Lompat ke isi

What Is It Like to Be a Bat?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Thomas Nagel

"What is it like to be a bat?" adalah sebuah artikel yang ditulis oleh filsuf Amerika Serikat Thomas Nagel yang pertama kali diterbitkan di dalam jurnal The Philosophical Review pada Oktober 1974 dan kemudian di dalam buku Mortal Questions (1979) karya Nagel. Artikel ini menyatakan bahwa teori budi materialis menghilangkan komponen esensial kesadaran, yaitu rasa menjadi sesuatu yang sadar.[1] Ia menyatakan bahwa suatu organisme memiliki kesadaran "jika dan hanya jika terdapat sesuatu mengenai bagaimana rasanya menjadi organisme tersebut - sesuatu mengenai bagaimana rasanya bagi organisme itu."[2] Daniel Dennett yang merupakan pengkritik argumen Nagel menyatakan bahwa artikel ini merupakan "percobaan pikiran mengenai kesadaran yang paling sering dikutip dan paling berpengaruh."[3]:441

Rangkuman

[sunting | sunting sumber]

Artikel ini menyatakan bahwa upaya untuk menjelaskan kesadaran lewat sudut pandang yang objektif dan reduksionis akan disulitkan oleh sifat kesadaran yang subjektif. Kesadaran tidak dapat dijelaskan tanpa karakter subjektif pengalaman, sehingga kesadaran merupakan fenomena budi yang tidak dapat direduksi menjadi materialisme.[4] Maka dari itu, kesadaran hanya dapat dijelaskan dari sudut pandang reduksionis apabila karakter subjektif pengalaman dihapuskan, dan hal ini dianggap tidak masuk akal.

Nagel menggunakan metafor kelelawar untuk mengklarifikasi perbedaan antara konsep subjektif dan objektif. Kelelawar tergolong sebagai mamalia, sehingga mereka diasumsikan memiliki kesadaran. Nagel menggunakan contoh kelelawar karena mereka memiliki indra yang sangat berbeda dari organisme lain. Kelelawar memiliki ekolokasi untuk melakukan navigasi dan merasakan objek. Walaupun kita masih dapat membayangkan bagaimana rasanya terbang, bergantung terbalik, atau memakan serangga seperti kelelawar, hal ini tidak sama dengan pengalaman kelelawar itu sendiri. Nagel mengklaim bahwa apabila manusia dapat berubah menjadi kelelawar, otak mereka tidak akan terbentuk seperti otak kelelawar semenjak lahir, sehingga mereka hanya dapat mengalami kehidupan dan perilaku kelelawar daripada pengalaman subjektif mereka.[5]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Nagel, Thomas (10 March 2005). Honderich, Ted, ed. The Oxford Companion to Philosophy. Oxford: Oxford University Press. hlm. 637. ISBN 978-0-19-103747-4. 
  2. ^ Nagel, Thomas (1974). "What Is It Like to Be a Bat?". The Philosophical Review. 83 (4): 435–450. doi:10.2307/2183914. JSTOR 2183914. 
  3. ^ Dennett, Daniel C. (1991). Consciousness Explained. Boston: Little, Brown and Company. 
  4. ^ "Qualia | Internet Encyclopedia of Philosophy". www.iep.utm.edu. Diakses tanggal 2015-06-01. 
  5. ^ De Preester, Helena (2007). "The deep bodily origins of the subjective perspective: Models and their problems". Consciousness and Cognition. 16 (3): 604–618. doi:10.1016/j.concog.2007.05.002. 

Bacaan lanjut

[sunting | sunting sumber]