Lompat ke isi

Ratu Laut Selatan: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
k Dikembalikan ke revisi 11767209 oleh AABot (bicara).
←Mengosongkan halaman
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Kanjeng Ratu Kidul.jpg|thumb|Gambaran populer wujud Nyai Rara Kidul, mengenakan pakaian berwarna hijau.]]
'''Ratu Laut Selatan''' adalah sebutan yang pada umumnya merujuk pada dua tokoh, yaitu [[Kanjeng Ratu Kidul]] dan [[Nyi Roro Kidul]]. Tokoh ini sangat populer di kalangan masyarakat [[Pulau Jawa]] dan [[Pulau Bali|Bali]]. Kepercayaan akan adanya penguasa lautan di selatan Jawa ([[Samudera Hindia]]) terutama dikenal oleh [[suku Sunda]] dan [[suku Jawa]]. Orang [[suku Bali|Bali]] juga meyakini adanya kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.

== Legenda dari Sunda ==
{{main|Nyi Roro Kidul}}
'''Nyi Roro Kidul''' (juga disebut ''Nyai Loro Kidul'') adalah tokoh [[legenda]]ris Indonesia yang sangat populer di kalangan masyarakat [[Pulau Jawa]] dan [[Pulau Bali|Bali]]. Tokoh ini dikenal sebagai [[Ratu Laut Selatan]] ([[Samudra Hindia]]). Menurut legenda Sunda, Nyi Rara Kidul mulanya merupakan putri [[Kerajaan Sunda]] yang diusir ayahnya karena ulah ibu tirinya. Dalam perkembangannya, masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan [[Kanjeng Ratu Kidul]]. Kedudukan Nyai Loro Kidul sebagai Ratu-Lelembut tanah Jawa menjadi motif populer dalam cerita rakyat dan mitologi, selain juga dihubungkan dengan kecantikan putri-putri Sunda dan Jawa.

== Kepercayaan Kejawen ==
{{main|Kanjeng Ratu Kidul}}
'''Kanjeng Ratu Kidul''' adalah tokoh [[legenda]] yang sangat populer di kalangan masyarakat [[Pulau Jawa]] dan [[Pulau Bali|Bali]]. Ia memiliki kuasa atas ombak keras [[samudra Hindia]] dari istananya yang terletak di jantung samudra. Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari [[Dewa Kaping Telu]]. Ia mengisi alam kehidupan sebagai Dewi Padi ([[Dewi Sri]]) dan dewi-dewi alam yang lain.

Menurut kepercayaan, ia merupakan pasangan spiritual para sultan dari [[Kerajaan Mataram Islam|Mataram]] dan [[Ngayogyakarta Hadiningrat|Yogyakarta]], dimulai dari [[Panembahan Senapati]] hingga sekarang. Ia juga menjadi istri spiritual [[Susuhunan]] [[Surakarta]]. Pengamat sejarah kebanyakan beranggapan, keyakinan akan Kanjeng Ratu Kidul memang dibuat untuk melegitimasi kekuasaan dinasti Mataram.

[[Surakarta Hadiningrat|Keraton Surakarta]] menyebutnya sebagai '''Kanjeng Ratu Ayu Kencono Sari'''.<ref>Karaton Surakarta, Yayasan Pawiyatan Kabudayaan Karaton Surakarta, Sekilas Sejarah Keraton Surakarta, R.Ay. Sri Winarti P, 2004</ref> Ia dipercaya mampu untuk berubah wujud beberapa kali dalam sehari.<ref>Bogaerts, Els. Scription Van sunans, sultans en sultanes; Ratu Kidul in the Panitik Sultan Agungan - M.A. Thesis, Rijskuniversiteit Leiden, Holland</ref> [[Sultan Hamengkubuwono IX]] menggambarkan pengalaman pertemuan spiritualnya dengan sang Ratu; ia dapat berubah wujud dan penampilan, sebagai seorang wanita muda biasanya pada saat bulan purnama, dan sebagai wanita tua di waktu yang lain.<ref>Sultan Hamengkubuwono IX memoire "Takhta untuk Rakyat"</ref>

Dalam [[kejawen|keyakinan orang Jawa]], Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu setia bernama Nyai atau [[Nyi Rara Kidul]]. Nyi Rara Kidul menyukai warna hijau dan dipercaya suka mengambil orang-orang yang mengenakan pakaian hijau yang berada di pantai wilayahnya untuk dijadikan pelayan atau pasukannya. Karena itu, pengunjung pantai wisata di selatan Pulau Jawa, baik di Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di ujung timur, selalu diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.

== Ni Mas Ratu Anginangin ==
{{main|Ni Mas Ratu Angin Angin}}

== Ratu Ayu Pagedongan ==
Ratu Pagedongan adalah putri Raden Panji, seorang putra raja [[Jenggala]], dengan Retnaning Dyah Angin-Angin yang merupakan putri lelembut. Saat membuka hutan (''babat alas'') Sigaluh, pohon beringin putih yang merupakan pusat kerajaan lelembut ikut tumbang. Roh raja lelembut, Prabu Banjaran Seta, masuk ke dalam tubuh Raden Panji sehingga ia menjadi semakin sakti. Dengan demikian, kekuasaan hutan Sigaluh dan kerajaan lelembut menjadi miliknya. Retnaning Dyah Angin-Angin adalah adik dari Prabu Banjaran Seta.

Saat Ratu Hayu lahir, kakek Ratu Hayu yang bernama Eyang Sindhula datang dan memberinya nama Ratu Pagedongan dengan harapan ia menjadi wanita tercantik di seluruh alam. Setelah beranjak dewasa, Ratu Pagedongan meminta kakeknya agar kecantikannya abadi. Hal tersebut dapat terjadi hanya jika Ratu Pagedongan menjadi lelembut. Setelah menjadi lelembut, Raden Panji menyerahkan laut selatan dibawah kekuasaan putrinya, sampai saatnya ia bertemu dengan ''Wong Agung'' ("orang besar") yang memerintah Jawa.

== Putri Banyu Bening Gelang Kencana ==
{{main|Banyu Bening Gelang Kencana}}

== Lara Kidul Dewi Nawangwulan ==
{{main|Jaka Tarub}}
Lara Kidul Dewi Nawangwulan adalah ratu sebuah kerajaan kecil pada masa Kerajaan Majapahit. Ia adalah keturunan raja Melayu yang diambil menantu oleh [[Bhre Wengker]] (1456-1466), seorang raja [[Majapahit]]. Suaminya adalah [[Jaka Tarub]], sementara ia sendiri menjadi salah satu dari tujuh bidadari yang mandi di telaga. Keduanya memiliki putri bernama Dewi Nawangsih. Nawangsih menikah dengan Raden [[Bondan Kejawan]] atau Lembu Peteng, pangeran Majapahit yang diangkat anak oleh [[Jaka Tarub]]. Keduanya adalah moyang dari [[Panembahan Senapati]], pendiri [[Kesultanan Mataram]].

Dalam legenda, saat Nawangwulan sampai di khayangan, ia ditolak karena sudah berbau manusia. Nawang Wulan kembali turun ke bumi tetapi tidak bermaksud kembali ke suaminya. Ia naik [[gunung Merbabu]] dan meloncat ke laut selatan untuk bunuh diri. Di laut selatan, Nyi Nawang Wulan perperang dengan Nyi Roro Kidul dan memperoleh kemenangan, sehingga ia menguasai laut selatan. Dengan demikian, Nawangwulan menjadi salah satu dari tiga penguasa laut selatan disamping [[Nyi Roro Kidul]] dan [[Nyi Blorong]].

Dalam versi lain, penguasa khayangan menjadikan Nawangwulan penguasa laut kidul karena ia sudah tidak layak untuk tinggal di khayangan, tetapi juga tidak pantas untuk kembali tinggal di antara manusia di bumi. Semenjak saat itu, Nawangwulan dikenal dengan nama [[Nyi Roro Kidul]].

== Legenda dari Batak ==
{{main|Biding Laut}}

== Ratu Bilqis ==

== Bodhisatwa Kwan Im Laut Selatan ==
{{main|Kwan Im}}
[[Berkas:Guan She Yin statue of Sanggar Agung Temple, Surabaya-Indonesia.jpg|200px|right|thumb|Gerbang samudra [[Sanggar Agung]] dihiasi patung raksasa [[Kwan Im|Kwan Im Laut Selatan]].]]
[[Kwan Im]] adalah [[bodhisatwa]] welas asih dalam [[agama Buddha di Tiongkok|ajaran Buddha Mahayana]]. Ia bersumpah tidak akan beristirahat hingga ia berhasil membebaskan seluruh makhluk hidup dari penderitaan ''samsara'' (atau kelahiran kembali berulang ke dunia). Di [[China]], para nelayan berdoa kepadanya agar selamat selama di laut mencari ikan. Itulah sebabnya Bodhisatwa Kwan Im juga dijuluki ''Kwan Im Laut Selatan'',<ref>Mary Bai. [http://www.cits.net/china-guide/china-traditions/guan-yin.html Guanyin, the Chinese Goddess of Mercy]. {{en}}</ref> yang sebenarnya merujuk pada [[Laut Cina Selatan]].

Pada saat terjadi [[diaspora]] penduduk [[China]] ke [[Asia Tenggara]], khususnya [[Indonesia]], Kwan Im Laut Selatan dianggap sebagai pelindung para imigran tersebut. Seluruh wilayah di selatan [[China]] (termasuk [[Laut China Selatan]]) dipercaya berada dibawah perlindungan (kekuasaan) Kwan Im. Oleh sebab itu, pemujaan terhadap Kwan Im cukup populer di Indonesia, misalnya di Klenteng [[Sanggar Agung]] di [[Surabaya]] dan Vihara ''Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa'' di [[Simpenan, Sukabumi]].<ref>[http://www.cumilebay.com/2012/02/vihara-nam-hai-kwan-se-im-pu-sa.html Ada Ratu Pantai Selatan di Vihara Nam Hai].</ref>

== Putri Raja Thailand ke IV ==
Menurut legenda yang beredar di [[Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa]], [[Simpenan, Sukabumi]], Ratu Pantai Selatan merupakan putri Raja Thailand,<ref>[http://www.cumilebay.com/2012/02/vihara-nam-hai-kwan-se-im-pu-sa.html Ada Ratu Pantai Selatan di Vihara Nam Hai].</ref> yaitu Raja kelima dari [[dinasti Chakri]], [[Chulalongkorn]].

== Lihat pula ==
* [[Kanjeng Ratu Kidul]]
* [[Nyi Roro Kidul]]
* [[Ratu Laut Utara]]
* [[Ratu Pantai Selatan]] (film 1980)
* [[Ajian Ratu Laut Kidul]] (film 1991)
* [[Ratu dari Selatan]]

== Catatan kaki ==
{{reflist}}

== Rujukan ==
* Kartawidjaja PR. 2000. [http://home.snafu.de/watchin/II_Dez_00/Tod_dem_Kommunismus.htm Tod dem Kommunismus - hoch leben die Geister: Über die Aufhebung des Beschlusses der Beratenden Volksversammlung von 1966]. Indonesien Information nr. 3/2000.

{{mitologi-stub}}
{{Mitos supernatural Indonesia}}

[[Kategori:Mitologi Jawa]]
[[Kategori:Mitologi Indonesia]]

Revisi per 8 Desember 2016 05.33