Lompat ke isi

William Tanuwijaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Revisi sejak 19 September 2019 01.23 oleh 120.188.74.252 (bicara)
William Tanuwijaya
Berkas:William Tanu.png
Founder & CEO — PT Tokopedia, Jakarta
Mulai menjabat
6 Februari 2009
Informasi pribadi
Lahir11 November 1981 (umur 42)
Indonesia Pematang Siantar, Indonesia
Suami/istriFelicia HW
Alma materUniversitas Bina Nusantara
Harvard Kennedy School
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

William Tanuwijaya (lahir 11 November 1981merupakan seorang yang sering PHP. kasoh voucher cashback tapi di batalkan cashback dikira melanggar syarat ketentuan. kembalikan TOKOPEDIA SEPERTI TAHUN 2015


Masa Kecil dan Keluarga

William Tanuwijaya lahir di Pematang Siantar, 18 November 1981 dari keluarga yang sederhana. Selepas SMA, Ayah William memintanya untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta. Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, orang tua William sangat peduli pada pendidikan. Mereka ingin agar William memperoleh pendidikan yang lebih baik sehingga bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Berbekal restu orang tua dan semangat yang tinggi, William akhirnya menjalani pengalaman pertamanya keluar dari Sumatera Utara. Ia menempuh perjalanan laut selama 4 hari tiga malam dari Belawan ke Tanjung Priok[1]. Ia kemudian berkuliah di Universitas Bina Nusantara.

Sayangnya pada tahun kedua perkuliahan, ayah William jatuh sakit sehingga mengharuskannya untuk bekerja sampingan sebagai penjaga shift malam warnet 24 jam di dekat lokasi kampus. Saat itu ia mendapatkan keistimewaan untuk menggunakan nternet secara gratis, setiap harinya. Hal ini memunculkan kecintaannya pada internet, khususnya dunia digital.

Karier

Setelah menyelesaikan kuliah pada tahun 2003, William ingin mengikuti kecintaannya pada dunia digital dengan bekerja di perusahaan internet seperti Google dan Facebook. Ketiadaan kantor dua perusahaan internet raksasa tersebut kemudian membuatnya bekerja di beberapa perusahaan pengembang piranti lunak di beberapa perusahaan seperti TelkomSigma dan Sqiva Sistem setelah sebelumnya bekerja sebagai pengembang Game di Bolehnet. Kemudian di 2006 bekerja sebagai IT & Business Development Manager di Indocom Mediatama. Dari sini kemudian timbul idenya untuk mempunyai perusahaan internet sendiri.

Tahun 2007, ide untuk membangun Tokopedia muncul. Sayangnya, ia tidak memiliki modal untuk mewujudkan ide tersebut. Dia mengajak temannya Leontinus Alpha Edison untuk mendirikan Tokopedia, sebuah startup jual beli online yang menghubungkan penjual dan pembeli di seluruh Indonesia dengan biaya gratis

Terinspirasi dari perusahaan internet dunia, William memberanikan diri untuk mulai mencari pemodal. Usaha ini terbilang sulit karena ia harus menerima penolakan dari banyak pihak. Dua tahun mencoba meyakinkan banyak orang, William harus menerima kenyataan bahwa perusahaan internet belum memiliki kepercayaan saat itu. Apalagi, saat itu ayahnya divonis penyakit kanker kronis. William pun dituntut menjadi tulang punggung keluarga.

William tidak putus asa. Ia terus berusaha meyakinkan orang-orang tentang potensi sebuah perusahaan internet. Maka pada tahun 2009, Tokopedia akhirnya dapat dijalankan setelah mendapat kepercayaan dari salah seorang pemodal. Ia mengumpulkan talenta-talenta terbaik negeri untuk bergabung di Tokopedia, meyakinkan para mahasiswa di berbagai universitas terkemuka.

Tokopedia

Pada tanggal 6 Februari 2009, Tokopedia resmi berdiri. Pada tanggal 17 Agustus pada tahun yang sama Tokopedia resmi diluncurkan ke publik. Oktober 2014, Tokopedia mendapatkan suntikan dana US$100 juta dari Softbank Internet and Media dan Sequoia Capital. Ini merupakan titik awal prestasi William sebagai seorang pengusaha[2]. Pada tahun 2016, William terpilih mewakili Indonesia sebagai Young Global Leader, World Economic Forum[3]. Tokopedia kembali mengumumkan babak investasi baru pada 17 Agustus 2017. Pendanaan senilai USD 1,1 miliar atau sekitar Rp14,7 triliun ini berasal dari Alibaba Group, yang sekaligus menjadikan perusahaan asal Tiongkok tersebut sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia [4].

Kini, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah e-commerce unicorn terkemuka di tanah air dengan valuasi diatas US$ 1 miliar. Memiliki 4 juta penjual dan dikunjungi oleh lebih dari 73 juta pengunjung pada Mei 2018 lalu saat mereka meluncurkan promo bertajuk “Ramadan Ekstra”.[5]

William merupakan salah satu pendiri Asosiasi eCommerce Indonesia, (idEA) dan menempati posisi sebagai Ketua Dewan Pengawas


Pranala luar



https://www.idea.or.id/struktur-organisasi

Referensi

  1. ^ Tanuwijaya, William. "Semangat bambu runcing di era digital | merdeka.com". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-09-04. 
  2. ^ Tim Viva (November 1, 2015). "Profil William Tanuwijaya Viva". Viva. Diakses tanggal 2018-02-07. 
  3. ^ World Economic Forum (Januari 1, 2017). "Young Global Leader Indonesia". WEForum. Diakses tanggal 2018-02-07. 
  4. ^ Rahman Indra (Agustus 17, 2017). "Tokopedia Dapat Suntikan Rp14,7 Triliun dari Alibaba". CNN. Diakses tanggal 2018-02-07. 
  5. ^ Mediatama, Grahanusa (2018-07-03). "Tokopedia alami lonjakan pengunjung". kontan.co.id. Diakses tanggal 2018-09-04.