Lompat ke isi

Kakatua jambul-jingga: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
AlphamaBot (bicara | kontrib)
k add category using AWB
Perbaikan kode
Baris 16: Baris 16:
| trinomial_authority = ([[Louis Fraser|Fraser]], 1844)
| trinomial_authority = ([[Louis Fraser|Fraser]], 1844)
}}
}}
'''Kakatua jambul-jingga''' atau dalam nama ilmiahnya ''Cacatua sulphurea citrinocristata'' adalah [[burung]] berukuran sedang dari salah satu genus burung paruh bengkok, ''[[Burung Kakatua|Cacatua]]''. Kakatua jambul-jingga merupakan subspesies terkecil dari empat subspesies burung [[Kakatua-kecil Jambul-kuning]]. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul berwarna jingga yang dapat ditegakkan dengan paruh abu-abu gelap, kuping bercak jingga, mata coklat-tua kehitaman dan kaki berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekor bagian bawah berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan.
'''Kakatua jambul-jingga''' ('''kakatua cempaka''') atau dalam nama ilmiahnya ''[[Cacatua sulphurea citrinocristata]]'' adalah [[burung]] berukuran sedang dari salah satu genus burung paruh bengkok, [[Burung Kakatua|Kakatua (''Cacatua'')]]. Kakatua jambul-jingga merupakan subspesies terkecil dari empat subspesies burung [[Kakatua-kecil Jambul-kuning]]. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul berwarna jingga yang dapat ditegakkan dengan paruh abu-abu gelap, kuping bercak jingga, mata coklat-tua kehitaman dan kaki berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekor bagian bawah berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan.


Burung [[endemik]] Indonesia ini hanya ditemukan di hutan-hutan primer dan sekunder [[Pulau Sumba]] yang terletak di [[Kepulauan Sunda Kecil]]. Pakan burung kakatua jambul-jingga ini sama seperti jenis burung kakatua lainnya, terdiri dari biji-bijian, kacang, tanaman dan aneka buah-buahan. Burung ini bersarang di dalam lubang pohon.
Burung [[endemik]] Indonesia ini hanya ditemukan di hutan-hutan primer dan sekunder [[Pulau Sumba]] yang terletak di [[Kepulauan Sunda Kecil]]. Pakan burung kakatua jambul-jingga ini sama seperti jenis burung kakatua lainnya, terdiri dari biji-bijian, kacang, tanaman dan aneka buah-buahan. Burung ini bersarang di dalam lubang pohon.


Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan, populasi yang terus menyusut serta persebaran burung ini sangat terbatas, kakatua jambul-jingga dievaluasikan sebagai kritis di dalam [[IUCN Red List]] dan didaftarkan dalam [[CITES]] Appendix I sejak [[12 Januari]] [[2005]].
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan, populasi yang terus menyusut serta persebaran burung ini sangat terbatas, kakatua jambul-jingga dievaluasikan sebagai kritis di dalam [[IUCN Red List]] dan didaftarkan dalam [[CITES]] Appendix I sejak [[12 Januari]] [[2005]].{{fact}}


== Referensi ==
[[Kategori:Kakatua]]
{{reflist}}


[[Kategori:Kakatua]]
[[de:Orangehaubenkakadu]]
[[Kategori:Burung Indonesia]]
[[Kategori:Burung Indonesia]]

Revisi per 2 Maret 2015 18.47

Kakatua Jambul-jingga
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Subspesies:
C. s. citrinocristata
Nama trinomial
Cacatua sulphurea citrinocristata
(Fraser, 1844)

Kakatua jambul-jingga (kakatua cempaka) atau dalam nama ilmiahnya Cacatua sulphurea citrinocristata adalah burung berukuran sedang dari salah satu genus burung paruh bengkok, Kakatua (Cacatua). Kakatua jambul-jingga merupakan subspesies terkecil dari empat subspesies burung Kakatua-kecil Jambul-kuning. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul berwarna jingga yang dapat ditegakkan dengan paruh abu-abu gelap, kuping bercak jingga, mata coklat-tua kehitaman dan kaki berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekor bagian bawah berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan.

Burung endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan-hutan primer dan sekunder Pulau Sumba yang terletak di Kepulauan Sunda Kecil. Pakan burung kakatua jambul-jingga ini sama seperti jenis burung kakatua lainnya, terdiri dari biji-bijian, kacang, tanaman dan aneka buah-buahan. Burung ini bersarang di dalam lubang pohon.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan, populasi yang terus menyusut serta persebaran burung ini sangat terbatas, kakatua jambul-jingga dievaluasikan sebagai kritis di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix I sejak 12 Januari 2005.[butuh rujukan]

Referensi