Lompat ke isi

Kabupaten Bantul: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Ksjdhgfavbd (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(304 revisi antara oleh lebih dari 100 100 pengguna tak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{untuk|ibu kota Kabupaten Bantul|Bantul, Bantul}}
{{Redirect|Bantul}}
{{Dati2
{{dati2|nama=Kabupaten Bantul<br>{{jav|ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦨꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀}}
| settlement_type = Kabupaten
|provinsi=[[Daerah Istimewa Yogyakarta|D.I. Yogyakarta]]
|ibukota=[[Bantul, Bantul|Bantul]]
| nama = Kabupaten Bantul
| translit_lang1_type1 = [[Hanacaraka]]
|foto = Kasongan1.jpg
| translit_lang1_info1 = ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀
|size = 300px
| translit_lang1_type2 =
|caption = Gapura Kasongan Bantul
| translit_lang1_info2 =
|luas=506.86
| lambang = Seal of Bantul Regency.svg
|penduduk=911.503 (2011)
| foto = {{multiple image
|kepadatan=1.798
| border = infobox
|kecamatan=17
| total_width = 300
|kelurahan=75
| image_style = border:1;
|kodearea=0274
| perrow = 2/2/2/2
| dau = Rp. 854.810.634.000.-
|image1=Curug Pulosari (16).jpg
| dauref = (2013)<ref>{{cite web|url=http://www.djpk.depkeu.go.id/regulation/27/tahun/2013/bulan/02/tanggal/04/id/873/|title=Perpres No. 10 Tahun 2013|date=2013-02-04|accessdate=2013-02-15}}</ref>
|image2=Kabut di Kebun Buah Mangunan.jpg
|lambang= [[Berkas:Bantul.png|150px]]
|image3=Bantul City.jpg
|peta= [[Berkas:Lokasi DIY Kabupaten Bantul.svg|300px]]
|image4=Kasongan1.jpg
|koordinat=07° 44' 04" - 08° 00' 27" LS dan 110° 12' 34" - 110° 31' 08" BT
|image5=Reflection of Parangtritis.jpg
|dasar hukum= UU No.15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
|image6=Serasa Melayang di Bantul.jpg
|tanggal= 8 Agustus 1950
|image7=Tradisi Pisungsu Jaladri.jpg
|motto= Bantul Projotamansari (Produktif-Professional, Ijo Royo-royo, Tertib, Aman, Sehat, Asri)
|image8=Gedog lesung 1.jpg}}
|kepala daerah=[[Bupati]]
| caption = Searah jarum jam dari atas: [[Mangunan, Dlingo, Bantul|Kebun Buah Mangunan]], Gapura [[Kasongan|Desa Wisata Kasongan]], [[Hutan Pinus Mangunan]], Tradisi [[Gejog Lesung Yogyakarta|Gejog Lesung]], Tradisi [[Pisungsung Jaladri]], [[Pantai Parangtritis]], Gapura [[Bantul, Bantul|Bantul]] saat malam hari, [[Curug Pulosari]]
|nama kepala daerah= [[Suharsono|Drs. H. Suharsono]] (Periode 2016-2021)
| koordinat = {{Coord|-7.886447|110.327838|display=inline, title}}
|wakil kepala daerah=Wakil bupati
| motto = {{jav|ꦲꦩꦩꦪꦸꦲꦪꦸꦤꦶꦁꦧꦮꦤ}}<br/>{{small|[[Memayu hayuning bawana|Hamemayu hayuning bawana]]<br/>{{jv}} Memperindah keindahan dunia}}
|nama wakil kepala daerah= Abdul Halim Muslih
| julukan = {{hlist|Kota Geplak|Kota Gerabah|Bumi Projotamansari|''[[Gurun Sahara|Sahara van Java]]''}}
|flora= [[Sawo kecik]]
| semboyan = Projotamansari<br/>(Produktif-Professional, Ijo Royo-royo, Tertib, Aman, Sehat, dan Asri)
|fauna= [[Dederuk jawa|Burung puter]]
| propinsi = [[Daerah Istimewa Yogyakarta]]
|web=[http://www.bantulkab.go.id http://www.bantulkab.go.id]
| ibukota = [[Bantul, Bantul|Bantul]]
| dasar hukum = UU No.15 Tahun 1950
| tanggal = [[8 Agustus]] [[1950]]
| hari jadi = {{bda|1831|7|20}}
| kepala daerah = [[Bupati]]
| nama kepala daerah = [[Abdul Halim Muslih]]
| wakil kepala daerah = [[Wakil Bupati]]
| nama wakil kepala daerah = [[Joko B. Purnomo]]
| sekretaris daerah = Agus Budiraharjo
| ketua DPRD =
| luas = 609,56
| luasref =
| penduduk = 955807
| penduduktahun = [[2023]]
| pendudukref = <ref name="DUKCAPIL">{{cite web|url=https://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/|title=Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021|website=www.dukcapil.kemendagri.go.id|accessdate=29 Juli 2021|format=visual|archive-date=2021-08-05|archive-url=https://web.archive.org/web/20210805043517/http://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/peta/|dead-url=no}}</ref>
| bahasa = [[Bahasa Indonesia|Indonesia]] (resmi)<br>[[Bahasa Jawa|Jawa]] (utama)
| agama = {{ublist |item_style=white-space;
|95,76% [[Islam]]
|{{Tree list}}
* 4,13% [[Kekristenan]]
** 1,31% [[Protestan]]
** 2,82% [[Katolik]]
{{Tree list/end}}
|0,02% [[Agama Buddha|Buddha]] | 0,08% [[Hindu]] |0,01% Lainnya<ref name="DUKCAPIL"/><ref name=Agama>{{cite web|url=https://kependudukan.jogjaprov.go.id/statistik/penduduk/agama/1/0/00/02/34.ez|title=Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di Kabupaten Bantul|last=|first=|website=www.kependudukan.jogjaprov.go.id|publisher=Pemprov Yogyakarta|accessdate=25 Februari 2020}}{{Pranala mati|date=April 2022 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>}}
| kepadatan =
| kapanewon = 17
| kalurahan = 75
| kodearea = +62 274
| kodepos =
| nomor_polisi = AB ''xxxx'' B*/G*/J*/K*/T*
| apbd =
| pad =
| dau = Rp 1.025.870.924.000,- ([[2020]]) <ref>{{cite web|url=http://www.djpk.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2019/09/2.-DAU.pdf |title=Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020|website=www.djpk.kemenkeu.go.id|date=(2020)|accessdate=29 Juli 2021|format=pdf}}</ref>
| IPM = {{increase}} 80,69/0,807 ([[2022]])<br>{{fontcolor|darkgreen|Sangat Tinggi}}<ref name="IPM">{{cite web|url=https://www.bps.go.id/indicator/26/413/1/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia-menurut-provinsi.html|title=Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021|website=www.bps.go.id|accessdate=4 Desember 2021|archive-date=2021-12-01|archive-url=https://web.archive.org/web/20211201065917/https://www.bps.go.id/indicator/26/413/1/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia-menurut-provinsi.html|dead-url=no}}</ref>
| slogan = ''The Harmony of Nature and Culture''
| flora = [[Sawo kecik]]<ref name="florafauna">Keputusan Bupati Bantul No. 567/B/Kep/BT/1998</ref>
| fauna = [[Dederuk jawa]]<ref name="florafauna"/>
| zona waktu = [[UTC+07:00]], [[Waktu Indonesia Barat|WIB]]
| web = {{URL|http://www.bantulkab.go.id}}
}}
}}
'''Kabupaten Bantul''' ({{lang-jv|ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀}}, {{IPA-id|ˈbantʊl}}) adalah sebuah wilayah [[kabupaten]] yang terletak di [[Daerah Istimewa Yogyakarta]], [[Indonesia]]. Ibu kotanya adalah [[Bantul, Bantul|Kapanewon Bantul]].


Semboyan pembangunan kabupaten ini adalah Projotamansari, yang merupakan singkatan dari Produktif-Profesional, Ijo royo royo, Tertib, Aman, Sehat, dan Asri.
'''Kabupaten Bantul''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦨꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀}}) adalah [[kabupaten]] di [[Daerah Istimewa Yogyakarta]], [[Indonesia]]. Ibukotanya adalah [[Bantul, Bantul|Bantul]].
Moto kabupaten ini adalah Projotamansari singkatan dari Produktif-Profesional, Ijo royo royo, Tertib, Aman, Sehat, dan Asri.
Kabupaten ini berbatasan dengan [[Kota Yogyakarta]] dan [[Kabupaten Sleman]] di utara, [[Kabupaten Gunung Kidul]] di timur, [[Samudra Hindia]] di selatan, serta [[Kabupaten Kulon Progo]] di barat. Obyek wisata Pantai [[Parangtritis]] terdapat di wilayah kabupaten ini.


Pada [[27 Mei]] [[2006]], [[Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006|gempa bumi besar berkekuatan 5,9]] [[skala Richter]] mengakibatkan kerusakan yang besar terhadap daerah ini dan kematian sedikitnya 3.000 penduduk Bantul. Daerah yang terkena dampak terparah dari gempa tersebut adalah [[Pundong, Bantul|Pundong]] dan [[Imogiri]].
Bagian selatan kabupaten ini berupa pegunungan kapur, yakni ujung barat dari [[Pegunungan Sewu]]. Sungai besar yang mengalir di antaranya [[Kali Progo]] (membatasi kabupaten ini dengan [[Kabupaten Kulon Progo]], [[Kali Opak]], [[Kali Tapus]], beserta anak-anak sungainya.

Pada [[27 Mei]] [[2006]], [[Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006|gempa bumi besar berkekuatan 5,9]] [[skala Richter]] mengakibatkan kerusakan yang besar terhadap daerah ini dan kematian sedikitnya 3.000 penduduk Bantul. Daerah terparah akibat gempa adalah [[Pundong, Bantul|Pundong]] dan [[Imogiri]]


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan. Antara lain, perlawanan Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang dan upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret. Perjuangan Pangeran Diponegoro di Selarong. Kisah perjuangan pioner penerbangan Indonesia yaitu Adisucipto, pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak Belanda di Desa Ngoto. Sebuah peristiwa yang penting dicatat adalah Perang Gerilya melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman (1948) yang banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, "Serangan Oemoem 1 Maret" (1949) yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan, seperti perlawanan [[Pangeran Mangkubumi]] di [[Ambarketawang, Gamping, Sleman|Ambarketawang]], upaya pertahanan [[Sultan Agung dari Mataram|Sultan Agung]] di [[Pleret, Bantul|Pleret]], dan perjuangan [[Diponegoro|Pangeran Diponegoro]] di Selarong. Kisah perjuangan pionir penerbangan Indonesia yaitu [[Agustinus Adisoetjipto|Adisucipto]], pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak [[Belanda]] di Desa Ngoto. Sebuah peristiwa penting yang dicatat dalam sejarah adalah [[Gerilya|Perang Gerilya]] melawan pasukan [[Belanda]]. Saat itu, pasukan Indonesia berada di bawah [[kepemimpinan]] [[Soedirman|Jenderal Sudirman]] (1948) dan mereka banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, "[[Serangan Umum 1 Maret 1949|Serangan Oemoem 1 Maret]]" (1949) yang dicetuskan oleh [[Hamengkubuwana IX|Sri Sultan Hamengkubuwono IX]].

Tolok awal pembentukan wilayah Kabupaten Bantul adalah perjuangan gigih Pangeran Diponegoro melawan penjajah bermarkas di Selarong sejak tahun 1825 hingga 1830. Seusai meredam perjuangan Diponegoro, Pemeritah Hindia Belanda kemudian membentuk komisi khusus untuk menangani daerah Vortenlanden yang antara lain bertugas menangani pemerintahan daerah Mataram, Pajang, Sokawati, dan Gunung Kidul. Kontrak kasunanan Surakarta dengan Yogyakarta dilakukan baik hal pembagian wilayah maupun pembayaran ongkos perang, penyerahan pemimpin pemberontak, dan pembentukan wilayah administratif.
Tolok awal pembentukan wilayah Kabupaten Bantul adalah perjuangan gigih [[Diponegoro|Pangeran Diponegoro]] melawan penjajah bermarkas di [[Gua Selarong|Selarong]] sejak tahun 1825 hingga 1830. Seusai meredam perjuangan [[Diponegoro]], Pemerintah [[Hindia Belanda]] kemudian membentuk komisi khusus untuk menangani daerah ''Vortenlanden.'' Komisi tersebut bertugas menangani pemerintahan daerah [[Mataram (disambiguasi)|Mataram]], [[Pajang]], [[Sukawati|Sokawati]], dan [[Kabupaten Gunungkidul|Gunung Kidul]]. Kontrak kasunanan [[Kasunanan Surakarta|Surakarta]] dengan [[Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat|Yogyakarta]] dilakukan baik dalam hal pembagian wilayah maupun pembayaran ongkos perang, penyerahan pemimpin pemberontak, dan pembentukan wilayah administratif.
Pemerintah [[Hindia Belanda]] dan sultan Yogyakarta pada tanggal 26 dan 31 Maret 1831 mengadakan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah administratif baru dalam kasultanan disertai penetapan jabatan kepala wilayahnya. Saat itu [[Kasultanan Yogyakarta]] dibagi menjadi tiga kabupaten yaitu Bantulkarang untuk kawasan selatan, Denggung untuk kawasan utara, dan Kalasan untuk kawasan timur. Menindaklanjuti pembagian wilayah baru [[Kasultanan Yogyakarta]], tanggal 20 Juli 1831 atau Rabu Kliwon 10 Sapar tahun Dal 1759 (Jawa) secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya dikenal bernama Bantulkarang tersebut di atas. Seorang [[nayaka]] Kasultanan Yogyakarta bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro kemudian dipercaya [[Hamengkubuwana V|Sri Sultan Hamengkubuwono V]] untuk memangku jabatan sebagai bupati Bantul.

Pemerintah [[Hindia Belanda]] dan sultan Yogyakarta pada tanggal 26 dan 31 Maret 1831 mengadakan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah administratif baru dalam kasultanan disertai penetapan jabatan kepala wilayahnya. Saat itu [[Kasultanan Yogyakarta]] dibagi menjadi tiga kabupaten yaitu [[Bantul, Bantul|Bantulkarang]] untuk kawasan selatan, [[Sleman, Sleman|Denggung]] untuk kawasan utara, dan [[Kalasan, Sleman|Kalasan]] untuk kawasan timur. Menindaklanjuti pembagian wilayah baru [[Kasultanan Yogyakarta]], tanggal 20 Juli 1831 atau Rabu Kliwon 10 Sapar tahun Dal 1759 (Jawa) secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya dikenal bernama Bantulkarang tersebut di atas. Seorang [[nayaka]] Kasultanan Yogyakarta bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro kemudian dipercaya [[Hamengkubuwana V|Sri Sultan Hamengkubuwono V]] untuk memangku jabatan sebagai bupati Bantul.


Berdasarkan peristiwa tersebut, tanggal 20 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bantul. Selain itu, tanggal 20 Juli juga memiliki nilai simbol kepahlawanan dan kekeramatan bagi masyarakat Bantul mengingat [[Perang Diponegoro]] dikobarkan tanggal 20 Juli 1825.
Pada masa pendudukan [[Jepang]], pemerintahan berdasar pada Usamu Seirei nomor 13 sedangkan 'stadsgemente ordonantie' dihapus. [[Kabupaten]] memiliki hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom). Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh [[Komite Nasional Daerah]] untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Akan tetapi di Yogyakarta dan Surakarta undang-undang tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No 22 tahun 1948 dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang berisi tentang pembentukan Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.


Tanggal 20 Juli ini lah yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bantul. Selain itu tanggal 20 Juli tersebut juga memiliki nilai simbol kepahlawanan dan kekeramatan bagi masyarakat Bantul mengingat Perang Diponegoro dikobarkan tanggal 20 Juli 1825.Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan berdasarkan pada Usamu Seirei nomor 13 sedangakan stadsgemente ordonantie dihapus. Kabupaten Memiliki hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom).
Pada masa pendudukan [[Jepang]], pemerintahan berdasarkan pada ''Usamu'' ''Seirei'' nomor 13 sedangkan ''stadsgemente'' ''ordonantie'' dihapus. Kabupaten memiliki hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom).
Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh Komite Nasional Daerah untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Tetapi di Yogyakarta dan Surakarta undang-undang tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No 22 tahun 1948. dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang isinya pembentukan Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.
Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh Komite Nasional Daerah untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Akan tetapi, [[Daerah Istimewa Yogyakarta|Yogyakarta]] dan [[Surakarta]] undang-undang tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No 22 tahun 1948. dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang isinya pembentukan Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.


== Pusaka dan Identitas Daerah ==
== Pusaka dan Identitas Daerah ==
[[Berkas:Tombak pusaka bantul.jpg|thumb|300px|Tombak Kyai Agnya Murni]]Tombak Kyai Agnya Murni berasal dari kata ''agnya'' berarti perintah atau pemerintahan dan ''murni'' adalah suci/bersih. Sehingga dengan tegaknya pusaka itu membawa pesan ditegakkannya nilai kehidupan berperadaban sebagai pilar utama membangun pemerintahan yang bersih. Tombak pusaka Kyai Agnya-murni mengisyaratkan pamoring kawula Gusti. Dalam khasanah Jawa, dikenal istilah budaya berpamor agama. Sehingga dalam dimensi vertikal memiliki makna pasrah diri dan tunduk patuh insan ke haribaan Sang Khalik. Dalam dimensi horizontal mengisyaratkan luluhnya pemimpin dengan rakyat.
[[Berkas:Tombak pusaka bantul.jpg|jmpl|260x260px|Tombak Kyai Agnya Murni|kiri]]Tombak Kiai Agnya Murni berasal dari kata ''agnya'' berarti perintah atau pemerintahan dan ''murni'' adalah suci/bersih. Sehingga dengan tegaknya pusaka itu membawa pesan ditegakkannya nilai kehidupan berperadaban sebagai pilar utama membangun pemerintahan yang bersih. Tombak pusaka Kiai Agnya-murni mengisyaratkan pamoring kawula Gusti. Dalam khazanah Jawa, dikenal istilah budaya berpamor agama. Sehingga dalam dimensi vertikal memiliki makna pasrah diri dan tunduk patuh insan ke haribaan Sang Khalik. Dalam dimensi horizontal mengisyaratkan luluhnya pemimpin dengan rakyat.


Tombak pusaka ini diberikan oleh Sultan Yogyakarta [[Sri Sultan Hamengkubuwono X]] pada Peringatan Hari Jadi ke-169 Kabupaten Bantul, Kamis 20 Juli 2007. Tombak ini memiliki dapur Pleret, yang mengisyaratkan Kabupaten Bantul agar mengingat keberadaan Pleret sebagai historic landmark yang menandai titik awal pembaharuan pemerintahan Mataram Sultan Agungan yang cikal bakalnya berada di Kerta Wonokromo. Tombak yang memiliki pamor wos wutah wengkon (melimpahnya kemakmuran bagi seluruh rakyat), dapat eksis bila ditegakkan pada landeyan (dasar) kayu walikukun. Landeyan itu simbul keluhuran budaya berbasis ilmu berintikan keteguhan iman.
Tombak pusaka ini diberikan oleh sultan Yogyakarta [[Sri Sultan Hamengkubuwono X]] pada Peringatan Hari Jadi ke-169 Kabupaten Bantul, Kamis 20 Juli 2007. Tombak ini memiliki dapur Pleret, yang mengisyaratkan Kabupaten Bantul agar mengingat keberadaan Pleret sebagai historic [[landmark]] yang menandai titik awal pembaruan pemerintahan Mataram Sultan Agungan yang cikal bakalnya berada di Kerta Wonokromo. Tombak yang memiliki pamor wos wutah wengkon (melimpahnya kemakmuran bagi seluruh rakyat), dapat eksis bila ditegakkan pada landeyan (dasar) kayu walikukun. Landeyan itu simbul keluhuran budaya berbasis ilmu berintikan keteguhan iman.


== Geografi ==
== Geografi ==
{{Peta administrasi Bantul}}
Kabupaten Bantul terletak antara 07° 44′ 04″ – 08° 00′ 27″ Lintang Selatan dan 110° 12′ 34″ – 110° 31′ 08″ Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Bantul 508,85 Km2 (15,90 5 dari Luas wilayah Provinsi DIY) dengan topografi sebagai dataran rendah 140% dan lebih dari separonya (60%) daerah perbukitan yang kurang subur, secara garis besar terdiri dari :
Wilayah Kabupaten Bantul terletak pada titik koordinat 07°44′04″–08° 00′ 27″ Lintang Selatan dan 110°12′34″–110°31′08″ Bujur Timur.<ref>{{Cite book|last=Wulandari|first=Septiana|date=2023|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2023/12/27/e2fbf745c8ca34c37307c537/statistik-daerah-kabupaten-bantul-2023.html|title=Statistik Daerah Kabupaten Bantul 2023|location=Bantul|publisher=BPS Kabupaten Bantul|editor-last=Jakaria|editor-first=Rio|pages=1|issn=2797-3514|url-status=live}}</ref> Luas wilayah Kabupaten Bantul adalah 508,85&nbsp;km<sup>2</sup>.<ref>{{Cite book|last=Sari, N. P., dkk.|date=2023|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2023/02/28/e90ab2b5613a5bd94f524fcb/kabupaten-bantul-dalam-angka-2023.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2023|location=Bantul|publisher=BPS Kabupaten Bantul|pages=5|issn=0215-5184|url-status=live}}</ref> Persentase luas Kabupaten Bantul terhadap luas [[Daerah Istimewa Yogyakarta|Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta]] adalah 15,91%.<ref>{{Cite book|last=Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik|date=2018|url=https://yogyakarta.bps.go.id/publication/2018/08/16/ec8403f8694d2ff343d36d88/provinsi-daerah-istimewa-yogyakarta-dalam-angka-2018.html|title=Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka 2018|location=Yogyakarta|publisher=Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta|pages=5|issn=0215-2185|url-status=live}}</ref>
Bagian Barat, adalah daerah landai yang kurang serta perbukitan yang membujur dari Utara ke Selatan seluas 89,86 km2 (17,73 % dari seluruh wilayah).
Bagian Tengah, adalah daerah datar dan landai merupakan daerah pertanian yang subur seluas 210.94 km2 (41,62 %).
Bagian Timur, adalah daerah yang landai, miring dan terjal yang keadaannya masih lebih baik dari daerah bagian Barat, seluas 206,05 km2 (40,65%).
Bagian Selatan, adalah sebenarnya merupakan bagian dari daerah bagian Tengah dengan keadaan alamnya yang berpasir dan sedikit berlaguna, terbentang di Pantai Selatan dari Kecamatan [[Srandakan]], [[Sanden]] dan [[Kretek]].
[[Berkas:Sungai oyo dlingo.jpg|thumb|300px|Sungai Oyo Dilihat dari Kebun Buah Mangunan]]
Kabupaten Bantul dialiri 6 Sungai yang mengalir sepanjang tahun dengan panjang 114 km2. Yaitu :


=== Batas Wilayah ===
1. [[Sungai Oyo]] : 35,75&nbsp;km
Kabupaten Bantul berbatasan dengan beberapa [[wilayah]] berikut:<ref>{{Cite book|last=Probosari, N., Kussujaniatun, S., dan Hartati, A. S.|date=2019|url=http://eprints.upnyk.ac.id/26264/1/Monograf%201.pdf|title=Strategi Pemasaran Wisata Berbasis E-Tourisme: Khususnya Strategi Promosi Wisata di Dlingo, Bantul dengan berbasis E-Tourism (IOS dan Android)|location=Sleman|publisher=LPPM UPN Veteran Yogyakarta|isbn=978-602-5534-88-1|pages=1|url-status=live|access-date=2023-05-19|archive-date=2023-05-19|archive-url=https://web.archive.org/web/20230519051311/http://eprints.upnyk.ac.id/26264/1/Monograf%201.pdf|dead-url=no}}</ref>
{{Batas_USBT
|Utara = [[Kota Yogyakarta]] dan [[Kabupaten Sleman]]
|Selatan = [[Samudra Hindia]]
|Barat = [[Kabupaten Kulonprogo]] dan Kabupaten Sleman
|Timur = [[Kabupaten Gunungkidul]]
}}


=== Topografi ===
2. [[Sungai Opak]] : 19,00&nbsp;km
[[Berkas:Lokasi_DIY_Kabupaten_Bantul.svg|kiri|jmpl|250x250px|Lokasi Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta]]
[[Berkas:Sungai oyo dlingo.jpg|jmpl|300px|Sungai Oyo Dilihat dari Kebun Buah Mangunan]]
Topografi Kabupaten Bantul sebesar 40% merupakan [[dataran rendah]].<ref>{{Cite book|date=2019|url=https://disdukcapil.bantulkab.go.id/storage/disdukcapil/menu/38/Buku-Profil-Kependudukan-Kabupaten-Bantul-Tahun-2018.pdf|title=Profil Kependudukan Kabupaten Bantul Tahun 2018|location=Bantul|publisher=Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul|pages=9|url-status=live}}</ref> Sedangkan 60% wilayah Kabupaten Bantul merupakan perbukitan yang kurang subur.<ref>{{Cite book|date=2018|url=https://disdukcapil.bantulkab.go.id/storage/disdukcapil/menu/35/Buku-Profil-Kependudukan-Kabupaten-Bantul-Tahun-2017.pdf|title=Profil Kependudukan Kabupaten Bantul Tahun 2017|location=Bantul|publisher=Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul|pages=9|url-status=live}}</ref> Wilayah Kabupaten Bantul dapat dibedakan menjadi wilayah bagian barat, bagian tengah, bagian timur, dan bagian selatan. Bagian barat mencakup wilayah seluas 89,86&nbsp;km<sup>2</sup> atau 17,73% dari luas Kabupaten Bantul yang berupa dataran rendah dengan kemiringan yang landai serta perbukitan yang membujur dari utara ke selatan. Bagian tengan merupakan dataran subur yang landai seluas 210,94&nbsp;km<sup>2</sup> atau seluas 41,62 % dari luas Kabupaten Bantul dan dijadikan sebagai lahan pertanian. Bagian timur meliputi daerah yang landai, miring dan terjang seluas 206,05&nbsp;km<sup>2</sup> (40,65%). Sementara bagian selatan merupakan bagian berpasir dan memiliki laguna yang termasuk bagian tengah Kabupaten Bantul. Bagian selatan Kabupaten Bantul membentang di sepanjang pantai dari Kecamatan [[Srandakan, Bantul|Srandakan]], [[Sanden, Bantul|Kecamatan Sanden]] dan [[Kretek, Bantul|Kecamatan Kretek]].<ref>{{Cite book|date=2017|url=https://disdukcapil.bantulkab.go.id/storage/disdukcapil/menu/36/Buku-Profil-Kependudukan-Kabupaten-Bantul-Tahun-2016.pdf|title=Profil Kependudukan Kabupaten Bantul Tahun 2016|location=Bantul|publisher=Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil|pages=10-11|url-status=live}}</ref>


Sebanyak enam sungai mengalir melalui Kabupaten Bantul yang berfungsi sebagai kawasan hilir.<ref>{{Cite book|date=2020|url=http://perpustakaan.menlhk.go.id/pustaka/images/docs/IKPLHD%20BANTUL%202019.pdf|title=Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) Kabupaten Bantul Tahun 2019|location=Bantul|publisher=Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul|pages=II-38|url-status=live}}</ref> Panjang aliran sungai dari keenam sungai ialah 114&nbsp;km.{{Cn}} Keenam sungai tersebut ialah [[Sungai Oyo]], [[Sungai Opak]], [[Sungai Code]], [[Sungai Winongo]], [[Sungai Bedog]], dan [[Sungai Progo]].<ref>{{Cite book|last=Sari, N. P., Rahmawati, P. D., dan Kuntoro, E.|date=2021|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2021/02/26/eab58a614ceaf9cc8b56a317/kabupaten-bantul-dalam-angka-2021.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2021|location=Bantul|publisher=Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul|pages=8|issn=0215-5184|url-status=live}}</ref> Sungai Oyo melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 35&nbsp;km.<ref>{{Cite book|last=Sari, N. P., Rahmawati, P. D., dan Kuntoro, E.|date=2022|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2022/02/25/6a3ad2045a05779aed7eb3a0/kabupaten-bantul-dalam-angka-2022.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2022|location=Bantul|publisher=BPS Kabupaten Bantul|pages=8|issn=0215-5184|url-status=live}}</ref> Sungai Opak melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 40&nbsp;km.<ref>{{Cite book|last=Rahmawati, P. D., Kuntoro, E., dan Sari, N. P.|date=2020|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2020/04/27/0be2924182abce726b5bb96c/kabupaten-bantul-dalam-angka-2020.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2020|location=Bantul|publisher=BPS Kabupaten Bantul|editor-last=Susanto|pages=8|url-status=live}}</ref> Sungai Code melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 7&nbsp;km.<ref>{{Cite book|last=Rahmawati, P. D., dan Sari, N. P.|date=2019|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2019/08/16/741759e02860baefd7f69748/kabupaten-bantul-dalam-angka-2019.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2019|location=Bantul|publisher=BPS Kabupaten Bantul|pages=10|issn=0215-5184|url-status=live}}</ref> Sungai Winongo melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 17&nbsp;km.<ref>{{Cite book|last=Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul|date=2018|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2018/08/16/40e5d68cbcf9f2c86bd402ba/kabupaten-bantul-dalam-angka-2018.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2018|location=Bantul|publisher=Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul|pages=15|issn=0215 - 5184|url-status=live}}</ref> Sungai Bedog melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 15&nbsp;km.<ref>{{Cite book|last=Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul|date=2017|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2017/08/14/e068a803ff4b2054367d2404/kabupaten-bantul-dalam-angka-2017.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2017|location=Bantul|publisher=Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul|editor-last=Seksi Integrasi Pengolahan & Diseminasi Statistik|pages=15|issn=0215-5184|url-status=live}}</ref> Sungai Progo melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 27&nbsp;km.<ref>{{Cite book|last=Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul|date=16|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2016/07/15/c278762da7f3a3019bd5c6b0/kabupaten-bantul-dalam-angka-2016.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2016|location=Bantul|publisher=Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul|pages=15|issn=0215-5184|url-status=live}}</ref>
3. [[Sungai Code]] : 7,00&nbsp;km


=== Iklim dan Cuaca ===
4. [[Sungai Winongo]] : 18,75&nbsp;km
Iklim yang terbentuk di wilayah Kabupaten Bantul menurut [[Klasifikasi iklim Köppen|klasifikasi iklim Koppen]] adalah [[iklim muson tropis]].<ref>{{Cite book|last=Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul|date=2022|url=https://bantulkab.go.id/resource/doc/file/datas/RKPD-Kabupaten-Bantul-2023.pdf|title=Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2023|location=Bantul|publisher=Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul|pages=II-14|url-status=live}}</ref> Sama seperti kabupaten lain di [[Indonesia]], musim hujan di Bantul dimulai bulan [[November]] hingga [[April]] dan musim hujan ini dipengaruhi oleh [[angin muson]] barat daya–barat yang bersifat [[lembab]] dan [[basah]]. Sementara itu, [[musim kemarau]] yang diakibatkan oleh [[angin muson]] tenggara–timur yang bersifat kering dan dingin berlangsung pada bulan [[Mei]] hingga [[Oktober]]. Curah hujan di Bantul adalah 1942&nbsp;mm per tahun dengan hari hujan berkisar antara 100–130 hari hujan, dan bulan paling tinggi curah hujannya adalah [[Januari]] dan [[Februari]]. Suhu udara relatif konsisten sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata berkisar pada 22° hingga 31° derajat Celsius.
{{Bantul weatherbox}}


== Pemerintahan ==
5. [[Sungai Bedog]] : 9,50&nbsp;km
=== Daftar Bupati ===
{{utama|Daftar Bupati Bantul}}
{{:Daftar Bupati Bantul}}


=== Dewan Perwakilan ===
6. [[Sungai Progo]] : 24,00&nbsp;km
{{utama|Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul}}
{{:Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul#Komposisi}}


=== Iklim dan topografi ===
=== Kapanewon ===
{{utama|Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bantul}}
Menurut klasifikasi iklim Koppen, Bantul memiliki iklim [[muson]] [[tropis]]. Sama seperti kabupaten lain di Indonesia, musim hujan di Bantul dimulai bulan Oktober hingga Maret, dan musim kemarau bulan April hingga September. Rata-rata curah hujan di Bantul adalah 90,76&nbsp;mm, dan bulan paling tinggi curah hujannya adalah Desember, Januari, dan Februari. Suhu udara relatif konsisten sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata 30 derajat Celsius. .
{{:Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bantul}}
{{Weather box
|width=auto
|location = Bantul
|metric first = Yes
|single line = yes
|Jan high F = 84
|Feb high F = 84
|Mar high F = 85
|Apr high F = 87
|May high F = 86
|Jun high F = 86
|Jul high F = 85
|Aug high F = 86
|Sep high F = 87
|Oct high F = 88
|Nov high F = 86
|Dec high F = 85
|year high F = 86
|Jan low F = 72
|Feb low F = 72
|Mar low F = 72
|Apr low F = 72
|May low F = 72
|Jun low F = 70
|Jul low F = 69
|Aug low F = 69
|Sep low F = 71
|Oct low F = 72
|Nov low F = 72
|Dec low F = 72
|year low F = 71
|Jan precipitation mm = 350
|Feb precipitation mm = 330
|Mar precipitation mm = 210
|Apr precipitation mm = 210
|May precipitation mm = 120
|Jun precipitation mm = 80
|Jul precipitation mm = 40
|Aug precipitation mm = 20
|Sep precipitation mm = 30
|Oct precipitation mm = 90
|Nov precipitation mm = 220
|Dec precipitation mm = 340
|year precipitation mm = 2180
}}


== Batas wilayah ==
== Penduduk ==
[[Berkas:BantulKid.JPG|thumb|245px|Tiga anak perempuan di Bantul, sekitar tahun 2011.]]
* Utara : [[Kota Yogyakarta]], [[Kabupaten Sleman]]
Berdasarkan data [[Kementerian Dalam Negeri]] tahun 2020, jumlah penduduk kabupaten Bantul sebanyak 954.706 jiwa. Penduduk tersebut dengan wilayah terbanyak ada di [[Banguntapan, Bantul|Kapanewon Banguntapan]] berjumlah 113.298 jiwa, dan paling sedikit berada di [[Srandakan, Bantul|Kapanewon Srandakan]] berjumlah 31.082 jiwa.<ref name="DUKCAPIL"/><ref name=DIY>{{cite web|url=https://bantulkab.bps.go.id/publication/2019/08/16/741759e02860baefd7f69748/kabupaten-bantul-dalam-angka-2019.html|title=Kabupaten Bantul Dalam Angka 2019|last=|first=|website=www.bantulkab.bps.go.id|publisher=BPS Bantul|accessdate=25 Februari 2020|archive-date=2019-09-25|archive-url=https://web.archive.org/web/20190925063837/https://bantulkab.bps.go.id/publication/2019/08/16/741759e02860baefd7f69748/kabupaten-bantul-dalam-angka-2019.html|dead-url=no}}</ref>
* Timur : [[Kabupaten Gunungkidul]],[[Kabupaten Sleman]]
* Selatan : [[Samudra Hindia]]
* Barat : [[Kabupaten Kulonprogo]]


Mayoritas [[mata pencaharian]] penduduk di bidang [[pertanian]] (25 %), [[pedagang|perdagangan]] (21 %), [[industri]] (19 %) dan [[jasa]] (17 %).
== Kecamatan ==
Kabupaten Bantul terdiri atas 17 [[kecamatan]], yang dibagi lagi atas sejumlah [[desa]] dan [[kelurahan]]. Pusat pemerintahan di Kecamatan [[Bantul, Bantul|Bantul]], sekitar 11&nbsp;km sebelah selatan Kota Yogyakarta.


== Transportasi ==
{| class="wikitable sortable"
[[Berkas:Kretek Bridge 2 in Bantul Regency.jpg|thumb|250px|[[Jembatan Kretek 2]], dibangun di atas [[Sungai Opak]] di wilayah [[Kretek, Bantul|Kecamatan Kretek]].]]
|+ Kecamatan di Kabupaten Bantul
! Kecamatan
! Ibukota
|-
| [[Sanden, Bantul|Sanden]]
| [[Gadingharjo]]
|-
| [[Kretek, Bantul|Kretek]]
| [[Donotirto]]
|-
| [[Pundong, Bantul|Pundong]]
| [[Srihardono]]
|-
| [[Imogiri, Bantul|Imogiri]]
| [[Imogiri]]
|-
| [[Dlingo, Bantul|Dlingo]]
| [[Dlingo]]
|-
| [[Pleret, Bantul|Pleret]]
| [[Pleret]]
|-
| [[Jetis, Bantul|Jetis]]
| [[Trimulya]]
|-
| [[Bambanglipuro, Bantul|Bambanglipuro]]
| [[Sumbermulya]]
|-
| [[Pandak, Bantul|Pandak]]
| [[Gilangharjo]]
|-
| [[Pajangan, Bantul|Pajangan]]
| [[Sendangsari]]
|-
| [[Bantul, Bantul|Bantul]]
| [[Bantul]]
|-
| [[Sewon, Bantul|Sewon]]
| Sewon
|-
| [[Banguntapan, Bantul|Banguntapan]]
| [[Banguntapan]]
|-
| [[Piyungan, Bantul|Piyungan]]
| [[Srimulyo]]
|-
| [[Sedayu, Bantul|Sedayu]]
| [[Argodadi]]
|-
| [[Kasihan, Bantul|Kasihan]]
| [[Tirtonirmolo]]
|-
| [[Srandakan, Bantul|Srandakan]]
| [[Trimurti]]
|-
|
|}


Kabupaten Bantul dilintasi oleh Jalan Nasional sebagai jalan arteria primer, di antaranya Jalan Pantai Selatan melewati Kapanewon [[Srandakan]], [[Sanden]], dan [[Kretek]]. Jalan Nasional lintas tengah dan selatan Jawa penghubung [[Kota Yogyakarta]] melewati Jalan Bantul segmen utara, Jalan Lingkar Timur Kota Bantul, Jalan Bakulan, serta Jalan Parangtritis segmen selatan. Dan juga Jalan Nasional lintas selatan–tengah Jawa penghubung [[Kota Yogyakarta]] dengan [[Jakarta]]/[[Bandung]] di kawasan [[Wates, Kulonprogo|Jalan Wates]] segmen [[Sedayu]], serta sebagian segmen Jalan Nasional di lingkar luar Yogyakarta. Untuk jalan daerah istimewa di antaranya Jalan Srandakan, Jalan Bantul segmen selatan, Jalan Parangtritis segmen utara, Jalan Wonosari segmen [[Banguntapan]] dan [[Piyungan]], Jalan Imogiri Timur, Jalan Imogiri Barat, dan Jalan Lingkar Luar Selatan [[Sedayu]]–[[Pandak]]–[[Bantul, Bantul|Bantul]]–[[Imogiri]]–[[Jetis, Bantul|Jetis]]–[[Pleret]]–[[Banguntapan]]. Jalur perkeretaapian di Bantul sudah dibangun sejak zaman [[kolonial Belanda]]. Jalur kereta api di Bantul terdiri atas jalur utama lintas selatan dan tengah [[Jawa]] di [[Sedayu, Bantul|Kapanewon Sedayu]] dengan [[Stasiun Rewulu]] (hanya digunakan untuk angkutan BBM Pertamina), serta jalur rel kereta mati yang direncanakan akan dihidupkan kembali antara [[Yogyakarta]]–[[Bantul]]–[[Brosot]] dengan stasiun di [[Madukismo]], [[Cepit]], [[Bantul, Bantul|Bantul Kota]], [[Palbapang, Bantul, Bantul|Palbapang]], dan [[Srandakan]], dan juga jalur mati [[Yogyakarta]]–[[Kotagede]]–[[Pleret]]–[[Pundong, Bantul|Pundong]].
== Penduduk ==
Jumlah penduduk Bantul pada tahun [[2009]] adalah 1.015.465 jiwa, dengan kepadatan 2.012,93 jiwa/km2
Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak dan terpadat di Kabupaten Bantul adalah [[Kecamatan Banguntapan]] dengan jumlah penduduk 120.123 jiwa dengan kepadatan 4.218 jiwa/km2. Mayoritas mata pencaharian penduduk di bidang pertanian (25 %) , perdagangan (21 %), Industri (19 %) dan jasa (17 %) .
{| class="wikitable" style="float:right;margin:0 0 0.5em 1em;font-size:90%"
!colspan="2" style="background:#DCDCDC;" | DPRD Bantul<br /> 2009-2014
|-
! Partai
! Kursi
|-
| [[Berkas:PDIPLogo.png|25px|Lambang PDI-P]] [[PDI-P]]
| align="center"| 14
|-
| [[Berkas:Partai Amanat Nasional.svg|25px|Lambang PAN]] [[PAN]]
| align="center"| 6
|-
| [[Berkas:DEMOKRAT.gif|25px|Lambang Partai Demokrat]] [[Partai Demokrat]]
| align="center"| 5
|-
| [[Berkas:PKS Logo.svg|25px|Lambang PKS]] [[Partai Keadilan Sejahtera|PKS]]
| align="center"| 5
|-
| [[Berkas:Logo GOLKAR.jpg|25px|Lambang Partai Golkar]] [[Partai Golkar]]
| align="center"| 5
|-
| [[Berkas:PPP.gif|25px|Lambang PPP]] [[PPP]]
| align="center"| 4
|-
| [[Berkas:Pkb.jpg|25px|Lambang PKB]] [[PKB]]
| align="center"| 3
|-
| [[Berkas:PKPB.gif|25px|Lambang PKPB]] [[PKPB]]
| align="center"| 2
|-
|-
! '''Total'''
! 45
|-
|}


Pada Januari 2021, mulai dibangun sebuah jembatan [[Jembatan Kretek 2]] di wilayah [[Kretek, Bantul|Kecamatan Kretek]]. Jembatan yang menghubungkan antara [[Parangtritis, Kretek, Bantul|Kalurahan Parangtritis]] dan [[Tirtohargo, Kretek, Bantul|Kalurahan Tirtohargo]] di Kecamatan Kretek ini berdiri di atas [[Sungai Opak]]. Jembatan ini memiliki panjang keseluruhan 2,6 kilometer dengan panjang jembatan utama sepanjang 554 meter dan lebar 24 meter, dibangun untuk mengkoneksikan [[Jalan Lintas Selatan]] (JLS) Jawa yang merupakan bagian dari [[Jalan Lintas Selatan|Jalur Pantai Selatan]] (Pansela) di Kabupaten Bantul. Jembatan ini rampung pada tahun 2023 dan diresmikan pada 2 Juni 2023 oleh [[Presiden Republik Indonesia]], [[Joko Widodo]].<ref>{{cite web|first=Ujang|last=Hasanudin|date=2 Juni 2023|editor=Budi Cahyana|url=https://m.harianjogja.com/jogjapolitan/read/2023/06/02/511/1137230/jokowi-resmikan-jembatan-kretek-2-bantul-jjls-banten-ke-banyuwangi-rampung-tahun-ini|title=Jokowi Resmikan Jembatan Kretek 2 Bantul, JJLS Banten ke Banyuwangi Rampung Tahun Ini|website=Harian Jogja|access-date=3 Juni 2023|archive-date=2023-09-19|archive-url=https://web.archive.org/web/20230919132154/https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2023/06/02/511/1137230/jokowi-resmikan-jembatan-kretek-2-bantul-jjls-banten-ke-banyuwangi-rampung-tahun-ini|dead-url=no}}</ref><ref>{{cite web|first=Ujang|last=Hasanudin|date=2 Juni 2023|url=https://m.harianjogja.com/jogjapolitan/read/2023/06/02/511/1137252/diresmikan-presiden-jokowi-jembatan-kretek-2-kini-jadi-ikon-bantul-ini-profil-dan-penampakannya|title=Diresmikan Presiden Jokowi, Jembatan Kretek 2 Kini Jadi Ikon Bantul, Ini Profil dan Penampakannya|website=Harian Jogja|access-date=3 Juni 2023|archive-date=2023-09-19|archive-url=https://web.archive.org/web/20230919132158/https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2023/06/02/511/1137252/diresmikan-presiden-jokowi-jembatan-kretek-2-kini-jadi-ikon-bantul-ini-profil-dan-penampakannya|dead-url=no}}</ref>
== Bupati ==
[[Berkas:Idam.jpg|100px|right|thumb|Drs HM Idham Samawi<br>Bupati Bantul 1999-2004; 2005-2010.]]
[[Berkas:Muj.jpg|100px|right|thumb|Drs. Mujono NA<br>Pejabat Sementara Bupati Bantul 2004-2005.]]
{{:Daftar Bupati Bantul}}


== Transportasi ==
== Pariwisata ==
[[Berkas:Logo City Branding Bantul.svg|thumb|260x260px|''City branding'' Kabupaten Bantul, dirancang untuk mewakili Kabupaten Bantul melalui visualisasi kondisi geografis dan potensi unggulan wilayah. Dengan penggambaran ini, pembaca atau pengamat logo dapat mengasosiasikannya dengan Kabupaten Bantul dengan atributatribut fisik, lingkungan hidup, ekonomi, sosial dan budayanya.<ref>{{Cite web|title=Logo City Brand Bantul|url=https://ppid.bantulkab.go.id/logo-city-brand-bantul/|website=ppid.bantulkab.go.id|access-date=2021-05-18|archive-date=2021-05-15|archive-url=https://web.archive.org/web/20210515223915/https://ppid.bantulkab.go.id/logo-city-brand-bantul/|dead-url=no}}</ref>]]
Kabupaten dilintasi oleh jalan nasional sebagai jalan arteri primer, di antaranya Jalan Pansela (Dalam Pembangunan) melewati kecamatan Srandakan, Sanden, dan Kretek. Jalan nasional penghubung dengan Kota Yogyakarta melewati jalan Bantul segmen utara, Jalan Lingkar timur Kota Bantul, Jalan Bakulan, dan Jalan Parangtritis segmen selatan. Dan juga Jalan Nasional penghubung Kota Yogyakarta dan Jakarta di kawasan jalan wates segmen Sedayu serta sebagian segmen jalan nasional ring road yogyakarta. Untuk jalan provinsi di antaranya jalan srandakan, jalan bantul segmen selatan, jalan parangtritis segmen utara, jalan wonosari segmen banguntapan dan piyungan, jalan imogiri timur, jalan imogiri barat, dan jalan jogja outering road sedayu-pandak-bantul-imogiri-jetis-pleret-banguntapan. Sistem perkeretaapian di Bantul sudah dibangun sejak zaman kolonial belanda. Jalur kereta api di Bantul terdiri atas jalur yogyakarta - bandung di kecamatan sedayu dengan [[Stasiun Rewelu]] (hanya digunakan untuk depo BBM) serta jalur rel kereta mati yang direncanakan akan dihidupkan kembali antara yogyakarta - bantul - brosot dengan stasiun di madukismo, cepit, bantul kota, palbapang, dan srandakan dan juga jalur mati yogyakarta - kota gede - pleret - pundong.
=== Wisata Pantai ===
[[Berkas:Sandboarding_di_Gumuk_Pasir_Parangtritis,_Yogyakrata.jpg|jmpl|''Sandboarding'' di gumuk pasir Parangtritis.|kiri]]
[[Berkas:Reflection of Parangtritis.jpg|jmpl|Pantai Parangtritis saat senja.]]
Kabupaten Bantul memang terkenal akan wisata [[pantai]]nya yang indah dan sangat luas, contohnya [[Pantai Parangtritis]], [[Pantai Parangtritis]] merupakan objek wisata yang paling terkenal di Kabupaten Bantul. Selain itu terdapat beberapa objek wisata pantai seperti :
{{col|2}}
* [[:jv:Pasisir Parang Endhog|Pantai Parangendog]]
* [[Pantai Parangtritis]]
* [[Pantai Parangkusumo]]
* [[Pantai Cemara Sewu]]
* [[Pantai Depok]]
* [[Pantai Samas]]
* [[Pantai Pandansimo]]
* [[Pantai Goa Cemara]]
* [[Pantai Kuwaru]]
* [[Pantai Baru]]
* [[Pantai Pandansari]]
* [[Gumuk Pasir Parangkusumo]]
{{EndDiv}}

=== Wisata Alam ===
[[Berkas:Curug Pulosari (17).jpg|thumb|200px|[[Curug Pulosari]].|kiri]]

[[Objek wisata]] alam di Kabupaten Bantul memang sangat populer di kalangan wisatawan saat ini, karena wisata alamnya menawarkan keindahan yang jarang ditemui di tempat lain. Wisata alam di Kabupaten Bantul terdiri dari [[goa]], [[air terjun]], [[hutan|hutan pinus]], [[bukit]] dan lain-lain. Beberapa objek wisata alam diantaranya :
{{col|2}}
* [[Gua Selarong]]
* [[Gua Cerme]]
* [[Curug Pulosari]]
* [[Curug Banyunibo]]
* [[Air Terjun Randusari]]
* [[Air terjun Tuwondo|Air Terjun Tuwondo]]
* [[Air Terjun Kedung Pengilon]]
* [[Air Terjun Kedung Tolok]]
* [[Grojogan Lepo]]
* [[Bukit Bego]]
* [[Gardu Pandang Lemah Rubuh]]
* [[Hutan Pinus Mangunan]]
* [[Hutan Pinus Pengger]]
* [[Hutan Pinus Asri]]
* [[Hutan Pinus Sari]]
* [[Seribu Batu Songgo Langit]]
* [[Kebun Buah Mangunan]]
* [[Puncak Pinus Becici]]
* [[Bukit Lintang Sewu]]
* [[Bukit Pangguk Kediwung]]
* [[Jurang Tembelan|Jurang Tembelan Kanigoro]]
* [[Tebing Watu Mabur]]
* [[Tebing Watu Amben]]
* [[Watu Goyang]]
* [[Pintu Langit Dahromo]]
* [[Bukit Bintang]]
* [[Taman Glugut]]
{{EndDiv}}

=== Wisata Religi/Sejarah ===
[[Berkas:Masjid Pathok Negara Taqwa Wonokromo.jpg|jmpl|250px|Masjid Pathok Negara Taqwa, di [[Pleret, Bantul|Pleret]].]]
[[Berkas:Museum Pleret.jpg|jmpl|250px|Museum Sejarah Purbakala, di [[Pleret, Bantul|Pleret]].]]
Selain wisata pantai dan wisata alam, Kabupaten Bantul juga memiliki wisata religi dan sejarah. Wisatawan dapat mengunjungi objek wisata [[religi]], wisata [[religi]] yang terkenal di Kabupaten Bantul adalah [[Pemakaman Imogiri]]. Selain [[Pemakaman Imogiri]], Kabupaten Bantul juga memiliki beberapa wisata [[religi]]/[[sejarah]] lain dan beberapa [[museum]] diantaranya :
* [[Masjid Agung Manunggal Bantul]]
* [[Masjid Kauman Pleret]]
* [[Masjid Pathok Negoro Taqwa Wonokromo]]
* [[Masjid Pathok Negoro Nurul Huda]]
*[[Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran|Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus]]
* [[History of Java Museum]]
* [[Museum Gumuk Pasir]]
* [[Museum Padepokan Sumber Karahayon]]
* [[Museum Soeharto]]
* [[Museum Tani Jawa Indonesia]]
* [[Museum Purbakala Pleret]]
* [[Museum Rumah Budaya Tembi]]
* [[Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala]]
* [[Museum Wayang Kekayon]]

=== Desa Wisata ===
[[Berkas:Kasongan1.jpg|jmpl|250px|Gapura Desa Wisata Kasongan, penghasil gerabah di Kabupaten Bantul|kiri]]
Sementara itu, terdapat berbagai [[desa wisata]] di Kabupaten Bantul yang umumnya merupakan desa penghasil [[kerajinan]], kerajinan tersebut juga dapat diperoleh di [[Pasar Seni Gabusan]] yang berada di [[Sewon, Bantul|Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul]]. Desa-desa wisata tersebut diantaranya :
* [[Kasongan|Desa Wisata Kasongan]], di [[Kasihan, Bantul|Kasihan]] (penghasil [[gerabah]])
* [[Pundong, Bantul|Desa Wisata Pundong]], di [[Pundong, Bantul|Pundong]] (penghasil [[gerabah]])
* [[Wukirsari, Imogiri, Bantul|Desa Wisata Pucung]], di [[Imogiri, Bantul|Imogiri]] (penghasil [[kerajinan|kerajinan kulit]])
* [[Bangunjiwo, Kasihan, Bantul|Desa Wiaata Gendeng]], di [[Kasihan, Bantul|Kasihan]] (penghasil [[kerajinan|kerajinan kulit]], terutama [[wayang]])
* [[Sendangsari, Pajangan, Bantul|Desa Wisata Krebet]], di [[Pajangan, Bantul|Pajangan]] (penghasil [[kerajinan|kerajinan kayu]], termasuk [[topeng]])
* [[Wukirsari, Imogiri, Bantul|Desa Wisata Giriloyo]], di [[Imogiri, Bantul|Imogiri]] (penghasil [[batik]])
* [[Wijirejo, Pandak, Bantul|Desa Wisata Wijirejo]], di [[Pandak, Bantul|Pandak]] (penghasil [[batik]], salah satu batik terkenal adalah [[Ceplok Kembang Kates|Batik Bantul]])
* [[Sabdodadi, Bantul, Bantul|Desa Wisata Manding]], di [[Bantul, Bantul|Bantul]] (penghasil [[kerajinan|kerajinan kulit]] untuk barang sehari-hari, contohnya [[tas]], [[jaket]], [[sandal]] dan sebagainya)

=== Perayaan (Event) ===
[[Berkas:Independence Day Canival in Bantul Indonesia.jpg|jmpl|260px|Pawai HUT RI di [[Trirenggo, Bantul, Bantul|Lapangan Trirenggo]]]]
Kabupaten Bantul memiliki beberapa event, yaitu:
* Kirab Budaya HUT RI
* Kirab Budaya HUT Bantul
* Lomba Pawai Paskibra HUT RI
* Lomba Pawai Drumband HUT RI
* Festival Layang-layang Bantul
* Kirab Budaya Dlingo
* Bantul Expo<ref name=":0">Bantul Ekspo merupakan sebuah pameran pembangunan wilayah se kabupaten Bantul, even tahunan yang diadakan di kabupaten Bantul, diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan (PSG), yang menampilkan produk-produk lokal juga sebuah ajang pameran dari instansi pemerintahan kabupaten Bantul. Bantul Ekspo atau sering disingkat dengan BE biasanya di adakan pada bulan Juli seminggu sehabis hari jadi Kbupaten Bantul, diselelnggarakan selama kurang lebih 10 hari.</ref>

=== Media Massa ===
Terdapat beberapa stasiun radio di Bantul seperti Radio Persatuan 94.2 FM dan lain-lain

== Olahraga ==
===Stadion===
==== Stadion Sultan Agung ====
[[Berkas:Stadion Sultan Agung (1).jpg|thumb|250px|Stadion Sultan Agung di Kabupaten Bantul]]
[[Stadion Sultan Agung]] atau yang biasa disebut SSA atau Stadion Pacar, stadion ini terletak di [[Sewon, Bantul|Kecamatan Sewon]], [[Sewon, Bantul|Kabupaten Bantul]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]]. Stadion Sultan Agung memiliki kapasitas kurang lebih 35.000 penonton. Stadion ini pertama diresmikan oleh [[Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta]], [[Sri Sultan Hamengkubuwono X]] pada tahun 2007. [[Stadion Sultan Agung]] merupakan markas dari klub [[sepak bola]] [[Persiba Bantul]] (berdiri tahun 1967) dan klub amatir [[Protaba Bantul]].

==== Stadion Dwi Windu ====
Stadion Dwi Windu terletak di Jalan Jenderal Sudirman, [[Bantul, Bantul, Bantul|Kecamatan Bantul]], [[Bantul, Bantul|Kabupaten Bantul]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]] atau tepatnya di sisi selatan [[Masjid Agung Manunggal Bantul]]. Stadion ini sering digunakan sebagai tempat untuk menggelar event-event tertentu di [[Bantul, Bantul|Kabupaten Bantul]]. Stadion Dwi Windu juga sering juga digunakan untuk latihan atau pertandingan [[sepakbola]] di [[Bantul, Bantul|Kabupaten Bantul]].

== Kesehatan ==
=== Puskesmas ===
Kabupaten Bantul memiliki beberapa Puskesmas, diantaranya adalah :
{{col|2}}
* Puskesmas Srandakan, di [[Trimurti, Srandakan, Bantul|Trimurti, Srandakan]]
* Puskesmas Sanden, di [[Murtigading, Sanden, Bantul|Murtigading, Sanden]]
* Puskesmas Kretek, di [[Donotirto, Kretek, Bantul|Donotirto, Kretek]]
* Puskesmas Pundong, di [[Srihardono, Pundong, Bantul|Srihardono, Pundong]]
* Puskesmas Bambanglipuro, di [[Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul|Sidomulyo, Bambanglipuro]]
* Puskesmas Pandak 1, di [[Wijirejo, Pandak, Bantul|Wijirerjo, Pandak]]
* Puskesmas Pandak 2, di [[Triharjo, Pandak, Bantul|Triharjo, Pandak]]
* Puskesmas Bantul 1, [[Palbapang, Bantul, Bantul|Palbapang, Bantul]]
* Puskesmas Bantul 2, di [[Bantul, Bantul, Bantul|Bantul, Bantul]]
* Puskesmas Jetis 1, di [[Trimulyo, Jetis, Bantul|Trimulyo, Jetis]]
* Puskesmas Jetis 2, di [[Patalan, Jetis, Bantul|Patalan, Jetis]]
* Puskesmas Imogiri 1, di [[Karangtalun, Imogiri, Bantul|Karangtalun, Imogiri]]
* Puskesmas Imogiri 2, di [[Sriharjo, Imogiri, Bantul|Sriharjo, Imogiri]]
* Puskesmas Dlingo 1, di [[Terong, Dlingo, Bantul|Terong, Dlingo]]
* Puskesmas Dlingo 2, di [[Dlingo, Dlingo, Bantul|Dlingo, Dlingo]]
* Puskesmas Pleret, di [[Wonokromo, Pleret, Bantul|Wonokromo, Pleret]]
* Puskesmas Piyungan, di [[Srimulyo, Piyungan, Bantul|Srimulyo, Piyungan]]
* Puskesmas Banguntapan 1, di [[Baturetno, Banguntapan, Bantul|Baturetno, Banguntapan]]
* Puskesmas Banguntapan 2, di [[Tamanan, Banguntapan, Bantul|Tamanan, Banguntapan]]
* Puskesmas Banguntapan 3, di [[Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta|Rejowinangun, Kotagede]]
* Puskesmas Sewon 1, di [[Timbulharjo, Sewon, Bantul|Timbulharjo, Sewon]]
* Puskesmas Sewon 2, di [[Bangunharjo, Sewon, Bantul|Bangunharjo, Sewon]]
* Puskesmas Kasihan 1, di [[Bangunjiwo, Kasihan, Bantul|Bangunjiwo, Kasihan]]
* Puskesmas Kasihan 2, di [[Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul|Tirtonirmolo, Kasihan]]
* Puskesmas Pajangan, di [[Sendangsari, Pajangan, Bantul|Sendangsari, Pajangan]]
* Puskesmas Sedayu 1, di [[Argomulyo, Sedayu, Bantul|Argomulyo, Sedayu]]
* Puskesmas Sedayu 2, di [[Argorejo, Sedayu, Bantul|Argorejo, Sedayu]]
{{EndDiv}}

=== Rumah sakit ===
* RSUD Panembahan Senopati, di [[Bantul, Bantul|Bantul]]
* RSPAU Hardjolukito di, [[Banguntapan, Bantul|Banguntapan]]
* RSK Paru Respira di, [[Bantul, Bantul|Bantul]]
* RS PKU Muhammadiyah Bantul, di [[Bantul, Bantul|Bantul]]
* RSKB Ringroad Selatan, di [[Sewon, Bantul|Sewon]]
* RS Griya Mahardika, di [[Sewon, Bantul|Sewon]]
* RS Patmasuri di, [[Sewon, Bantul|Sewon]]
* RS Rajawali Citra, di [[Banguntapan, Bantul|Banguntapan]]
* RS Permata Husada, di [[Pleret, Bantul|Pleret]]
* RS Santa Elisabeth, di [[Bambanglipuro, Bantul|Bambanglipuro]]
* RS Nur Hidayah, di [[Jetis, Bantul|Jetis]]
* RS Rachma Husada, di [[Jetis, Bantul|Jetis]]
* RSKIA Umi Khasanah, di [[Bantul, Bantul|Bantul]]
* [[UII|RS Universitas Islam Indonesia]], di [[Pandak, Bantul|Pandak]]


== Kuliner Khas Bantul ==
==Kuliner Khas==
[[Berkas:17. Geplak 1.jpg|jmpl|250px|Geplak]]
[[Berkas:10. Sate Klathak 5.jpg|jmpl|250px|Sate Klathak]]
Kabupaten Bantul memiliki makanan khas, yaitu:
Kabupaten Bantul memiliki makanan khas, yaitu:
* [[Geplak]]
* [[Geplak]]
* [[Gudeg manggar]]
* [[Sate klatak]]
* [[Miedes]]
* [[Mi pentil]]
* [[Mi letheg]]
* [[Tolpit]]
* [[Tolpit]]
* Peyek undur-undur
* [[Sate Klathak]]
* [[Peyek Undur-Undur]]
* Peyek tumpuk
* Oseng-oseng mercon
* Karangan
* [[Wedang uwuh]]


==Kebudayaan==
== Perayaan (Event) ==
===Kesenian===
Kabupaten Bantul memiliki beberapa event, yaitu:
[[Berkas:Kesenian Sholawat Montro.jpg|jmpl|250px|Kesenian [[Montro|Sholawat Montro]].]]
* [[Kirab Budaya Dlingo]]
* Bantul [[Bantul Ekspo|Ekspo]]<ref name=":0">Bantul Ekspo merupakan sebuah pameran pembangunan wilayah se kabupaten Bantul, even tahunan yang diadakan di kabupaten Bantul, diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan (PSG), yang menampilkan produk-produk lokal juga sebuah ajang pameran dari instansi pemerintahan kabupaten Bantul. Bantul Ekspo atau sering disingkat dengan BE biasanya di adakan di bulan Juli seminggu sehabis hari jadi Kbupaten Bantul, diselelnggarakan selama kurang lebih 10 hari.</ref>


== Rekreasi ==
==== Sholawat Montro ====
[[Sholawat Montro]] adalah kesenian [[religius]] dari Kabupaten Bantul. Kesenian ini pertama kali ditemukan di [[Pleret, Bantul|Kauman, Pleret]] dan diciptakan oleh Kanjeng Pangeran Yudhonegoro, atau menantu dari [[Hamengkubuwono VIII|Sultan Hamengkubuwono VIII]]. Kesenian ini berisi sekelompok penampil dan pengiring musik yang semuanya [[laki-laki]], mereka menyanyikan [[pujian|puji-pujian]] kepada [[Allah SWT]] dan [[Nabi Muhammad SAW]] dengan cara [[bernyanyi|nembang]], diiringi musik tradisional [[gamelan]] dan [[rebana|terbangan]].
[[Pantai Parangtritis]] merupakan objek wisata yang paling terkenal di kabupaten ini. Selain itu terdapat beberapa objek wisata pantai seperti: [[Pantai Parangkusumo]], [[Pantai Depok]], [[Pantai Samas]], [[Pantai Pandansimo]], [[Pantai Goa Cemara]], dan [[Pantai Kuwaru]]. Objek wisata alam lain antara lain adalah [[Gua Selarong]] dan [[Gua Cerme]]. Wisatawan juga dapat mengunjungi objek wisata budaya/religi seperti [[Pemakaman Imogiri]]. Baru-baru ini juga terdapat wisata [[Susur Sungai Sewu Watu]] di sekitar Kompleks [[Makam Sunan Cirebon]] di [[Wukirsari]] [[Giriloyo]].


==== Jathilan Diponegaran ====
Sementara itu, terdapat berbagai [[desa wisata]] di Kabupaten Bantul yang umumnya merupakan desa penghasil kerajinan. Desa-desa tersebut antara lain adalah [[Kasongan]] (penghasil gerabah), [[Pundong, Bantul|Pundong]] (penghasil [[gerabah]]), [[Wukirsari, Imogiri, Bantul|Pucung]] (penghasil kerajinan kulit), [[Bangunjiwo, Kasihan, Bantul|Gendeng]] (penghasil kerajinan kulit terutama wayang), dan [[Sendangsari, Pajangan, Bantul|Krebet]] (penghasil kerajinan kayu termasuk topeng batik). [[Batik Bantul]] sangat terkenal, dan dapat diperoleh baik di sekitar makam Imogiri, [[Wukirsari, Imogiri, Bantul|Giriloyo]] (utara Imogiri), dan di [[Wijirejo, Pandak, Bantul|Wijirejo]]. Kerajinan kulit untuk barang sehari-hari (tas, jaket, sandal dan sebagainya) juga dapat diperoleh di desa [[Sabdodadi, Bantul, Bantul|Manding]].
Jathilan Diponegaran adalah salah satu kesenian tradisional yang menjadi ikon Kabupaten Bantul. Kesenian ini mengisahkan perjuangan [[Pangeran Diponegoro]] saat perang. Penarinya terdiri dari seorang pria yang menjadi [[Pangeran Diponegoro]] dan beberapa wanita yang membawa keris yang menjadi pasukannya.


==== Reog Wayang ====
Selain di desa-desa wisata tersebut, kerajinan juga dapat diperoleh di [[Pasar Seni Gabusan]] yang terletak di Jalan Parangtritis.
[[Reog Wayang]] juga merupakan [[kesenian]] [[tradisional]] khas Kabupaten Bantul. [[Reog Wayang]] adalah kesenian [[tari]] yang dimainkan oleh beberapa orang yang berkostum dan memerankan tokoh dalam [[wayang|cerita pewayangan]]. [[Reog Wayang]] biasanya dimainkan oleh 20 lebih penari, dengan mengangkat tema [[wayang|kisah-kisah pewayangan]].


=== Media ===
==== Pek Bung ====
[[Pek Bung]] adalah kesenian yang seluruh alat musiknya berasal dari bambu. Nama tersebut berasal dari bambu yang dipukul dan berbunyi "pek", serta ban karet yang dipasang di tembikar (bahasa Jawa: ''klenthing'') dan berbunyi "bung".<ref>{{Cite news|date=2009-05-23|title=Musik Pek-Bung Mati Suri|url=https://travel.kompas.com/read/2009/05/23/14303238/~Oase~Mata%20Air|work=[[Kompas.com]]|language=id|access-date=2021-10-05|archive-date=2021-10-05|archive-url=https://web.archive.org/web/20211005023040/https://travel.kompas.com/read/2009/05/23/14303238/~Oase~Mata%20Air|dead-url=no}}</ref>
Terdapat beberapa stasiun radio di Bantul seperti Radio Persatuan 93.9 dan lain-lain


=== Olahraga ===
=== Motif Batik ===
[[Berkas:Ceplok Kembang Kates.jpg|thumb|Batik [[Ceplok Kembang Kates]] dalam tiga jenis warna; merah, hijau, dan biru.]]
Kabupaten ini merupakan markas dari klub [[sepak bola]] [[Persiba Bantul]] (berdiri tahun 1967) dan klub amatir [[Protaba Bantul]].

==== Batik Ceplok Kembang Kates ====
[[Batik Ceplok Kembang Kates]] merupakan motif batik yang identik dengan Kabupaten Bantul. Motif ini menggunakan ide dasar tanaman [[pepaya|kates]] atau [[pepaya]], motif utamanya [[biji]] dan [[bunga]], dengan motif tambahan [[putik]], terdapat isen-isen [[cecek]] dan [[sawut]]. Warna yang diterapkan pada motif ini [[merah]], [[hijau]], dan [[biru]]. Makna simbolik Ceplok Kembang Kates sebagai simbol semangat mempertahankan [[bangsa]], [[negara]], dan kesejahteraan [[masyarakat]].

==== Batik Gringsing ====
Batik Grigsing adalah salah satu motif batik khas Kabupaten Bantul. Motif batik Gringsing berupa bulatan-bulatan kecil seperti [[sisik|sisik ikan]] yang saling bersinggungan. Warna asli batik Gringsing adalah sogan, tetapi sekarang menggunakan warna-warna lain seperti [[merah]], [[hijau]], [[kuning]] atau lainnya. Makna simbolik dari motif Gringsing adalah [[doa]] atau harapan agar terhindar dari pengaruh buruk dan kehampaan.

== Julukan ==
=== Kota Geplak ===
Kabupaten Bantul memiliki kuliner khas dan legendaris yaitu [[Geplak]]. [[Geplak]] terbuat dari [[Parutan|parutan kelapa]] dan [[gula pasir]] atau [[gula jawa]], rasanya yang manis membuat masyarakat dan wisatawan yang berkunjung suka akan makanan ini. [[Industri]] [[Geplak]] umumnya dapat ditemui di seluruh penjuru Kabupaten Bantul. [[Geplak]] juga dapat ditemui di [[pasar tradisional|pasar-pasar tradisional]] di Kabupaten Bantul dan sering juga dijadikan oleh-oleh jika berkunjung ke Kabupaten Bantul.
[[Berkas:Gula kelapa Malioboro Yogyakarta.JPG|thumb|Geplak, yang dijual sebagai oleh-oleh di [[Jalan Malioboro]], [[Kota Yogyakarta]].]]

=== Kota Gerabah ===
Kabupaten Bantul memiliki daerah tujuan wisata yaitu [[Kasongan]]. [[Kasongan]] merupakan daerah industri [[gerabah]] terbesar di Kabupaten Bantul. Hasil kerajinan dari [[gerabah]] yang diproduksi oleh [[Kasongan]] pada umumnya berupa [[guci]], [[pot bunga|pot]], [[Dinding|hiasan dinding]], [[meja]], [[kursi]] dan lain-lain. Hasil kerajinan tersebut telah diekspor ke mancanegara seperti [[Eropa]] dan [[Amerika]]. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh [[wisatawan]] yang berkunjung ke [[Yogyakarta]].
[[Berkas:Kerajinan Gerabah.jpg|thumb|240px|Gerabah di kawasan [[Desa Wisata Kasongan]].]]

=== ''Sahara van Java'' ===
Kabupaten Bantul memang layak dijuluki sebagai ''[[Sahara|Sahara van Java]]'', karena di Bantul terdapat [[objek wisata]] yang cukup terkenal yaitu [[Gumuk Pasir Parangkusumo]]. Tak jauh dari [[Gumuk Pasir Parangkusumo]] terdapat [[Pantai Parangtritis]] dan [[Pantai Parangkusumo]], kedua pantai ini memiliki pasir berwarna hitam yang mirip seperti gurun pasir, hal ini yang menambah kesan [[Bantul]] memang layak dijuluki ''[[Gurun Sahara|Sahara van Java]]''.
[[Berkas:Gumuk Pasir Parangkusumo 2.jpg|thumb|250px|[[Gumuk Pasir Parangkusumo]], yang ramai akan wisatawan.]]

[[Gumuk|Gumuk Pasir]] ini sangat istimewa dan langka, karena hanya ada sedikit di dunia. Karena tempatnyanya yang mirip [[Gurun Sahara]] di [[Afrika]] maka Kabupaten Bantul dijuluki ''[[Gurun Sahara|Sahara van Java]]'' atau Saharanya Pulau Jawa.


== Pendidikan ==
== Pendidikan ==
Kampus [[Institut Seni Indonesia]], dan [[Universitas Muhammadiyah Yogyakarta]] terletak di kabupaten ini. Beberapa perguruan tinggi lain juga melakukan pembangunan kampusnya di wilayah Kabupaten Bantul, antara lain [[Institut Sains & Teknologi Akprind]] Yogyakarta. Dan adapula kampus dibawah naungan Kementerian Perindustrian yaitu [[Politeknik ATK]] yang terdapat di jalan Ringroad Selatan untuk Kampus 2 dan di jalan ateka untuk Kampus 1.


Kampus [[Institut Seni Indonesia Yogyakarta]], [[Universitas Muhammadiyah Yogyakarta]], [[Universitas Ahmad Dahlan]] dan [[Institut Ilmu Al Qur'an An Nur|Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur]] terletak di kabupaten ini. Beberapa perguruan tinggi lain juga melakukan pembangunan kampusnya di wilayah Kabupaten Bantul, antara lain [[Institut Sains & Teknologi Akprind]] [[Yogyakarta]]. Dan adapula kampus dibawah naungan [[Kementerian Perindustrian]] yaitu [[Politeknik ATK]] yang terdapat di Jalan Ringroad Selatan untuk Kampus 2 dan di Jalan Ateka untuk Kampus 1.
== Tokoh Terkenal ==

* [[Soeharto]], Mantan Presiden RI
== Bahasa ==
* [[Subagyo Hadi Siswoyo]], Mantan KASAD
Menurut [[Badan Bahasa]], [[bahasa Jawa]] dialek Yogya-Solo merupakan [[bahasa daerah]] yang dituturkan mayoritas penduduk Kabupaten Bantul.<ref>{{Cite web|url=https://petabahasa.kemdikbud.go.id/provinsi.php?idp=Daerah%20Istimewa%20Yogyakarta|title=Bahasa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta|last=|first=|date=|website=Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia|access-date=23 Mei 2020|archive-date=2020-08-01|archive-url=https://web.archive.org/web/20200801083507/https://petabahasa.kemdikbud.go.id/provinsi.php?idp=Daerah%20Istimewa%20Yogyakarta|dead-url=no}}</ref> Menurut Statistik Kebahasaan 2019, bahasa ini menjadi satu-satunya bahasa daerah asli Kabupaten Bantul.<ref>{{Cite book|url=http://repositori.kemdikbud.go.id/11005/|title=Statistik Kebahasaan 2019|last=|first=|date=2019|publisher=Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan|isbn=9786028449182|location=Jakarta|pages=4|url-status=live|access-date=2020-05-23|archive-date=2020-04-30|archive-url=https://web.archive.org/web/20200430141420/http://repositori.kemdikbud.go.id/11005/|dead-url=no}}</ref> Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Bantul adalah [[bahasa Indonesia]].
* [[Lasiyah Soetanto]], Mantan Menteri Negara Peranan Wanita

* [[Ibnu Triwidodo]], Kepala Staf Kodam Jaya
== Tokoh terkenal ==
* [[Probosutedjo]], Pengusaha
* [[Muhammad Rian Ardianto]] (pebulu tangkis)
* [[Mohamad Sobary]], Budayawan & Kolumnis
* [[Pangeran Diponegoro]]
* [[Suwarjono]], Ketua Aliansi Jurnalis Independen
* [[Ronaldo Kwateh]]
* [[Aprilia Yuswandari]], Pebulu tangkis Nasional
* [[Arif Dwi Pangestu]] (pemanah)
* [[Nopendi]], Pesepak bola Nasional
* [[Soeharto]] (mantan Presiden Indonesia)
* [[Mohamad Sobary]] (budayawan dan kolumnis)
* [[Lasiyah Soetanto]] (mantan Menteri Negara Peranan Wanita Indonesia)
* [[Aprilia Yuswandari]] (pebulu tangkis)
* [[Yati Pesek]]


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Lembaga Ombudsman Swasta Daerah Istimewa Yogyakarta]]
* [[Lembaga Ombudsman Swasta Daerah Istimewa Yogyakarta]]
* [[Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul]]


== Referensi ==
== Referensi ==
Baris 282: Baris 381:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
{{commonscat}}
* {{id}} [http://www.bantulkab.go.id Situs resmi]
* {{id}} {{resmi}}
* [http://www.jogjatrip.com/id Panduan Pariwisata Yogyakarta dan sekitarnya]

* {{id}} [http://teamtouring.net/katalog/wisata-bantul Wisata Bantul dan sekitarnya]
{{Kartamantul}}
* {{id}} [http://infobantul.com/ Informasi Seputar Bantul]
{{Kabupaten Bantul}}
{{Kabupaten Bantul}}
{{DIY}}
{{DIY}}
{{Authority control}}


[[Kategori:Kabupaten Bantul|Kabupaten Bantul]]
[[Kategori:Kabupaten Bantul]]
[[Kategori:Kabupaten di Yogyakarta|Bantul]]
[[Kategori:Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta|Bantul]]
[[Kategori:Kabupaten di Indonesia|Bantul]]
[[Kategori:Kabupaten di Indonesia|Bantul]]
[[Kategori:DAS Opak]]

Revisi terkini sejak 3 Juni 2024 02.58

Kabupaten Bantul
Transkripsi bahasa daerah
 • Hanacarakaꦧꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀
Searah jarum jam dari atas: Kebun Buah Mangunan, Gapura Desa Wisata Kasongan, Hutan Pinus Mangunan, Tradisi Gejog Lesung, Tradisi Pisungsung Jaladri, Pantai Parangtritis, Gapura Bantul saat malam hari, Curug Pulosari
Lambang resmi Kabupaten Bantul
Julukan: 
Motto: 
ꦲꦩꦩꦪꦸꦲꦪꦸꦤꦶꦁꦧꦮꦤ
Hamemayu hayuning bawana
(Jawa) Memperindah keindahan dunia
Peta
Peta
Kabupaten Bantul di Jawa
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul
Peta
Kabupaten Bantul di Indonesia
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul (Indonesia)
Koordinat: 7°53′05″S 110°20′03″E / 7.88461°S 110.33411°E / -7.88461; 110.33411
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
Tanggal berdiri8 Agustus 1950
Dasar hukumUU No.15 Tahun 1950
Hari jadi20 Juli 1831 (umur 193)
Ibu kotaBantul
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kapanewon: 17
  • Kalurahan: 75
Pemerintahan
 • BupatiAbdul Halim Muslih
 • Wakil BupatiJoko B. Purnomo
 • Sekretaris DaerahAgus Budiraharjo
Luas
 • Total609,56 km2 (235,35 sq mi)
Populasi
 • Total955.807
 • Kepadatan1,600/km2 (4,100/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 95,76% Islam
  • 0,02% Buddha
  • 0,08% Hindu
  • 0,01% Lainnya[1][2]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Jawa (utama)
 • IPMKenaikan 80,69/0,807 (2022)
Sangat Tinggi[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
3402 Edit nilai pada Wikidata
Kode area telepon+62 274
Pelat kendaraanAB xxxx B*/G*/J*/K*/T*
Kode Kemendagri34.02 Edit nilai pada Wikidata
DAURp 1.025.870.924.000,- (2020) [4]
Semboyan daerahProjotamansari
(Produktif-Professional, Ijo Royo-royo, Tertib, Aman, Sehat, dan Asri)
Flora resmiSawo kecik[5]
Fauna resmiDederuk jawa[5]
Situs webwww.bantulkab.go.id

Kabupaten Bantul (bahasa Jawa: ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀, pelafalan dalam bahasa Indonesia: [ˈbantʊl]) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kapanewon Bantul.

Semboyan pembangunan kabupaten ini adalah Projotamansari, yang merupakan singkatan dari Produktif-Profesional, Ijo royo royo, Tertib, Aman, Sehat, dan Asri.

Pada 27 Mei 2006, gempa bumi besar berkekuatan 5,9 skala Richter mengakibatkan kerusakan yang besar terhadap daerah ini dan kematian sedikitnya 3.000 penduduk Bantul. Daerah yang terkena dampak terparah dari gempa tersebut adalah Pundong dan Imogiri.

Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan, seperti perlawanan Pangeran Mangkubumi di Ambarketawang, upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret, dan perjuangan Pangeran Diponegoro di Selarong. Kisah perjuangan pionir penerbangan Indonesia yaitu Adisucipto, pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak Belanda di Desa Ngoto. Sebuah peristiwa penting yang dicatat dalam sejarah adalah Perang Gerilya melawan pasukan Belanda. Saat itu, pasukan Indonesia berada di bawah kepemimpinan Jenderal Sudirman (1948) dan mereka banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, "Serangan Oemoem 1 Maret" (1949) yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Tolok awal pembentukan wilayah Kabupaten Bantul adalah perjuangan gigih Pangeran Diponegoro melawan penjajah bermarkas di Selarong sejak tahun 1825 hingga 1830. Seusai meredam perjuangan Diponegoro, Pemerintah Hindia Belanda kemudian membentuk komisi khusus untuk menangani daerah Vortenlanden. Komisi tersebut bertugas menangani pemerintahan daerah Mataram, Pajang, Sokawati, dan Gunung Kidul. Kontrak kasunanan Surakarta dengan Yogyakarta dilakukan baik dalam hal pembagian wilayah maupun pembayaran ongkos perang, penyerahan pemimpin pemberontak, dan pembentukan wilayah administratif.

Pemerintah Hindia Belanda dan sultan Yogyakarta pada tanggal 26 dan 31 Maret 1831 mengadakan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah administratif baru dalam kasultanan disertai penetapan jabatan kepala wilayahnya. Saat itu Kasultanan Yogyakarta dibagi menjadi tiga kabupaten yaitu Bantulkarang untuk kawasan selatan, Denggung untuk kawasan utara, dan Kalasan untuk kawasan timur. Menindaklanjuti pembagian wilayah baru Kasultanan Yogyakarta, tanggal 20 Juli 1831 atau Rabu Kliwon 10 Sapar tahun Dal 1759 (Jawa) secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya dikenal bernama Bantulkarang tersebut di atas. Seorang nayaka Kasultanan Yogyakarta bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro kemudian dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono V untuk memangku jabatan sebagai bupati Bantul.

Berdasarkan peristiwa tersebut, tanggal 20 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bantul. Selain itu, tanggal 20 Juli juga memiliki nilai simbol kepahlawanan dan kekeramatan bagi masyarakat Bantul mengingat Perang Diponegoro dikobarkan tanggal 20 Juli 1825.

Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan berdasarkan pada Usamu Seirei nomor 13 sedangkan stadsgemente ordonantie dihapus. Kabupaten memiliki hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom). Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh Komite Nasional Daerah untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Akan tetapi, Yogyakarta dan Surakarta undang-undang tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No 22 tahun 1948. dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang isinya pembentukan Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.

Pusaka dan Identitas Daerah

[sunting | sunting sumber]
Tombak Kyai Agnya Murni

Tombak Kiai Agnya Murni berasal dari kata agnya berarti perintah atau pemerintahan dan murni adalah suci/bersih. Sehingga dengan tegaknya pusaka itu membawa pesan ditegakkannya nilai kehidupan berperadaban sebagai pilar utama membangun pemerintahan yang bersih. Tombak pusaka Kiai Agnya-murni mengisyaratkan pamoring kawula Gusti. Dalam khazanah Jawa, dikenal istilah budaya berpamor agama. Sehingga dalam dimensi vertikal memiliki makna pasrah diri dan tunduk patuh insan ke haribaan Sang Khalik. Dalam dimensi horizontal mengisyaratkan luluhnya pemimpin dengan rakyat.

Tombak pusaka ini diberikan oleh sultan Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X pada Peringatan Hari Jadi ke-169 Kabupaten Bantul, Kamis 20 Juli 2007. Tombak ini memiliki dapur Pleret, yang mengisyaratkan Kabupaten Bantul agar mengingat keberadaan Pleret sebagai historic landmark yang menandai titik awal pembaruan pemerintahan Mataram Sultan Agungan yang cikal bakalnya berada di Kerta Wonokromo. Tombak yang memiliki pamor wos wutah wengkon (melimpahnya kemakmuran bagi seluruh rakyat), dapat eksis bila ditegakkan pada landeyan (dasar) kayu walikukun. Landeyan itu simbul keluhuran budaya berbasis ilmu berintikan keteguhan iman.

Wilayah Kabupaten Bantul terletak pada titik koordinat 07°44′04″–08° 00′ 27″ Lintang Selatan dan 110°12′34″–110°31′08″ Bujur Timur.[6] Luas wilayah Kabupaten Bantul adalah 508,85 km2.[7] Persentase luas Kabupaten Bantul terhadap luas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah 15,91%.[8]

Batas Wilayah

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantul berbatasan dengan beberapa wilayah berikut:[9]

Utara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman
Timur Kabupaten Gunungkidul
Selatan Samudra Hindia
Barat Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Sleman

Topografi

[sunting | sunting sumber]
Lokasi Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta
Sungai Oyo Dilihat dari Kebun Buah Mangunan

Topografi Kabupaten Bantul sebesar 40% merupakan dataran rendah.[10] Sedangkan 60% wilayah Kabupaten Bantul merupakan perbukitan yang kurang subur.[11] Wilayah Kabupaten Bantul dapat dibedakan menjadi wilayah bagian barat, bagian tengah, bagian timur, dan bagian selatan. Bagian barat mencakup wilayah seluas 89,86 km2 atau 17,73% dari luas Kabupaten Bantul yang berupa dataran rendah dengan kemiringan yang landai serta perbukitan yang membujur dari utara ke selatan. Bagian tengan merupakan dataran subur yang landai seluas 210,94 km2 atau seluas 41,62 % dari luas Kabupaten Bantul dan dijadikan sebagai lahan pertanian. Bagian timur meliputi daerah yang landai, miring dan terjang seluas 206,05 km2 (40,65%). Sementara bagian selatan merupakan bagian berpasir dan memiliki laguna yang termasuk bagian tengah Kabupaten Bantul. Bagian selatan Kabupaten Bantul membentang di sepanjang pantai dari Kecamatan Srandakan, Kecamatan Sanden dan Kecamatan Kretek.[12]

Sebanyak enam sungai mengalir melalui Kabupaten Bantul yang berfungsi sebagai kawasan hilir.[13] Panjang aliran sungai dari keenam sungai ialah 114 km.[butuh rujukan] Keenam sungai tersebut ialah Sungai Oyo, Sungai Opak, Sungai Code, Sungai Winongo, Sungai Bedog, dan Sungai Progo.[14] Sungai Oyo melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 35 km.[15] Sungai Opak melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 40 km.[16] Sungai Code melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 7 km.[17] Sungai Winongo melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 17 km.[18] Sungai Bedog melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 15 km.[19] Sungai Progo melintasi wilayah Kabupaten Bantul sepanjang 27 km.[20]

Iklim dan Cuaca

[sunting | sunting sumber]

Iklim yang terbentuk di wilayah Kabupaten Bantul menurut klasifikasi iklim Koppen adalah iklim muson tropis.[21] Sama seperti kabupaten lain di Indonesia, musim hujan di Bantul dimulai bulan November hingga April dan musim hujan ini dipengaruhi oleh angin muson barat daya–barat yang bersifat lembab dan basah. Sementara itu, musim kemarau yang diakibatkan oleh angin muson tenggara–timur yang bersifat kering dan dingin berlangsung pada bulan Mei hingga Oktober. Curah hujan di Bantul adalah 1942 mm per tahun dengan hari hujan berkisar antara 100–130 hari hujan, dan bulan paling tinggi curah hujannya adalah Januari dan Februari. Suhu udara relatif konsisten sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata berkisar pada 22° hingga 31° derajat Celsius.

Data iklim Bantul, DIY, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.4
(86.7)
30.7
(87.3)
31
(88)
31.7
(89.1)
31.5
(88.7)
31.3
(88.3)
30.5
(86.9)
31
(88)
31.2
(88.2)
32
(90)
31.8
(89.2)
30.6
(87.1)
31.14
(88.13)
Rata-rata harian °C (°F) 26.8
(80.2)
27
(81)
27.2
(81)
27.7
(81.9)
27.3
(81.1)
26.5
(79.7)
25.6
(78.1)
26
(79)
26.6
(79.9)
27.4
(81.3)
27.1
(80.8)
27
(81)
26.85
(80.42)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.3
(73.9)
23.2
(73.8)
23.4
(74.1)
23.6
(74.5)
23.1
(73.6)
21.8
(71.2)
20.8
(69.4)
21
(70)
22
(72)
23
(73)
23.4
(74.1)
23.3
(73.9)
22.66
(72.79)
Presipitasi mm (inci) 320
(12.6)
324
(12.76)
282
(11.1)
186
(7.32)
82
(3.23)
51
(2.01)
25
(0.98)
15
(0.59)
28
(1.1)
89
(3.5)
223
(8.78)
289
(11.38)
1.914
(75,35)
Rata-rata hari hujan 22 20 17 14 8 5 2 1 3 8 16 18 134
% kelembapan 86 86 86 84 83 82 79 78 80 81 83 85 82.8
Rata-rata sinar matahari harian 5.7 6.2 6.5 7.5 7.8 7.8 8.3 8.4 7.8 7.7 6.7 6.3 7.23
Sumber #1: Climate-Data.org [22] & BMKG[23]
Sumber #2: Weatherbase [24]

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati

[sunting | sunting sumber]
No. Bupati Mulai Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Ref.
1. Raden Tumenggung Mangun Negoro 20 Juli 1831
2. Raden Tumenggung Jayadiningrat 1845 1851
3. Raden Tumenggung Tirtonegara 1851 1852
4. Raden Tumenggung Nitinegara 1852 1855
5. Raden Tumenggung Danukusuma 1855 1878
6. Raden Tumenggung Djojowinoto 1878
7. Raden Tumenggung Djojodipuro 1878
8. Raden Tumenggung Surjokusumo
9. Raden Tumenggung Mangunyudo 1899 1913
10. K.R.T. Purbadiningrat 1913 1918
11. K.R.T. Dirdjokusumo 1918 1943
12. K.R.T. Djojodiningrat 1943 1947
Masa Pemerintahan Indonesia
13. K.R.T. Tirtadiningrat 1947 1951
14. K.R.T. Purwaningrat 1951 1955
15. K.R.T. Partaningrat 1955 1958
16. K.R.T. Wiraningrat 1958
17. K.R.T. Setyosudono 1958 1960
18. K.R.T. Sosrodiningrat 1960 1969
19. K.R.T. Prodjohardjono (Pejabat) 1969 1970
20. R. Sutomo Mangkusasmito, S.H. 1970 1980
21. Suheram Partosaputro 1980 1985
22. K.R.T. Suryo Padmo Hadiningrat (Moerwanto Suprapto) 1986 1991
23. K.R.T. Yudadiningrat (Sri Roso Sudarmo) 1991 1998
24. Drs. H. Kismosukirdo (Pejabat) 1998 1999
25. Drs. HM. Idham Samawi 1998 2004
26. Drs. Mujono NA (Penjabat) Desember 2004 Januari 2005
27. Drs. HM. Idham Samawi (Terpilih kembali melalui pilkada) 2005 2010 Drs. Sumarno, Prs.
28. Hj. Sri Surya Widati 2010 2015 Drs. Sumarno, Prs.
29. Sigit Sapto Rahardjo (Pejabat) 2015 2016
30. Drs. H. Suharsono 17 Februari 2016 2021 H. Abdul Halim Muslih
31. Budi Wibowo, S.H., M.M. (Pejabat) 2020 2021
32. H. Abdul Halim Muslih 26 Februari 2021 Petahana Joko B. Purnomo


Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Bantul dalam lima periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004–2009[25] 2009–2014[26] 2014–2019[27] 2019–2024[28] 2024–2029
PKB 6 Penurunan 3 Kenaikan 4 Kenaikan 6 Kenaikan 7
Gerindra (baru) 3 Kenaikan 6 Kenaikan 8 Penurunan 6
PDI-P 16 Penurunan 11 Kenaikan 12 Penurunan 11 Kenaikan 12
Golkar 5 Steady 5 Steady 5 Steady 5 Kenaikan 6
NasDem (baru) 2 Penurunan 1 Penurunan 0
PKS 5 Steady 5 Penurunan 4 Steady 4 Kenaikan 6
PAN 7 Steady 7 Penurunan 6 Penurunan 5 Penurunan 2
PBB 0 Steady 0 Kenaikan 1 Steady 1 Penurunan 0
Demokrat (baru) 1 Kenaikan 5 Penurunan 1 Kenaikan 2 Kenaikan 3
PPP 3 Kenaikan 4 Steady 4 Penurunan 2 Steady 2
Ummat (baru) 1
PKPB (baru) 2 Steady 2
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45 Steady 45 Steady 45
Jumlah Partai 8 Kenaikan 9 Kenaikan 10 Steady 10 Penurunan 9

Kapanewon

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantul memiliki 17 kapanewon dan 75 kalurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduk mencapai 931.356 jiwa yang tersebar di wilayah seluas 508,13 km² dengan tingkat kepadatan penduduk 1.832 jiwa/km².[29][30]

Daftar kapanewon dan kalurahan di Kabupaten Bantul, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kapanewon Hanacaraka Kodepos[31] Jumlah
Kalurahan
Daftar
Kalurahan
34.02.05 Bambanglipuro ꦧꦩ꧀ꦧꦁꦭꦶꦥꦸꦫ 55764 3
34.02.12 Banguntapan ꦧꦔꦸꦤ꧀ꦠꦥꦤ꧀ 55798 8
34.02.08 Bantul ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦭ 55711-55715 5
34.02.11 Dlingo
ꦢ꧀ꦭꦶꦔ 55783 6
34.02.10 Imogiri ꦲꦶꦩꦒꦶꦫꦶ 55782 8
34.02.09 Jetis ꦗꦼꦛꦶꦱ꧀ 55781 4
34.02.16 Kasihan ꦏꦱꦶꦃꦲꦤ꧀ 55799 4
34.02.03 Kretek ꦏꦿꦺꦠꦺꦏ꧀ 55772 5
34.02.07 Pajangan ꦥꦗꦁꦔꦤ꧀ 55751 3
34.02.06 Pandak ꦥꦤ꧀ꦝꦏ꧀ 55761 4
34.02.14 Piyungan ꦥꦶꦪꦸꦁꦔꦤ꧀ 55792 3
34.02.13 Pleret ꦥ꧀ꦭꦺꦫꦺꦠ꧀ 55791 5
34.02.04 Pundong ꦥꦸꦤ꧀ꦝꦺꦴꦁ 55771 3
34.02.02 Sanden ꦱꦤ꧀ꦢꦺꦤ꧀ 55763 4
34.02.17 Sedayu ꦱꦼꦢꦪꦸ 55752-55753 4
34.02.15 Sewon ꦱꦺꦮꦺꦴꦤ꧀ 55797 4
34.02.01 Srandakan ꦱꦿꦤ꧀ꦢꦏꦤ꧀ 55762 2
TOTAL 75


Tiga anak perempuan di Bantul, sekitar tahun 2011.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2020, jumlah penduduk kabupaten Bantul sebanyak 954.706 jiwa. Penduduk tersebut dengan wilayah terbanyak ada di Kapanewon Banguntapan berjumlah 113.298 jiwa, dan paling sedikit berada di Kapanewon Srandakan berjumlah 31.082 jiwa.[1][32]

Mayoritas mata pencaharian penduduk di bidang pertanian (25 %), perdagangan (21 %), industri (19 %) dan jasa (17 %).

Transportasi

[sunting | sunting sumber]
Jembatan Kretek 2, dibangun di atas Sungai Opak di wilayah Kecamatan Kretek.

Kabupaten Bantul dilintasi oleh Jalan Nasional sebagai jalan arteria primer, di antaranya Jalan Pantai Selatan melewati Kapanewon Srandakan, Sanden, dan Kretek. Jalan Nasional lintas tengah dan selatan Jawa penghubung Kota Yogyakarta melewati Jalan Bantul segmen utara, Jalan Lingkar Timur Kota Bantul, Jalan Bakulan, serta Jalan Parangtritis segmen selatan. Dan juga Jalan Nasional lintas selatan–tengah Jawa penghubung Kota Yogyakarta dengan Jakarta/Bandung di kawasan Jalan Wates segmen Sedayu, serta sebagian segmen Jalan Nasional di lingkar luar Yogyakarta. Untuk jalan daerah istimewa di antaranya Jalan Srandakan, Jalan Bantul segmen selatan, Jalan Parangtritis segmen utara, Jalan Wonosari segmen Banguntapan dan Piyungan, Jalan Imogiri Timur, Jalan Imogiri Barat, dan Jalan Lingkar Luar Selatan SedayuPandakBantulImogiriJetisPleretBanguntapan. Jalur perkeretaapian di Bantul sudah dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Jalur kereta api di Bantul terdiri atas jalur utama lintas selatan dan tengah Jawa di Kapanewon Sedayu dengan Stasiun Rewulu (hanya digunakan untuk angkutan BBM Pertamina), serta jalur rel kereta mati yang direncanakan akan dihidupkan kembali antara YogyakartaBantulBrosot dengan stasiun di Madukismo, Cepit, Bantul Kota, Palbapang, dan Srandakan, dan juga jalur mati YogyakartaKotagedePleretPundong.

Pada Januari 2021, mulai dibangun sebuah jembatan Jembatan Kretek 2 di wilayah Kecamatan Kretek. Jembatan yang menghubungkan antara Kalurahan Parangtritis dan Kalurahan Tirtohargo di Kecamatan Kretek ini berdiri di atas Sungai Opak. Jembatan ini memiliki panjang keseluruhan 2,6 kilometer dengan panjang jembatan utama sepanjang 554 meter dan lebar 24 meter, dibangun untuk mengkoneksikan Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa yang merupakan bagian dari Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Bantul. Jembatan ini rampung pada tahun 2023 dan diresmikan pada 2 Juni 2023 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.[33][34]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]
City branding Kabupaten Bantul, dirancang untuk mewakili Kabupaten Bantul melalui visualisasi kondisi geografis dan potensi unggulan wilayah. Dengan penggambaran ini, pembaca atau pengamat logo dapat mengasosiasikannya dengan Kabupaten Bantul dengan atributatribut fisik, lingkungan hidup, ekonomi, sosial dan budayanya.[35]

Wisata Pantai

[sunting | sunting sumber]
Sandboarding di gumuk pasir Parangtritis.
Pantai Parangtritis saat senja.

Kabupaten Bantul memang terkenal akan wisata pantainya yang indah dan sangat luas, contohnya Pantai Parangtritis, Pantai Parangtritis merupakan objek wisata yang paling terkenal di Kabupaten Bantul. Selain itu terdapat beberapa objek wisata pantai seperti :

Wisata Alam

[sunting | sunting sumber]
Curug Pulosari.

Objek wisata alam di Kabupaten Bantul memang sangat populer di kalangan wisatawan saat ini, karena wisata alamnya menawarkan keindahan yang jarang ditemui di tempat lain. Wisata alam di Kabupaten Bantul terdiri dari goa, air terjun, hutan pinus, bukit dan lain-lain. Beberapa objek wisata alam diantaranya :

Wisata Religi/Sejarah

[sunting | sunting sumber]
Masjid Pathok Negara Taqwa, di Pleret.
Museum Sejarah Purbakala, di Pleret.

Selain wisata pantai dan wisata alam, Kabupaten Bantul juga memiliki wisata religi dan sejarah. Wisatawan dapat mengunjungi objek wisata religi, wisata religi yang terkenal di Kabupaten Bantul adalah Pemakaman Imogiri. Selain Pemakaman Imogiri, Kabupaten Bantul juga memiliki beberapa wisata religi/sejarah lain dan beberapa museum diantaranya :

Desa Wisata

[sunting | sunting sumber]
Gapura Desa Wisata Kasongan, penghasil gerabah di Kabupaten Bantul

Sementara itu, terdapat berbagai desa wisata di Kabupaten Bantul yang umumnya merupakan desa penghasil kerajinan, kerajinan tersebut juga dapat diperoleh di Pasar Seni Gabusan yang berada di Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul. Desa-desa wisata tersebut diantaranya :

Perayaan (Event)

[sunting | sunting sumber]
Pawai HUT RI di Lapangan Trirenggo

Kabupaten Bantul memiliki beberapa event, yaitu:

  • Kirab Budaya HUT RI
  • Kirab Budaya HUT Bantul
  • Lomba Pawai Paskibra HUT RI
  • Lomba Pawai Drumband HUT RI
  • Festival Layang-layang Bantul
  • Kirab Budaya Dlingo
  • Bantul Expo[36]

Media Massa

[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa stasiun radio di Bantul seperti Radio Persatuan 94.2 FM dan lain-lain

Stadion Sultan Agung

[sunting | sunting sumber]
Stadion Sultan Agung di Kabupaten Bantul

Stadion Sultan Agung atau yang biasa disebut SSA atau Stadion Pacar, stadion ini terletak di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Stadion Sultan Agung memiliki kapasitas kurang lebih 35.000 penonton. Stadion ini pertama diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tahun 2007. Stadion Sultan Agung merupakan markas dari klub sepak bola Persiba Bantul (berdiri tahun 1967) dan klub amatir Protaba Bantul.

Stadion Dwi Windu

[sunting | sunting sumber]

Stadion Dwi Windu terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta atau tepatnya di sisi selatan Masjid Agung Manunggal Bantul. Stadion ini sering digunakan sebagai tempat untuk menggelar event-event tertentu di Kabupaten Bantul. Stadion Dwi Windu juga sering juga digunakan untuk latihan atau pertandingan sepakbola di Kabupaten Bantul.

Kesehatan

[sunting | sunting sumber]

Puskesmas

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantul memiliki beberapa Puskesmas, diantaranya adalah :

Rumah sakit

[sunting | sunting sumber]

Kuliner Khas

[sunting | sunting sumber]
Geplak
Sate Klathak

Kabupaten Bantul memiliki makanan khas, yaitu:

Kebudayaan

[sunting | sunting sumber]
Kesenian Sholawat Montro.

Sholawat Montro

[sunting | sunting sumber]

Sholawat Montro adalah kesenian religius dari Kabupaten Bantul. Kesenian ini pertama kali ditemukan di Kauman, Pleret dan diciptakan oleh Kanjeng Pangeran Yudhonegoro, atau menantu dari Sultan Hamengkubuwono VIII. Kesenian ini berisi sekelompok penampil dan pengiring musik yang semuanya laki-laki, mereka menyanyikan puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW dengan cara nembang, diiringi musik tradisional gamelan dan terbangan.

Jathilan Diponegaran

[sunting | sunting sumber]

Jathilan Diponegaran adalah salah satu kesenian tradisional yang menjadi ikon Kabupaten Bantul. Kesenian ini mengisahkan perjuangan Pangeran Diponegoro saat perang. Penarinya terdiri dari seorang pria yang menjadi Pangeran Diponegoro dan beberapa wanita yang membawa keris yang menjadi pasukannya.

Reog Wayang

[sunting | sunting sumber]

Reog Wayang juga merupakan kesenian tradisional khas Kabupaten Bantul. Reog Wayang adalah kesenian tari yang dimainkan oleh beberapa orang yang berkostum dan memerankan tokoh dalam cerita pewayangan. Reog Wayang biasanya dimainkan oleh 20 lebih penari, dengan mengangkat tema kisah-kisah pewayangan.

Pek Bung adalah kesenian yang seluruh alat musiknya berasal dari bambu. Nama tersebut berasal dari bambu yang dipukul dan berbunyi "pek", serta ban karet yang dipasang di tembikar (bahasa Jawa: klenthing) dan berbunyi "bung".[37]

Motif Batik

[sunting | sunting sumber]
Batik Ceplok Kembang Kates dalam tiga jenis warna; merah, hijau, dan biru.

Batik Ceplok Kembang Kates

[sunting | sunting sumber]

Batik Ceplok Kembang Kates merupakan motif batik yang identik dengan Kabupaten Bantul. Motif ini menggunakan ide dasar tanaman kates atau pepaya, motif utamanya biji dan bunga, dengan motif tambahan putik, terdapat isen-isen cecek dan sawut. Warna yang diterapkan pada motif ini merah, hijau, dan biru. Makna simbolik Ceplok Kembang Kates sebagai simbol semangat mempertahankan bangsa, negara, dan kesejahteraan masyarakat.

Batik Gringsing

[sunting | sunting sumber]

Batik Grigsing adalah salah satu motif batik khas Kabupaten Bantul. Motif batik Gringsing berupa bulatan-bulatan kecil seperti sisik ikan yang saling bersinggungan. Warna asli batik Gringsing adalah sogan, tetapi sekarang menggunakan warna-warna lain seperti merah, hijau, kuning atau lainnya. Makna simbolik dari motif Gringsing adalah doa atau harapan agar terhindar dari pengaruh buruk dan kehampaan.

Kota Geplak

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantul memiliki kuliner khas dan legendaris yaitu Geplak. Geplak terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa, rasanya yang manis membuat masyarakat dan wisatawan yang berkunjung suka akan makanan ini. Industri Geplak umumnya dapat ditemui di seluruh penjuru Kabupaten Bantul. Geplak juga dapat ditemui di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bantul dan sering juga dijadikan oleh-oleh jika berkunjung ke Kabupaten Bantul.

Geplak, yang dijual sebagai oleh-oleh di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Kota Gerabah

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantul memiliki daerah tujuan wisata yaitu Kasongan. Kasongan merupakan daerah industri gerabah terbesar di Kabupaten Bantul. Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa guci, pot, hiasan dinding, meja, kursi dan lain-lain. Hasil kerajinan tersebut telah diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Gerabah di kawasan Desa Wisata Kasongan.

Sahara van Java

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantul memang layak dijuluki sebagai Sahara van Java, karena di Bantul terdapat objek wisata yang cukup terkenal yaitu Gumuk Pasir Parangkusumo. Tak jauh dari Gumuk Pasir Parangkusumo terdapat Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo, kedua pantai ini memiliki pasir berwarna hitam yang mirip seperti gurun pasir, hal ini yang menambah kesan Bantul memang layak dijuluki Sahara van Java.

Gumuk Pasir Parangkusumo, yang ramai akan wisatawan.

Gumuk Pasir ini sangat istimewa dan langka, karena hanya ada sedikit di dunia. Karena tempatnyanya yang mirip Gurun Sahara di Afrika maka Kabupaten Bantul dijuluki Sahara van Java atau Saharanya Pulau Jawa.

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan dan Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur terletak di kabupaten ini. Beberapa perguruan tinggi lain juga melakukan pembangunan kampusnya di wilayah Kabupaten Bantul, antara lain Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta. Dan adapula kampus dibawah naungan Kementerian Perindustrian yaitu Politeknik ATK yang terdapat di Jalan Ringroad Selatan untuk Kampus 2 dan di Jalan Ateka untuk Kampus 1.

Menurut Badan Bahasa, bahasa Jawa dialek Yogya-Solo merupakan bahasa daerah yang dituturkan mayoritas penduduk Kabupaten Bantul.[38] Menurut Statistik Kebahasaan 2019, bahasa ini menjadi satu-satunya bahasa daerah asli Kabupaten Bantul.[39] Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Bantul adalah bahasa Indonesia.

Tokoh terkenal

[sunting | sunting sumber]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di Kabupaten Bantul". www.kependudukan.jogjaprov.go.id. Pemprov Yogyakarta. Diakses tanggal 25 Februari 2020. [pranala nonaktif permanen]
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 4 Desember 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 29 Juli 2021. 
  5. ^ a b Keputusan Bupati Bantul No. 567/B/Kep/BT/1998
  6. ^ Wulandari, Septiana (2023). Jakaria, Rio, ed. Statistik Daerah Kabupaten Bantul 2023. Bantul: BPS Kabupaten Bantul. hlm. 1. ISSN 2797-3514. 
  7. ^ Sari, N. P., dkk. (2023). Kabupaten Bantul Dalam Angka 2023. Bantul: BPS Kabupaten Bantul. hlm. 5. ISSN 0215-5184. 
  8. ^ Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (2018). Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka 2018. Yogyakarta: Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. hlm. 5. ISSN 0215-2185. 
  9. ^ Probosari, N., Kussujaniatun, S., dan Hartati, A. S. (2019). Strategi Pemasaran Wisata Berbasis E-Tourisme: Khususnya Strategi Promosi Wisata di Dlingo, Bantul dengan berbasis E-Tourism (IOS dan Android) (PDF). Sleman: LPPM UPN Veteran Yogyakarta. hlm. 1. ISBN 978-602-5534-88-1. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2023-05-19. Diakses tanggal 2023-05-19. 
  10. ^ Profil Kependudukan Kabupaten Bantul Tahun 2018 (PDF). Bantul: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul. 2019. hlm. 9. 
  11. ^ Profil Kependudukan Kabupaten Bantul Tahun 2017 (PDF). Bantul: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul. 2018. hlm. 9. 
  12. ^ Profil Kependudukan Kabupaten Bantul Tahun 2016 (PDF). Bantul: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 2017. hlm. 10–11. 
  13. ^ Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) Kabupaten Bantul Tahun 2019 (PDF). Bantul: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul. 2020. hlm. II–38. 
  14. ^ Sari, N. P., Rahmawati, P. D., dan Kuntoro, E. (2021). Kabupaten Bantul Dalam Angka 2021. Bantul: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul. hlm. 8. ISSN 0215-5184. 
  15. ^ Sari, N. P., Rahmawati, P. D., dan Kuntoro, E. (2022). Kabupaten Bantul Dalam Angka 2022. Bantul: BPS Kabupaten Bantul. hlm. 8. ISSN 0215-5184. 
  16. ^ Rahmawati, P. D., Kuntoro, E., dan Sari, N. P. (2020). Susanto, ed. Kabupaten Bantul Dalam Angka 2020. Bantul: BPS Kabupaten Bantul. hlm. 8. 
  17. ^ Rahmawati, P. D., dan Sari, N. P. (2019). Kabupaten Bantul Dalam Angka 2019. Bantul: BPS Kabupaten Bantul. hlm. 10. ISSN 0215-5184. 
  18. ^ Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul (2018). Kabupaten Bantul Dalam Angka 2018. Bantul: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul. hlm. 15. ISSN 0215-5184. 
  19. ^ Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul (2017). Seksi Integrasi Pengolahan & Diseminasi Statistik, ed. Kabupaten Bantul Dalam Angka 2017. Bantul: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul. hlm. 15. ISSN 0215-5184. 
  20. ^ Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul (16). Kabupaten Bantul Dalam Angka 2016. Bantul: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul. hlm. 15. ISSN 0215-5184. 
  21. ^ Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul (2022). Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2023 (PDF). Bantul: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul. hlm. II–14. 
  22. ^ "Bantul, DIY, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 17 September 2020. 
  23. ^ "Buku Prakiraan Musim Hujan 2023-2024 – Rerata Curah Hujan Kabupaten Bantul Zona Musim 270, 271, dan 274 periode 1991-2020" (PDF). BMKG. hlm. 133. Diakses tanggal 17 September 2023. 
  24. ^ "Bantul, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 17 September 2020. 
  25. ^ Perolehan Kursi DPRD Bantul 2004-2009
  26. ^ Perolehan Kursi DPRD Bantul 2009-2014
  27. ^ Perolehan Kursi DPRD Bantul 2014-2019
  28. ^ Perolehan Kursi DPRD Bantul 2019-2024
  29. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  30. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  31. ^ Kode Pos Kabupaten Bantul
  32. ^ "Kabupaten Bantul Dalam Angka 2019". www.bantulkab.bps.go.id. BPS Bantul. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-09-25. Diakses tanggal 25 Februari 2020. 
  33. ^ Hasanudin, Ujang (2 Juni 2023). Budi Cahyana, ed. "Jokowi Resmikan Jembatan Kretek 2 Bantul, JJLS Banten ke Banyuwangi Rampung Tahun Ini". Harian Jogja. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-09-19. Diakses tanggal 3 Juni 2023. 
  34. ^ Hasanudin, Ujang (2 Juni 2023). "Diresmikan Presiden Jokowi, Jembatan Kretek 2 Kini Jadi Ikon Bantul, Ini Profil dan Penampakannya". Harian Jogja. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-09-19. Diakses tanggal 3 Juni 2023. 
  35. ^ "Logo City Brand Bantul". ppid.bantulkab.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-15. Diakses tanggal 2021-05-18. 
  36. ^ Bantul Ekspo merupakan sebuah pameran pembangunan wilayah se kabupaten Bantul, even tahunan yang diadakan di kabupaten Bantul, diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan (PSG), yang menampilkan produk-produk lokal juga sebuah ajang pameran dari instansi pemerintahan kabupaten Bantul. Bantul Ekspo atau sering disingkat dengan BE biasanya di adakan pada bulan Juli seminggu sehabis hari jadi Kbupaten Bantul, diselelnggarakan selama kurang lebih 10 hari.
  37. ^ "Musik Pek-Bung Mati Suri". Kompas.com. 2009-05-23. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-10-05. Diakses tanggal 2021-10-05. 
  38. ^ "Bahasa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-08-01. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  39. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 4. ISBN 9786028449182. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-30. Diakses tanggal 2020-05-23. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]