Lompat ke isi

Konsumerisme: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Ricky Setiawan (bicara | kontrib)
←Membatalkan revisi 3437061 oleh 110.136.238.94 (Bicara)rv
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Konsumerisme'''
'''Konsumerisme''' adalah paham atau [[ideologi]] yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses [[konsumsi]] atau pemakaian barang-barang hasil [[produksi]] secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan [[manusia]] menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan [[penyakit jiwa]] yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam [[kehidupan]]nya.

Paham pertama adalah merujuk kepada suatu gerakan untuk melindungi dan menginformasikan konsumen dengan mengharuskan praktek-praktek seperti memberikan informasi kemasan dan iklan yang jujur, jaminan produk, dan peningkatan standar keselamatan. Dalam arti ini adalah gerakan atau serangkaian kebijakan yang ditujukan untuk mengatur produk, layanan, metode, dan standar produsen, penjual, dan pengiklan untuk kepentingan pembeli. Dalam pengertian ini mungkin ada baiknya bila penggunaan kata "Konsumerisme" yang sudah berganti arti ini di ganti dengan kata "Hak Konsumen".

Paham kedua adalah paham atau [[ideologi]] yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses [[konsumsi]] atau pemakaian barang-barang hasil [[produksi]] secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan [[manusia]] menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan [[penyakit jiwa]] yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam [[kehidupan]]nya.


{{ekonomi-stub}}
{{ekonomi-stub}}

Revisi per 12 September 2010 19.33

Konsumerisme

Paham pertama adalah merujuk kepada suatu gerakan untuk melindungi dan menginformasikan konsumen dengan mengharuskan praktek-praktek seperti memberikan informasi kemasan dan iklan yang jujur, jaminan produk, dan peningkatan standar keselamatan. Dalam arti ini adalah gerakan atau serangkaian kebijakan yang ditujukan untuk mengatur produk, layanan, metode, dan standar produsen, penjual, dan pengiklan untuk kepentingan pembeli. Dalam pengertian ini mungkin ada baiknya bila penggunaan kata "Konsumerisme" yang sudah berganti arti ini di ganti dengan kata "Hak Konsumen".

Paham kedua adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.