Lompat ke isi

Djoko Setiadi: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Glorious Engine (bicara | kontrib)
←Membuat halaman berisi 'jmpl '''Djoko Setiadi''' adalah seorang perwira dan birokrat Indonesia kelahiran Surakarta. Ia lahir dari keluarga sederhana dan memiliki delapan saudara. Djoko menempuh pendidikan SMA di Jakarta dan tinggal bersama kakak kandungnya. Selepas SMA, ia terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada 1977, Djoko mendapat informasi tentang Akademi Sandi Negara (Aksara) di surat kaba...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox officeholder
[[Berkas:PelantikanDjokoSetiadi2016.jpg|jmpl]]
| name = Djoko Setiadi
| birth_date = {{Start date and age|1970|1|1}}<ref>{{Cite web|title=Profil Djoko Setiadi|url=https://tirto.id/tokoh/djoko-setiadi-2m|website=Tirto.id|language=id|access-date=2024-06-28}}</ref>
| birth_place = [[Surakarta]], [[Jawa Tengah]], Indonesia
| office = Kepala [[Badan Siber dan Sandi Negara]]
| predecessor = ''Jabatan baru''
| successor = [[Hinsa Siburian]]
| term_start = 3 Januari 2018
| term_end = 20 Mei 2019
| office1 = Kepala [[Lembaga Sandi Negara]]
| predecessor1 = ''Petahana''
| successor1 = ''Terakhir''
| term_start1 = 2011
| term_end1 = 2 Januari 2018
| alma_mater = {{Ubl|[[Akademi Sandi Negara]]|[[Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat]]}}
| image = PelantikanDjokoSetiadi2016.jpg
| caption = Djoko Setiadi (kiri) saat dilantik oleh Jokowi sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara pada Januari 2016.
}}

'''Djoko Setiadi''' adalah seorang perwira dan birokrat Indonesia kelahiran [[Surakarta]]. Ia lahir dari keluarga sederhana dan memiliki delapan saudara. Djoko menempuh pendidikan SMA di [[Jakarta]] dan tinggal bersama kakak kandungnya. Selepas SMA, ia terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada 1977, Djoko mendapat informasi tentang [[Akademi Sandi Negara]] (Aksara) di surat kabar. Ia merupakan salah satu yang berhasil lolos dari ratusan pendaftar.
'''Djoko Setiadi''' adalah seorang perwira dan birokrat Indonesia kelahiran [[Surakarta]]. Ia lahir dari keluarga sederhana dan memiliki delapan saudara. Djoko menempuh pendidikan SMA di [[Jakarta]] dan tinggal bersama kakak kandungnya. Selepas SMA, ia terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada 1977, Djoko mendapat informasi tentang [[Akademi Sandi Negara]] (Aksara) di surat kabar. Ia merupakan salah satu yang berhasil lolos dari ratusan pendaftar.



Revisi per 28 Juni 2024 06.27

Djoko Setiadi
Djoko Setiadi (kiri) saat dilantik oleh Jokowi sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara pada Januari 2016.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara
Masa jabatan
3 Januari 2018 – 20 Mei 2019
Sebelum
Pendahulu
Jabatan baru
Sebelum
Kepala Lembaga Sandi Negara
Masa jabatan
2011 – 2 Januari 2018
Sebelum
Pendahulu
Petahana
Pengganti
Terakhir
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir1 Januari 1970; 54 tahun lalu (1970-01-01)[1]
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Alma mater
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Djoko Setiadi adalah seorang perwira dan birokrat Indonesia kelahiran Surakarta. Ia lahir dari keluarga sederhana dan memiliki delapan saudara. Djoko menempuh pendidikan SMA di Jakarta dan tinggal bersama kakak kandungnya. Selepas SMA, ia terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada 1977, Djoko mendapat informasi tentang Akademi Sandi Negara (Aksara) di surat kabar. Ia merupakan salah satu yang berhasil lolos dari ratusan pendaftar.

Djoko lulus dari Aksara pada 1980. Setelah lulus dari Aksara, Djoko meniti karier di TNI. Ia lulus dari pendidikan TNI pada 1981. Saat berpangkat letnan dua, Djoko pernah ditugaskan ke Kalimantan Barat selama 8 tahun. Di Kalimantan, ia bertemu dengan istrinya, Kyatti Imani, dan dikaruniai dua putri kembar. Djoko kemudian ditugaskan di Kementerian Luar Negeri. Pada 1990, Djoko lulus dan ditempatkan di Pusat Komunikasi Kementerian Luar Negeri.

Djoko bertugas di Turki selama 4,5 tahun, yang saat itu sedang mengalami Perang Teluk di daerah Irak. Sekembali dari Turki, ia ditugaskan di Pusintelad, dan kemudian Kodam I/BB di Medan. Dalam perjalanan kariernya, ia bersekolah di Seskoad selama 11 bulan dan ditempatkan di Paspampres selama 4 tahun.

Djoko kemudian pindah tugas ke Lembaga Sandi Negara. Pada mulanya, ia bertugas di Direktorat Pengamanan Sinyal di Ciseeng. Djoko kemudian menjabat Deputi Pengaman Persandian (Deputi III). Pada 2018, Djoko dilantik menjadi Kepala Lembaga Sandi Negara.[2]

Referensi

  1. ^ "Profil Djoko Setiadi". Tirto.id. Diakses tanggal 2024-06-28. 
  2. ^ "Profil Djoko Setiadi, Kepala Badan Siber Asal Solo". detiknews.