Lompat ke isi

Biawak timor: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Radramboo (bicara | kontrib)
Fitur saranan suntingan: 1 pranala ditambahkan.
k ~
 
Baris 20: Baris 20:


== Penyebaran ==
== Penyebaran ==
Biawak ini asli [[Pulau Timor]], tetapi juga tersebar di pulau-pulau sekitarnya seperti di [[Pulau Sawu]] dan [[Pulau Rote]].<ref name="C"/><ref name="C">{{en}}{{cite web
Biawak ini asli [[Pulau Timor]], tetapi juga tersebar di pulau-pulau sekitarnya seperti di [[Pulau Sawu]] dan [[Pulau Rote]].<ref name="C"/><ref name="C">{{en}} {{cite web
| last =Hallerman J
| last =Hallerman J
| first =
| first =
Baris 48: Baris 48:


== Deskripsi fisik ==
== Deskripsi fisik ==
Biawak timor adalah jenis kadal terbesar yang hidup di [[Pulau Timor]].<ref name="B"/> Warna dasar tubuhnya hitam kehijauan dengan bintik-bintik bundar berwarna kuning pucat tak beraturan di punggungnya. Bagian perut berwarna lebih pucat. Mata berwarna hitam dan moncong berbentuk runcing. Ekornya berwarna sama dengan punggung. Panjang tubuhnya mencapai 61&nbsp;cm dengan berat antara 100 gram hingga 350 gram.<ref name="B">{{en}}{{cite journal
Biawak timor adalah jenis kadal terbesar yang hidup di [[Pulau Timor]].<ref name="B"/> Warna dasar tubuhnya hitam kehijauan dengan bintik-bintik bundar berwarna kuning pucat tak beraturan di punggungnya. Bagian perut berwarna lebih pucat. Mata berwarna hitam dan moncong berbentuk runcing. Ekornya berwarna sama dengan punggung. Panjang tubuhnya mencapai 61&nbsp;cm dengan berat antara 100 gram hingga 350 gram.<ref name="B">{{en}} {{cite journal
| last =Kaiser H, ''et al''.
| last =Kaiser H, ''et al''.
| first =
| first =
Baris 67: Baris 67:
[[Habitat]] biawak timor adalah hutan belukar dataran rendah. Namun, habitatnya telah banyak yang dijadikan lahan pertanian.<ref name="A"/><ref name="A"/> Meskipun demikian, biawak timor juga ditemukan pada daerah dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.<ref name="A"/> Biawak ini pandai berenang dan memanjat. Biasanya biawak ini berteduh di bawah pohon untuk menghindari panas matahari.<ref name="A"/><ref name="A"/><ref name="A"/>
[[Habitat]] biawak timor adalah hutan belukar dataran rendah. Namun, habitatnya telah banyak yang dijadikan lahan pertanian.<ref name="A"/><ref name="A"/> Meskipun demikian, biawak timor juga ditemukan pada daerah dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.<ref name="A"/> Biawak ini pandai berenang dan memanjat. Biasanya biawak ini berteduh di bawah pohon untuk menghindari panas matahari.<ref name="A"/><ref name="A"/><ref name="A"/>


Biawak timor memangsa [[kalajengking]], [[ular kawat]], [[belalang]], [[laba-laba]], dan [[cecak]] sebagai makanan utamanya.<ref name="A">{{en}}{{cite book
Biawak timor memangsa [[kalajengking]], [[ular kawat]], [[belalang]], [[laba-laba]], dan [[cecak]] sebagai makanan utamanya.<ref name="A">{{en}} {{cite book
|last =Pianka ER, King D, King RA
|last =Pianka ER, King D, King RA
|first =
|first =
Baris 83: Baris 83:


== Reproduksi ==
== Reproduksi ==
Diperkirakan biawak timor berkembang biak pada awal musim kemarau (Mei hingga Juli).<ref name="A"/><ref name="A"/> Dalam penangkaran, Biawak timor dapat mengerami sekitar 7 hingga 11 butir telur selama jangka waktu 93 hingga 186 hari.<ref name="A"/> Ketika menetas, panjang tubuh anakan sekitar 16.3 hingga 17.4&nbsp;cm.<ref name="A"/> Jumlah jantan dan betina yang menetas tidak jauh berbeda.<ref name="A"/><ref name="D"/><ref name="D"/><ref name="D"/><ref name="D"/><ref name="D">{{en}}{{cite journal
Diperkirakan biawak timor berkembang biak pada awal musim kemarau (Mei hingga Juli).<ref name="A"/><ref name="A"/> Dalam penangkaran, Biawak timor dapat mengerami sekitar 7 hingga 11 butir telur selama jangka waktu 93 hingga 186 hari.<ref name="A"/> Ketika menetas, panjang tubuh anakan sekitar 16.3 hingga 17.4&nbsp;cm.<ref name="A"/> Jumlah jantan dan betina yang menetas tidak jauh berbeda.<ref name="A"/><ref name="D"/><ref name="D"/><ref name="D"/><ref name="D"/><ref name="D">{{en}} {{cite journal
| last =Geczy C
| last =Geczy C
| first =
| first =

Revisi terkini sejak 29 Desember 2023 03.27

Biawak Timor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Genus:
Subgenus:
V. (Odatria)
Spesies:
V. timorensis
Nama binomial
Varanus timorensis
Gary, 1831
Sinonim
  • Monitor timorensis
  • Odatria timorensis

Biawak timor (Varanus timorensis) adalah spesies biawak katai asli Pulau Timor, Indonesia.[1] Biawak ini hidup di daratan dan pepohonan.[1] Spesies biawak ini dapat dipelihara dan dikembangbiakkan dalam penangkaran manusia.[2]

Penyebaran

[sunting | sunting sumber]

Biawak ini asli Pulau Timor, tetapi juga tersebar di pulau-pulau sekitarnya seperti di Pulau Sawu dan Pulau Rote.[3][3][4]

Deskripsi fisik

[sunting | sunting sumber]

Biawak timor adalah jenis kadal terbesar yang hidup di Pulau Timor.[5] Warna dasar tubuhnya hitam kehijauan dengan bintik-bintik bundar berwarna kuning pucat tak beraturan di punggungnya. Bagian perut berwarna lebih pucat. Mata berwarna hitam dan moncong berbentuk runcing. Ekornya berwarna sama dengan punggung. Panjang tubuhnya mencapai 61 cm dengan berat antara 100 gram hingga 350 gram.[5]

Habitat dan Perilaku

[sunting | sunting sumber]

Habitat biawak timor adalah hutan belukar dataran rendah. Namun, habitatnya telah banyak yang dijadikan lahan pertanian.[1][1] Meskipun demikian, biawak timor juga ditemukan pada daerah dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.[1] Biawak ini pandai berenang dan memanjat. Biasanya biawak ini berteduh di bawah pohon untuk menghindari panas matahari.[1][1][1]

Biawak timor memangsa kalajengking, ular kawat, belalang, laba-laba, dan cecak sebagai makanan utamanya.[1]

Reproduksi

[sunting | sunting sumber]

Diperkirakan biawak timor berkembang biak pada awal musim kemarau (Mei hingga Juli).[1][1] Dalam penangkaran, Biawak timor dapat mengerami sekitar 7 hingga 11 butir telur selama jangka waktu 93 hingga 186 hari.[1] Ketika menetas, panjang tubuh anakan sekitar 16.3 hingga 17.4 cm.[1] Jumlah jantan dan betina yang menetas tidak jauh berbeda.[1][2][2][2][2][2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n (Inggris) Pianka ER, King D, King RA (2004). Varanoid Lizards of the World. Indiana University Press. ISBN 9780253343666. 
  2. ^ a b c d e f (Inggris) Geczy C (2009). "Cannibalism in Captive Varanus timorensis" (PDF). Biawak. 3 (2): 61–63. Diakses tanggal 7 May 2014. 
  3. ^ a b (Inggris) Hallerman J. "Varanus timorensis GRAY, 1831". Diakses tanggal 7 May 2014. 
  4. ^ (Indonesia)Yulianingsih TM (2010). Jelajah wisata Nusantara: berbagai pilihan tujuan wisata di 33 propinsi. Niaga Swadaya. ISBN 9789797881665. 
  5. ^ a b (Inggris) Kaiser H; et al. (2011). "The herpetofauna of Timor-Leste: a first report". ZooKeys. 109: 19–86. doi:10.3897/zookeys.109.1439.