Lompat ke isi

Pelomedusa subrufa: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Rang Djambak (bicara | kontrib)
Tag: halaman dengan galat skrip VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Rang Djambak (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: halaman dengan galat skrip VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Baris 5: Baris 5:
Terrapin rawa biasanya merupakan kura-kura yang agak kecil, dengan sebagian besar individu berukuran kurang dari 20 cm (7,9 inci) dengan panjang karapas lurus berkisar antara 15 hingga 21 sentimeter,<ref>{{Cite journal |last1=S. Abouelela |first1=Yara |last2=R. T. |first2=Reem |date=2020 |title=Topographical and Morphological Studies on the African Helmeted Turtle (African Side-Necked Turtles - Pelomedusa Subrufa) with Special Reference to its Coelomic Cavity |url=http://nexusacademicpublishers.com/table_contents_detail/4/1600/html |journal=Advances in Animal and Veterinary Sciences |volume=8 |issue=12 |doi=10.17582/journal.aavs/2020/8.12.1318.1324|doi-access=free }}</ref> tetapi ada yang tercatat memiliki panjang 32,5 cm (12,8 inci). Ia memiliki karapas berwarna hitam atau coklat. Bagian atas ekor dan anggota badan berwarna coklat keabu-abuan, sedangkan bagian bawah berwarna kekuningan.
Terrapin rawa biasanya merupakan kura-kura yang agak kecil, dengan sebagian besar individu berukuran kurang dari 20 cm (7,9 inci) dengan panjang karapas lurus berkisar antara 15 hingga 21 sentimeter,<ref>{{Cite journal |last1=S. Abouelela |first1=Yara |last2=R. T. |first2=Reem |date=2020 |title=Topographical and Morphological Studies on the African Helmeted Turtle (African Side-Necked Turtles - Pelomedusa Subrufa) with Special Reference to its Coelomic Cavity |url=http://nexusacademicpublishers.com/table_contents_detail/4/1600/html |journal=Advances in Animal and Veterinary Sciences |volume=8 |issue=12 |doi=10.17582/journal.aavs/2020/8.12.1318.1324|doi-access=free }}</ref> tetapi ada yang tercatat memiliki panjang 32,5 cm (12,8 inci). Ia memiliki karapas berwarna hitam atau coklat. Bagian atas ekor dan anggota badan berwarna coklat keabu-abuan, sedangkan bagian bawah berwarna kekuningan.


Uniknya, genus Pelomedusa tidak memiliki plastron (cangkang bawah) yang berengsel. Namun, semua spesies lain dalam famili Pelomedusidae memiliki ciri yang dengannya mereka dapat, dengan menggunakan otot, menutup plastron ke karapas untuk menutupi kepala dan tungkai depan. Tidak seperti kebanyakan chelonian, penyu berhelm Afrika mampu, ketika berada dalam posisi terbalik, untuk membalikkan badannya dengan gerakan kuat pada lehernya yang panjang dan berotot.<ref>Baard EHW (1994). ''Cape Tortoises: Their identification and care''. Cape Nature Conservation.</ref>
Uniknya, genus Pelomedusa tidak memiliki [[Cangkang kura-kura|plastron]] (cangkang bawah) yang berengsel. Namun, semua spesies lain dalam famili Pelomedusidae memiliki ciri yang dengannya mereka dapat, dengan menggunakan otot, menutup plastron ke [[Karapaks|karapas]] untuk menutupi kepala dan tungkai depan. Tidak seperti kebanyakan [[Penyu hijau|chelonian]], penyu berhelm Afrika mampu, ketika berada dalam posisi terbalik, untuk membalikkan badannya dengan gerakan kuat pada lehernya yang panjang dan berotot.<ref>Baard EHW (1994). ''Cape Tortoises: Their identification and care''. Cape Nature Conservation.</ref>


Penelitian genetik terbaru menunjukkan bahwa Pelomedusa terdiri dari setidaknya 10 spesies berbeda, dan bukan hanya satu seperti yang diperkirakan sebelumnya. Di masa lalu, perbedaan fisik antar populasi tidak dianggap cukup besar untuk mengenali lebih dari satu spesies.<ref>Fritz, Uwe; Petzold, Alice; [[species:Christian Kehlmaier|Kehlmaier, Christian]]; [[species:Carolin Kindler|Kindler, Carolin]]; [[species:Patrick D. Campbell|Cambell, Patrick]]; Hofmeyr, Margaretha D.; [[William Roy Branch|Branch, William R.]] (2014). "Disentangling the ''Pelomedusa'' complex using type specimens and historical DNA (Testudines: Pelomedusidae)". ''Zootaxa'' '''3795''' (5): 501%u2013522.</ref>
Penelitian genetik terbaru menunjukkan bahwa Pelomedusa terdiri dari setidaknya 10 [[spesies]] berbeda, dan bukan hanya satu seperti yang diperkirakan sebelumnya. Di masa lalu, perbedaan fisik antar populasi tidak dianggap cukup besar untuk mengenali lebih dari satu spesies.<ref>Fritz, Uwe; Petzold, Alice; [[species:Christian Kehlmaier|Kehlmaier, Christian]]; [[species:Carolin Kindler|Kindler, Carolin]]; [[species:Patrick D. Campbell|Cambell, Patrick]]; Hofmeyr, Margaretha D.; [[William Roy Branch|Branch, William R.]] (2014). "Disentangling the ''Pelomedusa'' complex using type specimens and historical DNA (Testudines: Pelomedusidae)". ''Zootaxa'' '''3795''' (5): 501%u2013522.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==

Revisi per 1 Desember 2024 00.54

Pelomedusa subrufa Edit nilai pada Wikidata

Edit nilai pada Wikidata
Taksonomi
Galat Lua: callParserFunction: function "Template" was not found.
SpesiesPelomedusa subrufa Edit nilai pada Wikidata
Lacépède, 1788

Penyu helm Afrika (Pelomedusa subrufa), juga dikenal sebagai terrapin rawa, penyu buaya, atau dalam perdagangan hewan peliharaan sebagai penyu leher samping Afrika, adalah spesies terrapin leher samping omnivora dalam keluarga Pelomedusidae. Spesies ini secara alami hidup di perairan tawar dan tergenang di sebagian besar Afrika Sub-Sahara, dan di Yaman selatan.

Deskripsi

Terrapin rawa biasanya merupakan kura-kura yang agak kecil, dengan sebagian besar individu berukuran kurang dari 20 cm (7,9 inci) dengan panjang karapas lurus berkisar antara 15 hingga 21 sentimeter,[1] tetapi ada yang tercatat memiliki panjang 32,5 cm (12,8 inci). Ia memiliki karapas berwarna hitam atau coklat. Bagian atas ekor dan anggota badan berwarna coklat keabu-abuan, sedangkan bagian bawah berwarna kekuningan.

Uniknya, genus Pelomedusa tidak memiliki plastron (cangkang bawah) yang berengsel. Namun, semua spesies lain dalam famili Pelomedusidae memiliki ciri yang dengannya mereka dapat, dengan menggunakan otot, menutup plastron ke karapas untuk menutupi kepala dan tungkai depan. Tidak seperti kebanyakan chelonian, penyu berhelm Afrika mampu, ketika berada dalam posisi terbalik, untuk membalikkan badannya dengan gerakan kuat pada lehernya yang panjang dan berotot.[2]

Penelitian genetik terbaru menunjukkan bahwa Pelomedusa terdiri dari setidaknya 10 spesies berbeda, dan bukan hanya satu seperti yang diperkirakan sebelumnya. Di masa lalu, perbedaan fisik antar populasi tidak dianggap cukup besar untuk mengenali lebih dari satu spesies.[3]

Referensi

  1. ^ S. Abouelela, Yara; R. T., Reem (2020). "Topographical and Morphological Studies on the African Helmeted Turtle (African Side-Necked Turtles - Pelomedusa Subrufa) with Special Reference to its Coelomic Cavity". Advances in Animal and Veterinary Sciences. 8 (12). doi:10.17582/journal.aavs/2020/8.12.1318.1324alt=Dapat diakses gratis. 
  2. ^ Baard EHW (1994). Cape Tortoises: Their identification and care. Cape Nature Conservation.
  3. ^ Fritz, Uwe; Petzold, Alice; Kehlmaier, Christian; Kindler, Carolin; Cambell, Patrick; Hofmeyr, Margaretha D.; Branch, William R. (2014). "Disentangling the Pelomedusa complex using type specimens and historical DNA (Testudines: Pelomedusidae)". Zootaxa 3795 (5): 501%u2013522.