Bahrun Naim: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Dewa Mata (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
 
(29 revisi perantara oleh 17 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox person
{{hapus|coba}}
| name = Bahrun Naim
'''Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo''' (lebih dikenal sebagai Bahrun Naim), ialah orang yang diduga sebagai dalang dibalik [[Serangan Jakarta 2016]]<ref name=":0">[http://nasional.tempo.co/read/news/2016/01/15/078736571/empat-kelebihan-ini-membuat-bahrun-naim-dianggap-berbahaya Empat Kelebihan Ini Membuat Bahrun Naim Dianggap Berbahaya] Tempo.co, tanggal 15 Januari 2016. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
| nationality = [[Indonesia]]
</ref>.
| image =
| caption =
| imagesize = 225px
| height =
| birth_name = Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo
| birth_date = {{Birth date|1983|09|06|df=y}}
| birth_place = [[Pekalongan]], [[Jawa Tengah]], [[Indonesia]]
| death_date = {{Death date and age|2018|06|08|1983|09|06|df=yes}}
| death_place = [[Ash Shafa]], [[Suriah]]
| death_cause =
| spouse =
| alma_mater = [[Universitas Sebelas Maret]]
| parents = Sugiran (ayah)<br>Surati (ibu)
| module = {{Infobox military person|embed=yes
|allegiance = {{flagicon image|AQMI Flag.svg|25px}} [[Negara Islam Irak dan Syam]] <br> <small>(2014–2018)</small>
|branch =
|serviceyears =
|rank =
|battles =
}}
}}
'''Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo''' (lebih dikenal sebagai '''Bahrun Naim'''; {{lahirmati|[[Pekalongan]], [[Jawa Tengah]]|6|9|1983|Ash Shafa, [[Suriah]]|8|6|2018}}) adalah seorang [[teroris]] [[Indonesia]] yang diduga sebagai dalang dibalik [[Serangan Jakarta 2016]].<ref name=":0">[http://nasional.tempo.co/read/news/2016/01/15/078736571/empat-kelebihan-ini-membuat-bahrun-naim-dianggap-berbahaya Empat Kelebihan Ini Membuat Bahrun Naim Dianggap Berbahaya] Tempo.co, tanggal 15 Januari 2016. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
</ref>


== Nama ==
== Nama ==
Diantara teman kelompoknya, Ia biasa dipanggil dengan nama ''Na'im'' atau ''Abu Rayyan'' atau ''Abu Aishah''<ref name=":0" />.
Di antara teman kelompoknya, dia biasa dipanggil dengan nama ''Na'im'' atau ''Abu Rayyan'' atau ''Abu Aishah''.<ref name=":0" /> Nama ini tidak dikenal di kalangan aktifis Islam Solo.


== Latar Belakang ==
== Latar Belakang ==
Naim lahir di [[Kota Pekalongan|Pekalongan]] pada tanggal 6 September 1983 dan besar di [[Pasar Kliwon, Surakarta|Pasar Kliwon]]. Ia adalah lulusan program D-3 Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) [[Universitas Sebelas Maret]]. Naim juga diketahui membuka bisnis warung internet atau warnet<ref name=":0" />.
Naim lahir di [[Kota Pekalongan|Pekalongan]] pada tanggal 6 September 1983 dan besar di [[Pasar Kliwon, Surakarta|Pasar Kliwon]]. Ia adalah lulusan program D-3 Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) [[Universitas Sebelas Maret]]. Naim juga diketahui membuka bisnis warung internet atau warnet.<ref name=":0" /> Dan bisnis online pernak-pernik Islam.


== Terorisme ==
== Terorisme ==
Naim sering dikaitkan dengan kelompok jaringan [[Mujahidin Indonesia Timur]] (MIT) pimpinan Santoso alias [[Abu Wardah]] yang diketahui telah berbaiat ke [[Negara Islam Irak dan Syam|ISIS]]. Ia juga disinyalir merupakan orang yang menggugah video kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) melalui akun [[Facebook]] yang bernama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo.
Naim sering dikaitkan dengan kelompok jaringan [[Mujahidin Indonesia Timur]] (MIT) pimpinan Santoso alias [[Abu Wardah]] yang diketahui telah berbaiat ke [[Negara Islam Irak dan Syam|ISIS]]. Ia juga disinyalir merupakan orang yang menggugah video kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) melalui akun [[Facebook]] yang bernama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo.


Pemerintah melalui otoritas terkait telah mengetahui sepak terjang Naim setidaknya sejak 2010. Pada saat itu, tanggal 9 November 2010, Ia ditangkap oleh [[Detasemen Khusus 88 (Anti Teror)|Detasemen Khusus 88 (Anti-Teror)]] karena menyimpan 533 butir peluru laras panjang kaliber 7.62 mm, dan 31 butir peluru kaliber 9 mm<ref name=":0" />. Ia mengaku, ratusan butir peluru tersebut merupakan titipan Purnama Putra alias Ipung alias Usamah alias Rizky. Ipung diketahui memiliki jaringan dengan [[Jemaah Islamiyah|Jamaah Islamiyah]] dan [[Noordin Mohammad Top|Noordin M. Top]]. Atas perbuatannya tersebut, Naim diputuskan bersalah oleh Pengadilan Negeri [[Kota Surakarta|Surakarta]] dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun.
Pemerintah melalui otoritas terkait telah mengetahui sepak terjang Naim setidaknya sejak 2010. Pada saat itu, tanggal 9 November 2010, Ia ditangkap oleh [[Detasemen Khusus 88 (Anti Teror)|Detasemen Khusus 88 (Anti-Teror)]] karena menyimpan 533 butir peluru laras panjang kaliber 7.62&nbsp;mm, dan 31 butir peluru kaliber 9&nbsp;mm.<ref name=":0" /> Ia mengaku, ratusan butir peluru tersebut merupakan titipan Purnama Putra alias Ipung alias Usamah alias Tikus alias Rizky. Ipung diketahui memiliki jaringan dengan [[Jemaah Islamiyah|Jamaah Islamiyah]], [[Azahari Husin|Dr. Azahari]] dan [[Noordin Mohammad Top|Noordin M. Top]]. Atas perbuatannya tersebut, Naim diputuskan bersalah oleh Pengadilan Negeri [[Kota Surakarta|Surakarta]] dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Ipung diketahui saat ini menjadi staff pengajar di salah satu Universitas di bilangan Jakarta Selatan. Ipung bekerja sebagai staff Densus, semenjak Suryadarma menjabat menjadi kepala Densus.


Menurut Kapolri, Jenderal [[Badrodin Haiti]], Naim merupakan orang yang mentransfer dana yang digunakan dalam pengembangan dan aksi pada [[Serangan Jakarta 2016]]. Hal ini terungkap setelah Mabes Polri menangkap sosok yang menerima dana transfer dari Naim. Penangkapan ini dilakukan Kepolisian dalam aksi perburuan teroris sesaat setelah aksi teror di Jakarta dilakukan.
Menurut Kapolri, Jenderal [[Badrodin Haiti]], Naim merupakan orang yang mentransfer dana yang digunakan dalam pengembangan dan aksi pada [[Serangan Jakarta 2016]]. Hal ini terungkap setelah Mabes Polri menangkap sosok yang menerima dana transfer dari Naim. Penangkapan ini dilakukan Kepolisian dalam aksi perburuan teroris sesaat setelah aksi teror di Jakarta dilakukan.


Dilaporkan, Bahrun Naim pergi ke [[Suriah]] untuk bergabung dengan [[Negara Islam Irak dan Syam|ISIS]] pada tahun 2014 dan hingga saat ini dianggap masih di Suriah dan tinggal di [[Ar-Raqqah|Raqqa]]. Ia pun diketahui memiliki blog dan rajin menuliskan pemikiran dan pengalamannya di blog tersebut. Pada salah satu bagian, ia menceritakan perjuangannya sampai ke tanah Suriah. Pada tulisannya yang lain, ia membuat analisis dari serangan di Paris yang menewaskan 130 orang pada 13 November 2015. Tulisan itu berjudul “Pelajaran dari Serangan Paris” yang dipublikasikan pada 15 November—hanya terpaut dua hari dari [[Serangan Paris November 2015]]. Di blognya tersebut, Bahrun menyebut serangan itu menakjubkan, juga inspiratif<ref>[http://nasional.tempo.co/read/news/2016/01/15/078736323/bahrun-naim-ngeblog-sebut-serangan-paris-inspiratif Bahrun Naim Ngeblog, Sebut Serangan Paris Inspiratif] Tempo.co, tanggal 15 Januari 2016. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
Dilaporkan, Bahrun Naim pergi ke [[Suriah]] untuk bergabung dengan [[Negara Islam Irak dan Syam|NIIS]] pada tahun 2014 dan hingga saat ini dianggap masih di Suriah dan tinggal di [[Ar-Raqqah|Raqqa]]. Ia pun diketahui memiliki blog dan rajin menuliskan pemikiran dan pengalamannya di blog tersebut. Salah satu blog yang dimilikinya adalah www.bahrunnaim.site dan www.bahrunnaim.co yang saat ini sudah tidak aktif. Namun diketahui, terdapat web lain www.bahrunnaim.website yang menyerupai web-web sebelumnya. Pada salah satu bagian, ia menceritakan perjuangannya sampai ke tanah Suriah. Pada tulisannya yang lain, ia membuat analisis dari serangan di Paris yang menewaskan 130 orang pada 13 November 2015. Tulisan itu berjudul “Pelajaran dari Serangan Paris” yang dipublikasikan pada 15 November—hanya terpaut dua hari dari [[Serangan Paris November 2015]]. Di blognya tersebut, Bahrun menyebut serangan itu menakjubkan, juga inspiratif.<ref>[http://nasional.tempo.co/read/news/2016/01/15/078736323/bahrun-naim-ngeblog-sebut-serangan-paris-inspiratif Bahrun Naim Ngeblog, Sebut Serangan Paris Inspiratif] Tempo.co, tanggal 15 Januari 2016. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
</ref>. Saat ia pergi ke Suriah, ia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu, istri mudanya pergi dalam kondisi hamil<ref name=":0" />.
</ref> Saat ia pergi ke Suriah, ia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu, istri mudanya pergi dalam kondisi hamil.<ref name=":0" />

== Kematian ==
Bahrun Naim terbunuh dalam serangan udara AS pada 8 Juni 2018 ketika ia mengendarai sepeda motor di Ash Shafa, [[Suriah]], sekitar dua tahun setelah pasukan kontra-teror mulai melacaknya.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />3. [Http://mzochim.com/2016/01/15/ini-dia-sosok-bahrun-naim-isis-otak-di-balik-teror-bom-sarinah-jakarta/|Ini{{Pranala mati|date=Februari 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }} Dia Sosok Bahrun Naim Yang Diduga Anggota ISIS Dan Otak Di Balik Teror Bom Sarinah, Jakarta]{{Pranala mati|date=Maret 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }} Mzochim, 15 Januari 2015.
<references />


[[Kategori:Teroris Indonesia]]
[[Kategori:Teroris Indonesia]]
[[Kategori:Tokoh dari Pekalongan]]
[[Kategori:Alumni Universitas Sebelas Maret]]
[[Kategori:Anggota Negara Islam Irak dan Syam dari Indonesia]]

Revisi terkini sejak 19 April 2024 12.04

Bahrun Naim
LahirMuhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo
(1983-09-06)6 September 1983
Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia
Meninggal8 Juni 2018(2018-06-08) (umur 34)
Ash Shafa, Suriah
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Sebelas Maret
Orang tuaSugiran (ayah)
Surati (ibu)
Karier militer
Pengabdian Negara Islam Irak dan Syam
(2014–2018)

Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo (lebih dikenal sebagai Bahrun Naim; 6 September 1983 – 8 Juni 2018) adalah seorang teroris Indonesia yang diduga sebagai dalang dibalik Serangan Jakarta 2016.[1]

Nama[sunting | sunting sumber]

Di antara teman kelompoknya, dia biasa dipanggil dengan nama Na'im atau Abu Rayyan atau Abu Aishah.[1] Nama ini tidak dikenal di kalangan aktifis Islam Solo.

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Naim lahir di Pekalongan pada tanggal 6 September 1983 dan besar di Pasar Kliwon. Ia adalah lulusan program D-3 Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret. Naim juga diketahui membuka bisnis warung internet atau warnet.[1] Dan bisnis online pernak-pernik Islam.

Terorisme[sunting | sunting sumber]

Naim sering dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang diketahui telah berbaiat ke ISIS. Ia juga disinyalir merupakan orang yang menggugah video kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) melalui akun Facebook yang bernama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo.

Pemerintah melalui otoritas terkait telah mengetahui sepak terjang Naim setidaknya sejak 2010. Pada saat itu, tanggal 9 November 2010, Ia ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 (Anti-Teror) karena menyimpan 533 butir peluru laras panjang kaliber 7.62 mm, dan 31 butir peluru kaliber 9 mm.[1] Ia mengaku, ratusan butir peluru tersebut merupakan titipan Purnama Putra alias Ipung alias Usamah alias Tikus alias Rizky. Ipung diketahui memiliki jaringan dengan Jamaah Islamiyah, Dr. Azahari dan Noordin M. Top. Atas perbuatannya tersebut, Naim diputuskan bersalah oleh Pengadilan Negeri Surakarta dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun. Ipung diketahui saat ini menjadi staff pengajar di salah satu Universitas di bilangan Jakarta Selatan. Ipung bekerja sebagai staff Densus, semenjak Suryadarma menjabat menjadi kepala Densus.

Menurut Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti, Naim merupakan orang yang mentransfer dana yang digunakan dalam pengembangan dan aksi pada Serangan Jakarta 2016. Hal ini terungkap setelah Mabes Polri menangkap sosok yang menerima dana transfer dari Naim. Penangkapan ini dilakukan Kepolisian dalam aksi perburuan teroris sesaat setelah aksi teror di Jakarta dilakukan.

Dilaporkan, Bahrun Naim pergi ke Suriah untuk bergabung dengan NIIS pada tahun 2014 dan hingga saat ini dianggap masih di Suriah dan tinggal di Raqqa. Ia pun diketahui memiliki blog dan rajin menuliskan pemikiran dan pengalamannya di blog tersebut. Salah satu blog yang dimilikinya adalah www.bahrunnaim.site dan www.bahrunnaim.co yang saat ini sudah tidak aktif. Namun diketahui, terdapat web lain www.bahrunnaim.website yang menyerupai web-web sebelumnya. Pada salah satu bagian, ia menceritakan perjuangannya sampai ke tanah Suriah. Pada tulisannya yang lain, ia membuat analisis dari serangan di Paris yang menewaskan 130 orang pada 13 November 2015. Tulisan itu berjudul “Pelajaran dari Serangan Paris” yang dipublikasikan pada 15 November—hanya terpaut dua hari dari Serangan Paris November 2015. Di blognya tersebut, Bahrun menyebut serangan itu menakjubkan, juga inspiratif.[2] Saat ia pergi ke Suriah, ia dilaporkan membawa satu anak dan dua orang istrinya. Saat itu, istri mudanya pergi dalam kondisi hamil.[1]

Kematian[sunting | sunting sumber]

Bahrun Naim terbunuh dalam serangan udara AS pada 8 Juni 2018 ketika ia mengendarai sepeda motor di Ash Shafa, Suriah, sekitar dua tahun setelah pasukan kontra-teror mulai melacaknya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e Empat Kelebihan Ini Membuat Bahrun Naim Dianggap Berbahaya Tempo.co, tanggal 15 Januari 2016. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
  2. ^ Bahrun Naim Ngeblog, Sebut Serangan Paris Inspiratif Tempo.co, tanggal 15 Januari 2016. Diakses tanggal 18 Januari 2016.

3. [pranala nonaktif permanen] Dia Sosok Bahrun Naim Yang Diduga Anggota ISIS Dan Otak Di Balik Teror Bom Sarinah, Jakarta[pranala nonaktif permanen] Mzochim, 15 Januari 2015.