
</ref> Ketika Beddu banding di [[Pengadilan Tinggi]] Jakarta, pada 27 Agustus 2002 hukumannya diperberat menjadi 4 tahun.<ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/40404/hukuman-beddu-amang-diperberat-empat-tahun-penjara |title=Hukuman Beddu Amang Diperberat Empat Tahun Penjara |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225427/https://www.liputan6.com/news/read/40404/hukuman-beddu-amang-diperberat-empat-tahun-penjara |dead-url=no }}</ref> Berusaha mengajukan PK ke MA namun gagal,<ref>{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-645446/ma-tolak-pk-beddu-amang |title=MA Tolak PK Beddu Amang |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512084337/https://news.detik.com/berita/d-645446/ma-tolak-pk-beddu-amang |dead-url=no }}</ref> sejak 8 Mei 2006 Beddu sudah bebas bersyarat setelah menjalani hukuman dan membayar dendanya.<Ref>
{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-649491/beddu-amang-sudah-lunasi-ganti-rugi-ke-negara-rp-5-miliar |title=Beddu Amang Sudah Lunasi Ganti Rugi ke Negara Rp 5 Miliar |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-16 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220516152352/https://news.detik.com/berita/d-649491/beddu-amang-sudah-lunasi-ganti-rugi-ke-negara-rp-5-miliar |dead-url=no }}
</ref> Lain lagi dengan terdakwa lain, Hokiarto. Ia tidak seperti tiga tersangka (Tommy, Beddu dan Ricardo) yang sempat bebas, sejak September 1999 ia harus menjalani [[tahanan kota]]. Setelah menjadi saksi pada kasus tiga terdakwa lain, kasus Hokiarto dilimpahkan ke pengadilan pada 19 Juli 2002 dan mulai disidangkan pada 12 Agustus 2002.<ref>{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/38164/berkas-kasus-iruilslagi-bulog-dilimpahkan-ke-pengadilan |title=Berkas Kasus <i>Ruilslag</i> Bulog Dilimpahkan ke Pengadilan |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506161715/https://www.liputan6.com/news/read/38164/berkas-kasus-iruilslagi-bulog-dilimpahkan-ke-pengadilan |dead-url=no }}</ref> Hokiarto dituduh merugikan negara sebanyak Rp 52,5 miliar,<Ref>
{{Cite web |url=https://www.liputan6.com/news/read/39495/hokiarto-didakwa-merugikan-negara-rp-525-miliar |title=Hokiarto Didakwa Merugikan Negara Rp 52,5 miliar |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512212443/https://www.liputan6.com/news/read/39495/hokiarto-didakwa-merugikan-negara-rp-525-miliar |dead-url=no }}
</ref> namun ia membantahnya dan justru merasa dirugikan karena pembayaran dari PT GBS belum diterimanya.<ref>{{Cite web |url=https://nasional.tempo.co/read/24455/beddu-amang-benarkan-pengakuan-hokiarto |title=Beddu Amang Benarkan Pengakuan Hokiarto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220511151122/https://nasional.tempo.co/read/24455/beddu-amang-benarkan-pengakuan-hokiarto |dead-url=no }}</ref> Sempat kemudian dibebaskan pada 5 September 2002 dengan alasan dakwaan kurang memenuhi syarat,<ref>{{Cite web |url=https://nasional.tempo.co/read/27320/hokiarto-bebas-dari-dakwaan-kasus-bulog-goro |title=Hokiarto Bebas dari Dakwaan Kasus Bulog-Goro |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512083127/https://nasional.tempo.co/read/27320/hokiarto-bebas-dari-dakwaan-kasus-bulog-goro |dead-url=no }}</ref> Hokiarto kembali disidang pada Maret 2004 dengan alasan sebagai pelaku utama,<Ref>
{{Cite web |url=https://nasional.tempo.co/read/40661/dua-hari-lagi-hokiarto-akan-disidang |title=Dua Hari Lagi, Hokiarto Akan Disidang |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512182347/https://nasional.tempo.co/read/40661/dua-hari-lagi-hokiarto-akan-disidang |dead-url=no }}
</ref> namun kemudian tidak jelas akhirnya. Hokiarto kemudian baru tertangkap dan ditahan pada 2017 karena kasus lainnya yang tidak berhubungan.<ref>{{Cite web |url=https://www.jawapos.com/jpg-today/17/07/2017/sempat-bebas-ternyata-dirut-perusahaan-sudah-nginap-di-cipinang/ |title=Sempat Bebas, Ternyata Dirut Perusahaan Sudah “Nginap” di Cipinang |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807205040/https://www.jawapos.com/berita-sekitar-anda/01157434/sempat-bebas-ternyata-dirut-perusahaan-sudah-nginap-di-cipinang |dead-url=no }}</ref>


=====Gugatan perdata 2007-2008=====
=====Gugatan perdata 2007-2008=====
Setahun setelah Tommy bebas, pada Agustus 2007, pengadilan kembali menyidangkan gugatan [[hukum perdata|perdata]] atas kerugian negara Rp 95 miliar kepada Tommy, beserta kasus [[Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh]], [[Timor Putra Nasional]] dan PT [[Sempati Air]].<ref name=Goro>[https://news.detik.com/berita/d-812388/gugatan-perdata-goro-tommy-soeharto-akan-dilimpahkan- Gugatan Perdata Goro Tommy Soeharto Akan Dilimpahkan]</ref> Kali ini, Bulog melalui jaksa pengacara negara (Kejagung) langsung menggugat PT GBS (sebagai tergugat 1), Tommy (sebagai tergugat 2), Ricardo (sebagai tergugat 3) dan Beddu (sebagai tergugat 4). Bulog menuntut ganti rugi materil sebesar Rp 244 miliar, immateril Rp 100 miliar dan bunga atas ganti rugi materiil dan immateril sebesar Rp 206,52 miliar.<ref name=Goro1/> Alasannya, para tergugat sudah melakukan pemufakatan yang menyebabkan kerugian negara dan tukar guling PT GBS-Bulog tidak dilakukan sesuai kapasitasnya.<ref>[https://nasional.tempo.co/read/111840/gugatan-perdata-terhadap-goro-dibacakan Gugatan Perdata Terhadap Goro dibacakan]</ref> Kasus yang terdaftar dengan nomor perkara 1228/Pdt.G/2007/PN Jaksel pada 22 Agustus 2007 ini diajukan sebagai upaya pemerintah memperpanjang pembekuan rekening Tommy di [[BNP Paribas]] [[Guernsey]] yang hanya boleh diperpanjang jika Tommy terbukti bersalah.<ref>[https://www.antaranews.com/berita/74513/kejaksaan-agung-gugat-tommy-terkait-tukar-guling-bulog Kejaksaan Agung Gugat Tommy Terkait Tukar Guling Bulog]</ref><ref name=Goro/><ref>[https://news.detik.com/berita/d-819638/gugatan-perdata-ruislag-goro-tommy-soeharto-dipertajam Gugatan Perdata Ruislag Goro Tommy Soeharto Dipertajam]</ref><Ref>[https://www.antaranews.com/berita/76064/sidang-gugatan-perdata-tommy-soeharto-digelar-17-september Sidang Gugatan Perdata Tommy Soeharto Digelar 17 September]</ref>
Setahun setelah Tommy bebas, pada Agustus 2007, pengadilan kembali menyidangkan gugatan [[hukum perdata|perdata]] atas kerugian negara Rp 95 miliar kepada Tommy, beserta kasus [[Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh]], [[Timor Putra Nasional]] dan PT [[Sempati Air]].<ref name=Goro>{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-812388/gugatan-perdata-goro-tommy-soeharto-akan-dilimpahkan- |title=Gugatan Perdata Goro Tommy Soeharto Akan Dilimpahkan |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220511014241/https://news.detik.com/berita/d-812388/gugatan-perdata-goro-tommy-soeharto-akan-dilimpahkan- |dead-url=no }}</ref> Kali ini, Bulog melalui jaksa pengacara negara (Kejagung) langsung menggugat PT GBS (sebagai tergugat 1), Tommy (sebagai tergugat 2), Ricardo (sebagai tergugat 3) dan Beddu (sebagai tergugat 4). Bulog menuntut ganti rugi materil sebesar Rp 244 miliar, immateril Rp 100 miliar dan bunga atas ganti rugi materiil dan immateril sebesar Rp 206,52 miliar.<ref name=Goro1/> Alasannya, para tergugat sudah melakukan pemufakatan yang menyebabkan kerugian negara dan tukar guling PT GBS-Bulog tidak dilakukan sesuai kapasitasnya.<ref>{{Cite web |url=https://nasional.tempo.co/read/111840/gugatan-perdata-terhadap-goro-dibacakan |title=Gugatan Perdata Terhadap Goro dibacakan |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225427/https://nasional.tempo.co/read/111840/gugatan-perdata-terhadap-goro-dibacakan |dead-url=no }}</ref> Kasus yang terdaftar dengan nomor perkara 1228/Pdt.G/2007/PN Jaksel pada 22 Agustus 2007 ini diajukan sebagai upaya pemerintah memperpanjang pembekuan rekening Tommy di [[BNP Paribas]] [[Guernsey]] yang hanya boleh diperpanjang jika Tommy terbukti bersalah.<ref>{{Cite web |url=https://www.antaranews.com/berita/74513/kejaksaan-agung-gugat-tommy-terkait-tukar-guling-bulog |title=Kejaksaan Agung Gugat Tommy Terkait Tukar Guling Bulog |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512084337/https://www.antaranews.com/berita/74513/kejaksaan-agung-gugat-tommy-terkait-tukar-guling-bulog |dead-url=no }}</ref><ref name=Goro/><ref>{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-819638/gugatan-perdata-ruislag-goro-tommy-soeharto-dipertajam |title=Gugatan Perdata Ruislag Goro Tommy Soeharto Dipertajam |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-16 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220516152352/https://news.detik.com/berita/d-819638/gugatan-perdata-ruislag-goro-tommy-soeharto-dipertajam |dead-url=no }}</ref><Ref>
{{Cite web |url=https://www.antaranews.com/berita/76064/sidang-gugatan-perdata-tommy-soeharto-digelar-17-september |title=Sidang Gugatan Perdata Tommy Soeharto Digelar 17 September |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807205030/https://www.antaranews.com/berita/76064/sidang-gugatan-perdata-tommy-soeharto-digelar-17-september |dead-url=no }}
</ref>


Menghadapi gugatan itu, pada 27 Desember 2007,<ref name=Goro1>[https://news.detik.com/berita/d-901166/kasus-ruislag-goro-tommy-soeharto-diputus-pn-jaksel Kasus Ruislag Goro Tommy Soeharto Diputus PN Jaksel]</ref> Tommy menggugat balik Bulog dengan alasan pencemaran nama baik, dengan tuntutan ganti rugi materil US$ 985 juta (Rp 9,25 triliun) dan inmateril Rp 1 triliun.<ref>[https://news.detik.com/berita/d-871485/bisnis-merugi-tommy-gugat-balik-bulog-rp-10-triliun Bisnis Merugi, Tommy Gugat Balik Bulog Rp 10 Triliun]</ref> Pihak Goro juga sempat keberatan dan berusaha membatalkan tuntutan itu dengan alasan PT GBS sudah [[pailit]], sehingga gugatan itu tidak layak, namun ditolak pada 17 Desember 2007.<ref>[https://news.detik.com/berita/d-868053/keberatan-goro-ditolak-sidang-bulog-vs-tommy-berlanjut Keberatan Goro Ditolak, Sidang Bulog vs Tommy Berlanjut]</ref> Sempat juga berusaha menjalani mediasi dan menawarkan sejumlah aset (uang, tanah, dll) untuk Bulog,<Ref>[https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/071112_noresult.shtml Kasus Tommy tetap disidangkan]</ref><ref>[https://koran.tempo.co/read/nasional/114403/tommy-soeharto-tawarkan-gudang-goro-dan-tanah-marunda Tommy Soeharto tawarkan...]</ref> namun gagal. Akhirnya, pada putusan yang dibacakan di PN Jakarta Selatan (tempat gugatan diajukan), gugatan perdata Bulog kepada Tommy pun ditolak dan sebaliknya Tommy sukses memaksa Bulog membayar Rp 5 miliar dari gugatan pencemaran nama baiknya.<ref>[https://nasional.tempo.co/read/118288/pengadilan-menangkan-tommy-soeharto Pengadilan Menangkan Tommy Soeharto]</ref> Goro dianggap sudah membayar kewajibannya dengan kasus kepailitannya dan Tommy-PT GBS tidak bersalah.<Ref>[https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/02/printable/080228_tommy.shtml Tommy dinyatakan 'tak bersalah']</ref> Meskipun Bulog sempat merencanakan banding, pada 19 Maret 2008 Bulog dan PT GBS pun berdamai.<ref>[https://www.antikorupsi.org/id/article/tommy-kalahkan-lagi-pemerintah Tommy Kalahkan Lagi Pemerintah]</ref>
Menghadapi gugatan itu, pada 27 Desember 2007,<ref name=Goro1>{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-901166/kasus-ruislag-goro-tommy-soeharto-diputus-pn-jaksel |title=Kasus Ruislag Goro Tommy Soeharto Diputus PN Jaksel |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225336/https://news.detik.com/berita/d-901166/kasus-ruislag-goro-tommy-soeharto-diputus-pn-jaksel |dead-url=no }}</ref> Tommy menggugat balik Bulog dengan alasan pencemaran nama baik, dengan tuntutan ganti rugi materil US$ 985 juta (Rp 9,25 triliun) dan inmateril Rp 1 triliun.<ref>{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-871485/bisnis-merugi-tommy-gugat-balik-bulog-rp-10-triliun |title=Bisnis Merugi, Tommy Gugat Balik Bulog Rp 10 Triliun |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512212443/https://news.detik.com/berita/d-871485/bisnis-merugi-tommy-gugat-balik-bulog-rp-10-triliun |dead-url=no }}</ref> Pihak Goro juga sempat keberatan dan berusaha membatalkan tuntutan itu dengan alasan PT GBS sudah [[pailit]], sehingga gugatan itu tidak layak, namun ditolak pada 17 Desember 2007.<ref>{{Cite web |url=https://news.detik.com/berita/d-868053/keberatan-goro-ditolak-sidang-bulog-vs-tommy-berlanjut |title=Keberatan Goro Ditolak, Sidang Bulog vs Tommy Berlanjut |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-11 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220511151120/https://news.detik.com/berita/d-868053/keberatan-goro-ditolak-sidang-bulog-vs-tommy-berlanjut |dead-url=no }}</ref> Sempat juga berusaha menjalani mediasi dan menawarkan sejumlah aset (uang, tanah, dll) untuk Bulog,<Ref>
{{Cite web |url=https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/071112_noresult.shtml |title=Kasus Tommy tetap disidangkan |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512083127/https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/11/071112_noresult.shtml |dead-url=no }}
</ref><ref>[https://koran.tempo.co/read/nasional/114403/tommy-soeharto-tawarkan-gudang-goro-dan-tanah-marunda Tommy Soeharto tawarkan...]</ref> namun gagal. Akhirnya, pada putusan yang dibacakan di PN Jakarta Selatan (tempat gugatan diajukan), gugatan perdata Bulog kepada Tommy pun ditolak dan sebaliknya Tommy sukses memaksa Bulog membayar Rp 5 miliar dari gugatan pencemaran nama baiknya.<ref>{{Cite web |url=https://nasional.tempo.co/read/118288/pengadilan-menangkan-tommy-soeharto |title=Pengadilan Menangkan Tommy Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506161355/https://nasional.tempo.co/read/118288/pengadilan-menangkan-tommy-soeharto |dead-url=no }}</ref> Goro dianggap sudah membayar kewajibannya dengan kasus kepailitannya dan Tommy-PT GBS tidak bersalah.<Ref>
{{Cite web |url=https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/02/printable/080228_tommy.shtml |title=Tommy dinyatakan 'tak bersalah' |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506161351/https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/02/printable/080228_tommy.shtml |dead-url=no }}
</ref> Meskipun Bulog sempat merencanakan banding, pada 19 Maret 2008 Bulog dan PT GBS pun berdamai.<ref>{{Cite web |url=https://www.antikorupsi.org/id/article/tommy-kalahkan-lagi-pemerintah |title=Tommy Kalahkan Lagi Pemerintah |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807205104/https://www.antikorupsi.org/id/article/tommy-kalahkan-lagi-pemerintah |dead-url=no }}</ref>


====Kasus gula====
====Kasus gula====
Pada 16 Januari 2001, perusahaan gula [[Uni Emirat Arab]] PT Al Khaleej Sugar Co., melaporkan PT Goro Batara Sakti yang dituduh mencuri 100.000 ton gula dari gudang miliknya. Pencurian gula itu diduga terjadi pada 12 Desember 2001, ketika manajer operasional Goro, Hamka BK membobol gudang Al Khaleej di Jl. Agung Karya VIII, [[Sunter]], [[Jakarta Utara]] dengan rekan-rekannya. Gula itu dirampas ketika seharusnya PT GBS membayar 20% uang muka dari gula impor yang direncanakan dibeli oleh PT GBS dari Al Khaleej pada 1999. Pimpinan Goro, Nurdin Halid, saat itu direncanakan akan diperiksa polisi.<Ref>[https://jawawa.id/newsitem/nurdin-to-be-questioned-in-goro-batara-sakti-case-1447893297 JP/Nurdin to be questioned in Goro Batara Sakti case]</ref>
Pada 16 Januari 2001, perusahaan gula [[Uni Emirat Arab]] PT Al Khaleej Sugar Co., melaporkan PT Goro Batara Sakti yang dituduh mencuri 100.000 ton gula dari gudang miliknya. Pencurian gula itu diduga terjadi pada 12 Desember 2001, ketika manajer operasional Goro, Hamka BK membobol gudang Al Khaleej di Jl. Agung Karya VIII, [[Sunter]], [[Jakarta Utara]] dengan rekan-rekannya. Gula itu dirampas ketika seharusnya PT GBS membayar 20% uang muka dari gula impor yang direncanakan dibeli oleh PT GBS dari Al Khaleej pada 1999. Pimpinan Goro, Nurdin Halid, saat itu direncanakan akan diperiksa polisi.<Ref>
{{Cite web |url=https://jawawa.id/newsitem/nurdin-to-be-questioned-in-goro-batara-sakti-case-1447893297 |title=JP/Nurdin to be questioned in Goro Batara Sakti case |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-08-07 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230807205031/https://jawawa.id/newsitem/nurdin-to-be-questioned-in-goro-batara-sakti-case-1447893297 |dead-url=no }}
</ref>


==Goro (2018-sekarang)==
==Goro (2018-sekarang)==
Di bawah PT Berkarya Makmur Sejahtera (terkait [[Partai Berkarya]]), pada 17 Oktober 2018 Tommy (bersama dua saudarinya [[Mamiek Soeharto|Mamiek]] dan [[Titiek Soeharto|Titiek]]) membuka kembali cabang pertama perkulakan Goro miliknya di [[Cibubur]], [[Jakarta Timur]]<ref name=GORO271/> seluas 5.600 meter persegi. Goro sendiri mengambilalih perkulakan SaveMax yang kemudian diubah menjadi gerai Goro baru, dan diklaim berbeda dari Goro yang lama. Goro versi baru ini kemudian baru diresmikan pada 7 April 2019, dan memiliki visi demi memajukan ekonomi [[UMKM]], petani, peternak dan pedagang kecil dengan gotong royong, terkhususnya pada pembinaan mereka. Goro diklaim barang-barangnya cukup banyak disuplai oleh UMKM yang mudah diakses masyarakat luas, karena itu harganya lebih murah.<Ref>[https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1085316-tommy-soeharto-ungkap-rahasia-harga-goro-lebih-murah-dari-pasar Tommy Soeharto Ungkap Rahasia Harga Goro Lebih Murah dari Pasar]</ref> Tommy (yang menjadi Presiden Komisaris di PT Berkarya) sendiri menyatakan bahwa Goro akan dikembangkan untuk ada di masing-masing provinsi, kecamatan, kabupaten, kota dan desa dengan "Goro Channeling". Goro sendiri diklaim pada 2019 sudah memiliki cabang di Cibubur, [[Surabaya]], [[Wonosobo]], [[Bandung]], [[Papua]] dan memiliki total 69 warung (e-warung Goro), belum lagi diperluas secara [[daring]] maupun konversi/ganti nama dari toko sebelumnya.<Ref>[https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/17/150300026/akan-bangun-goro-di-seluruh-indonesia-tommy-soeharto-ingin-bina-umkm Akan Bangun Goro di Seluruh Indonesia, Tommy Soeharto Ingin Bina UMKM]</ref> Selain itu, Goro sudah menggandeng 8 koperasi dan 5000 pelanggan di Cibubur (2019), ditambah juga 50 komunitas dan lebih dari 100 UMKM. Goro sendiri memiliki target untuk berekspansi 6 gerai baru pada tahun 2019.<ref name=GORO278>[https://ekonomi.bisnis.com/read/20190407/12/908879/goro-cibubur-resmi-diluncurkan-tommy GORO Cibubur Resmi Diluncurkan Tommy]</ref><ref name=GORO271/> Sekilas, kerjasama yang ditawarkan mirip dengan Goro lama, dengan menawarkan bantuan kerja sama operasi dengan sejumlah toko kecil, ditambah pelatihan yang dilakukan oleh Goro. Para toko yang dibantu dan dilatih itu diharapkan juga membantu masyarakat sekitarnya.<ref name=GORO271/>
Di bawah PT Berkarya Makmur Sejahtera (terkait [[Partai Berkarya]]), pada 17 Oktober 2018 Tommy (bersama dua saudarinya [[Mamiek Soeharto|Mamiek]] dan [[Titiek Soeharto|Titiek]]) membuka kembali cabang pertama perkulakan Goro miliknya di [[Cibubur]], [[Jakarta Timur]]<ref name=GORO271/> seluas 5.600 meter persegi. Goro mengambilalih perkulakan SaveMax yang kemudian diubah menjadi gerai Goro baru, dan diklaim berbeda dari Goro yang lama. Goro versi baru ini kemudian baru diresmikan pada 7 April 2019, dan memiliki visi demi memajukan ekonomi [[UMKM]], petani, peternak dan pedagang kecil dengan gotong royong, terkhususnya pada pembinaan mereka. Goro diklaim barang-barangnya cukup banyak disuplai oleh UMKM yang mudah diakses masyarakat luas, karena itu harganya lebih murah.<Ref>
{{Cite web |url=https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1085316-tommy-soeharto-ungkap-rahasia-harga-goro-lebih-murah-dari-pasar |title=Tommy Soeharto Ungkap Rahasia Harga Goro Lebih Murah dari Pasar |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225428/https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1085316-tommy-soeharto-ungkap-rahasia-harga-goro-lebih-murah-dari-pasar |dead-url=no }}
</ref> Tommy (yang menjadi Presiden Komisaris di PT Berkarya) menyatakan bahwa Goro akan dikembangkan untuk ada di masing-masing provinsi, kecamatan, kabupaten, kota dan desa dengan "Goro Channeling". Goro diklaim pada 2019 sudah memiliki cabang di Cibubur, [[Surabaya]], [[Wonosobo]], [[Bandung]], [[Papua]] dan memiliki total 69 warung (e-warung Goro), belum lagi diperluas secara [[daring]] maupun konversi/ganti nama dari toko sebelumnya.<Ref>
{{Cite web |url=https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/17/150300026/akan-bangun-goro-di-seluruh-indonesia-tommy-soeharto-ingin-bina-umkm |title=Akan Bangun Goro di Seluruh Indonesia, Tommy Soeharto Ingin Bina UMKM |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-06-30 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220630050340/https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/17/150300026/akan-bangun-goro-di-seluruh-indonesia-tommy-soeharto-ingin-bina-umkm |dead-url=no }}
</ref> Selain itu, Goro sudah menggandeng 8 koperasi dan 5000 pelanggan di Cibubur (2019), ditambah juga 50 komunitas dan lebih dari 100 UMKM. Goro memiliki target untuk berekspansi 6 gerai baru pada tahun 2019.<ref name=GORO278>{{Cite web |url=https://ekonomi.bisnis.com/read/20190407/12/908879/goro-cibubur-resmi-diluncurkan-tommy |title=GORO Cibubur Resmi Diluncurkan Tommy |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512225433/https://ekonomi.bisnis.com/read/20190407/12/908879/goro-cibubur-resmi-diluncurkan-tommy |dead-url=no }}</ref><ref name=GORO271/> Sekilas, kerjasama yang ditawarkan mirip dengan Goro lama, dengan menawarkan bantuan kerja sama operasi dengan sejumlah toko kecil, ditambah pelatihan yang dilakukan oleh Goro. Para toko yang dibantu dan dilatih itu diharapkan juga membantu masyarakat sekitarnya.<ref name=GORO271/>


Tommy juga menyatakan ia berminat membawa Goro baru menjadi [[perusahaan publik]] agar bisa dimiliki masyarakat luas.<Ref>
Tommy juga menyatakan ia berminat membawa Goro baru menjadi [[perusahaan publik]] agar bisa dimiliki masyarakat luas.<Ref>[https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/17/171447126/tommy-soeharto-siapkan-goro-melantai-di-bursa Tommy Soeharto Siapkan Goro Melantai di Bursa]</ref> Dalam perkembangannya, Goro juga kemudian memperluas bisnisnya dengan membuka minimarket yang diklaim dibangun bersama komunitas.<Ref>[https://bisnis.tempo.co/read/1284588/goro-milik-tommy-soeharto-buka-minimarket-di-jatibening/full&view=ok GORO Milik Tommy Soeharto Buka Minimarket di Jatibening]</ref> Pada akhir 2019, Goro disebutkan memiliki 25 gerai (grosir dan minimarket), ditambah akan berekspansi lagi menjadi 120.<Ref>[https://insight.kontan.co.id/news/perusahaan-tommy-soeharto-makin-ekspansif-mengembangkan-jaringan-gerai-goro PERUSAHAAN TOMMY SOEHARTO...]</ref> Selain itu, Goro Cibubur juga diklaim bertumbuh sebanyak 23-25% hanya beberapa bulan setelah dibuka.<ref>[https://mix.co.id/marcomm/news-trend/jelang-grand-launching-goro-cibubur-tumbuh-23/ Jelang Grand Launching, Goro Cibubur Tumbuh 23%]</ref> Akan tetapi, sayangnya gerai di Cibubur hanya bertahan sampai 16 Desember 2020,<ref>[https://www.cnbcindonesia.com/news/20210421081854-4-239445/cerita-tommy-soeharto-buka-goro-cibubur-2018-tutup-2020 Cerita Tommy Soeharto Buka GORO Cibubur 2018 & Tutup 2020]</ref> untuk kemudian pindah ke [[Icon City Walk]], [[Cimone, Karawaci, Tangerang|Cimone, Tangerang]], yang bisa dikatakan kurang begitu sukses.<Ref>[https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5540818/pindah-ke-mal-begini-penampakan-goro-supermarket-tommy-soeharto Pindah ke Mal, Begini Penampakan Goro Supermarket Tommy Soeharto]</ref> Gerai Goro ini diresmikan pada 12 April 2021.<ReF>[https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/12/icon-walk-mall-cimone-tangerang-resmi-menghadirkan-goro-super-grosir Icon Walk Mall Cimone Tangerang Resmi Menghadirkan GORO Super Grosir]</ref>
{{Cite web |url=https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/17/171447126/tommy-soeharto-siapkan-goro-melantai-di-bursa |title=Tommy Soeharto Siapkan Goro Melantai di Bursa |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506185907/https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/17/171447126/tommy-soeharto-siapkan-goro-melantai-di-bursa |dead-url=no }}
</ref> Dalam perkembangannya, Goro juga kemudian memperluas bisnisnya dengan membuka minimarket yang diklaim dibangun bersama komunitas.<Ref>
[https://bisnis.tempo.co/read/1284588/goro-milik-tommy-soeharto-buka-minimarket-di-jatibening/full&view=ok GORO Milik Tommy Soeharto Buka Minimarket di Jatibening]{{Pranala mati|date=Januari 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}
</ref> Pada akhir 2019, Goro disebutkan memiliki 25 gerai (grosir dan minimarket), ditambah akan berekspansi lagi menjadi 120.<Ref>
{{Cite web |url=https://insight.kontan.co.id/news/perusahaan-tommy-soeharto-makin-ekspansif-mengembangkan-jaringan-gerai-goro |title=PERUSAHAAN TOMMY SOEHARTO... |access-date=2022-05-06 |archive-date=2023-01-31 |archive-url=https://web.archive.org/web/20230131171828/https://insight.kontan.co.id/news/perusahaan-tommy-soeharto-makin-ekspansif-mengembangkan-jaringan-gerai-goro |dead-url=no }}
</ref> Selain itu, Goro Cibubur juga diklaim bertumbuh sebanyak 23-25% hanya beberapa bulan setelah dibuka.<ref>{{Cite web |url=https://mix.co.id/marcomm/news-trend/jelang-grand-launching-goro-cibubur-tumbuh-23/ |title=Jelang Grand Launching, Goro Cibubur Tumbuh 23% |access-date=2022-05-06 |archive-date=2021-06-21 |archive-url=https://web.archive.org/web/20210621020930/https://mix.co.id/marcomm/news-trend/jelang-grand-launching-goro-cibubur-tumbuh-23/ |dead-url=no }}</ref> Akan tetapi, sayangnya gerai di Cibubur hanya bertahan sampai 16 Desember 2020,<ref>{{Cite web |url=https://www.cnbcindonesia.com/news/20210421081854-4-239445/cerita-tommy-soeharto-buka-goro-cibubur-2018-tutup-2020 |title=Cerita Tommy Soeharto Buka GORO Cibubur 2018 & Tutup 2020 |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-12 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220512084632/https://www.cnbcindonesia.com/news/20210421081854-4-239445/cerita-tommy-soeharto-buka-goro-cibubur-2018-tutup-2020 |dead-url=no }}</ref> untuk kemudian pindah ke [[Icon Walk]], [[Cimone, Karawaci, Tangerang|Cimone, Tangerang]], yang bisa dikatakan kurang begitu sukses.<Ref>
{{Cite web |url=https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5540818/pindah-ke-mal-begini-penampakan-goro-supermarket-tommy-soeharto |title=Pindah ke Mal, Begini Penampakan Goro Supermarket Tommy Soeharto |access-date=2022-05-06 |archive-date=2022-05-06 |archive-url=https://web.archive.org/web/20220506185919/https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5540818/pindah-ke-mal-begini-penampakan-goro-supermarket-tommy-soeharto |dead-url=no }}
</ref> Gerai Goro ini diresmikan pada 12 April 2021.<ReF>
{{Cite web |url=https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/12/icon-walk-mall-cimone-tangerang-resmi-menghadirkan-goro-super-grosir |title=Icon Walk Mall Cimone Tangerang Resmi Menghadirkan GORO Super Grosir |access-date=2022-05-06 |archive-date=2021-05-15 |archive-url=https://web.archive.org/web/20210515204917/https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/12/icon-walk-mall-cimone-tangerang-resmi-menghadirkan-goro-super-grosir |dead-url=no }}
</ref>


==Rujukan==
==Rujukan==
{{reflist}}
{{reflist}}


==Pranala Luar==
== Pranala luar ==
*[https://twitter.com/gorogrosir/ Twitter Goro (tidak aktif sejak Oktober 2020)]
*[https://twitter.com/gorogrosir/ Twitter Goro (tidak aktif sejak Oktober 2020)] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20220506222214/https://twitter.com/gorogrosir |date=2022-05-06 }}
*[https://www.facebook.com/gorogrosir/ Facebook Goro (tidak aktif sejak Oktober 2020)]
*[https://www.facebook.com/gorogrosir/ Facebook Goro (tidak aktif sejak Oktober 2020)] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20220511014236/https://www.facebook.com/gorogrosir/ |date=2022-05-11 }}


[[Kategori:Perusahaan ritel Indonesia]]
[[Kategori:Perusahaan ritel Indonesia]]

Revisi terkini sejak 7 Agustus 2023 20.51

Goro (singkatan dari "Gotong Royong")[1][2] adalah sebuah jaringan toko grosir (perkulakan) yang ada di Indonesia. Perkulakan yang dalam sejarahnya lekat dengan anak bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra (Tommy) ini muncul sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1995 dan 2018.[3] Layaknya banyak bisnis Tommy lainnya, Goro pun dipengaruhi banyak kontroversi, terutama kasus korupsi yang menjerat sang "Pangeran Cendana" tersebut.

Goro (1995-2004)[sunting | sunting sumber]

Kelahiran[sunting | sunting sumber]

Inkarnasi dari Goro versi pertama berada di bawah pengelolaan PT Goro Yudhistira Utama, yang lahir dari kerjasama antara pihak swasta dan koperasi. Dari pihak swasta, ada Tommy dan Ricardo Gelael (anak Dick Gelael pemilik Gelael Supermarket) yang membawa bendera PT Goro Batara Sakti (dimiliki 80% oleh Tommy/Humpuss dan 20% oleh Ricardo)[4] dengan kepemilikan 35%, sedangkan dari pihak koperasi memegang sisanya yang terdiri dari INKUD (Induk Koperasi Unit Desa) 25%, Koperasi Warung Goro 20%, KOPEG (Koperasi Penyalur Bulog) 6%, INKOPKAR (Induk Koperasi Karyawan) 5%, INKOPAD (Induk Koperasi Angkatan Darat) 2,5%, INKOPOL (Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia) 2,5%, dan INKOPAU (Induk Koperasi Angkatan Udara) 2,5%.[5] Menurut suatu sumber, pendirian Goro bermula ketika Tommy, Ricardo dan Menkop Subiakto Tjakrawerdaya berkonsultasi mendirikan perusahaan grosir yang kemudian diterima oleh INKUD. Goro dikonsepkan sebagai perkulakan dimana koperasi dan pedagang kecil bisa membeli barang-barang dagangan mereka dengan harga yang lebih murah, sehingga mereka diuntungkan. Koperasi saat itu ditafsirkan terlalu kecil dan terpecah-pecah, tidak memiliki pusat grosirnya sehingga sulit meningkatkan penjualan mereka, padahal mereka memiliki potensi yang besar. Selain itu, Goro juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat kota untuk memenuhi kebutuhan mereka.[1] Goro didirikan pada 1993,[6] dan awalnya kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Goro Batara Sakti 60%, Yayasan Bulog 10% dan INKUD 30% sebelum berubah struktur kepemilikannya seperti di atas.[7]

Gerai pertama Goro berada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan (saat ini lahannya menjadi apartemen Niffaro Park) yang diresmikan pada 12 Juli 1995 oleh Presiden Soeharto di Hari Koperasi ke-48. Perkulakan yang memakan investasi Rp 11 miliar ini diklaim sebagai toko grosir terbesar di Asia Tenggara dan mulai beroperasi sejak 26 Juli 1995, dengan omset kira-kira Rp 350 juta/hari.[1] Nama "Goro" (Gotong Royong) dipilih karena merefleksikan bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial berkecenderungan saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain dan perlu saling membantu.[7] Tidak hanya direncanakan sebagai toko grosir, Goro juga memiliki visi untuk membentuk Kerja Sama Operasi dengan sejumlah koperasi serba usaha yang belum memiliki modal kuat, dengan pengelolaannya dikendalikan Goro dan keuntungannya 60% untuk koperasi. Layaknya perkulakan lain seperti Makro, pengunjung Goro harus mendaftar sebagai anggota, yang ditujukan pada pengusaha dan pedagang kecil maupun koperasi.[1] Anggota/partner dari koperasi dijanjikan bisa mendapat diskon 3-4,5% jika berbelanja grosir di Goro.[8] Tidak hanya mekanisme keanggotaannya, Goro ikut mereplikasi banyak sistem dan teknik dari Makro yang merupakan pionir perkulakan di Indonesia.[9]

Tidak lama kemudian, Goro telah memiliki gerai baru di daerah Kelapa Gading (sekarang menjadi gudang Lazada); Pekayon (saat ini tengah dibangun Pakuwon Mall, Bekasi) dan Ujungpandang; mengembangkan unit baru bernama Pusat Distribusi Goro; mengadakan berbagai seminar koperasi;[10] dan membentuk kemitraan dengan pedagang kecil/pasar tradisional dalam bentuk Warung Goro pada Maret 1998 yang rencananya sebanyak 400 cabang.[11][5] Warung Goro memiliki 1.700 produk, dan ditargetkan ada di seluruh Indonesia.[12] Gerai Goro Kelapa Gading, yang dibangun dengan modal Rp 25 miliar[13] diresmikan pada 7 Oktober 1996[9] dengan menjual 20.000 produk, dan target keuntungan Rp 600-900 juta/hari. Sedangkan gerai di Ujungpandang (bernama Goro Puskud Hasanuddin) diresmikan pada 19 Juni 1997. Berbeda dengan yang ada di Jakarta, Goro di Ujungpandang ini tidak dimiliki oleh PT Goro Yudhistira Utama/Batara Sakti melainkan oleh PUSKUD Hasanuddin, meskipun "meminjam" nama dari Goro Jakarta.[14] Tidak hanya itu, Goro berencana membangun gerai di Surabaya dan membuka 5 lagi di Jakarta hingga awal 1998.[15][10] Salah satunya direncanakan akan berkongsi dengan Bakrieland Development dalam PT Bakrie Goro Land.[16] Selain itu, di luar bisnis grosir, nama "Goro" juga digunakan pada beberapa hal yang berkaitan dengan balap mobil di dalam maupun luar negeri, mengingat Tommy memang dikenal cukup menyukai hal tersebut.[17][18]

Perubahan kepemilikan[sunting | sunting sumber]

Pada 4 Mei 1998, INKUD kemudian mengakuisisi seluruh saham PT Goro Batara Sakti (Tommy dan Ricardo) di PT Goro Yudhistira Utama senilai Rp 140 miliar.[5] Penjualan ini terjadi setelah IMF meminta Tommy dan Ricardo agar melepas sahamnya itu, karena dianggap mendapat kredit murah untuk koperasi dari pemerintah sehingga menghalang-halangi reformasi IMF. Mulanya, Tommy dan Ricardo berusaha menawarkannya pada investor asing, namun tidak ada yang berminat. Pemerintah, melalui Menkop Subiakto membujuk agar INKUD mau membeli saham tersebut, dan Ricardo kemudian menemui pimpinan INKUD untuk bernegosiasi. Negosiasi antara INKUD (lewat sebuah tim khusus pimpinan H. M. Rapi'i, ketua INKUD) dan Tommy-Ricardo awalnya cukup rumit, karena INKUD meminta adanya audit oleh auditor dan biaya Rp 115 miliar, namun Ricardo menolak. Tawar-menawar terjadi dengan Ricardo mengusulkan Rp 250 miliar, 192 miliar, 150 miliar dan INKUD Rp 128 miliar, yang akhirnya keduanya bersepakat seperti angka diatas, ditambah penjualannya telah disetujui IMF.[14][9] Pada saat yang sama, saham Tommy dan Ricardo di PT Goro Batara Sakti juga dilepaskan kepada INKUD (52%) dan PUSKUD (48%),[9][14] yang kemudian juga mengoperasikan Goro selain PT Goro Yudhistira.[19][20] Pihak INKUD beralasan pembelian itu dilakukan karena mereka sudah menjadi pemegang saham sebelumnya, memang membutuhkan pusat grosir tersebut untuk koperasi dan keuntungannya yang mencapai Rp 700 juta-1 miliar untuk satu gerai/hari.[21]

Sayangnya, tidak lama setelah penjualan itu, Goro mengalami tekanan yang hebat dengan munculnya Kerusuhan Mei 1998. Dalam kerusuhan 3 hari itu, gerai pertama Goro di Pasar Minggu ludes dan hancur dijarah dan dibakar, sedangkan gerai lainnya di Bekasi habis dirampas isinya oleh perusuh.[14] Diperkirakan, kerugian dari kerusuhan yang membuat Goro hanya menyisakan 1 gerai utama di Kelapa Gading ini mencapai Rp 81,2 miliar. Ketua INKUD, Nurdin Halid yang kemudian didapuk menjadi Presiden Direktur PT Goro Yudhistira Utama pasca penjualan saham oleh Tommy dan Ricardo (Ricardo sebelumnya adalah Dirut), melihat kerusuhan itu juga merugikan petani yang menyuplai barang dan masyarakat, sehingga rencananya Goro yang rusak dibangun lagi. Tidak hanya itu, Goro juga menjanjikan bahwa perkulakan miliknya yang sedang dibangun di Margonda, Depok (saat ini menjadi apartemen Saladdin Square) akan tetap dilanjutkan dengan investasi Rp 30 miliar. Selain itu, Goro pun juga harus menghadapi hal-hal seperti tagihan dari pemasok dan pembangun gedung yang mencapai Rp 50 miliar rupiah,[22][14] dan tercatat merugi (meskipun menurut pengelola barunya tidak apa-apa karena mereka lebih mengutamakan jaringan kerjasama Goro bersama koperasi).[23] Akan tetapi, kemudian Goro berhasil menyelesaikan gedung di Depok yang diresmikan oleh Menkop (baru) Adi Sasono pada 17 September 1999 dan memperbaiki gerai Goro di Bekasi, sehingga Goro kembali memiliki 3 gerai (kecuali Pasar Minggu yang ditutup permanen) dan 1 toko lainnya di Ujungpandang (Makassar).[24] Tidak hanya itu, nama Goro kemudian diubah menjadi Perkulakan 33 Goro, yang bisa dikatakan berbau politik karena angka 33 adalah nomor urut Golkar di Pemilu 1999.[25][14] Perubahan nama ini diharapkan mampu membersihkan citra Goro dari nama Tommy.[9] Goro kemudian juga berusaha merintis minimarket bernama Go's Mart,[26] dan kemitraan bersama perusahaan ritel lainnya.[27]

Penutupan[sunting | sunting sumber]

Akan tetapi, kemudian Goro justru tersandung skandal yang melibatkan pemilik lamanya (Tommy, Ricardo dan beberapa pihak lainnya) terkait Goro Kelapa Gading sehingga namanya makin jelek di mata publik. Pendapatan Goro di 4 gerainya pun melorot, dengan Kelapa Gading turun mencapai Rp 400 juta, Bekasi Rp 250 juta, Depok Rp 100 juta dan Makassar 50 juta pada 2004, dan Goro bahkan harus menunggak gaji karyawannya.[9] Belum lagi tantangan muncul dari keberadaan hipermarket baru di beberapa daerah, seperti Giant di Bekasi.[28] Sejak Juli 2003, Goro pun mulai menunggak pembayaran dan mulai April 2004 berhenti membayar barang dari distributor.[9] Maka, pada 27 Agustus 2003, untuk memperbaiki kondisinya, INKUD menjual Goro kepada mantan Menkop Adi Sasono dan Lulu Harsono[29] sebesar Rp 82,5 miliar yang direncanakan akan dibayar dalam 3 tahap. Sayangnya, Adi saat itu lebih sibuk berkampanye untuk Partai Merdeka pimpinannya menjelang Pemilu 2004, membuat Goro tidak terurus. Muncul rumor dana yang seharusnya untuk rehabilitasi Goro justru dipakai untuk berkampanye partai Adi.[9]

Tunggakan hutang itu membuat sejumlah distributor meradang. Pada 25 Maret 2004, tiga penyalur yaitu PT Enseval Putra Megatrading, PT Bali Jeff Marketindo dan PT Mulia Raya Agrijaya menggugat pailit pengelola Goro, PT Goro Batara Sakti. Pengajuan pailit yang dilakukan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat ini diajukan karena ketiganya (yang sebenarnya mewakili 93 penyalur lain) merasa bahwa perkulakan Goro sulit ditagih pasca pergantian kepemilikan, walaupun masih menunggak sebanyak Rp 27 miliar kepada 600 penyalur yang sudah jatuh tempo dari lama.[29][30] Menurut ketiganya mereka telah berkali-kali menagih dan mendatangi toko Goro, namun mereka selalu pulang dengan tangan hampa. Goro memang sempat mengeluarkan bilyet giro untuk membayar utang-utangnya, tetapi saat hendak dicairkan ternyata dananya kosong dan rekeningnya telah ditutup. Mereka menuntut agar 3 gerai Goro di Depok, Kelapa Gading dan Pekayon disita. Pihak PT Goro Batara Sakti berencana mengajukan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) sebagai respon gugatan pailit tersebut.[31]

Dengan masalah yang makin banyak, perlahan-lahan kematian Goro pun hanya menunggu waktu. Hutang yang menumpuk membuat sejumlah UMKM yang merupakan penyalur ke Goro bangkrut, sedangkan distributor besar tidak mau menyalurkan barang, sehingga akhirnya barang yang disediakan di gerai-gerai Goro menyusut dan konsumen meninggalkannya. Meskipun Nurdin Halid sempat menjanjikan akan membeli Goro kembali bersama seorang partner setelah kegagalan Adi-Lulu, namun tidak terealisasi.[9] Maka, berakhirlah nasib Goro pada tahun tersebut, dengan gerai-gerainya ditutup[9][28] dimana beberapa dibiarkan terbengkalai saja seperti di Bekasi sampai beberapa tahun kemudian.[32]

Saat kasus pailit pertama masih disidangkan, Forum Komunikasi Karyawan Goro (FKKG) ikut menggugat pailit Goro pada 1 Desember 2005 karena masih menunggak gaji, pesangon dan biaya 1.000 karyawan lainnya senilai Rp 20 miliar. Meskipun toko Goro sudah tutup, namun nasib mereka mengambang karena terus dijanjikan investor baru yang tidak pasti tanpa adanya niat PHK.[33] Kemudian, pihak Adi dan Lulu menjanjikan, bahwa Goro yang sudah tidak beroperasi akan dihidupkan dari investor baru bernama PT Tridatama Kertakarya dan World Index Investment, yang dijanjikan akan masuk pada awal 2006, sehingga pailit dari FKKG dicabut pada 1 Maret 2006.[34] Sayangnya, gugatan distributor pada akhirnya tetap berjalan dan berakhir tragis dengan membuahkan status pailit pada PT Goro Batara Sakti.[35][36] Pailit itu bahkan membuat gaji karyawan yang tertunggak itu baru bisa dibayar pada Agustus 2012.[37]

Kasus Goro[sunting | sunting sumber]

Setelah kejatuhan Orde Baru, Goro sebagai perusahaan yang lekat dengan keluarga Cendana harus menerima nasib sial karena telah dianggap melakukan berbagai tindak korupsi yang merugikan negara.

Penjualan saham[sunting | sunting sumber]

Saat Tommy dan Ricardo melepaskan saham di PT Goro Batara Sakti dan Goro Yudhistira Utama kepada INKUD, rumor beredar bahwa dana untuk membeli saham keduanya tidak diambil murni dari kas INKUD, melainkan dari dana Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC). Layaknya Goro, BPPC juga dipengaruhi oleh Tommy yang menjadi pimpinannya, dan ada peran INKUD di sana. Tommy disebut-sebut sedang melepaskan kewajibannya untuk menyerahkan dana Sumbangan Wajib Khusus Petani (SWKP) yang diperkirakan mencapai Rp 1 triliun di BPPC, namun tidak pernah "nampak" sehingga diduga Tommy menukar uang itu dengan saham Goro.[38] Isu ini sempat diangkat oleh Menkop baru di era B.J. Habibie, Adi Sasono yang bahkan berencana membentuk sebuah tim khusus dan mengaudit keuangan penjualan itu,[39] namun dibantah oleh manajemen Goro yang baru di bawah Nurdin Halid.[40] Meskipun demikian, pada 2002, majalah Tempo sempat melaporkan bahwa petani cengkih di Sulawesi Utara, mengadu dana mereka senilai Rp 1,9 triliun "lenyap", diduga karena pembelian saham Goro yang melibatkan Tommy dan Nurdin.[41] Selain itu, Tommy dan Ricardo dianggap melepaskan kewajibannya begitu saja dengan membiarkan Goro terjebak dalam hutang ketika mereka menjual perusahaan perkulakan ini.[42][21] Rumor lain juga menyatakan dana pembelian Goro tersebut diambil dari dana sosialisasi briket batubara yang dilakukan pemerintah.[43] Hal ini karena Goro pernah diberikan dana Rp 53 miliar oleh pemerintah demi promosi briket sebelum Soeharto jatuh.[5]

Goro Makassar[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Goro Puskud Hasanuddin di Makassar dituduh melibatkan praktik korupsi. Pada tahun 1998, Nurdin Halid sempat diperkarakan terkait pembelian tanah, gudang, dan pembangunan pusat perkulakan itu.[44]

Tukar guling lahan[sunting | sunting sumber]

Kasus Goro yang paling terkenal adalah mengenai tukar guling (ruislag) tanah antara PT Goro Batara Sakti (GBS) yang (pernah) dimiliki Tommy dan Ricardo. Ceritanya bermula ketika Ricardo dan Tommy ingin membangun gerai Goro di Kelapa Gading pada tahun 1994,[45] dan kemudian meminta kerjasama dengan Dirut Bulog Ibrahim Hasan yang melaporkannya kepada presiden pada 14 April 1994.[46] Meskipun demikian, saat itu proyeknya belum berjalan lancar, sampai kedatangan Beddu Amang sebagai ketua Bulog baru pada 16 Februari 1995. Keesokan harinya, Beddu langsung meneken nota kesepahaman (MoU) bernomor No. 001/Bulog-Sas/11/1995, kali ini dengan perusahaan milik Tommy lainnya bernama PT Sekar Artha Sentosa yang ditandatangani dengan Tommy sebagai dirut PT Sekar. MoU bersama Bulog itu berisi kesepakatan untuk menukar lahan gudang Bulog sebesar 50 hektar di daerah tersebut dengan lahan 125 hektar di daerah Marunda. Selain itu, PT Sekar juga berjanji untuk membangun gudang pengganti milik Bulog di daerah tersebut. Beddu menjustifikasi tindakannya karena gudang tersebut ada di daerah pemukiman sehingga menuai protes masyarakat yang terganggu bongkar-muat barang. Tidak lama kemudian, Beddu mengirim surat ke Presiden Soeharto pada 31 Juli 1995, yang mendapat balasan dari Soeharto pada 11 Oktober 1995 bahwa ia menyetujui isu tersebut. Meskipun surat balasan dari Soeharto belum diterima, Beddu kemudian mengganti (namun tidak membatalkan) MoU sebelumnya dengan MoU baru yang ditandatangani pada 11 Agustus 1995, kali ini langsung dengan PT GBS (diwakili oleh Tommy dan Ricardo sebagai Komisaris Utama dan Direktur Utama) yang menjanjikan hal serupa: tanah di Marunda sebesar 150 hektar, ditambah tanah seluas 3 hektar di Jl. Ahmad Yani untuk dibangun gedung Dolog Jaya yang juga dibongkar akibat proyek Goro, dan 5 rumah dinas di Rawa Domba.[9][47][48][45]

Banyak yang menafsirkan bahwa surat dari Soeharto (lewat surat Mensesneg Moerdiono) sebagai balasan surat Beddu (Surat Mensesneg No. B230/M.Setneg/10/1995) itu dianggap sebagai bukti bantuan istana pada proyek Tommy tersebut. Padahal, menurut aturan yang sudah ada, di SK Menkeu No.350/KMK.03/1993, proses tukar guling yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar harus melalui tender yang sedikitnya diikuti 5 perusahaan peserta dan disetujui presiden. Meskipun Menkeu Mar'ie Muhammad awalnya melihat pelanggaran itu, namun surat/memo balasan Soeharto membuatnya terpaksa melanggar aturan yang sudah ada. Mar'ie sebenarnya sudah mengeluarkan SE Menkeu No. F 464/MK.03/1995 pada 31 Januari 1995 untuk menjawab polemik tukar guling yang tidak menyatakan nama PT GBS sebagai pihak yang ditunjuk, secara ajaib surat dari Mensesneg tersebut "memperbolehkan" PT GBS sebagai pihak yang sudah "ditunjuk" dalam proyek ruislag.[49][50][51] Tidak hanya itu, kemudian Bulog secara "sukarela" meminjamkan gudangnya kepada PT GBS, ketika Ricardo berhasil membujuk Beddu lewat telepon dan surat untuk meminjamkan 4 gudang (dari permintaan 14 gudang) Bulog; dan kemudian dengan atas telepon Beddu, PT GBS pada Januari 1996 sudah melakukan pengosongan dan membongkar gudang-gudang itu (sebanyak 11 gudang) dari Februari-Oktober 1996. Ketika Bulog berusaha menegur Ricardo lewat surat No. B/162/III/02/1996 dan surat No. B/165/III/02/1996 agar tidak mengapa-apakan gudang-gudang Bulog, PT GBS tidak menaatinya. Malahan, puing-puing dan besi gudang itu dijual untuk keuntungan PT GBS (Ricardo dan Tommy) sebanyak Rp 7 miliar.[47] Tidak hanya itu, barang-barang Bulog akhirnya harus dipindahkan ke gudang lainnya dan kemudian Bulog harus membayar sewa kepada Goro.[48] Akhirnya, meskipun melanggar aturan, gerai kedua Goro di Kelapa Gading itu dibuka pada 7 Oktober 1996 bagi umum dalam luas 8 hektar.[9][47] MoU itu kemudian diformalisasikan dalam perjanjian tukar guling pada 7 Februari 1997.[52]

Faktanya, Tommy dan PT GBS masih belum memiliki tanah yang dijanjikan dalam ruislag itu kepada Bulog, meskipun gudang Bulog di Kelapa Gading sudah diganti dengan gedung Goro.[47] Untuk mencari tanah penggantinya, Tommy kemudian bekerjasama dengan Beddu untuk mendapatkan pemilik tanah, dan didapatkanlah Hokiarto (pemilik Bank Hokindo dan rekanan bisnis Bulog) yang memiliki tanah di Marunda sebesar 25 hektar. Untuk membayar biaya tanah tersebut, PT GBS kemudian mencari pinjaman Rp 20 miliar ke Bank Bukopin dengan berusaha menjadikan serfitikat tanah girik 25 hektar eks-Hokiarto sebagai jaminan. Ketika Bank Bukopin tidak menyetujui jaminan tanah girik eks-Hokiarto, Beddu ikut campur dengan memberikan secara gratis deposito Bulog di Bank Bukopin sebesar Rp 23 miliar sebagai pengganti jaminan pinjaman PT GBS. Pinjaman itu kemudian dijadikan uang untuk membayar tanah Hokiarto, namun ia hanya mendapat Rp 16,25 miliar karena sisanya diambil PT GBS. Dalam akta jual beli antara Hokiarto dan PT GBS pada 19 Juli 1996, Hokiarto rupanya menjual tanah 60 hektar, sehingga ia masih kurang 35 hektar tanah namun tidak mampu memenuhinya akibat PT GBS hanya membayarnya dari pinjaman Bukopin yang sudah dipotong. Lagi-lagi, Beddu ikut campur dengan memberikan pinjaman Bulog sebesar Rp 32,5 miliar agar Hokiarto bisa membeli tanah lagi yang sudah ditingkatkan menjadi 71,2 hektar untuk diserahkan ke PT GBS.[47][48][53] Pada akhirnya, janji Tommy dan Ricardo untuk lahan di Marunda maupun gudang pengganti pun tidak terealisasi sama sekali meskipun mereka telah menjanjikannya senilai Rp 192,9 miliar. Keduanya rupanya tidak memiliki dana untuk menepati MoU mereka.[48][51] Bahkan, pada 26 Desember 1997, tanah yang dijanjikan kepada Bulog tersebut, justru sertifikatnya dilepaskan oleh Beddu.[47] Akibat manipulasi dan kongkalikong Tommy-Ricardo dan Beddu-Hokiarto ini, negara diperkirakan merugi Rp 95,5 miliar.[48] Pada 31 Maret 1999, pemerintah kemudian membatalkan perjanjian ruislag antara PT GBS dan Bulog. Selain karena PT GBS gagal memberi tanah pengganti yang dijanjikan, juga karena Goro menunggak ganti rugi Rp 4,7 miliar dan biaya sewa Rp 8,7 miliar (atau 12% saham Goro) ke Bulog.[54]

Pengusutan 1998-2004[sunting | sunting sumber]

Tidak lama setelah kejatuhan Orde Baru, kasus Goro segera diusut pemerintah. Pada November 1998, Kejaksaan Agung membentuk tim khusus demi menyelidiki kasus ini.[55] Tommy kemudian diperiksa oleh Kejagung pada 23-25 November 1998,[56] dan pada 9 Desember 1998 resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama Ricardo.[57] Beddu dan Hokiarto kemudian juga mengalami nasib yang sama,[58] dan pada 19 Februari 1999 Tommy, Beddu dan Ricardo menjadi terdakwa dan kasusnya mulai disidangkan di pengadilan.[46] Dalam persidangan, Tommy membantah tuduhan bahwa ia memengaruhi ayahnya, mantan presiden Soeharto untuk memuluskan ruislag Goro.[59] Anehnya, pada 14 Oktober 1999, Tommy, Ricardo dibebaskan dengan alasan masalah Goro adalah urusan perdata, ditambah alasan tidak ada bukti kuat. Beddu sebelumnya juga dibebaskan pada 14 April 1999 dengan alasan tidak ada jabatan Beddu (anggota MPR) dalam lembaran dakwaan dan ia tidak dapat diusut karena jabatannya. Tidak lama kemudian, Jaksa Penuntut Umum Fachmi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Setelah melalui berbagai persidangan, pada 22 September 2000, hakim Marnis Kahar, Syafiuddin Kartasasmita dan R. Sunu Wahadi[60] justru menghukum Tommy dan Ricardo dengan hukuman 18 bulan penjara, denda Rp 30 miliar dan Rp 7,67 miliar masing-masing untuk Tommy dan Ricardo. Menurut istri kedua Syafiuddin Iwah Setiawati, suaminya pernah ditawar Tommy uang Rp 5-20 miliar untuk memutus bebas dirinya, namun sang hakim menolak.[61][62]

Tidak lama kemudian, pada 2 dan 3 Oktober 2000, Ricardo dan Tommy mengajukan grasi ke Presiden Abdurrahman Wahid, dan mengajukan Pengajuan Kembali pada 30 Oktober 2000. Ketika akhirnya Gus Dur menolak grasi Tommy dan Ricardo pada 2 November 2000, Tommy lalu melarikan diri ketika hendak dieksekusi.[63] Tommy kemudian dijadikan buron Interpol sejak 10 November 2000, sementara Ricardo memilih mengikuti hukumannya.[64][65][46] Untuk melacak keberadaan Tommy, dilakukan investigasi dan pertemuan dengan kakaknya Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut), Maya Rumantir dan Ardhia Pramesti Regita Cahyani (Tata, istri Tommy saat itu).[66][46] Tommy sempat hampir berhasil ditangkap pada Desember 2000, namun berhasil melarikan diri dengan menipu polisi.[67] Tommy, yang kemudian menyamarkan nama dirinya sebagai "Ibrahim",[68] dituduh pemerintah dan penegak hukum telah berkolusi dengan GAM, mendalangi sejumlah pengeboman, memiliki bunker untuk bersembunyi,[69] dan kemudian dibekukan rekening banknya di 3 bank agar dapat dilacak serta asetnya disita negara.[70][71] Tidak hanya itu, setelah investigasi menemukan dugaan kuat Tommy menyimpan bahan peledak dan senjata api, Tommy dicekal pemerintah ke luar negeri pada 24 Oktober 2001.[72]

Ketika Tommy melarikan diri, ia lalu membayar Mulawarman dan Noval Hadad untuk menembak salah satu hakim yang telah menghukumnya kembali, yaitu Syafiuddin Kartasasmita dengan bayaran Rp 100 juta. Di Jl. Pintu Air Serdang, Kemayoran, keduanya lalu menembak Syafiuddin di Honda CR-V-nya pada 26 Juli 2001 jam 08:00 WIB, menyebabkan ia tewas.[61] Pada 7 Agustus 2001, Noval dan Mulawarman diringkus polisi, dan kemudian Tommy ditetapkan oleh Polri sebagai dalang penembakan tersebut,[73] dengan tawaran Rp 50 juta bagi yang mengetahui keberadaan sang "Putra Cendana".[74] Pada 28 November 2001, Tommy berhasil ditangkap di Bintaro Jaya, Tangerang.[75] Ia lalu disidangkan dan dihukum 15 tahun pada 26 Juli 2002,[64] meskipun sebelumnya pada 1 Oktober 2001 putusan hukuman 18 bulannya atas kasus Goro telah dibatalkan oleh PK dirinya di MA.[76][46] Tommy akhirnya tetap dihukum karena terbukti telah menyimpan senjata api, melakukan pembunuhan berencana, menghalang-halangi kinerja pegawai pemerintah, dan lainnya.[77] Melalui remisi beberapa kali dan PK di MA atas putusan pembunuhannya tersebut, akhirnya Tommy hanya dipenjara hingga 1 November 2006, kurang dari setengah masa hukumannya yang aslinya.[64][61] Kritikus menganggap hukuman Tommy dipotong karena pengaruhnya sebagai anak mantan presiden, meskipun dibantah Wapres Jusuf Kalla saat itu yang menyatakan Tommy dibebaskan sesuai prosedur.[78] Sementara itu, rekan Tommy di Goro, Ricardo Gelael bebas setelah mendapatkan remisi pada 17 Agustus 2001[46] yang berarti memotong hukuman yang sudah dijalaninya dan membebaskannya lebih cepat.[79] Konon, baik Tommy maupun Ricardo ditahan dalam "sel" yang mewah di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, dengan fasilitas seperti kulkas, televisi, laptop, pendingin udara, ditambah dengan jam besuk yang lama.[80]

Sementara Tommy melarikan diri dan Ricardo ditahan, pengadilan kemudian melanjutkan sidang akan kasus Goro. Pengadilan kemudian memanggil beberapa saksi, seperti mantan Mensesneg Moerdiono, mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad, beberapa pejabat PT GBS seperti Candra Purnomo, Ken Leksono, John Ramses, dan Arioanto Priambodo.[50] Setelah diperiksa kembali Kejagung pada 12 Oktober 2000,[81] Beddu kemudian juga dijadikan tersangka kembali sejak 28 November 2000,[82] dengan persidangannya mulai diadakan pada awal 2001.[83] Beddu membantah tuduhan korupsi padanya dengan alasan ia hanya melaksanakan kebijaksanaan pemerintah,[84] dan mengaku Bulog masih untung Rp 9 miliar ditambah tidak adanya kerugian negara.[85] Pada 6 November 2001, Beddu divonis 2 tahun penjara dengan ganti rugi Rp 5 miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.[86] Ketika Beddu banding di Pengadilan Tinggi Jakarta, pada 27 Agustus 2002 hukumannya diperberat menjadi 4 tahun.[87] Berusaha mengajukan PK ke MA namun gagal,[88] sejak 8 Mei 2006 Beddu sudah bebas bersyarat setelah menjalani hukuman dan membayar dendanya.[89] Lain lagi dengan terdakwa lain, Hokiarto. Ia tidak seperti tiga tersangka (Tommy, Beddu dan Ricardo) yang sempat bebas, sejak September 1999 ia harus menjalani tahanan kota. Setelah menjadi saksi pada kasus tiga terdakwa lain, kasus Hokiarto dilimpahkan ke pengadilan pada 19 Juli 2002 dan mulai disidangkan pada 12 Agustus 2002.[90] Hokiarto dituduh merugikan negara sebanyak Rp 52,5 miliar,[91] namun ia membantahnya dan justru merasa dirugikan karena pembayaran dari PT GBS belum diterimanya.[92] Sempat kemudian dibebaskan pada 5 September 2002 dengan alasan dakwaan kurang memenuhi syarat,[93] Hokiarto kembali disidang pada Maret 2004 dengan alasan sebagai pelaku utama,[94] namun kemudian tidak jelas akhirnya. Hokiarto kemudian baru tertangkap dan ditahan pada 2017 karena kasus lainnya yang tidak berhubungan.[95]

Gugatan perdata 2007-2008[sunting | sunting sumber]

Setahun setelah Tommy bebas, pada Agustus 2007, pengadilan kembali menyidangkan gugatan perdata atas kerugian negara Rp 95 miliar kepada Tommy, beserta kasus Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh, Timor Putra Nasional dan PT Sempati Air.[96] Kali ini, Bulog melalui jaksa pengacara negara (Kejagung) langsung menggugat PT GBS (sebagai tergugat 1), Tommy (sebagai tergugat 2), Ricardo (sebagai tergugat 3) dan Beddu (sebagai tergugat 4). Bulog menuntut ganti rugi materil sebesar Rp 244 miliar, immateril Rp 100 miliar dan bunga atas ganti rugi materiil dan immateril sebesar Rp 206,52 miliar.[97] Alasannya, para tergugat sudah melakukan pemufakatan yang menyebabkan kerugian negara dan tukar guling PT GBS-Bulog tidak dilakukan sesuai kapasitasnya.[98] Kasus yang terdaftar dengan nomor perkara 1228/Pdt.G/2007/PN Jaksel pada 22 Agustus 2007 ini diajukan sebagai upaya pemerintah memperpanjang pembekuan rekening Tommy di BNP Paribas Guernsey yang hanya boleh diperpanjang jika Tommy terbukti bersalah.[99][96][100][101]

Menghadapi gugatan itu, pada 27 Desember 2007,[97] Tommy menggugat balik Bulog dengan alasan pencemaran nama baik, dengan tuntutan ganti rugi materil US$ 985 juta (Rp 9,25 triliun) dan inmateril Rp 1 triliun.[102] Pihak Goro juga sempat keberatan dan berusaha membatalkan tuntutan itu dengan alasan PT GBS sudah pailit, sehingga gugatan itu tidak layak, namun ditolak pada 17 Desember 2007.[103] Sempat juga berusaha menjalani mediasi dan menawarkan sejumlah aset (uang, tanah, dll) untuk Bulog,[104][105] namun gagal. Akhirnya, pada putusan yang dibacakan di PN Jakarta Selatan (tempat gugatan diajukan), gugatan perdata Bulog kepada Tommy pun ditolak dan sebaliknya Tommy sukses memaksa Bulog membayar Rp 5 miliar dari gugatan pencemaran nama baiknya.[106] Goro dianggap sudah membayar kewajibannya dengan kasus kepailitannya dan Tommy-PT GBS tidak bersalah.[107] Meskipun Bulog sempat merencanakan banding, pada 19 Maret 2008 Bulog dan PT GBS pun berdamai.[108]

Kasus gula[sunting | sunting sumber]

Pada 16 Januari 2001, perusahaan gula Uni Emirat Arab PT Al Khaleej Sugar Co., melaporkan PT Goro Batara Sakti yang dituduh mencuri 100.000 ton gula dari gudang miliknya. Pencurian gula itu diduga terjadi pada 12 Desember 2001, ketika manajer operasional Goro, Hamka BK membobol gudang Al Khaleej di Jl. Agung Karya VIII, Sunter, Jakarta Utara dengan rekan-rekannya. Gula itu dirampas ketika seharusnya PT GBS membayar 20% uang muka dari gula impor yang direncanakan dibeli oleh PT GBS dari Al Khaleej pada 1999. Pimpinan Goro, Nurdin Halid, saat itu direncanakan akan diperiksa polisi.[109]

Goro (2018-sekarang)[sunting | sunting sumber]

Di bawah PT Berkarya Makmur Sejahtera (terkait Partai Berkarya), pada 17 Oktober 2018 Tommy (bersama dua saudarinya Mamiek dan Titiek) membuka kembali cabang pertama perkulakan Goro miliknya di Cibubur, Jakarta Timur[3] seluas 5.600 meter persegi. Goro mengambilalih perkulakan SaveMax yang kemudian diubah menjadi gerai Goro baru, dan diklaim berbeda dari Goro yang lama. Goro versi baru ini kemudian baru diresmikan pada 7 April 2019, dan memiliki visi demi memajukan ekonomi UMKM, petani, peternak dan pedagang kecil dengan gotong royong, terkhususnya pada pembinaan mereka. Goro diklaim barang-barangnya cukup banyak disuplai oleh UMKM yang mudah diakses masyarakat luas, karena itu harganya lebih murah.[110] Tommy (yang menjadi Presiden Komisaris di PT Berkarya) menyatakan bahwa Goro akan dikembangkan untuk ada di masing-masing provinsi, kecamatan, kabupaten, kota dan desa dengan "Goro Channeling". Goro diklaim pada 2019 sudah memiliki cabang di Cibubur, Surabaya, Wonosobo, Bandung, Papua dan memiliki total 69 warung (e-warung Goro), belum lagi diperluas secara daring maupun konversi/ganti nama dari toko sebelumnya.[111] Selain itu, Goro sudah menggandeng 8 koperasi dan 5000 pelanggan di Cibubur (2019), ditambah juga 50 komunitas dan lebih dari 100 UMKM. Goro memiliki target untuk berekspansi 6 gerai baru pada tahun 2019.[2][3] Sekilas, kerjasama yang ditawarkan mirip dengan Goro lama, dengan menawarkan bantuan kerja sama operasi dengan sejumlah toko kecil, ditambah pelatihan yang dilakukan oleh Goro. Para toko yang dibantu dan dilatih itu diharapkan juga membantu masyarakat sekitarnya.[3]

Tommy juga menyatakan ia berminat membawa Goro baru menjadi perusahaan publik agar bisa dimiliki masyarakat luas.[112] Dalam perkembangannya, Goro juga kemudian memperluas bisnisnya dengan membuka minimarket yang diklaim dibangun bersama komunitas.[113] Pada akhir 2019, Goro disebutkan memiliki 25 gerai (grosir dan minimarket), ditambah akan berekspansi lagi menjadi 120.[114] Selain itu, Goro Cibubur juga diklaim bertumbuh sebanyak 23-25% hanya beberapa bulan setelah dibuka.[115] Akan tetapi, sayangnya gerai di Cibubur hanya bertahan sampai 16 Desember 2020,[116] untuk kemudian pindah ke Icon Walk, Cimone, Tangerang, yang bisa dikatakan kurang begitu sukses.[117] Gerai Goro ini diresmikan pada 12 April 2021.[118]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Dharmasena". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  2. ^ a b "GORO Cibubur Resmi Diluncurkan Tommy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  3. ^ a b c d "Tommy Soeharto dan Polesan Baru Bisnis Retail GORO". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  4. ^ "Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 28-36". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  5. ^ a b c d "Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 9-10". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  6. ^ "Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 6,Masalah 39-44". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  7. ^ a b "Menggali potensi membangun negeri: Humpuss mengabdi". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  8. ^ "JP/New Goro center for North Jakarta". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-07. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  9. ^ a b c d e f g h i j k l "Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 16,Masalah 9-17". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  10. ^ a b "Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 10,Masalah 11-12". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  11. ^ "Tiras, Volume 4,Masalah 10". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  12. ^ "Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 23-24". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  13. ^ "Posisi Beddu Amang Sedang Terpojok". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-11. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  14. ^ a b c d e f "H.A.M. Nurdin Halid, di timur matahari: langkah besar anak guru". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  15. ^ "Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 8,Masalah 24-33". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  16. ^ "JP/Bakrie Land plans to issue rights". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-14. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  17. ^ "JP/Hutomo out of Petronas rally". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  18. ^ "JP/Local driver Arief wins Goro Champ of Champs title". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-13. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  19. ^ "BUKU PERATURAN PERUSAHAAN PT GORO BATARA SAKTI". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  20. ^ "Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 11,Masalah 21-22". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  21. ^ a b "Tempo interaktif, Volume 8". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  22. ^ "Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 10,Masalah 1-10". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  23. ^ "Ummat, Volume 3,Masalah 41-50". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  24. ^ Suara muhammadiyah, Volume 88,Masalah 13-24
  25. ^ "Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 12,Masalah 17-18". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  26. ^ "Eksekutif, Masalah 287-292". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  27. ^ "PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA ASSALAAM HYPERMARKET KARTASURA". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  28. ^ a b "Tempo, Volume 33,Masalah 31-36". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  29. ^ a b "Tiga Suplier Ajukan Pailit terhadap Goro". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-11. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  30. ^ "PT Goro Terjerat Tuntutan Pailit". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  31. ^ "Tanggapi Permohonan Pailit, Goro Ajukan PKPU". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  32. ^ "Bekas Goro Bekasi segera menjadi Mal Pakuwon". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  33. ^ "Goro Dipailitkan, Karyawan Beberkan Bukti-bukti Utang". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-16. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  34. ^ "Permohonan Pailit Terhadap Goro Dicabut". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  35. ^ "D. Pengolahan Data dan Analisis Data". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  36. ^ "Perkara Perdata Perusahaan Umum Bulog >< PT. Goro Batara Sakti". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-05-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  37. ^ "menurut baskom antik ini dia telat tapi ga pa2". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  38. ^ "Soeharto, Bapak Pembangunan atau Bapak Penjarahan Nasional?". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  39. ^ "Soeharto harus diadili". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  40. ^ "ALIH SAHAM GORO AKAN DIUSUT" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2022-08-13. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  41. ^ "Tempo, Volume 31,Masalah 31-36". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  42. ^ "Zaman edan: refleksi pemerintahan Orde Baru selama 32 tahun berkuasa : renungan ramalan Jayabaya Ranggawarsito". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  43. ^ "Pesta pora rezim Soeharto: rekaman dokumentasi media". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  44. ^ "Nurdin Halid: Koperasi, PSSI, dan Merangkul Putra Tokoh DI/TII". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-09-30. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  45. ^ a b "Goro Ditunjuk Pelaksana Ruislag Berkat Memo Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-16. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  46. ^ a b c d e f Kronologi Kasus Tommy Soeharto[pranala nonaktif permanen]
  47. ^ a b c d e f "Pelaksanaan Perjanjian Tukar Guling Ruilslag". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  48. ^ a b c d e "Tommy Soeharto dalam Kasus Bulog". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  49. ^ "Moerdiono: Ruilslag Goro-Bulog Disetujui Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  50. ^ a b “Tukar Guling Goro dan Bulog Seizin Soeharto”[pranala nonaktif permanen]
  51. ^ a b "151 Konspirasi Dunia Paling Gila dan Mencengangkan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  52. ^ "Liku-liku penangkapan Tommy Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  53. ^ "Bayar Rp 32 Miliar, Ini Jejak Koruptor Hok di Kasus Bulog-Goro". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-10-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  54. ^ "Kontroversi Ruilslag: Perspektif Politik Hukum". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  55. ^ "Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 16,Masalah 9-17". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  56. ^ "Kiat Andi Mohammad Ghalib memeriksa KKN Soeharto, keluarga, dan kroninya". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  57. ^ "Panji masyarakat, Bagian 4". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  58. ^ "Jurnal hukum bisnis, Volume 5-9". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  59. ^ "Tembok derita Tommy Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  60. ^ "MA Mengganjar Tommy dengan Hukuman 18 Bulan Penjara". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-18. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  61. ^ a b c "Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang Dirancang Tommy Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-07-27. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  62. ^ "Soeparman: Tommy Bisa Dihukum Seumur Hidup". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-14. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  63. ^ "Cerita Tim Kobra polisi tangkap Tommy Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  64. ^ a b c "Rentetan Kasus Hukum Tommy Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  65. ^ "Tommy Soeharto dalam Kasus Bulog". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  66. ^ "Tata Tak Bisa Dipenjara Menggantikan Tommy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  67. ^ "Tommy Suharto escapes - again". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-23. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  68. ^ "Polisi Menuduh Tommy Bekerja Sama dengan GAM". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-11. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  69. ^ "Police break into Suharto bunker". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-26. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  70. ^ "Aset Tommy Soeharto Kembali Disita". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-13. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  71. ^ "Tommy Suharto judge shot dead". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-24. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  72. ^ "Tommy Soeharto Resmi Dicekal". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-07. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  73. ^ "Suharto's son linked to killing". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  74. ^ "Suharto son wanted for $54,000". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-29. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  75. ^ "Menghadang Tommy dari Empat Penjuru". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-07. Diakses tanggal 2022-05-07. 
  76. ^ "Tommy Suharto conviction quashed". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-05-11. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  77. ^ "Keempat Dakwaan Terbukti, Tommy Divonis 15 Tahun Penjara". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  78. ^ "Tommy Suharto bebas". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  79. ^ "Akbar Tanjung, Golkar dan Bulog". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  80. ^ Kisah Sel Mewah 3 Pesohor Lapas Cipinang: Tommy, Ricardo, Freddy[pranala nonaktif permanen]
  81. ^ "Beddu Amang Diperiksa Kejagung". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  82. ^ "Beddu Amang Menjadi Tahanan Rumah". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  83. ^ "Beddu Amang Segera Diadili". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  84. ^ "Beddu Amang Bantah Semua Tuduhan Korupsi". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  85. ^ Pledoi Beddu Amang: Bulog Masih Diuntungkan Rp9 Miliar[pranala nonaktif permanen]
  86. ^ "Beddu Amang Dihukum Dua Tahun Penjara". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  87. ^ "Hukuman Beddu Amang Diperberat Empat Tahun Penjara". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  88. ^ "MA Tolak PK Beddu Amang". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  89. ^ "Beddu Amang Sudah Lunasi Ganti Rugi ke Negara Rp 5 Miliar". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-16. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  90. ^ "Berkas Kasus Ruilslag Bulog Dilimpahkan ke Pengadilan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  91. ^ "Hokiarto Didakwa Merugikan Negara Rp 52,5 miliar". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  92. ^ "Beddu Amang Benarkan Pengakuan Hokiarto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-11. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  93. ^ "Hokiarto Bebas dari Dakwaan Kasus Bulog-Goro". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  94. ^ "Dua Hari Lagi, Hokiarto Akan Disidang". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  95. ^ "Sempat Bebas, Ternyata Dirut Perusahaan Sudah "Nginap" di Cipinang". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  96. ^ a b "Gugatan Perdata Goro Tommy Soeharto Akan Dilimpahkan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-11. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  97. ^ a b "Kasus Ruislag Goro Tommy Soeharto Diputus PN Jaksel". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  98. ^ "Gugatan Perdata Terhadap Goro dibacakan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  99. ^ "Kejaksaan Agung Gugat Tommy Terkait Tukar Guling Bulog". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  100. ^ "Gugatan Perdata Ruislag Goro Tommy Soeharto Dipertajam". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-16. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  101. ^ "Sidang Gugatan Perdata Tommy Soeharto Digelar 17 September". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  102. ^ "Bisnis Merugi, Tommy Gugat Balik Bulog Rp 10 Triliun". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  103. ^ "Keberatan Goro Ditolak, Sidang Bulog vs Tommy Berlanjut". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-11. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  104. ^ "Kasus Tommy tetap disidangkan". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  105. ^ Tommy Soeharto tawarkan...
  106. ^ "Pengadilan Menangkan Tommy Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  107. ^ "Tommy dinyatakan 'tak bersalah'". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  108. ^ "Tommy Kalahkan Lagi Pemerintah". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  109. ^ "JP/Nurdin to be questioned in Goro Batara Sakti case". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  110. ^ "Tommy Soeharto Ungkap Rahasia Harga Goro Lebih Murah dari Pasar". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  111. ^ "Akan Bangun Goro di Seluruh Indonesia, Tommy Soeharto Ingin Bina UMKM". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  112. ^ "Tommy Soeharto Siapkan Goro Melantai di Bursa". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  113. ^ GORO Milik Tommy Soeharto Buka Minimarket di Jatibening[pranala nonaktif permanen]
  114. ^ "PERUSAHAAN TOMMY SOEHARTO..." Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-01-31. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  115. ^ "Jelang Grand Launching, Goro Cibubur Tumbuh 23%". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-21. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  116. ^ "Cerita Tommy Soeharto Buka GORO Cibubur 2018 & Tutup 2020". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  117. ^ "Pindah ke Mal, Begini Penampakan Goro Supermarket Tommy Soeharto". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-05-06. 
  118. ^ "Icon Walk Mall Cimone Tangerang Resmi Menghadirkan GORO Super Grosir". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-15. Diakses tanggal 2022-05-06. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]