Lompat ke isi

Operasi Sadar: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Kaka dewi (bicara | kontrib)
Kaka dewi (bicara | kontrib)
Suntingan kenetralan dan parafrasa
Baris 2: Baris 2:
'''Operasi Sadar''' adalah operasi militer yang dipimpin oleh Letnan Kolonel [[Ibnu Sutowo]]. Operasi ini bertujuan menumpas pemberontakan di Sumatera Selatan. Operasi ini juga dibantu oleh pasukan operasi sebelumnya yang telah menumpas gerakan [[Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia]] (PRRI). Operasi Sadar berhasil membuat wilayah Sumatera secara keseluruhan terbebas dari pasukan PRRI.<ref>{{Cite web|last=danangpratama|date=2020-10-12|title=Operasi Penumpasan Gerakan Separatis: PRRI/Permesta|url=https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/kronologi/operasi-penumpasan-gerakan-separatis-prri-permesta/|website=Kompaspedia|language=id|access-date=2021-04-17}}</ref>
'''Operasi Sadar''' adalah operasi militer yang dipimpin oleh Letnan Kolonel [[Ibnu Sutowo]]. Operasi ini bertujuan menumpas pemberontakan di Sumatera Selatan. Operasi ini juga dibantu oleh pasukan operasi sebelumnya yang telah menumpas gerakan [[Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia]] (PRRI). Operasi Sadar berhasil membuat wilayah Sumatera secara keseluruhan terbebas dari pasukan PRRI.<ref>{{Cite web|last=danangpratama|date=2020-10-12|title=Operasi Penumpasan Gerakan Separatis: PRRI/Permesta|url=https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/kronologi/operasi-penumpasan-gerakan-separatis-prri-permesta/|website=Kompaspedia|language=id|access-date=2021-04-17}}</ref>


Operasi Sadar berlangsung pada bulan Maret – April 1958 di daerah Sumatera Selatan. Tujuannya ialah agar daerah Sumatera Selatan tidak terperosok dalam hasutan dan ajakan PRRI. Peristiwa yang berkembang di daerah ini terjadi sebagai akibat dari sikap Panglima TT-II Letnan Kolonel Barlian yang kurang tegas terhadap Wakil Kepala Staf Mayor Nawawi yang membantu PRRI yang didalangi oleh Mochtar Gozali.
Operasi Sadar berlangsung pada bulan Maret – April 1958 di daerah Sumatera Selatan. Tujuan operasi ini adalah untuk menekan pergerakan pasukan PRRI. Peristiwa Operasi Sadar berawal dari tindakan Panglima TT-II Letnan Kolonel Barlian terhadap Wakil Kepala Staf Mayor Nawawi yang membantu PRRI.


Akibatnya, pemerintah mengirim tim pengaman yang dipimpin oleh Kolonel Dr. Ibnu Sutowo. Ia segera mengganti Letnan Kolonel Barlian dengan Letnan Kolonel Harun Sohar sebagai Panglima TT-II yang baru. Sementara itu pengejaran terhadap gerombolan Nawawi yang melarikan diri ke daerah Bengkulu segera dilaksanakan.
Pemerintah mengirim tim pengaman yang dipimpin oleh Kolonel Dr. Ibnu Sutowo untuk mengganti Letnan Kolonel Barlian dengan Letnan Kolonel Harun Sohar sebagai Panglima TT-II yang baru. Pengejaran terhadap gerombolan Nawawi yang melarikan diri ke daerah Bengkulu dilaksanakan dengan menggunakan pesawat AT-16 Harvard dari [[Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara|AURI]]..

Sebelum operasi dijalankan, [[Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara|AURI]] telah menempatkan satuan udara di Palembang. Karena Operasi Sadar lebih banyak menggunakan operasi intelijen dari pada tempur, maka pesawat yang digunakan hanya pesawat AT-16 Harvard.


Dengan selesainya tugas Operasi Sadar, maka tugas penumpasan PRRI pada tahap pertama telah dilampaui.<ref>{{Cite book|date=2004|url=https://books.google.com/books?id=A29fkH3ixJkC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA184&dq=operasi+sadar&hl=id|title=Sejarah TNI Angkatan Udara: 1950-1959|publisher=Subdisjarah Diswatpersau|language=id}}</ref>
Dengan selesainya tugas Operasi Sadar, maka tugas penumpasan PRRI pada tahap pertama telah dilampaui.<ref>{{Cite book|date=2004|url=https://books.google.com/books?id=A29fkH3ixJkC&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA184&dq=operasi+sadar&hl=id|title=Sejarah TNI Angkatan Udara: 1950-1959|publisher=Subdisjarah Diswatpersau|language=id}}</ref>

Revisi per 19 April 2021 12.45

Operasi Sadar adalah operasi militer yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ibnu Sutowo. Operasi ini bertujuan menumpas pemberontakan di Sumatera Selatan. Operasi ini juga dibantu oleh pasukan operasi sebelumnya yang telah menumpas gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Operasi Sadar berhasil membuat wilayah Sumatera secara keseluruhan terbebas dari pasukan PRRI.[1]

Operasi Sadar berlangsung pada bulan Maret – April 1958 di daerah Sumatera Selatan. Tujuan operasi ini adalah untuk menekan pergerakan pasukan PRRI. Peristiwa Operasi Sadar berawal dari tindakan Panglima TT-II Letnan Kolonel Barlian terhadap Wakil Kepala Staf Mayor Nawawi yang membantu PRRI.

Pemerintah mengirim tim pengaman yang dipimpin oleh Kolonel Dr. Ibnu Sutowo untuk mengganti Letnan Kolonel Barlian dengan Letnan Kolonel Harun Sohar sebagai Panglima TT-II yang baru. Pengejaran terhadap gerombolan Nawawi yang melarikan diri ke daerah Bengkulu dilaksanakan dengan menggunakan pesawat AT-16 Harvard dari AURI..

Dengan selesainya tugas Operasi Sadar, maka tugas penumpasan PRRI pada tahap pertama telah dilampaui.[2]

Referensi

  1. ^ danangpratama (2020-10-12). "Operasi Penumpasan Gerakan Separatis: PRRI/Permesta". Kompaspedia. Diakses tanggal 2021-04-17. 
  2. ^ Sejarah TNI Angkatan Udara: 1950-1959. Subdisjarah Diswatpersau. 2004.