Lompat ke isi

Mikrobioma: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Added {{Cleanup}} tag (TW)
fix
 
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Joshua Lederberg lab.jpg|jmpl|[[Joshua Lederberg]] adalah seorang ilmuwan yang memperkenalkan istilah mikrobioma pertama kali, dalam konteks mendeskripsikan [[kompleksitas]] [[Ekologisme|ekologis]] dari [[Mikroorganisme|mikroorganisme]]]]
{{Cleanup|reason=Tulisan cetak tebal|date=Juni 2024}}
'''Mikrobioma''' merujuk pada kumpulan [[mikroorganisme]] (seperti jamur, bakteri, dan virus) yang menetap di dalam tubuh manusia, hewan, tumbuhan, dan [[Organisme|organisme]] lainnya. Istilah mikrobioma pertama kali diperkenalkan oleh [[Joshua Lederberg]] dalam konteks men[[deskripsi]]<nowiki/>kan [[kompleksitas]] [[Ekologisme|ekologis]] dari [[Mikroorganisme|mikroorganisme]], yang bisa bersifat [[Komensalisme|komensal]], [[simbion]], atau [[patogen]], yang secara langsung menghuni suatu area di dalam tubuh. [[Terminologi]] mikrobioma telah meraih penggunaan yang lebih meluas, merujuk kepada kelompok [[Mikroorganisme|mikroorganisme]] yang secara khusus terkait dengan tuan rumah (kelompok) tertentu atau diperoleh dari lingkungan sekitarnya.<ref>{{Cite journal|last=Sudarmono|first=Pratiwi P.|date=Agustus, 2016|title=Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia|url=https://media.neliti.com/media/publications/61932-none-485ae30b.pdf|journal=EJournal Kedokteran Indonesia|volume=Vol.4|issue=No.2|pages=71}}</ref>
[[Berkas:Joshua Lederberg lab.jpg|jmpl|'''[[Joshua Lederberg]]''' adalah seorang ilmuwan yang memperkenalkan istilah ''mikrobioma'' pertama kali, dalam konteks mendeskripsikan [[kompleksitas]] ''[[Ekologisme|ekologis]]'' dari [[Mikroorganisme|''mikroorganisme'']]]]
'''''[[Mikrobioma]]''''' merujuk pada kumpulan ''[[mikroorganisme]]'' (seperti jamur, bakteri, dan virus) yang menetap di dalam tubuh manusia, hewan, tumbuhan, dan [[Organisme|''organisme'']] lainnya. Istilah ''[[mikrobioma]]'' pertama kali diperkenalkan oleh [[Joshua Lederberg]] dalam konteks men[[deskripsi]]<nowiki/>kan [[kompleksitas]] ''[[Ekologisme|ekologis]]'' dari [[Mikroorganisme|''mikroorganisme'']], yang bisa bersifat ''[[Komensalisme|komensal]]'', ''[[simbion]]'', atau ''[[patogen]]'', yang secara langsung menghuni suatu area di dalam tubuh. ''[[Terminologi]]'' ''[[mikrobioma]]'' telah meraih penggunaan yang lebih meluas, merujuk kepada kelompok [[Mikroorganisme|''mikroorganisme'']] yang secara khusus terkait dengan tuan rumah (kelompok) tertentu atau diperoleh dari lingkungan sekitarnya.<ref>{{Cite journal|last=Sudarmono|first=Pratiwi P.|date=Agustus, 2016|title=Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia|url=https://media.neliti.com/media/publications/61932-none-485ae30b.pdf|journal=EJournal Kedokteran Indonesia|volume=Vol.4|issue=No.2|pages=71}}</ref>


== Jenis-jenis ''[[Mikrobioma]]'' ==
== Jenis-jenis mikrobioma ==


# [[Berkas:Human Microbiome Agar Art with Living Microbes.jpg|jmpl|Seni ''Mikrobioma'' Manusia Buatan dengan ''Mikroba'' Hidup di [[Agar-agar|Agar]].]]''[[Mikrobioma]]'' Manusia : Pada manusia, istilah ''[[mikrobioma]]'' umumnya merujuk pada ''[[mikroorganisme]]'' yang menetap di atau pada bagian spesifik dari tubuh, seperti kulit atau saluran pencernaan. [[Komunitas]] ''[[mikroorganisme]]'' ini bersifat dinamis dan mengalami perubahan sebagai respons terhadap berbagai faktor lingkungan, seperti aktivitas fisik, pola makan, penggunaan obat-obatan, dan paparan lainnya.<ref>{{Cite web|title=Microbiome|url=https://www.genome.gov/genetics-glossary/Microbiome|website=www.genome.gov|language=en|access-date=2024-06-02}}</ref>
# [[Berkas:Human Microbiome Agar Art with Living Microbes.jpg|jmpl|Seni mikrobioma Manusia Buatan dengan ''Mikroba'' Hidup di [[Agar-agar|Agar]].]]mikrobioma Manusia : Pada manusia, istilah mikrobioma umumnya merujuk pada [[mikroorganisme]] yang menetap di atau pada bagian spesifik dari tubuh, seperti kulit atau saluran pencernaan. [[Komunitas]] [[mikroorganisme]] ini bersifat dinamis dan mengalami perubahan sebagai respons terhadap berbagai faktor lingkungan, seperti aktivitas fisik, pola makan, penggunaan obat-obatan, dan paparan lainnya.<ref>{{Cite web|title=Microbiome|url=https://www.genome.gov/genetics-glossary/Microbiome|website=www.genome.gov|language=en|access-date=2024-06-02}}</ref>
# [[Berkas:Microbiome in plant ecosystem.jpg|jmpl|Skema ini menggambarkan tanaman dan ''[[mikrobiota]]'' yang terkait dengan tanaman yang mengolonisasi berbagai [[Cerukan|ceruk]] di dalam jaringan tanaman. Semua bagian tanaman di atas tanah, yang dikenal sebagai [[Filosfer|''filosfer'']], adalah [[habitat]] yang terus berkembang karena pengaruh [[Ultraungu|''radiasi ultraviolet'']] ([[Ultraungu|''UV'']]) dan perubahan kondisi iklim. ''[[Filosfer]]'' ini terutama terdiri dari daun. Bagian tanaman di bawah tanah, terutama akar, dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah. Interaksi merugikan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui aktivitas [[Patogen|''patogen'']] dari beberapa anggota [[Mikrobiota|''mikrobiota'']] (sisi kiri). Sebaliknya, interaksi ''[[Mikroorganisme|mikroba]]'' yang bermanfaat mendukung pertumbuhan tanaman (sisi kanan).]]''[[Mikrobioma]]'' Tanaman : Pada tanaman hidup dalam keterkaitan dengan sejumlah ''[[mikroorganisme]]'' beragam yang secara [[kolektif]] dikenal sebagai ''[[mikrobioma]]'' tanaman. ''[[Mikroba]]'' ini dapat ditemukan baik di dalam ([[Endosperma|''endosfer'']]) maupun di luar ([[Episfer|''episfer'']]) jaringan tanaman. Peranan ''[[mikroba]]'' dalam ''[[ekologi]]'' dan [[Fisiologi|''fisiologi'']] tanaman sangatlah penting. Terdapat perkembangan yang [[Signifiant dan signifie|signifikan]] dalam memahami [[struktur]] dan [[Dinamika kelompok|dinamika]] ''[[mikrobioma]]'' tanaman dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah faktor yang terkait dengan tuan rumah, [[Mikroba|''mikroba'']], dan lingkungan memengaruhi komposisi dan keragaman ''[[mikrobioma]]'' tanaman.<ref>{{Cite journal|last=Dastogeer|first=Khondoker M. G.|last2=Tumpa|first2=Farzana Haque|last3=Sultana|first3=Afruja|last4=Akter|first4=Mst Arjina|last5=Chakraborty|first5=Anindita|date=2020-09-01|title=Plant microbiome–an account of the factors that shape community composition and diversity|url=https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2214662820300426|journal=Current Plant Biology|series=Plant Interactions with Microbes and Environment|volume=23|pages=100161|doi=10.1016/j.cpb.2020.100161|issn=2214-6628}}</ref>
# [[Berkas:Microbiome in plant ecosystem.jpg|jmpl|Skema ini menggambarkan tanaman dan [[mikrobiota]] yang terkait dengan tanaman yang mengolonisasi berbagai [[Cerukan|ceruk]] di dalam jaringan tanaman. Semua bagian tanaman di atas tanah, yang dikenal sebagai [[Filosfer|filosfer]], adalah [[habitat]] yang terus berkembang karena pengaruh [[Ultraungu|radiasi ultraviolet]] ([[Ultraungu|UV]]) dan perubahan kondisi iklim. [[Filosfer]] ini terutama terdiri dari daun. Bagian tanaman di bawah tanah, terutama akar, dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah. Interaksi merugikan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui aktivitas [[Patogen|patogen]] dari beberapa anggota [[Mikrobiota|mikrobiota]] (sisi kiri). Sebaliknya, interaksi [[Mikroorganisme|mikroba]] yang bermanfaat mendukung pertumbuhan tanaman (sisi kanan).]]mikrobioma Tanaman : Pada tanaman hidup dalam keterkaitan dengan sejumlah [[mikroorganisme]] beragam yang secara [[kolektif]] dikenal sebagai mikrobioma tanaman. [[Mikroba]] ini dapat ditemukan baik di dalam ([[Endosperma|endosfer]]) maupun di luar ([[Episfer|episfer]]) jaringan tanaman. Peranan [[mikroba]] dalam [[ekologi]] dan [[Fisiologi|fisiologi]] tanaman sangatlah penting. Terdapat perkembangan yang [[Signifiant dan signifie|signifikan]] dalam memahami [[struktur]] dan [[Dinamika kelompok|dinamika]] mikrobioma tanaman dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah faktor yang terkait dengan tuan rumah, [[Mikroba|mikroba]], dan lingkungan memengaruhi komposisi dan keragaman mikrobioma tanaman.<ref>{{Cite journal|last=Dastogeer|first=Khondoker M. G.|last2=Tumpa|first2=Farzana Haque|last3=Sultana|first3=Afruja|last4=Akter|first4=Mst Arjina|last5=Chakraborty|first5=Anindita|date=2020-09-01|title=Plant microbiome–an account of the factors that shape community composition and diversity|url=https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2214662820300426|journal=Current Plant Biology|series=Plant Interactions with Microbes and Environment|volume=23|pages=100161|doi=10.1016/j.cpb.2020.100161|issn=2214-6628}}</ref>
# ''[[Mikrobioma]]'' Hewan : [[Komunitas]] ''[[Mikroorganisme|mikroba]]'' yang hidup di dalam dan pada tubuh hewan (yaitu ''[[mikrobioma]]''nya) memainkan peran penting dalam kesejahteraan [[Inang|''inang'']]<nowiki/>nya. ''[[Mikroorganisme|Mikroba]]'' ini berkontribusi terhadap kemampuan adaptasi dan kebugaran hewan dengan mengatur proses-proses terkait [[pencernaan]], [[Reproduksi|''reproduksi'']], [[Resistansi antibiotik|''resistensi'']] terhadap [[Infeksi|''infeksi'']], dan banyak aspek lainnya. Namun, mereka juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan hewan dengan menyebabkan infeksi dan penyakit. Penelitian yang semakin berkembang menunjukkan bahwa [[Konsorsium|''konsorsium'']] [[Mikroorganisme|''mikroba'']] yang menghuni berbagai bagian tubuh hewan, mulai dari usus hingga kulit, dapat memberikan informasi berharga dan mendukung praktik [[Konservasi (biologi)|''konservasi'']].<ref>{{Cite web|title=Into the Wild: Animal Microbiomes in Conservation|url=https://asm.org/Articles/2022/August/Into-the-Wild-Animal-Microbiomes-in-Conservation|website=ASM.org|language=en|access-date=2024-06-02}}</ref>
# mikrobioma Hewan : [[Komunitas]] [[Mikroorganisme|mikroba]] yang hidup di dalam dan pada tubuh hewan (yaitu mikrobiomanya) memainkan peran penting dalam kesejahteraan [[Inang|inang]]<nowiki/>nya. [[Mikroorganisme|Mikroba]] ini berkontribusi terhadap kemampuan adaptasi dan kebugaran hewan dengan mengatur proses-proses terkait [[pencernaan]], [[Reproduksi|reproduksi]], [[Resistansi antibiotik|resistensi]] terhadap [[Infeksi|infeksi]], dan banyak aspek lainnya. Namun, mereka juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan hewan dengan menyebabkan infeksi dan penyakit. Penelitian yang semakin berkembang menunjukkan bahwa [[Konsorsium|konsorsium]] [[Mikroorganisme|mikroba]] yang menghuni berbagai bagian tubuh hewan, mulai dari usus hingga kulit, dapat memberikan informasi berharga dan mendukung praktik [[Konservasi (biologi)|konservasi]].<ref>{{Cite web|title=Into the Wild: Animal Microbiomes in Conservation|url=https://asm.org/Articles/2022/August/Into-the-Wild-Animal-Microbiomes-in-Conservation|website=ASM.org|language=en|access-date=2024-06-02}}</ref>


=== ''Mikrobioma'' Manusia ===
=== Mikrobioma Manusia ===
Pada manusia, terdapat sekitar 10-100 triliun [[Mikroorganisme|''mikroorganisme'']] yang membentuk ''[[mikrobioma]]''. Untuk setiap 10 miliar [[Sel (biologi)|''sel'']] tubuh manusia, terdapat 10 ''[[Sel (biologi)|sel]] [[mikroba]]'' yang hidup di dalamnya. Meskipun [[Sel (biologi)|''sel'']] manusia mengekspresikan lebih dari 20.000 [[Gen|''gen'']], total ekspresi ''[[gen]]'' dalam tubuh mencapai jutaan [[Gen|''gen'']], sebagian besar diantaranya disumbangkan oleh ''[[mikroba]]''. Istilah ''[[mikrobioma]]'' merujuk pada [[komunitas]] [[Mikroorganisme|''mikroorganisme'']] yang berinteraksi dengan manusia, meskipun istilah [[Mikrobiota|''mikrobiota'']] juga sering digunakan secara bergantian. ''[[Mikrobioma]]'' manusia terbesar terdapat di dalam usus, dengan [[Bakteri|''bakteri'']] yang men[[dominasi]] peran dalam bidang kekebalan tubuh, [[nutrisi]], dan perkembangan manusia. ''[[Mikrobioma]]'' juga berperan dalam mengatur berbagai proses ''[[Biologi|biologis]]'' dan ''[[Fisiologi|fisiologis]]'' tubuh. Ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh dan [[Regulasi|''regulasi'']] [[Inflamasi|''inflamasi'']] dapat menjadi penyebab penyakit dan kondisi non-penyakit menular. ''[[Mikroorganisme]]'' yang hidup di lingkungan bebas memiliki karakteristik yang [[Ekstremisme|ekstrem]] karena terpapar udara yang lembab, berbeda dengan ''[[mikrobiota]]'' yang hidup di [[Mamalia|''mamalia'']]. ''[[Mikrobioma]]'' dalam tubuh manusia terdiri dari ''[[bakteri]]'', ''[[eukariota]]'', ''[[Arkea|archaea]]'', dan ''[[virus]]''. Setiap [[individu]] memiliki variasi ''[[mikrobioma]]'' yang signifikan, yang berbeda dengan variasi [[Genom|''genom'']] manusia. ''[[Mikrobioma]]'' memainkan peran penting dalam [[Kedokteran|ilmu kedokteran]], membantu dalam pengambilan keputusan terkait dengan penanganan masalah kesehatan.<ref>{{Cite journal|last=Sudarmono|first=Pratiwi P.|date=Agustus, 2016|title=Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia|url=https://media.neliti.com/media/publications/61932-none-485ae30b.pdf|journal=EJournal Kedokteran Indonesia|volume=Vol.4|issue=No.2|pages=71}}</ref>
Pada manusia, terdapat sekitar 10-100 triliun [[Mikroorganisme|mikroorganisme]] yang membentuk mikrobioma. Untuk setiap 10 miliar [[Sel (biologi)|sel]] tubuh manusia, terdapat 10 [[Sel (biologi)|sel]] [[mikroba]] yang hidup di dalamnya. Meskipun [[Sel (biologi)|sel]] manusia mengekspresikan lebih dari 20.000 [[Gen|gen]], total ekspresi [[gen]] dalam tubuh mencapai jutaan [[Gen|gen]], sebagian besar diantaranya disumbangkan oleh [[mikroba]]. Istilah mikrobioma merujuk pada [[komunitas]] [[Mikroorganisme|mikroorganisme]] yang berinteraksi dengan manusia, meskipun istilah [[Mikrobiota|mikrobiota]] juga sering digunakan secara bergantian. mikrobioma manusia terbesar terdapat di dalam usus, dengan [[Bakteri|bakteri]] yang men[[dominasi]] peran dalam bidang kekebalan tubuh, [[nutrisi]], dan perkembangan manusia. mikrobioma juga berperan dalam mengatur berbagai proses [[Biologi|biologis]] dan [[Fisiologi|fisiologis]] tubuh. Ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh dan [[Regulasi|regulasi]] [[Inflamasi|inflamasi]] dapat menjadi penyebab penyakit dan kondisi non-penyakit menular. [[Mikroorganisme]] yang hidup di lingkungan bebas memiliki karakteristik yang [[Ekstremisme|ekstrem]] karena terpapar udara yang lembab, berbeda dengan [[mikrobiota]] yang hidup di [[Mamalia|mamalia]]. mikrobioma dalam tubuh manusia terdiri dari [[bakteri]], [[eukariota]], [[Arkea|archaea]], dan [[virus]]. Setiap [[individu]] memiliki variasi mikrobioma yang signifikan, yang berbeda dengan variasi [[Genom|genom]] manusia. mikrobioma memainkan peran penting dalam [[Kedokteran|ilmu kedokteran]], membantu dalam pengambilan keputusan terkait dengan penanganan masalah kesehatan.<ref>{{Cite journal|last=Sudarmono|first=Pratiwi P.|date=Agustus, 2016|title=Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia|url=https://media.neliti.com/media/publications/61932-none-485ae30b.pdf|journal=EJournal Kedokteran Indonesia|volume=Vol.4|issue=No.2|pages=71}}</ref>


==== Manfaat ''[[Mikrobioma]]'' bagi Manusia ====
==== Manfaat mikrobioma bagi Manusia ====
''[[Mikrobioma]]'' merupakan faktor penting dalam proses perkembangan, [[sistem]] [[Sistem imun bawaan|kekebalan]], dan [[Nutrisi|''nutrisi'']] manusia. Selain ''[[bakteri]]'' [[Patogen|''patogen'']], [[Bakteri|''bakteri'']] yang ada dalam tubuh manusia umumnya tidak merugikan, bahkan koloni [[Bakteri|''bakteri'']] tersebut cenderung menguntungkan. Penyakit [[Autoimunitas|''autoimun'']] seperti [[Diabetes melitus|''diabetes'']], [[Rheumatoid Arthritis|''rheumatoid arthritis'']], [[Distrofi otot|''distrofi otot'']], [[Sklerosis multipel|''multiple sclerosis'']], dan [[Fibromyalgia|''fibromialgia'']] ternyata berkaitan dengan [[Disfungsi|''disfungsi'']] ''[[mikrobioma]]''. [[Mikroorganisme|''Mikroba'']] dengan berbagai ekspresi [[Gen|''gen'']]<nowiki/>nya dapat meningkatkan risiko penyakit. Hal ini disebabkan oleh perubahan aktivitas [[Gen|''gen'']] dan proses [[Metabolisme|''metabolisme'']] yang memicu [[respons]] [[Imunitas (medis)|''imun'']] [[Abnormalitas|''abnormal'']] terhadap [[Zat|''zat'']] dan [[jaringan]] yang sebelumnya normal dalam tubuh. Penyakit [[Autoimunitas|''autoimun'']] diduga ditularkan dalam keluarga tidak hanya melalui ''[[DNA]]'' orang tua, tetapi juga melalui pewarisan ''[[mikrobioma]]'' keluarga.<ref>{{Cite journal|last=Sudarmono|first=Pratiwi P.|date=Agustus 2016|title=Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia|url=https://media.neliti.com/media/publications/61932-none-485ae30b.pdf|journal=EJournal Kedokteran Indonesia|volume=Vol.4|issue=No.2|pages=73}}</ref>
mikrobioma merupakan faktor penting dalam proses perkembangan, [[sistem]] [[Sistem imun bawaan|kekebalan]], dan [[Nutrisi|nutrisi]] manusia. Selain [[bakteri]] [[Patogen|patogen]], [[Bakteri|bakteri]] yang ada dalam tubuh manusia umumnya tidak merugikan, bahkan koloni [[Bakteri|bakteri]] tersebut cenderung menguntungkan. Penyakit [[Autoimunitas|autoimun]] seperti [[Diabetes melitus|diabetes]], [[Rheumatoid Arthritis|rheumatoid arthritis]], [[Distrofi otot|distrofi otot]], [[Sklerosis multipel|multiple sclerosis]], dan [[Fibromyalgia|fibromialgia]] ternyata berkaitan dengan [[Disfungsi|disfungsi]] mikrobioma. [[Mikroorganisme|Mikroba]] dengan berbagai ekspresi [[Gen|gen]]<nowiki/>nya dapat meningkatkan risiko penyakit. Hal ini disebabkan oleh perubahan aktivitas [[Gen|gen]] dan proses [[Metabolisme|metabolisme]] yang memicu [[respons]] [[Imunitas (medis)|imun]] [[Abnormalitas|abnormal]] terhadap [[Zat|zat]] dan [[jaringan]] yang sebelumnya normal dalam tubuh. Penyakit [[Autoimunitas|autoimun]] diduga ditularkan dalam keluarga tidak hanya melalui [[DNA]] orang tua, tetapi juga melalui pewarisan mikrobioma keluarga.<ref>{{Cite journal|last=Sudarmono|first=Pratiwi P.|date=Agustus 2016|title=Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia|url=https://media.neliti.com/media/publications/61932-none-485ae30b.pdf|journal=EJournal Kedokteran Indonesia|volume=Vol.4|issue=No.2|pages=73}}</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==

Revisi terkini sejak 3 Juni 2024 14.50

Joshua Lederberg adalah seorang ilmuwan yang memperkenalkan istilah mikrobioma pertama kali, dalam konteks mendeskripsikan kompleksitas ekologis dari mikroorganisme

Mikrobioma merujuk pada kumpulan mikroorganisme (seperti jamur, bakteri, dan virus) yang menetap di dalam tubuh manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme lainnya. Istilah mikrobioma pertama kali diperkenalkan oleh Joshua Lederberg dalam konteks mendeskripsikan kompleksitas ekologis dari mikroorganisme, yang bisa bersifat komensal, simbion, atau patogen, yang secara langsung menghuni suatu area di dalam tubuh. Terminologi mikrobioma telah meraih penggunaan yang lebih meluas, merujuk kepada kelompok mikroorganisme yang secara khusus terkait dengan tuan rumah (kelompok) tertentu atau diperoleh dari lingkungan sekitarnya.[1]

Jenis-jenis mikrobioma

[sunting | sunting sumber]
  1. Seni mikrobioma Manusia Buatan dengan Mikroba Hidup di Agar.
    mikrobioma Manusia : Pada manusia, istilah mikrobioma umumnya merujuk pada mikroorganisme yang menetap di atau pada bagian spesifik dari tubuh, seperti kulit atau saluran pencernaan. Komunitas mikroorganisme ini bersifat dinamis dan mengalami perubahan sebagai respons terhadap berbagai faktor lingkungan, seperti aktivitas fisik, pola makan, penggunaan obat-obatan, dan paparan lainnya.[2]
  2. Skema ini menggambarkan tanaman dan mikrobiota yang terkait dengan tanaman yang mengolonisasi berbagai ceruk di dalam jaringan tanaman. Semua bagian tanaman di atas tanah, yang dikenal sebagai filosfer, adalah habitat yang terus berkembang karena pengaruh radiasi ultraviolet (UV) dan perubahan kondisi iklim. Filosfer ini terutama terdiri dari daun. Bagian tanaman di bawah tanah, terutama akar, dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah. Interaksi merugikan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui aktivitas patogen dari beberapa anggota mikrobiota (sisi kiri). Sebaliknya, interaksi mikroba yang bermanfaat mendukung pertumbuhan tanaman (sisi kanan).
    mikrobioma Tanaman : Pada tanaman hidup dalam keterkaitan dengan sejumlah mikroorganisme beragam yang secara kolektif dikenal sebagai mikrobioma tanaman. Mikroba ini dapat ditemukan baik di dalam (endosfer) maupun di luar (episfer) jaringan tanaman. Peranan mikroba dalam ekologi dan fisiologi tanaman sangatlah penting. Terdapat perkembangan yang signifikan dalam memahami struktur dan dinamika mikrobioma tanaman dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah faktor yang terkait dengan tuan rumah, mikroba, dan lingkungan memengaruhi komposisi dan keragaman mikrobioma tanaman.[3]
  3. mikrobioma Hewan : Komunitas mikroba yang hidup di dalam dan pada tubuh hewan (yaitu mikrobiomanya) memainkan peran penting dalam kesejahteraan inangnya. Mikroba ini berkontribusi terhadap kemampuan adaptasi dan kebugaran hewan dengan mengatur proses-proses terkait pencernaan, reproduksi, resistensi terhadap infeksi, dan banyak aspek lainnya. Namun, mereka juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan hewan dengan menyebabkan infeksi dan penyakit. Penelitian yang semakin berkembang menunjukkan bahwa konsorsium mikroba yang menghuni berbagai bagian tubuh hewan, mulai dari usus hingga kulit, dapat memberikan informasi berharga dan mendukung praktik konservasi.[4]

Mikrobioma Manusia

[sunting | sunting sumber]

Pada manusia, terdapat sekitar 10-100 triliun mikroorganisme yang membentuk mikrobioma. Untuk setiap 10 miliar sel tubuh manusia, terdapat 10 sel mikroba yang hidup di dalamnya. Meskipun sel manusia mengekspresikan lebih dari 20.000 gen, total ekspresi gen dalam tubuh mencapai jutaan gen, sebagian besar diantaranya disumbangkan oleh mikroba. Istilah mikrobioma merujuk pada komunitas mikroorganisme yang berinteraksi dengan manusia, meskipun istilah mikrobiota juga sering digunakan secara bergantian. mikrobioma manusia terbesar terdapat di dalam usus, dengan bakteri yang mendominasi peran dalam bidang kekebalan tubuh, nutrisi, dan perkembangan manusia. mikrobioma juga berperan dalam mengatur berbagai proses biologis dan fisiologis tubuh. Ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh dan regulasi inflamasi dapat menjadi penyebab penyakit dan kondisi non-penyakit menular. Mikroorganisme yang hidup di lingkungan bebas memiliki karakteristik yang ekstrem karena terpapar udara yang lembab, berbeda dengan mikrobiota yang hidup di mamalia. mikrobioma dalam tubuh manusia terdiri dari bakteri, eukariota, archaea, dan virus. Setiap individu memiliki variasi mikrobioma yang signifikan, yang berbeda dengan variasi genom manusia. mikrobioma memainkan peran penting dalam ilmu kedokteran, membantu dalam pengambilan keputusan terkait dengan penanganan masalah kesehatan.[5]

Manfaat mikrobioma bagi Manusia

[sunting | sunting sumber]

mikrobioma merupakan faktor penting dalam proses perkembangan, sistem kekebalan, dan nutrisi manusia. Selain bakteri patogen, bakteri yang ada dalam tubuh manusia umumnya tidak merugikan, bahkan koloni bakteri tersebut cenderung menguntungkan. Penyakit autoimun seperti diabetes, rheumatoid arthritis, distrofi otot, multiple sclerosis, dan fibromialgia ternyata berkaitan dengan disfungsi mikrobioma. Mikroba dengan berbagai ekspresi gennya dapat meningkatkan risiko penyakit. Hal ini disebabkan oleh perubahan aktivitas gen dan proses metabolisme yang memicu respons imun abnormal terhadap zat dan jaringan yang sebelumnya normal dalam tubuh. Penyakit autoimun diduga ditularkan dalam keluarga tidak hanya melalui DNA orang tua, tetapi juga melalui pewarisan mikrobioma keluarga.[6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Sudarmono, Pratiwi P. (Agustus, 2016). "Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia" (PDF). EJournal Kedokteran Indonesia. Vol.4 (No.2): 71. 
  2. ^ "Microbiome". www.genome.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-06-02. 
  3. ^ Dastogeer, Khondoker M. G.; Tumpa, Farzana Haque; Sultana, Afruja; Akter, Mst Arjina; Chakraborty, Anindita (2020-09-01). "Plant microbiome–an account of the factors that shape community composition and diversity". Current Plant Biology. Plant Interactions with Microbes and Environment. 23: 100161. doi:10.1016/j.cpb.2020.100161. ISSN 2214-6628. 
  4. ^ "Into the Wild: Animal Microbiomes in Conservation". ASM.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-06-02. 
  5. ^ Sudarmono, Pratiwi P. (Agustus, 2016). "Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia" (PDF). EJournal Kedokteran Indonesia. Vol.4 (No.2): 71. 
  6. ^ Sudarmono, Pratiwi P. (Agustus 2016). "Mikrobioma: Pemahaman Baru tentang Peran Mikroorganisme dalam Kehidupan Manusia" (PDF). EJournal Kedokteran Indonesia. Vol.4 (No.2): 73.