Lompat ke isi

Rob Swartbol: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Wagino Bot (bicara | kontrib)
k Bot: ProyekWiki Biografi, removed stub tag, added orphan tag
 
(14 revisi perantara oleh 7 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Orphan|date=Desember 2023}}
[[Berkas:Rob Swartbol.jpg|jmpl|Rob Swartbol]]'''Rob Swartbol''' adalah seorang diplomat Belanda. Ia menjabat sebagai [[Duta Besar Belanda]] untuk Indonesia sejak 2014. Pada 19 Desember 2014 [[Joko Widodo]] mensahkan Rob Swartbol sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia di Jakarta bersama duta besar lainnya yakni [[Germano Valle Barbero]] ([[San Marino]]), [[Moazzam Malik]] ([[Inggris]]) dan [[Branko Perovic]] ([[Montenegro]]).<ref>{{Cite news|url=http://www.thejakartapost.com/news/2014/12/19/british-dutch-envoys-submit-credentials.html|title=British, Dutch envoys submit credentials|last=Post|first=The Jakarta|newspaper=The Jakarta Post|language=en|access-date=2017-12-14}}</ref>

[[Berkas:Rob Swartbol 2019-05-08.jpg|jmpl|Rob Swartbol (2019)]]
'''Rob Swartbol''' ({{lahirmati||11|1|1964||16|9|2021}}) adalah seorang diplomat Belanda. Ia menjabat sebagai [[Duta Besar Belanda]] untuk Indonesia sejak 2014. Pada 19 Desember 2014 [[Joko Widodo]] mensahkan Rob Swartbol sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia di Jakarta bersama duta besar lainnya yakni [[Germano Valle Barbero]] ([[San Marino]]), [[Moazzam Malik]] ([[Inggris]]) dan [[Branko Perovic]] ([[Montenegro]]).<ref>{{Cite news|url=http://www.thejakartapost.com/news/2014/12/19/british-dutch-envoys-submit-credentials.html|title=British, Dutch envoys submit credentials|last=Post|first=The Jakarta|newspaper=The Jakarta Post|language=en|access-date=2017-12-14}}</ref>


== Karier ==
== Karier ==
Sebelum menjabat sebagai Duta Besar [[Belanda]] untuk Indonesia, Swartbol tercatat telah memegang jabatan tertentu. Perjalanan kariernya dimulai sejak ia bekerja di [[Kementerian Luar Negeri Belanda]] di Hague dan [[Kedutaan Besar Belanda]] di [[Sofia]] selama lima tahun, yakni pada 1990-1995. Kemudian pada 1995-1998 ia menjabat sebagai Sekretaris Pribadi menteri luar negeri Belanda.<ref name=":0">{{Cite web|url=https://www.nederlandwereldwijd.nl/ambassadeurs/s/swartbol-rob|title=Rob Swartbol|last=Zaken|first=Ministerie van Buitenlandse|website=www.nederlandwereldwijd.nl|language=nl|access-date=2017-12-14}}</ref>
Sebelum menjabat sebagai Duta Besar [[Belanda]] untuk Indonesia, Swartbol tercatat telah memegang jabatan tertentu. Perjalanan kariernya dimulai sejak ia bekerja di [[Kementerian Luar Negeri Belanda]] di Hague dan [[Kedutaan Besar Belanda]] di [[Sofia]] selama lima tahun, yakni pada 1990-1995. Kemudian pada 1995-1998 ia menjabat sebagai Sekretaris Pribadi menteri luar negeri Belanda.<ref name=":0">{{Cite web|url=https://www.nederlandwereldwijd.nl/ambassadeurs/s/swartbol-rob|title=Rob Swartbol|last=Zaken|first=Ministerie van Buitenlandse|website=www.nederlandwereldwijd.nl|language=nl|access-date=2017-12-14|archive-date=2017-12-15|archive-url=https://web.archive.org/web/20171215000051/https://www.nederlandwereldwijd.nl/ambassadeurs/s/swartbol-rob|dead-url=yes}}</ref>


Jabatan lain yang pernah dipegangnya adalah ia pernah menjadi kepala [[departemen hubungan politik Kedutaan Besar Belanda]] untuk [[Amerika Serikat]] pada 1998-2002, penasehat politik di kabinet perdana menteri Belanda 2002-2006, Duta Besar Belanda untuk [[Ceko]] pada 2006-2009 dan direktur di [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] dan Direktorat Institusi Finansial Internasional pada 2009-2011. Setelah itu ia memegang jabatan sebagai Deputi [[Direktur Jenderal International Cooperation]] pada 2011-2012, Direktur Jenderal International Cooperation pada 2012-2014 dan akhirnya menjabat sebagai Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia per 2014.<ref name=":0" />
Jabatan lain yang pernah dipegangnya adalah ia pernah menjadi kepala [[departemen hubungan politik Kedutaan Besar Belanda]] untuk [[Amerika Serikat]] pada 1998-2002, penasehat politik di kabinet perdana menteri Belanda 2002-2006, Duta Besar Belanda untuk [[Slowakia]] pada 2006-2009 dan direktur di [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] dan Direktorat Institusi Finansial Internasional pada 2009-2011. Setelah itu ia memegang jabatan sebagai Deputi [[Direktur Jenderal International Cooperation]] pada 2011-2012, Direktur Jenderal International Cooperation pada 2012-2014 dan akhirnya menjabat sebagai Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia per 2014.<ref name=":0" />


== Kerja sama dengan Indonesia ==
== Kerja sama dengan Indonesia ==
[[Berkas:The Ambassador of Netherland Rob Swartbol & Tirta BambangWirawan from the House Of Represenative.jpg|jmpl|Rob Swartbol & Tirta Bambang Wirawan]]

Setelah memegang posisi sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol tercatat telah melakukan berbagai pertemuan untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Belanda di berbagai bidang.
Setelah memegang posisi sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol tercatat telah melakukan berbagai pertemuan untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Belanda di berbagai bidang.


Pada 26 Februari 2015 ia datang ke Surabaya bersama Konsul Kehormatan, [[Sylvia Pangkey]] dan Atase Ekonomi, [[Hayo Provokluit]]. Di sana ia bertemu dengan [[Wali Kota Surabaya]], [[Tri Rismaharini]] di [[Balai Kota]]. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas kerja sama dalam bidang lingkungan terutama dalam hal pengelolaan [[air limbah]], [[drainase]] dan juga pemanfaatan sampah menjadi [[energi alternatif]]. Sebagai tindak lanjut, ia pun menawarkan kerja sama pengadaan rel yang terbuat dari [[baja]] pilihan. Berdasarkan penuturannya, terdapat dua perusahaan di Belanda yang bisa menjalankan proyek tersebut.<ref>{{Cite news|url=http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/02/27/nkeknd-dubes-belanda-surabaya-lebih-baik-daripada-jakarta|title=Dubes Belanda: Surabaya Lebih Baik daripada Jakarta {{!}} Republika Online|date=2015-02-27|newspaper=Republika Online|access-date=2017-12-14}}</ref><ref>{{Cite web|url=http://www.surabaya.go.id/pemerintahan/7130-walikota-terima-kunjungan-dubes-belanda-di-balai-kota|title=Walikota Terima Kunjungan Dubes Belanda di Balai Kota�|website=www.surabaya.go.id|language=en|access-date=2017-12-14}}</ref>
Pada 26 Februari 2015 ia datang ke Surabaya bersama Konsul Kehormatan, [[Sylvia Pangkey]] dan Atase Ekonomi, [[Hayo Provokluit]]. Di sana ia bertemu dengan [[Wali Kota Surabaya]], [[Tri Rismaharini]] di [[Balai Kota]]. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas kerja sama dalam bidang lingkungan terutama dalam hal pengelolaan [[air limbah]], [[drainase]] dan juga pemanfaatan sampah menjadi [[energi alternatif]]. Sebagai tindak lanjut, ia pun menawarkan kerja sama pengadaan rel yang terbuat dari [[baja]] pilihan. Berdasarkan penuturannya, terdapat dua perusahaan di Belanda yang bisa menjalankan proyek tersebut.<ref>{{Cite news|url=http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/02/27/nkeknd-dubes-belanda-surabaya-lebih-baik-daripada-jakarta|title=Dubes Belanda: Surabaya Lebih Baik daripada Jakarta {{!}} Republika Online|date=2015-02-27|newspaper=Republika Online|access-date=2017-12-14}}</ref><ref>{{Cite web|url=http://www.surabaya.go.id/pemerintahan/7130-walikota-terima-kunjungan-dubes-belanda-di-balai-kota|title=Walikota Terima Kunjungan Dubes Belanda di Balai Kota|website=www.surabaya.go.id|language=en|access-date=2017-12-14|archive-date=2017-12-15|archive-url=https://web.archive.org/web/20171215000009/http://www.surabaya.go.id/pemerintahan/7130-walikota-terima-kunjungan-dubes-belanda-di-balai-kota|dead-url=yes}}</ref>


Selain masalah lingkungan, Swartbol juga berfokus pada kerja sama maritim. Oleh karena itu pada 8 November 2016 ia bertemu dengan Ketua DPR RI, Ade Komarudin di [[Kompleks Parlemen Senayan]], Jakarta. Dalam pertemuan itu mereka membahas lebih lanjut tentang kerja sama di bidang maritim dan pembangunan air yang telah diteken oleh Joko Widodo saat berkunjung ke Belanda.<ref>{{Cite news|url=http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/08/26/ekonomi/makro/17/07/21/dpr-ri/berita-dpr-ri/16/11/09/ogclkt368-ketua-dpr-dan-dubes-belanda-bahas-kerja-sama-maritim|title=Ketua DPR dan Dubes Belanda Bahas Kerja Sama Maritim {{!}} Republika Online|newspaper=Republika Online|access-date=2017-12-14}}</ref>
Selain masalah lingkungan, Swartbol juga berfokus pada kerja sama maritim. Oleh karena itu pada 8 November 2016 ia bertemu dengan Ketua DPR RI, Ade Komarudin di [[Kompleks Parlemen Senayan]], Jakarta. Dalam pertemuan itu mereka membahas lebih lanjut tentang kerja sama di bidang maritim dan pembangunan air yang telah diteken oleh Joko Widodo saat berkunjung ke Belanda.<ref>{{Cite news|url=http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/08/26/ekonomi/makro/17/07/21/dpr-ri/berita-dpr-ri/16/11/09/ogclkt368-ketua-dpr-dan-dubes-belanda-bahas-kerja-sama-maritim|title=Ketua DPR dan Dubes Belanda Bahas Kerja Sama Maritim {{!}} Republika Online|newspaper=Republika Online|access-date=2017-12-14}}</ref>


Penanggulangan terorisme juga menjadi sorotan dari Swartbol. Oleh karena itu per 18 November 2016 ia mendatangi [[Badan Nasional Penanggulangan Terorisme]] (BNPT) dan bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol [[Suhardi Alius]]. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas kerja sama tentang lintas negara dalam pertukaran informasi dalam menanggulangi [[terorisme]].<ref>{{Cite news|url=https://www.antaranews.com/berita/596893/bnpt-dan-belanda-berbagi-informasi-tentang-terorisme|title=BNPT dan Belanda berbagi informasi tentang terorisme - ANTARA News|last=antaranews.com|newspaper=Antara News|language=id-ID|access-date=2017-12-14}}</ref> Sebagai tindak lanjut, kemudian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Anti-Teror Kerajaaan Belanda (NCTV) melakukan penandatanganan kerja sama terkait terorisme pada 18 Juli 2017 dan disaksikan oleh Swartbol<ref>{{Cite news|url=http://www.beritasatu.com/nasional/442577-indonesiabelanda-sepakat-perangi-radikalisme-dan-terorisme.html|title=Indonesia-Belanda Sepakat Perangi Radikalisme dan Terorisme|newspaper=beritasatu.com|language=id|access-date=2017-12-14}}</ref>.
Penanggulangan terorisme juga menjadi sorotan dari Swartbol. Oleh karena itu per 18 November 2016 ia mendatangi [[Badan Nasional Penanggulangan Terorisme]] (BNPT) dan bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol [[Suhardi Alius]]. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas kerja sama tentang lintas negara dalam pertukaran informasi dalam menanggulangi [[terorisme]].<ref>{{Cite news|url=https://www.antaranews.com/berita/596893/bnpt-dan-belanda-berbagi-informasi-tentang-terorisme|title=BNPT dan Belanda berbagi informasi tentang terorisme - ANTARA News|last=antaranews.com|newspaper=Antara News|language=id-ID|access-date=2017-12-14}}</ref> Sebagai tindak lanjut, kemudian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Anti-Teror Kerajaaan Belanda (NCTV) melakukan penandatanganan kerja sama terkait terorisme pada 18 Juli 2017 dan disaksikan oleh Swartbol.<ref>{{Cite news|url=http://www.beritasatu.com/nasional/442577-indonesiabelanda-sepakat-perangi-radikalisme-dan-terorisme.html|title=Indonesia-Belanda Sepakat Perangi Radikalisme dan Terorisme|newspaper=beritasatu.com|language=id|access-date=2017-12-14}}</ref>


Bentuk kerja sama saat Swartbol menjadi duta besar juga tampak pada wahana Ecodome yang terletak di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Hal itu dikarenakan ecodome di Bogor ada karena berkat kerja sama antara Kebun Raya Bogor dengan Kedutaan Besar Belanda. Kemudian [[Erasmus Huis]] mendatangkannya dari [[Philadelphia]], Amerika Serikat. Pada Senin, 13 November 2017, ia meresmikan pembukaan wahana tersebut. di [[Kebun Raya Bogor]], [[Jawa Barat]].<ref>{{Cite news|url=https://www.antaranews.com/berita/664498/dubes-belanda-resmikan-ecodome-kebun-raya-bogor|title=Dubes Belanda resmikan Ecodome Kebun Raya Bogor - ANTARA News|last=antaranews.com|newspaper=Antara News|language=id-ID|access-date=2017-12-14}}</ref>
Bentuk kerja sama saat Swartbol menjadi duta besar juga tampak pada wahana Ecodome yang terletak di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Hal itu dikarenakan ecodome di Bogor ada karena berkat kerja sama antara Kebun Raya Bogor dengan Kedutaan Besar Belanda. Kemudian [[Erasmus Huis]] mendatangkannya dari [[Philadelphia]], Amerika Serikat. Pada Senin, 13 November 2017, ia meresmikan pembukaan wahana tersebut. di [[Kebun Raya Bogor]], [[Jawa Barat]].<ref>{{Cite news|url=https://www.antaranews.com/berita/664498/dubes-belanda-resmikan-ecodome-kebun-raya-bogor|title=Dubes Belanda resmikan Ecodome Kebun Raya Bogor - ANTARA News|last=antaranews.com|newspaper=Antara News|language=id-ID|access-date=2017-12-14}}</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
{{reflist|2}}
<references />


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://twitter.com/robswartbol Twitter Rob Swartbol]
* [https://twitter.com/robswartbol Twitter Rob Swartbol]


{{DEFAULTSORT:Swartbol, Rob}}
[[Kategori:Diplomat]]
[[Kategori:Duta besar di Indonesia]]
[[Kategori:Diplomat Belanda]]
[[Kategori:Duta Besar Belanda untuk Indonesia]]

Revisi terkini sejak 21 Desember 2023 21.15


Rob Swartbol (2019)

Rob Swartbol (11 Januari 1964 – 16 September 2021) adalah seorang diplomat Belanda. Ia menjabat sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia sejak 2014. Pada 19 Desember 2014 Joko Widodo mensahkan Rob Swartbol sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia di Jakarta bersama duta besar lainnya yakni Germano Valle Barbero (San Marino), Moazzam Malik (Inggris) dan Branko Perovic (Montenegro).[1]

Karier[sunting | sunting sumber]

Sebelum menjabat sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Swartbol tercatat telah memegang jabatan tertentu. Perjalanan kariernya dimulai sejak ia bekerja di Kementerian Luar Negeri Belanda di Hague dan Kedutaan Besar Belanda di Sofia selama lima tahun, yakni pada 1990-1995. Kemudian pada 1995-1998 ia menjabat sebagai Sekretaris Pribadi menteri luar negeri Belanda.[2]

Jabatan lain yang pernah dipegangnya adalah ia pernah menjadi kepala departemen hubungan politik Kedutaan Besar Belanda untuk Amerika Serikat pada 1998-2002, penasehat politik di kabinet perdana menteri Belanda 2002-2006, Duta Besar Belanda untuk Slowakia pada 2006-2009 dan direktur di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Direktorat Institusi Finansial Internasional pada 2009-2011. Setelah itu ia memegang jabatan sebagai Deputi Direktur Jenderal International Cooperation pada 2011-2012, Direktur Jenderal International Cooperation pada 2012-2014 dan akhirnya menjabat sebagai Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia per 2014.[2]

Kerja sama dengan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Rob Swartbol & Tirta Bambang Wirawan

Setelah memegang posisi sebagai Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol tercatat telah melakukan berbagai pertemuan untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Belanda di berbagai bidang.

Pada 26 Februari 2015 ia datang ke Surabaya bersama Konsul Kehormatan, Sylvia Pangkey dan Atase Ekonomi, Hayo Provokluit. Di sana ia bertemu dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas kerja sama dalam bidang lingkungan terutama dalam hal pengelolaan air limbah, drainase dan juga pemanfaatan sampah menjadi energi alternatif. Sebagai tindak lanjut, ia pun menawarkan kerja sama pengadaan rel yang terbuat dari baja pilihan. Berdasarkan penuturannya, terdapat dua perusahaan di Belanda yang bisa menjalankan proyek tersebut.[3][4]

Selain masalah lingkungan, Swartbol juga berfokus pada kerja sama maritim. Oleh karena itu pada 8 November 2016 ia bertemu dengan Ketua DPR RI, Ade Komarudin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan itu mereka membahas lebih lanjut tentang kerja sama di bidang maritim dan pembangunan air yang telah diteken oleh Joko Widodo saat berkunjung ke Belanda.[5]

Penanggulangan terorisme juga menjadi sorotan dari Swartbol. Oleh karena itu per 18 November 2016 ia mendatangi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. Dalam pertemuan tersebut mereka membahas kerja sama tentang lintas negara dalam pertukaran informasi dalam menanggulangi terorisme.[6] Sebagai tindak lanjut, kemudian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Anti-Teror Kerajaaan Belanda (NCTV) melakukan penandatanganan kerja sama terkait terorisme pada 18 Juli 2017 dan disaksikan oleh Swartbol.[7]

Bentuk kerja sama saat Swartbol menjadi duta besar juga tampak pada wahana Ecodome yang terletak di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Hal itu dikarenakan ecodome di Bogor ada karena berkat kerja sama antara Kebun Raya Bogor dengan Kedutaan Besar Belanda. Kemudian Erasmus Huis mendatangkannya dari Philadelphia, Amerika Serikat. Pada Senin, 13 November 2017, ia meresmikan pembukaan wahana tersebut. di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.[8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Post, The Jakarta. "British, Dutch envoys submit credentials". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-14. 
  2. ^ a b Zaken, Ministerie van Buitenlandse. "Rob Swartbol". www.nederlandwereldwijd.nl (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-15. Diakses tanggal 2017-12-14. 
  3. ^ "Dubes Belanda: Surabaya Lebih Baik daripada Jakarta | Republika Online". Republika Online. 2015-02-27. Diakses tanggal 2017-12-14. 
  4. ^ "Walikota Terima Kunjungan Dubes Belanda di Balai Kota". www.surabaya.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-15. Diakses tanggal 2017-12-14. 
  5. ^ "Ketua DPR dan Dubes Belanda Bahas Kerja Sama Maritim | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2017-12-14. 
  6. ^ antaranews.com. "BNPT dan Belanda berbagi informasi tentang terorisme - ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-14. 
  7. ^ "Indonesia-Belanda Sepakat Perangi Radikalisme dan Terorisme". beritasatu.com. Diakses tanggal 2017-12-14. 
  8. ^ antaranews.com. "Dubes Belanda resmikan Ecodome Kebun Raya Bogor - ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-14. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]