Lompat ke isi

Aśoka (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Asoka (film 2001))
Aśoka
SutradaraSantosh Sivan
ProduserShah Rukh Khan
Juhi Chawla
SkenarioSantosh Sivan
Saket Chaudhary
PemeranShah Rukh Khan
Ajith kumar
Danny Denzongpa
Kareena Kapoor
Hrishita Bhatt
NaratorSuresh Oberoi
Penata musikSandeep Chowta
Anu Malik
SinematograferSantosh Sivan
PenyuntingA. Sreekar Prasad
DistributorDreamz Unlimited
Tanggal rilis
26 Oktober 2001
Durasi171 menit
NegaraIndia
BahasaHindi
Anggaran12,50 crore (US$1,8 juta)[1]

Aśhoka (bahasa Hindi: अशोक, bahasa Urdu: اشوک) adalah sebuah film drama sejarah epik India 2001 yang disutradarai dan ditulis oleh Santosh Sivan. Film tersebut merupakan versi yang didramatisasi dari kehidupan awal kaisar Asoka, dari dinasti Maurya, yang menguasai sebagian besar subbenua India pada abad ke-3 SM.

Film tersebut dibintangi oleh Shah Rukh Khan, Kareena Kapoor, Ajith Kumar, Danny Denzongpa dan Hrishita Bhatt. Film tersebut diproduksi oleh Shah Rukh Khan, Juhi Chawla dan Radhika Sangoi. Permainan latarnya ditulis oleh Santosh Sivan dan Saket Chaudhary dan dialognya oleh Abbas Tyrewala. Film tersebut aslinya dirilis dengan judul Ashoka The Great di India. Judul perilisan Tamil adalah Samrat Ashoka.

Film tersebut ditayangkan di Britania Raya dan Amerika Utara, dan juga terpilih untuk ditayangkan di Festival Film Venesia dan Festival Film Internasional Toronto, di mana film tersebut meraih sambutan positif.[2] Namun, film tersebut gagal menarik hati para kritikus dan audien India[3][4] dan menjadi flop di box office.[5]

Di usianya yang sudah sepuh, maharaja Candragupta Maurya (Umesh Mehra) dari Kekaisaran Maurya memutuskan untuk memeluk agama Jainisme dan menyerahkan takhtanya kepada anaknya, Bindusara (Gerson da Cunha). Cucu kecilnya Asoka (Karan Dewani) ingin mewarisi pedangnya, tetapi kakeknya mengingatkan pedang tersebut penuh hawa jahat dan haus akan darah dan penghancuran.

Beberapa tahun kemudian, pangeran Asoka yang sudah dewasa (Shah Rukh Khan), memerangi kepala pemberontak dari Taxila (sekarang provinsi Punjab, Pakistan) mewakili ayahnya. Ia menyadari bahwa saudara tuanya, Susima (Ajith Kumar), yang juga membidik takhta Maurya, dengan sengaja menahan bala-bantuan agar tidak datang membantunya, tetapi Asoka tetap mengalahkan para pemberontak. Asoka kembali ke ibu kota Pataliputra dengan kemenangan dan menghadapi Susima karena tindakannya. Di kemudian waktu, Susima mencoba untuk membunuh Asoka ketika ia sedang mandi. Pertikaian antara kedua pangeran ini membuat sang maharaja tidak senang, di mana ia memerintahkan maharani Dharma (Subhashini Ali), ibu Asoka, untuk mengendalikan anaknya. Dharma lalu memaksa Asoka untuk meninggalkan ibu kota sementara waktu untuk mejalani hidup sebagai orang biasa. Sang pangeran kecewa namun ia tetap pergi.

Asoka lalu sendirian melancong ke wilayah selatan India, menggunakan "Pawan" sebagai nama samarannya. Dalam perjalanannya, ia bertemu seorang gadis jelita bernama Kaurwaki (Kareena Kapoor) dan jatuh cinta kepadanya. Ia juga berteman baik dengan adik kecilnya Arya (Sooraj Balaji). Kaurwaki dan Arya, bersama dengan pelindung setia mereka jenderal Bheema (Rahul Dev), sedang berada dalam pelarian dari kejaran tentara Kalingga (sekarang Odisha). Keduanya sebenarnya adalah putri dan pangeran dari kerajaan tersebut, tetapi mereka terpaksa melarikan diri setelah terjadi kudeta yang dilakukan oleh sang perdana menteri. Asoka dan Kaurwaki kemudian menikah secara rahasia.

Tidak lama, datang pembawa pesan dari Maurya yang meminta Asoka untuk kembali ke ibu kota karena ibunya sakit. Setelah kembali ke ibu kota, ayahnya memerintahkannya untuk menumpas pemberontakan di wilayah Ujjaini. Sebelum bertolak ke barat, Asoka mengunjungi Kalingga untuk menemui Kaurwaki dan Arya, tetapi Bheema memberitahunya bahwa mereka berdua sudah terbunuh, meski sebenarnya keduanya sedang bersembunyi. Asoka yang patah hati lalu mencoba untuk bunuh diri namun berhasil diselamatkan oleh Virat (Danny Denzongpa), seorang biksu setempat. Dikarenakan penuh akan duka dan amarah, Asoka menumpas pemberontakan di Ujjaini secara brutal. Dalam pertempuran ini, Susima mengirim bawahannya untuk membunuh Asoka, tetapi Asoka hanya cedera dan dibawa ke wihara di Vidisha untuk memulihkan diri.

Di Vidisha, Asoka bertemu dengan seorang gadis Buddha bernama Devi (Hrishitaa Bhatt) yang merawatnya. Asoka kembali selamat dari percobaan pembunuhan dengan bantuan Devi. Keduanya lalu menikah dan kembali dengan penyambutan di ibu kota. Susima dan para saudara pendukungnya dipenuhi kemarahan dari usaha sia-sia mereka untuk menyingkirkan Asoka. Maharaja Bindusara, yang lebih menyukai Susima sebagai penerusnya, jatuh sakit dan wafat. Tidak lama setelahnya, maharani Dharma terbunuh oleh para bawahan Susima. Asoka yang murka ingin membunuh Susima namun memiliki pertimbangan lain, sementara Susima sendiri dibunuh Virat ketika mencoba untuk menyerang Asoka dari belakang. Asoka pun lalu naik takhta sebagai maharaja Maurya.

Beberapa bulan kemudian, Kaurwaki dan Arya kembali ke Kalingga bersama Bheema, di mana perdana menteri yang telah melakukan kudeta dijatuhi hukuman mati. Asoka lalu menyatakan perang terhadap Kalingga, belum mengetahui keadaan Kaurwaki yang masih hidup. Kaurwaki pun masih belum mengetahui bahwa Asoka adalah Pawan, sementara kedua kubu bersiap untuk perang.

Pertempuran yang mengerikan terjadi di Kalingga. Tentara Maurya mengalahkan Kalingga secara telak, di mana mereka membantai setiap warga Kalingga yang ditemuinya. Bheema terbunuh setelah menyadari bahwa Asoka adalah Pawan, sementara Kaurwaki terluka namun selamat. Asoka kemudian mengunjungi medan tempur, di mana ia menemukan kudanya dahulu yang pernah ia titipkan pada Kaurwaki. Dengan harapan yang menggelora, Asoka yang kalut mencari dan menemukan Kaurwaki. Keduanya lalu bicara dari hati ke hati dan Asoka meminta maaf sedalam-dalamnya atas tindakannya terhadap Kalingga. Arya yang sekarat karena terpanah dalam pertempuran, datang dan tewas di lengan Asoka. Kematian Arya menyadarkan Asoka bahwa musuh-musuhnya, keluarganya, dan orang-orang yang dekat dengannya terbunuh karena dirinya. Ramalan dari kakeknya terhadap pedang yang diwarisinya telah terbukti.

Film ini berakhir dengan Asoka melemparkan pedang kakeknya ke air di tempat yang sama seperti kakeknya dahulu, di mana ia lalu memutuskan untuk memeluk agama Buddha. Narasi akhir film ini menjelaskan bagaimana Asoka membangun kekaisaran Maurya menjadi suatu imperium yang besar serta menyebarkan agama Buddha ke berbagai penjuru India dan dunia. Dijelaskan juga mengenai nasib kekaisaran Maurya setelah Asoka wafat.

Beberapa karakter dalam film ini merupakan versi yang difiksikan dari tokoh-tokoh sejarah:

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ "Aśoka Budget". Box Office India. 22 Juli 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Agustus 2015. Diakses tanggal 22 Juli 2015. 
  2. ^ Chhabra, Aseem (24 October 2001). "Hype 'n' Hoopla". Rediff.com. Diakses tanggal 31 Desember 2008. 
  3. ^ "Friday Review Hyderabad : Troubled chapters from history". Chennai, India: The Hindu. 15 Februari 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-11-04. Diakses tanggal 13 Agustus 2012. 
  4. ^ "Keep date with Asoka". Chennai, India: The Hindu. 23 Mei 2002. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-12-03. Diakses tanggal 13 Agustus 2012. 
  5. ^ "rediff.com, Movies: Women on Top". Rediff.com. 23 Maret 1931. Diakses tanggal 13 Agustus 2012. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]