Lompat ke isi

Pulau Kenawa: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Penambahan konten dan rujukan
Baris 2: Baris 2:


== Lokasi geografis ==
== Lokasi geografis ==
Pulau Kenawa merupakan salah satu pulau yang menjadi bagian dari Kawasan Konservasi Pesisir Gini Balu'. Kawasan ini masuk dalam wilayah Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Luas Pulau Kenawa adalah 11,83 Ha dengan titik koordinat 8<sup>o</sup>29’45,9” - 8<sup>o</sup>30’03,5” Lintang Selatan dan 116<sup>o</sup>49’50,6” - 116<sup>o</sup>50’07,5” Bujur Timur. Pulau Kenawa merupakan [[pulau tak berpenghuni]].{{Sfn|Dermawan, Lubis, dan Suraji|2014|p=350}}
Pulau Kenawa merupakan salah satu pulau yang menjadi bagian dari Kawasan Konservasi Pesisir Gini Balu'. Kawasan ini masuk dalam wilayah [[Poto Tano, Poto Tano, Sumbawa Barat|Desa Poto Tano]], [[Poto Tano, Sumbawa Barat|Kecamatan Poto Tano]], [[Kabupaten Sumbawa Barat]]. Luas Pulau Kenawa adalah 11,83 Ha dengan titik koordinat 8<sup>o</sup>29’45,9” - 8<sup>o</sup>30’03,5” Lintang Selatan dan 116<sup>o</sup>49’50,6” - 116<sup>o</sup>50’07,5” Bujur Timur. Pulau Kenawa merupakan [[pulau tak berpenghuni]].{{Sfn|Dermawan, Lubis, dan Suraji|2014|p=350}}


== Bentang alam ==
== Bentang alam ==

Revisi per 19 Agustus 2023 03.59

Pulau Kenawa adalah sebuah pulau di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Lokasi geografis

Pulau Kenawa merupakan salah satu pulau yang menjadi bagian dari Kawasan Konservasi Pesisir Gini Balu'. Kawasan ini masuk dalam wilayah Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Luas Pulau Kenawa adalah 11,83 Ha dengan titik koordinat 8o29’45,9” - 8o30’03,5” Lintang Selatan dan 116o49’50,6” - 116o50’07,5” Bujur Timur. Pulau Kenawa merupakan pulau tak berpenghuni.[1]

Bentang alam

Hutan bakau

Luas hutan bakau di Pulau Kenawa pada tahun adalah 2,4 Ha. Tajuk hutan bakau tumbuh dengan kerapatan yang jarang.[2]

Pemanfaatan

Pulau Kenawa merupakan salah satu objek pariwisata di Nusa Tenggara Barat.[3]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Dermawan, Lubis, dan Suraji 2014, hlm. 350.
  2. ^ Dermawan, Lubis, dan Suraji 2014, hlm. 351.
  3. ^ Pelu, I. E. A., Kurniawan, R., dan Akbar, W. (2020). Dakhoir, Ahmad, ed. Pariwisata Syariah: Pengembangan Wisata Halal dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: Penerbit K-Media. ISBN 978-602-451-719-9. 

Daftar pustaka