Lompat ke isi

Kuantisasi (pengolahan sinyal): Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
S Rifqi (bicara | kontrib)
perbaikan penulisan dan tata bahasa; pengembangan artikel
S Rifqi (bicara | kontrib)
penambahan kategori
Baris 19: Baris 19:


{{pengolahan sinyal digital}}
{{pengolahan sinyal digital}}

[[Kategori:Pengolahan sinyal digital]]
[[Kategori:Pengolahan sinyal]]
[[Kategori:Audio digital]]
[[Kategori:Artefak grafika komputer]]
[[Kategori:Derau (elektronik)]]
[[Kategori:Teori telekomunikasi]]

Revisi per 19 November 2020 16.00

Cara termudah untuk menguantisasi sinyal adalah dengan memilih nilai amplitudo yang terdekat dengan amplitudo analog asal. Contoh ini menunjukkan sinyal analog asal (hijau), sinyal terkuantisasi (titik-titik hitam), sinyal hasil rekonstruksi sinyal terkuantisasi (kuning), dan perbedaan antara sinyal asal dengan sinyal hasil rekonstruksi (merah). Perbedaan antara sinyal asli dan sinyal hasil rekonstruksi disebut galat kuantisasi.

Dalam matematika dan pengolahan sinyal digital, kuantisasi adalah proses pemetaan sebuah himpunan besar (biasanya himpunan kontinu) ke himpunan kecil (himpunan diskret). Pembulatan dan pemangkasan biasa dipakai dalam proses kuantisasi. Kuantisasi dipakai dalam hampir semua pengolahan sinyal digital sebagai proses digitalisasi sinyal yang biasanya menggunakan pembulatan. Kuantisasi juga menjadi dasar algoritme kompresi lesap.

Perbedaan antara nilai asal dengan nilai terkuantisasi (misal galat pembulatan) disebut sebagai galat kuantisasi. Perangkat atau fungsi algoritme yang melakukan kuantisasi disebut penguantisasi. Pengubah analog-ke-digital adalah salah satu contoh penguantisasi.

Sifat matematis

Karena kuantisasi memetakan dari banyak ke beberapa (sedikit), ia bersifat nonlinear dan tidak reversibel. Dengan kata lain, karena nilai keluaran dipakai oleh nilai masukan yang sama, tidak mungkin dilakukan pemulihan nilai asal dari nilai hasil kuantisasi.

Himpunan nilai masukan yang mungkin bisa saja berukuran takterhingga serta bisa saja kontinu sehingga berukuran takterhitung (misal bilangan riil). Himpunan nilai hasil kuantisasi bisa saja berukuran berhingga atau takterhingga terhitung.[1] Himpunan masukan dan hasil bisa didefinisikan secara umum. Misal, kuantisasi vektor adalah penerapan kuantisasi untuk data masukan multidimensi.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Robert M. Gray dan David L. Neuhoff (Oktober 1998). "Quantization". IEEE Transactions on Information Theory. IT-44 (6): 2325–2383. doi:10.1109/18.720541. 
  2. ^ Allen Gersho; Robert M. Gray (1991). Vector Quantization and Signal Compression. Springer. ISBN 978-0-7923-9181-4.