Lompat ke isi

Indon: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Rachmat-bot (bicara | kontrib)
k cosmetic changes, removed stub tag
Baris 5: Baris 5:
Penggunaan awal istilah ini adalah dalam ''The Encyclopedia Americana‎'' oleh Bernard S. Cayne, Robert S Anderson, Sue R Brandt (1829).<ref>[http://books.google.com.my/books?lr=&spell=1&q=%22indon+people%22&start=10&as_brr=1 Google books- The Encyclopedia Americana‎ by Bernard S. Cayne, Robert S Anderson, Sue R Brandt - Reference - 1829]</ref> Sebagian media Indonesia pernah menggunakan istilah ini pada tahun 1963 sampai 1982.<ref>[http://books.google.com.my/books?id=bY5uAAAAMAAJ&q=%22indon+people%22&dq=%22indon+people%22&hl=en&sa=X&ei=i3LYUarFDcHYrQeUyYHICA&ved=0CFcQ6AEwCQ Pemerintah Darurat Republik Indonesia, Mestika Zed, Angkatan '45 (Organization). Dewan Harian Daerah Sumatra Barat]</ref><ref>[http://catalog.hathitrust.org/Record/006197762 Indonesian abstracts Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia; Council for Sciences of Indonesia, 1963]</ref><ref>[http://books.google.com.my/books?id=4TdvAAAAMAAJ&q=%22+indon+%22&dq=%22+indon+%22&hl=en&ei=S-YcTMDdIYGVrAf_ysDOCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=5&ved=0CDoQ6AEwBA The Indonesian quarterly; Centre for Strategic and International Studies; Yayasan Proklamasi, Centre for Strategic and International Studies, 1981]</ref><ref>[http://books.google.com.my/books?id=r0MeAAAAIAAJ&q=%22indon+people%22&dq=%22indon+people%22&lr= Published by Institute for Economic and Social Research, Education and Information., 1982 - Google books.]</ref>
Penggunaan awal istilah ini adalah dalam ''The Encyclopedia Americana‎'' oleh Bernard S. Cayne, Robert S Anderson, Sue R Brandt (1829).<ref>[http://books.google.com.my/books?lr=&spell=1&q=%22indon+people%22&start=10&as_brr=1 Google books- The Encyclopedia Americana‎ by Bernard S. Cayne, Robert S Anderson, Sue R Brandt - Reference - 1829]</ref> Sebagian media Indonesia pernah menggunakan istilah ini pada tahun 1963 sampai 1982.<ref>[http://books.google.com.my/books?id=bY5uAAAAMAAJ&q=%22indon+people%22&dq=%22indon+people%22&hl=en&sa=X&ei=i3LYUarFDcHYrQeUyYHICA&ved=0CFcQ6AEwCQ Pemerintah Darurat Republik Indonesia, Mestika Zed, Angkatan '45 (Organization). Dewan Harian Daerah Sumatra Barat]</ref><ref>[http://catalog.hathitrust.org/Record/006197762 Indonesian abstracts Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia; Council for Sciences of Indonesia, 1963]</ref><ref>[http://books.google.com.my/books?id=4TdvAAAAMAAJ&q=%22+indon+%22&dq=%22+indon+%22&hl=en&ei=S-YcTMDdIYGVrAf_ysDOCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=5&ved=0CDoQ6AEwBA The Indonesian quarterly; Centre for Strategic and International Studies; Yayasan Proklamasi, Centre for Strategic and International Studies, 1981]</ref><ref>[http://books.google.com.my/books?id=r0MeAAAAIAAJ&q=%22indon+people%22&dq=%22indon+people%22&lr= Published by Institute for Economic and Social Research, Education and Information., 1982 - Google books.]</ref>


Maggie mie Malaysia menggunakan kata ''Indon'' pada produk mi instan mereka dan hal ini menuai protes dari KBRI di Kuala Lumpur. Menurut hasil survei Nestle (Malaysia), kata "indon" sangat populer serta merupakan sesuatu yang positif dan potensial bagi pemasaran kepada generasi muda berusia 15-24 tahun dan 25-29 tahun. <ref>[http://internasional.kompas.com/read/2009/02/10/1448298/Mi.Instan.Indon.Menuai.Protes Mi Instan Indon Menuai Protes.]</ref>
Maggie mie Malaysia menggunakan kata ''Indon'' pada produk mi instan mereka dan hal ini menuai protes dari KBRI di Kuala Lumpur. Menurut hasil survei Nestle (Malaysia), kata "indon" sangat populer serta merupakan sesuatu yang positif dan potensial bagi pemasaran kepada generasi muda berusia 15-24 tahun dan 25-29 tahun.<ref>[http://internasional.kompas.com/read/2009/02/10/1448298/Mi.Instan.Indon.Menuai.Protes Mi Instan Indon Menuai Protes.]</ref>


Munculnya pendefinisian ''Indon'' sebagai karakter bangsa Indonesia yang berkonotasi negatif ini berawal dari keprihatinan rakyat [[Indonesia]], khususnya WNI yang berada di Malaysia, atas penggunaan liar kata ''Indon'' yang berkembang di sana. <ref>[http://m.merdeka.com/dunia/pemerintah-indonesia-pun-berang-dengan-sebutan-indon-reportase-dari-sabah.html Penggunaan kata Indon di Malaysia.]</ref>
Munculnya pendefinisian ''Indon'' sebagai karakter bangsa Indonesia yang berkonotasi negatif ini berawal dari keprihatinan rakyat [[Indonesia]], khususnya WNI yang berada di Malaysia, atas penggunaan liar kata ''Indon'' yang berkembang di sana.<ref>[http://m.merdeka.com/dunia/pemerintah-indonesia-pun-berang-dengan-sebutan-indon-reportase-dari-sabah.html Penggunaan kata Indon di Malaysia.]</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
Baris 17: Baris 17:


{{Hubungan Indonesia dengan Malaysia}}
{{Hubungan Indonesia dengan Malaysia}}
{{Indonesia-stub}}
{{Malaysia-stub}}


[[Kategori:Hubungan luar negeri Malaysia]]
[[Kategori:Hubungan luar negeri Malaysia]]

Revisi per 8 April 2016 10.02

Indon adalah sebuah istilah yang digunakan Malaysia beserta Pemerintah Malaysia untuk penyebutan negara dan rakyat Indonesia.[1] Di Indonesia sendiri, istilah ini berkonotasi negatif dan dianggap sebagai perkataan rasis yang setara dengan istilah negro (nigger) yang digunakan dunia berbahasa Inggris untuk ras Negroid. Rakyat dan Pemerintah Indonesia menentang penggunaan istilah Indon tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur telah berulang-ulang melayangkan surat protes kepada media di Malaysia yang bersikukuh menggunakan istilah ini meski dinilai memiliki konotasi negatif.

Sehubungan dengan itu, pihak Pemerintah Indonesia melalui Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI, Eka A. Suripto menjelaskan bahwa pihak Duta Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada duta Malaysia di Indonesia pada 13 Mei 2007. Pemerintah Malaysia kemudian mengambil tindakan dengan mengeluarkan larangan penggunaan istilah ini secara resmi oleh Kementerian Penerangan Malaysia, pada 24 Mei 2007.[2]

Penggunaan awal istilah ini adalah dalam The Encyclopedia Americana‎ oleh Bernard S. Cayne, Robert S Anderson, Sue R Brandt (1829).[3] Sebagian media Indonesia pernah menggunakan istilah ini pada tahun 1963 sampai 1982.[4][5][6][7]

Maggie mie Malaysia menggunakan kata Indon pada produk mi instan mereka dan hal ini menuai protes dari KBRI di Kuala Lumpur. Menurut hasil survei Nestle (Malaysia), kata "indon" sangat populer serta merupakan sesuatu yang positif dan potensial bagi pemasaran kepada generasi muda berusia 15-24 tahun dan 25-29 tahun.[8]

Munculnya pendefinisian Indon sebagai karakter bangsa Indonesia yang berkonotasi negatif ini berawal dari keprihatinan rakyat Indonesia, khususnya WNI yang berada di Malaysia, atas penggunaan liar kata Indon yang berkembang di sana.[9]

Referensi

Pranala luar