Lompat ke isi

Bintang Mahaputera: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
NaufalF (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
NaufalF (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox order
{{Infobox order|name=Bintang Mahaputera|image=[[Berkas:Bintang Mahaputera.jpg|250px]]|awarded_by=[[Presiden Indonesia]]|type=[[Tanda kehormatan|Bintang sipil]]|for=Sipil|status=Masih dianugerahkan|grandmaster=Presiden Indonesia|established=1959|higher=[[Bintang Republik Indonesia]]|lower=[[Bintang Jasa]]}}
|name=Bintang Mahaputera

|image=[[Berkas:Bintang Mahaputera.jpg|250px]]
|awarded_by=[[Presiden Indonesia]]
|type=[[Tanda kehormatan|Bintang sipil]]
|for=Sipil
|status=Masih dianugerahkan
|grandmaster=
|established=1959
|higher=[[Bintang Republik Indonesia]]
|lower=[[Bintang Jasa]]
}}
'''Bintang Mahaputera''' adalah [[tanda kehormatan]] tertinggi kedua yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.<ref>{{Cite web|last=Sekretariat Negara Republik Indonesia|title=Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan|url=https://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2009_20.pdf|website=Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia|access-date=2021-04-20}}</ref> Anugerah ini didirikan secara resmi pada tahun 1959.<ref>{{cite web|date={{date|1959}}|title=Undang-Undang Darurat No. 5 Tahun 1959 tentang Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia|url=https://anri.sikn.go.id/index.php/uud-no-5-1959|publisher=Arsip Nasional Republik Indonesia|access-date={{date|2020-01-10}}}}</ref>
'''Bintang Mahaputera''' adalah [[tanda kehormatan]] tertinggi kedua yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.<ref>{{Cite web|last=Sekretariat Negara Republik Indonesia|title=Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan|url=https://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2009_20.pdf|website=Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia|access-date=2021-04-20}}</ref> Anugerah ini didirikan secara resmi pada tahun 1959.<ref>{{cite web|date={{date|1959}}|title=Undang-Undang Darurat No. 5 Tahun 1959 tentang Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia|url=https://anri.sikn.go.id/index.php/uud-no-5-1959|publisher=Arsip Nasional Republik Indonesia|access-date={{date|2020-01-10}}}}</ref>


Bintang ini diberikan kepada mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.<ref>{{Cite web|last=Sekretariat Negara Republik Indonesia|title=Bintang Mahaputera|url=https://cdn.setneg.go.id/_multimedia/document/20171031/585158512._bintang_mahaputra.pdf|website=Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia|access-date=2018-02-25}}</ref> Sebagai pemberi tanda kehormatan, [[Presiden Indonesia]], secara langsung menjadi pemilik kelas pertama tanda kehormatan ini, yaitu "Bintang Mahaputera Adipurna". [[Wakil Presiden Indonesia]] secara langsung juga menjadi pemilik kelas kedua tanda kehormatan ini, yaitu "Bintang Mahaputera Adipradana".<ref>{{cite web|date=10 Mei 2019|title=Tanda Kehormatan yang dimiliki Presiden|url=https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/tanda-kehormatan-yang-dimiliki-presiden/|publisher=Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia|accessdate=2019-08-23}}</ref>
Bintang ini diberikan kepada mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.<ref name=":0">{{Cite web|last=Sekretariat Negara Republik Indonesia|title=Bintang Mahaputera|url=https://cdn.setneg.go.id/_multimedia/document/20171031/585158512._bintang_mahaputra.pdf|website=Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia|access-date=2018-02-25}}</ref> Sebagai pemberi tanda kehormatan, [[Presiden Indonesia]], secara langsung menjadi pemilik kelas pertama tanda kehormatan ini, yaitu "Bintang Mahaputera Adipurna". [[Wakil Presiden Indonesia]] secara langsung juga menjadi pemilik kelas kedua tanda kehormatan ini, yaitu "Bintang Mahaputera Adipradana".<ref>{{cite web|date=10 Mei 2019|title=Tanda Kehormatan yang dimiliki Presiden|url=https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/tanda-kehormatan-yang-dimiliki-presiden/|publisher=Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia|accessdate=2019-08-23}}</ref>


== Kelas ==
== Kelas ==
Bintang Mahaputra dibagi dalam lima kelas yaitu:
Bintang Mahaputra terbagi dalam lima kelas yaitu:
{| class="wikitable"
# [[Bintang Mahaputera Adipurna]]
| [[Berkas:Mahaputra adipurna.gif|150px]]
# [[Bintang Mahaputera Adipradana]]
| [[Berkas:Mahaputra Adipradana.gif|150px]]
# [[Bintang Mahaputera Utama]]
| [[Berkas:Mahaputra Utama.gif|150px]]
# [[Bintang Mahaputera Pratama]]
| [[Berkas:Mahaputra Pratama.gif|150px]]
# [[Bintang Mahaputera Nararya]]
| [[Berkas:Mahaputra Nararya.gif|150px]]
|- align="center"
| [[Berkas:Bintang Mahaputera Adipurna Rib.png|100px]]
| [[Berkas:Bintang Mahaputera Adipradana Rib.png|100px]]
| [[Berkas:Bintang Mahaputera Utama Rib.png|100px]]
| [[Berkas:Bintang Mahaputera Pratama Rib.png|100px]]
| [[Berkas:Bintang Mahaputera Nararya Rib.png|100px]]
|- align="center"
| '''[[Bintang Mahaputera Adipurna|Adipurna]]'''<br>''Kelas I''
| '''[[Bintang Mahaputera Adipradana|Adipradana]]'''<br>''Kelas II''
| '''[[Bintang Mahaputera Utama|Utama]]'''<br>''Kelas III''
| '''[[Bintang Mahaputera Pratama|Pratama]]'''<br>''Kelas IV''
| '''[[Bintang Mahaputera Nararya|Nararya]]'''<br>''Kelas V''
|}


== Bentuk ==
== Bentuk ==
Bintang Mahaputera berwarna putih dengan pinggiran emas yang bersudut lima dengan ujung berupa sebuah pentol mutiara. Di antara sudut-sudut bintang tampak sebuah berkas sinar yang terdiri dari 17 rangkaian mutiara. Di tengah-tengah bintang terdapat sebuah lingkaran yang diwujudkan oleh setangkai kapas dan setangkai padi yang masing-masing terdiri dari 8 buah bunga kapas dengan daunnya dan 45 buah padi melambangkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah-tengah lingkaran ini terdapat tulisan “MAHAPUTERA” dari emas terletak pada sinar-sinar emas yang merupakan sebuah bintang bersudut sepuluh di atas dasar merah. Dasar merah di dalam lingkaran dan dasar putih dari bintang berasal dari warna Bendera Merah Putih.
Bintang Mahaputera berwarna putih dengan pinggiran emas yang bersudut lima dengan ujung berupa sebuah pentol mutiara. Di antara sudut-sudut bintang tampak sebuah berkas sinar yang terdiri dari 17 rangkaian mutiara. Di tengah-tengah bintang terdapat sebuah lingkaran yang diwujudkan oleh setangkai kapas dan setangkai padi yang masing-masing terdiri dari 8 buah bunga kapas dengan daunnya dan 45 buah padi melambangkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah-tengah lingkaran ini terdapat tulisan “MAHAPUTERA” dari emas terletak pada sinar-sinar emas yang merupakan sebuah bintang bersudut sepuluh di atas dasar merah. Dasar merah di dalam lingkaran dan dasar putih dari bintang berasal dari warna Bendera Merah Putih.

Bintang Mahaputera Adipurna dan Adipradana dianugerahkan berbentuk selempang yang dipakai dari pundak kanan ke pinggang kiri. Sementara itu, Bintang Mahaputera Utama, Pratama, dan Nararya dianugerahkan berbentuk kalung yang dipakai di leher dengan bintang berada di tengah dada.<ref name=":0"/>


== Referensi ==
== Referensi ==

Revisi per 20 April 2021 06.14

Bintang Mahaputera
Dianugerahkan oleh Presiden Indonesia
TipeBintang sipil
Dibentuk1959
Dianugerahkan kepadaSipil
StatusMasih dianugerahkan
Prioritas
Tingkat lebih tinggiBintang Republik Indonesia
Tingkat lebih rendahBintang Jasa

Bintang Mahaputera adalah tanda kehormatan tertinggi kedua yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.[1] Anugerah ini didirikan secara resmi pada tahun 1959.[2]

Bintang ini diberikan kepada mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[3] Sebagai pemberi tanda kehormatan, Presiden Indonesia, secara langsung menjadi pemilik kelas pertama tanda kehormatan ini, yaitu "Bintang Mahaputera Adipurna". Wakil Presiden Indonesia secara langsung juga menjadi pemilik kelas kedua tanda kehormatan ini, yaitu "Bintang Mahaputera Adipradana".[4]

Kelas

Bintang Mahaputra terbagi dalam lima kelas yaitu:

Adipurna
Kelas I
Adipradana
Kelas II
Utama
Kelas III
Pratama
Kelas IV
Nararya
Kelas V

Bentuk

Bintang Mahaputera berwarna putih dengan pinggiran emas yang bersudut lima dengan ujung berupa sebuah pentol mutiara. Di antara sudut-sudut bintang tampak sebuah berkas sinar yang terdiri dari 17 rangkaian mutiara. Di tengah-tengah bintang terdapat sebuah lingkaran yang diwujudkan oleh setangkai kapas dan setangkai padi yang masing-masing terdiri dari 8 buah bunga kapas dengan daunnya dan 45 buah padi melambangkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah-tengah lingkaran ini terdapat tulisan “MAHAPUTERA” dari emas terletak pada sinar-sinar emas yang merupakan sebuah bintang bersudut sepuluh di atas dasar merah. Dasar merah di dalam lingkaran dan dasar putih dari bintang berasal dari warna Bendera Merah Putih.

Bintang Mahaputera Adipurna dan Adipradana dianugerahkan berbentuk selempang yang dipakai dari pundak kanan ke pinggang kiri. Sementara itu, Bintang Mahaputera Utama, Pratama, dan Nararya dianugerahkan berbentuk kalung yang dipakai di leher dengan bintang berada di tengah dada.[3]

Referensi

  1. ^ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 2021-04-20. 
  2. ^ "Undang-Undang Darurat No. 5 Tahun 1959 tentang Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia". Arsip Nasional Republik Indonesia. 1959. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  3. ^ a b Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Bintang Mahaputera" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 2018-02-25. 
  4. ^ "Tanda Kehormatan yang dimiliki Presiden". Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 10 Mei 2019. Diakses tanggal 2019-08-23. 

Lihat pula