Lompat ke isi

Hukum Yerkes–Dodson

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Grafik yang menggambarkan hukum Yerkes-Dodson

Hukum Yerkes–Dodson adalah keterkaitan empiris antara stres dengan performa. Hukum ini pertama kali dikembangkan oleh psikolog Robert M. Yerkes dan John Dillingham Dodson pada tahun 1908.[1] Menurut hukum ini, performa akan meningkat seiring dengan peningkatan gairah fisiologis atau kejiwaan, tetapi hanya sampai pada titik tertentu. Jika tingkat kegairahan terlalu tinggi, performa akan berkurang. Proses ini sering kali digambarkan dengan grafik yang berbentuk seperti lonceng.[2] Namun, karena tugas yang dilakukan oleh setiap orang bisa berbeda, bentuk grafik Yerkes-Dodson bisa bermacam-macam.[3]

Walaupun hasil berbagai penelitian telah memastikan bahwa memang ada korelasi antara stres dengan performa (seperti yang dipastikan oleh Broadhurst (1959),[4] Duffy (1957),[5] dan Anderson (1988)[6]), tetapi penyebabnya sendiri masih belum diketahui secara pasti.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Yerkes RM, Dodson JD (1908). "The relation of strength of stimulus to rapidity of habit-formation". Journal of Comparative Neurology and Psychology. 18 (5): 459–482. doi:10.1002/cne.920180503. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-04-30. Diakses tanggal 2021-02-06. 
  2. ^ Corbett, Martin (2015-08-10). "From law to folklore: work stress and the Yerkes-Dodson Law". Journal of Managerial Psychology. 30 (6): 741–752. doi:10.1108/jmp-03-2013-0085. ISSN 0268-3946. 
  3. ^ Diamond, David M.; Adam M. Campbell; Collin R. Park; Joshua Halonen; Phillip R. Zoladz (2007-03-28). "The Temporal Dynamics Model of Emotional Memory Processing: A Synthesis on the Neurobiological Basis of Stress-Induced Amnesia, Flashbulb and Traumatic Memories, and the Yerkes–Dodson Law". Neural Plasticity. 2007: 60803. doi:10.1155/2007/60803. PMC 1906714alt=Dapat diakses gratis. PMID 17641736. 
  4. ^ Broadhurst, P. L. (1956). "Emotionality and the Yerkes–Dodson Law". Journal of Experimental Psychology. 54 (5): 345–352. doi:10.1037/h0049114. PMID 13481281. 
  5. ^ Duffy, Elizabeth (1957). "The psychological significance of the concept of "arousal" or "activation"". Psychological Review. 64 (5): 265–275. doi:10.1037/h0048837. PMID 13494613. 
  6. ^ Anderson, K. J.; Revelle, W.; Lynch, M. J. (1989). "Caffeine, impulsivity, and memory scanning: A comparison of two explanations for the Yerkes–Dodson Effect". Motivation and Emotion. 13: 1–20. doi:10.1007/bf00995541. 
  7. ^ Anderson KJ, Revelle W, Lynch MJ (1989). "Caffeine, impulsivity, and memory scanning: A comparison of two explanations for the Yerkes–Dodson Effect". Motivation and Emotion. 13: 1–20. doi:10.1007/bf00995541.