Lompat ke isi

Hymenoptera

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hymenoptera
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Eukaryota
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
(tanpa takson): Holometabola
Superordo: Hymenopterida
Ordo: Hymenoptera
Subordo

Hymenoptera adalah salah satu ordo dari serangga, yang antara lain terdiri atas semut, lebah, tawon dan lalat gergaji. Lebih dari 150.000 spesies Hymenoptera telah dikemukakan,[1][2] dengan tambahan 2.000 spesies Hymenoptera yang telah punah.[3]

Betinanya memiliki ovipositor khusus untuk memasukkan telur ke dalam inang maupun tempat lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor ini sering termodifikasi menjadi sengat. Yang mudanya berkembang melalui metamorfosis sempurna (holometabolisme) — yakni memiliki stadium larva dan stadium kepompong yang tak aktif sebelum dewasa.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Hymenoptera berasal dari bahasa Yunani Kuno: ὑμήν humẽn "membran" dan πτερόν pteron "sayap".[4]. Nama ini merujuk ke sayap bermembran dari serangga, dan sayap belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait disebut hamuli.

Penentuan seks

[sunting | sunting sumber]

Di antara Hymenoptera, seks ditentukan oleh sejumlah kromosom yang dimiliki setiap individu. Telur yang dibuahi mendapatkan 2 set kromosom (masing-masing dari gamet parental), lalu berkembang ke betina diploid, sedangkan telur yang tak dibuahi hanya mengandung 1 set (dari betina), lalu berkembang menjadi jantan haploid; tindakan pembuahan berada di bawah kendali sadar betina penghasil telur. Fenomena ini disebut haplodiploidi. Namun, perlu diingat bahwa mekanisme genetik yang sesungguhnya dari penentuna seks haplodiploid bisa lebih kompleks daripada jumlah kromosom yang sederhana.

Pada sejumlah Hymenoptera, seks biasanya ditentukan oleh lokus gen tunggal dengan banyak alel. Pada spesies-spesies itu, haploidnya jantan dan diploid heterozigot pada lokus seksnya betina, tetapi biasanya diploid akan homozigot pada lokus seks dan sebagai gantinya berkembang menjadi jantan. Ini mungkin khususnya terjadi pada individu yang parentalnya bersaudara atau berhubungan dekat. Jantan diploid diketahui tercipta dengan perkawinan sejenis pada sejumlah spesies semut, lebah dan tawon.

Salah satu akibat haplodiploidi adalah rata-rata betinanya memiliki gen yang lebih banyak dengan saudarinya daripada mereka sendiri dengan anak betinanya. Karena hal inilah, kerja sama di antara betina yang sama tidak biasanya menguntungkan, dan ada hipotesis berpengaruh pada asal eusosial yang banyak dalam ordo ini.

Klasifikasi

[sunting | sunting sumber]

Tawon, lebah, dan semut membentuk subordo Apokrita, dicirikan dengan penyempitan antara segmen abdomen pertama dan kedua yang disebut pinggang tawon (petiola), juga melibatkan bersatunya segmen abdomen pertama pada toraks. Larva-larva semua Apokrita juga tak berkaki, berkaki depan, maupun ocelli. Lebah madu dianggap sebagai penyerbuk yang penting kepada tumbuhan.[5]

Subordo Symphyta termasuk lalat daun, ekor tanduk, dan tawon kayu parasit. Kelompok ini tampaknya parafiletik, karena sering dipercaya bahwa famili Orussidae ada dalam kelompok yang dari situ Apokrita berkembang. Mereka memiliki simpangan tak menyempit antara toraks dan abdomen, dan larva-larva dari bentuk yang hidup bebas biasanya herbivora, berkaki, berkaki depan (di tiap segmen, tak seperti Lepidoptera), dan ocelli.[3]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Mayhew, Peter J. (2007). "Why are there so many insect species? Perspectives from fossils and phylogenies". Biological Reviews. 82 (3): 425–454. doi:10.1111/j.1469-185X.2007.00018.x. PMID 17624962. 
  2. ^ Janke, Axel; Klopfstein, Seraina; Vilhelmsen, Lars; Heraty, John M.; Sharkey, Michael; Ronquist, Fredrik (2013). "The Hymenopteran Tree of Life: Evidence from Protein-Coding Genes and Objectively Aligned Ribosomal Data". PLOS ONE. 8 (8): e69344. Bibcode:2013PLoSO...869344K. doi:10.1371/journal.pone.0069344alt=Dapat diakses gratis. PMC 3732274alt=Dapat diakses gratis. PMID 23936325. 
  3. ^ a b Aguiar, A.P.; Deans, A.R.; Engel, M.S.; Forshage, M.; Huber, J.T.; Jennings, J.T.; Johnson, N.F.; Lelej, A.S.; Longino, J.T.; Lohrmann, V.; Mikó, I.; Ohl, M.; Rasmussen, C.; Taeger, A.; Yu, D.S.K. (2013). "Order Hymenoptera Linnaeus, 1758. In: Zhang, Z.-Q. (Ed.) Animal Biodiversity: An Outline of Higher-level Classification and Survey of Taxonomic Richness (Addenda 2013)". Zootaxa. 3703: 1–82. doi:10.11646/zootaxa.3703.1.12. PMID 26146682. 
  4. ^  Carpenter, George Herbert (1911). "Hymenoptera". Dalam Chisholm, Hugh. Encyclopædia Britannica. 14 (edisi ke-11). Cambridge University Press. hlm. 177. 
  5. ^ Zulfikar, Fahri (16 Maret 2022). "Serba-Serbi Lebah Madu, Peran dalam Sarang Hingga Kecepatan Terbang". detikcom. Diakses tanggal 29 Mei 2022. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Umum
Sistematika
Daftar kawasan