Lompat ke isi

Kurulu, Jayawijaya: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Laura Putri Calma (bicara | kontrib)
Tidak ada referensi
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k Suntingan Laura Putri Calma (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh HsfBot
Tag: Pengembalian
Baris 10: Baris 10:
|provinsi=Papua
|provinsi=Papua
}}
}}
'''Kurulu''' adalah sebuah [[distrik (Papua)|distrik]] di [[Kabupaten Jayawijaya]], [[Papua]], [[Indonesia]].
'''Kurulu''' adalah sebuah [[distrik (Papua)|distrik]] di [[Kabupaten Jayawijaya]], [[Papua]], [[Indonesia]]. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari kota Wamena untuk mencapai distrik Kurulu.

== Wisata ==
Terdapat sebuah lokasi wisata air garam yang terletak di Desa Jiwika. Sumber air garam tersebut berada pada ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut. Secara geologi, mata air asin yang terdapat di Kurulu ini terbentuk oleh mineral [[kalsit]] (CaCO3). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh M. Hutasoit, dkk (1998) mata air asin ini berasal dari [[Danau Habema]]. Pada umumnya, masyarakat setempat membawa sayur-mayur dari bawah dan mengasinkannya di sumber air garam, atau membawa jerigen-jerigen dan mengisinya untuk dijual kembali di Wamena. Menurut penduduk setempat, permukaan air garam tidak pernah berkurang, seberapapun orang mengambilnya atau saat musim sedang kering sekalipun.

Pembuatan garam bubuk secara tradisional juga dilakukan oleh masyarakat Suku Dani serta Lani dan Jali yang secara khusus datang dari lokasi mereka masing-masing yang cukup jauh. Proses pembuatan garam dari Mata Air Asin Kurulu ini dilakukan dengan cara merendamkan pelepah pisang yang masih muda ke dalam Mata air asin Kurulu selama kurang lebih 15 sampai 30 menit hingga batang dan kuncup daun yang masih muda tersebut menunjukan warna kehitaman sampai ungu. Hal ini dilakukan dua sampai tiga kali dengan maksud agar air asin tersebut dapat masuk diserap seluruhnya oleh pelepah pisang maupun kuncup daun yang masih muda. Pelepah pisang inilah yang dijadikan sebagai bahan perasa/bumbu (garam) yang dicampurkan pada makanan atau masakan yang akan dimasak.


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==

Revisi per 7 Maret 2022 22.43

Kurulu
Negara Indonesia
ProvinsiPapua
KabupatenJayawijaya
Pemerintahan
 • Kepala distrik-
Populasi
 • Total- jiwa
Kode Kemendagri95.01.02 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS9402190 Edit nilai pada Wikidata
Luas- km²
Kampung/kelurahan-

Kurulu adalah sebuah distrik di Kabupaten Jayawijaya, Papua, Indonesia. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari kota Wamena untuk mencapai distrik Kurulu.

Wisata

Terdapat sebuah lokasi wisata air garam yang terletak di Desa Jiwika. Sumber air garam tersebut berada pada ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut. Secara geologi, mata air asin yang terdapat di Kurulu ini terbentuk oleh mineral kalsit (CaCO3). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh M. Hutasoit, dkk (1998) mata air asin ini berasal dari Danau Habema. Pada umumnya, masyarakat setempat membawa sayur-mayur dari bawah dan mengasinkannya di sumber air garam, atau membawa jerigen-jerigen dan mengisinya untuk dijual kembali di Wamena. Menurut penduduk setempat, permukaan air garam tidak pernah berkurang, seberapapun orang mengambilnya atau saat musim sedang kering sekalipun.

Pembuatan garam bubuk secara tradisional juga dilakukan oleh masyarakat Suku Dani serta Lani dan Jali yang secara khusus datang dari lokasi mereka masing-masing yang cukup jauh. Proses pembuatan garam dari Mata Air Asin Kurulu ini dilakukan dengan cara merendamkan pelepah pisang yang masih muda ke dalam Mata air asin Kurulu selama kurang lebih 15 sampai 30 menit hingga batang dan kuncup daun yang masih muda tersebut menunjukan warna kehitaman sampai ungu. Hal ini dilakukan dua sampai tiga kali dengan maksud agar air asin tersebut dapat masuk diserap seluruhnya oleh pelepah pisang maupun kuncup daun yang masih muda. Pelepah pisang inilah yang dijadikan sebagai bahan perasa/bumbu (garam) yang dicampurkan pada makanan atau masakan yang akan dimasak.

Pranala luar