Lompat ke isi

Eris (mitologi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Revisi sejak 17 Februari 2014 08.42 oleh Rudyindarto (bicara | kontrib)
Lukisan Eris dari tahun 250 SM

Eris (Bahasa Yunani: Ἔρις) adalah dewi perselisihan dalam mitologi Yunani. Dia berlawanan dengan Harmonia (dewi kerukunan). Dalam Mitologi Romawi, Eris dikenal sebagai Discordia, dan lawannya adalah Concordia (terjemahan Latin dari Harmonia). Penyair Homeros menyamakan Eris dengan dewi perang bernama Enyo, yang merupakan kekasih dewa perang Ares dengan terjemahan Latin Bellona, namun sebagian besar sastra Yunani memisahkan Eris dengan Enyo. Planet katai Eris dinamai dari dewi Eris.

Mitologi dan literatur

Menurut epos Theogonia karangan Hesiodos, Eris adalah putri dari dewi perwujudan malam, Niks, yang dilahirkan melalui partenogenesis. Selanjutnya, Eris sendiri melahirkan empat belas anak melalui partenogenesis, yaitu Ponos (kerja keras), Lethe (kelalaian), Limos (kelaparan), Algea (penderitaan), Hisminai (pertarungan), Makhai (pertempuran), Fonoi (pembunuhan), Androktasia (pembantaian), Neikea (pertengkaran), Pseudologi (kebohongan), Amfilogia (perdebatan), Disnomia (pelanggaran hukum), Ate (keruntuhan), dan Horkos (sumpah). Sementara itu, menurut Buku IV dalam epos Iliad karya Homeros, Eris disamakan dengan Enyo (dewi perang) sebagai saudari dan kekasih Ares, putra dari Zeus dan Hera. Perkawinan mereka berdua menghasilkan seorang dewa perang lainnya, Enyalios.

Sebagai dewi perselisihan, Eris kerap membuat pertengkaran dan kekacauan dalam berbagai situasi. Dia biasanya muncul di setiap peperangan bersama dengan anak-anaknya dan juga dewa perang Olimpus, Ares. Salah satu contoh adalah cerita yang mengkisahkan sepasang kekasih, Politeknos dan Aidon yang menyatakan bahwa cinta mereka lebih besar daripada cinta Zeus dan Hera. Ini membuat Hera marah, sehingga dia mengirim Eris untuk menciptakan perselisihan di antara mereka. Ketika Politekhnos sedang membuat keeta perang, dan Aidon sedang menenun, Eris berkata kepada mereka, "Barang siapa yang menyelesaikan tugasnya terakhir, harus memberi budak perempuan kepada yang lainnya!" Aidon menang. Tapi Politekhnos tidak senang dengan kekalahannya, sehingga ia mendatangi Khelidon, adik Aidon, dan memperkosanya. Dia kemudian menyamarkannya sebagai seorang budak dan menyerahkannya pada Aidon. Ketika Aidon tahu bahwa itu adalah adiknya, ia mencincang anak Politekhnos dan menghidangkan dagingnya pada Politekhnos. Para dewa tidak senang terhadap kejadian ini dan mengubah mereka menjadi burung.

Apel Perselisihan

Barangkali cerita mengenai Eris yang paling terkenal adalah bahwa bagaimana dia adalah pemulai sebenarnya dari Perang Troya. Kisah bermula saat Zeus mengadakan pesta perkawinan paksa antara Peleus dan Thetis dimana seluruh makhluk di dunia, baik dewa maupun manusia, diundang, kecuali Eris karena sifatnya yang selalu membawa perselisihan. Marah karena tidak diundang, Eris datang di pesta dan melempar apel emas (yang sekarang lebih dikenal sebagai "Apel Perselisihan") bertuliskan "untuk yang tercantik". Tiga dewi Olimpus, Hera, Athena, dan Afrodit bertengkar tentang siapa sebenarnya dewi yang ditujukan apel tersebut. Mereka kemudian meminta seorang manusia bernama Paris dari Troya untuk memberi pendapat siapa yang pantas. Paris memilih Afrodit karena dijanjikan dapat memperolah wanita tercantik di dunia, Helene. Dengan menculik Helene saat Paris sedang mengadakan perjanjian perdamaian di Sparta, perang Troya pun dimulai.

Pranala luar