Lompat ke isi

Khusnul Yakin: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Luthfi Waskitojati (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Luthfi Waskitojati (bicara | kontrib)
Baris 28: Baris 28:
Di musim kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2005|2005]], Khusnul membuka kran golnya dengan mencetak 2 Gol sekaligus membawa [[PSIS Semarang]] melumat [[Persib Bandung]] 3-0 di [[Stadion Jatidiri]] tanggal 13 April 2005. Meskipun [[PSIS Semarang]] di musim [[Divisi Utama Liga Indonesia 2005|2005]] mempunyai stock striker hebat seperti [[Emanuel De Porras]], [[Indriyanto Setyo Nugroho|Indriyanto Nugroho]], dan [[Abdoulaye Djibril]], Khusnul masih sering menjadi pilihan, hal tersebut terbukti dengan 4 Gol yang berhasil dibukukan Khusnul sepanjang kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2005]].
Di musim kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2005|2005]], Khusnul membuka kran golnya dengan mencetak 2 Gol sekaligus membawa [[PSIS Semarang]] melumat [[Persib Bandung]] 3-0 di [[Stadion Jatidiri]] tanggal 13 April 2005. Meskipun [[PSIS Semarang]] di musim [[Divisi Utama Liga Indonesia 2005|2005]] mempunyai stock striker hebat seperti [[Emanuel De Porras]], [[Indriyanto Setyo Nugroho|Indriyanto Nugroho]], dan [[Abdoulaye Djibril]], Khusnul masih sering menjadi pilihan, hal tersebut terbukti dengan 4 Gol yang berhasil dibukukan Khusnul sepanjang kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2005]].


Di musim kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2006|2006]], Khusnul lebih sering berperan sebagai pelapis [[Emanuel De Porras]], [[Indriyanto Setyo Nugroho|Indriyanto Nugroho]], [[Gustavo Hernan Ortiz]], [[Imral Usman]]. Akan tetapi musim inilah puncak prestasi Khusnul bersama [[PSIS Semarang]] dimana pada musim itu [[PSIS Semarang]] berhasil meraih [[Divisi Utama Liga Indonesia 2006|Runner Up Divisi Utama Liga Indonesia 2006]] yang merupakan kompetisi tertinggi nasional saat itu. Sayang di pertandingan final [[PSIS Semarang]] dikalahkan [[Persik Kediri]] lewat gol tunggal [[Cristian Gonzáles|Cristian 'El-Loco' Gonzáles]]. Dipertandingan Final Khusnul tampil menggantikan [[Imral Usman]] di menit 64 dan memperoleh kartu kuning di menit 79. <ref>cite web |url =http://www.rsssf.com/tablesi/indo06.html|title = Liga Indonesia 2006|publisher = rsssf.com|accessdate = 4 Januari 2017}}</ref>
Di musim kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2006|2006]], Khusnul lebih sering berperan sebagai pelapis [[Emanuel De Porras]], [[Indriyanto Setyo Nugroho|Indriyanto Nugroho]], [[Gustavo Hernan Ortiz]], [[Imral Usman]]. Akan tetapi musim inilah puncak prestasi Khusnul bersama [[PSIS Semarang]] dimana pada musim itu [[PSIS Semarang]] berhasil meraih [[Divisi Utama Liga Indonesia 2006|Runner Up Divisi Utama Liga Indonesia 2006]] yang merupakan kompetisi tertinggi nasional saat itu. Sayang di pertandingan final [[PSIS Semarang]] dikalahkan [[Persik Kediri]] lewat gol tunggal [[Cristian Gonzáles|Cristian 'El-Loco' Gonzáles]]. Dipertandingan Final Khusnul tampil menggantikan [[Imral Usman]] di menit 64 dan memperoleh kartu kuning di menit 79. <ref>cite web |url =http://www.rsssf.com/tablesi/indo06.html |title = Liga Indonesia 2006|publisher = rsssf.com|accessdate = 4 Januari 2017}}</ref>


Di musim kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2007|2007]] [[PSIS Semarang]] ditinggal oleh bintangnya [[Emanuel De Porras]]. Striker [[Indriyanto Setyo Nugroho|Indriyanto Nugroho]] - pun telah memasuki usia senja untuk pemain sepak bola. Khusnul Yakin sering diduetkan bersama [[Julio Lopez]] yang musim [[Divisi Utama Liga Indonesia 2007|2007]] kembali ke [[PSIS Semarang]] serta memaksa Striker Asing [[Alfredo Figueroa]] menjadi penghuni bangku cadangan dan diputus kontraknya di pertengahan musim. Khusnul mencetak gol - gol penting diantaranya ketika mengalahkan [[Persija Jakarta]] 3-0 di [[Stadion Jatidiri]] pada 4 April 2007 dan Gol tunggal ketika mengalahkan [[Persib Bandung]] 1-0 di [[Stadion Siliwangi]] 19 Agustus 2007. Gol tunggal tersebut berkat kerjasama yang apik antara [[Julio Lopez]], [[Igor Joksimovic]], dan Khusnul. Meskipun begitu [[PSIS Semarang Musim 2007-2008|PSIS Semarang di Musim 2007]] gagal menyamai prestasi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2006|PSIS musim 2006]] dengan hanya bercokol di peringkat 10 wilayah Barat.
Di musim kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2007|2007]] [[PSIS Semarang]] ditinggal oleh bintangnya [[Emanuel De Porras]]. Striker [[Indriyanto Setyo Nugroho|Indriyanto Nugroho]] - pun telah memasuki usia senja untuk pemain sepak bola. Khusnul Yakin sering diduetkan bersama [[Julio Lopez]] yang musim [[Divisi Utama Liga Indonesia 2007|2007]] kembali ke [[PSIS Semarang]] serta memaksa Striker Asing [[Alfredo Figueroa]] menjadi penghuni bangku cadangan dan diputus kontraknya di pertengahan musim. Khusnul mencetak gol - gol penting diantaranya ketika mengalahkan [[Persija Jakarta]] 3-0 di [[Stadion Jatidiri]] pada 4 April 2007 dan Gol tunggal ketika mengalahkan [[Persib Bandung]] 1-0 di [[Stadion Siliwangi]] 19 Agustus 2007. Gol tunggal tersebut berkat kerjasama yang apik antara [[Julio Lopez]], [[Igor Joksimovic]], dan Khusnul. Meskipun begitu [[PSIS Semarang Musim 2007-2008|PSIS Semarang di Musim 2007]] gagal menyamai prestasi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2006|PSIS musim 2006]] dengan hanya bercokol di peringkat 10 wilayah Barat.


Di tahun 2008 Khusnul sempat meninggalkan [[PSIS Semarang]] dan bergabung dengan [[Pelita Bandung Raya|Pelita Jaya]], di tahun 2010 Khusnul kembali mengenakan jersey biru bergabung kembali bersama [[PSIS Semarang]].
Di tahun 2008 Khusnul sempat meninggalkan [[PSIS Semarang]] dan bergabung dengan [[Pelita Bandung Raya|Pelita Jaya]], di tahun 2011 Khusnul kembali mengenakan jersey biru bergabung kembali bersama [[PSIS Semarang]]. Sepanjang musim 2011 hingga tahun 2013 [[PSIS Semarang]] hanya bermain di level kedua kompetisi nasional.

Meskipun banyak kontribusi telah Khusnul berikan kepada [[PSIS Semarang]], ibarat sebuah cerita, Khusnul dan [[PSIS Semarang]] berakhir dengan ''Sad Ending''. Di pertengahan kompetisi [[Divisi Utama Liga Indonesia 2013]], [[PSIS Semarang]] mengumumkan harus mencoret empat pemain yang tak bisa lagi dipertahankan untuk putaran kedua. General Manager PSIS Semarang, Ferdinand Hindiarto mengatakan, keempat pemain tersebut dinilai tidak menunjukan peforma yang diharapkan. Keempat Pemain tersebut adalah Daru Tri Laksono, [[Miko Ardiyanto]], [[Khusnul Yakin]], dan bomber asing [[Emile Linkers]].<ref>cite web |url =http://bola.liputan6.com/read/548449/psis-semarang-coret-empat-pemain |title = PSIS Semarang coret empat pemain|publisher = liputan6.com|accessdate = 4 Januari 2017}}</ref> Di musim [[Divisi Utama Liga Indonesia 2013|2013]] Khusnul memang hanya bermain di 3 pertandingan dan tidak mencetak satupun gol.


== Prestasi==
== Prestasi==

Revisi per 4 Januari 2017 03.50

Khusnul Yakin
Informasi pribadi
Nama lengkap Khusnul Yakin
Tanggal lahir 04 Juni 1980 (umur 44)
Tempat lahir Brebes, Indonesia
Posisi bermain Striker
Informasi klub
Klub saat ini Persab Pelatih tim U-18
Karier junior
PSIT Cirebon
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2000-2007
2008-2009
2010-13
2014-
PSIS Semarang
Pelita Jaya
PSIS Semarang
Persab Brebes
?/(?)
25(1)
?/(?)
? (?)
Kepelatihan
Pelatih tim U-18 Persab Brebes
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik

Khusnul Yakin (lahir 04 Juni 1980) [1] adalah pemain sepak bola Indonesia yang mulai menjajaki dunia kepelatihan. Saat ini ia merupakan asisten pelatih sekaligus Pelatih tim U-18 Persab Brebes.

Karir

PSIS Semarang

Setelah bermain di kompetisi amatir yang diadakan PSIS Semarang, di awal tahun 2000'an Khusnul mengikuti seleksi pemain PSIS Semarang, magang, dan masuk tim utama PSIS Semarang. Khusnul menjadi kesayangan publik Semarang atas kontribusi yang diberikan untuk PSIS Semarang. Bersama PSIS Semarang, Khusnul berkontribusi mengantarkan tim kebanggan Kota Semarang tersebut meraih Juara Divisi Satu Liga Indonesia di Tahun 2001, Juara 3 Divisi Utama Liga Indonesia 2005, dan Runner Up Divisi Utama Liga Indonesia 2006 dimana sebelum era Liga Super Indonesia di tahun 2008, Divisi Utama Liga Indonesia merupakan kasta tertinggi persepak bolaan Indonesia.

Bersama PSIS Semarang, Khusnul mencetak 3 Gol di sepanjang kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2002 salah satunya gol tunggal kemenangan atas Persebaya Surabaya pada 21 Januari 2002. Sayangnya, di Divisi Utama Liga Indonesia 2003 Khusnul kurang mendapatkan kepercayaan dari pelatih yang lebih sering memainkan Julio Lopez, Indriyanto Setyo Nugroho dan German Osorio sehingga tidak satupun gol ia cetak sepanjang musim Divisi Utama Liga Indonesia 2003. Hal serupa juga terjadi di tahun 2004, tak satupun gol dicetak Khusnul karena pada saat itu PSIS Semarang lebih sering memainkan Indriyanto Nugroho, Robert Kwateh, dan Purwanto.

Di musim kompetisi 2005, Khusnul membuka kran golnya dengan mencetak 2 Gol sekaligus membawa PSIS Semarang melumat Persib Bandung 3-0 di Stadion Jatidiri tanggal 13 April 2005. Meskipun PSIS Semarang di musim 2005 mempunyai stock striker hebat seperti Emanuel De Porras, Indriyanto Nugroho, dan Abdoulaye Djibril, Khusnul masih sering menjadi pilihan, hal tersebut terbukti dengan 4 Gol yang berhasil dibukukan Khusnul sepanjang kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2005.

Di musim kompetisi 2006, Khusnul lebih sering berperan sebagai pelapis Emanuel De Porras, Indriyanto Nugroho, Gustavo Hernan Ortiz, Imral Usman. Akan tetapi musim inilah puncak prestasi Khusnul bersama PSIS Semarang dimana pada musim itu PSIS Semarang berhasil meraih Runner Up Divisi Utama Liga Indonesia 2006 yang merupakan kompetisi tertinggi nasional saat itu. Sayang di pertandingan final PSIS Semarang dikalahkan Persik Kediri lewat gol tunggal Cristian 'El-Loco' Gonzáles. Dipertandingan Final Khusnul tampil menggantikan Imral Usman di menit 64 dan memperoleh kartu kuning di menit 79. [2]

Di musim kompetisi 2007 PSIS Semarang ditinggal oleh bintangnya Emanuel De Porras. Striker Indriyanto Nugroho - pun telah memasuki usia senja untuk pemain sepak bola. Khusnul Yakin sering diduetkan bersama Julio Lopez yang musim 2007 kembali ke PSIS Semarang serta memaksa Striker Asing Alfredo Figueroa menjadi penghuni bangku cadangan dan diputus kontraknya di pertengahan musim. Khusnul mencetak gol - gol penting diantaranya ketika mengalahkan Persija Jakarta 3-0 di Stadion Jatidiri pada 4 April 2007 dan Gol tunggal ketika mengalahkan Persib Bandung 1-0 di Stadion Siliwangi 19 Agustus 2007. Gol tunggal tersebut berkat kerjasama yang apik antara Julio Lopez, Igor Joksimovic, dan Khusnul. Meskipun begitu PSIS Semarang di Musim 2007 gagal menyamai prestasi PSIS musim 2006 dengan hanya bercokol di peringkat 10 wilayah Barat.

Di tahun 2008 Khusnul sempat meninggalkan PSIS Semarang dan bergabung dengan Pelita Jaya, di tahun 2011 Khusnul kembali mengenakan jersey biru bergabung kembali bersama PSIS Semarang. Sepanjang musim 2011 hingga tahun 2013 PSIS Semarang hanya bermain di level kedua kompetisi nasional.

Meskipun banyak kontribusi telah Khusnul berikan kepada PSIS Semarang, ibarat sebuah cerita, Khusnul dan PSIS Semarang berakhir dengan Sad Ending. Di pertengahan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013, PSIS Semarang mengumumkan harus mencoret empat pemain yang tak bisa lagi dipertahankan untuk putaran kedua. General Manager PSIS Semarang, Ferdinand Hindiarto mengatakan, keempat pemain tersebut dinilai tidak menunjukan peforma yang diharapkan. Keempat Pemain tersebut adalah Daru Tri Laksono, Miko Ardiyanto, Khusnul Yakin, dan bomber asing Emile Linkers.[3] Di musim 2013 Khusnul memang hanya bermain di 3 pertandingan dan tidak mencetak satupun gol.

Prestasi

Sebagai Pemain:

Sebagai Pelatih

Kehidupan Pribadi

Khusnul merupakan putra pasangan Makhrojatun dan Royani Daan, yang menamatkan pendidikan Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah Sawojajar tahun 1985 - 1991. Tahun 1991 - 1993 Khusnul bersekolah di SMP SD Muhammadiyah Sawojajar. Memasuki tahun 1993, Khusnul bersekolah di SMA Negeri 1 Brebes. Di bangku SMA tersebut Khusnul masuk Tim PSIT (Persatuan Sepakbola Indonesia Tjirebon) untuk menghadapi Piala Soeratin.[4]

Pada tahun 1997, Khusnul diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan. Karena bakat sepak bola yang dimilikinya, khusnul tergabung bersama PS UNDIP dan bermain di kompetisi amatir lokal yang diadakan klub PSIS Semarang. Berangkat dari kompetisi tersebut, di tahun 1999 Khusnul dipanggil untuk mengikuti seleksi pemain yang diadakan PSIS Semarang.[5]

Nama Khusnul Yakin masuk dalam sebuah buku berjudul Para Inspirator Kabupaten Brebes yang diterbitkan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes. Selain Khusnul Yakin adapula nama Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, Bupati Brebes Idza Priyanti, Mantan Menteri Pendidikan Yahya Muhaimin serta Pesulap dan Pelawak Pak Tarno.

Referensi

  1. ^ "Khusnul Yakin". goal.com. Diakses tanggal 4 Januari 2017. 
  2. ^ cite web |url =http://www.rsssf.com/tablesi/indo06.html |title = Liga Indonesia 2006|publisher = rsssf.com|accessdate = 4 Januari 2017}}
  3. ^ cite web |url =http://bola.liputan6.com/read/548449/psis-semarang-coret-empat-pemain |title = PSIS Semarang coret empat pemain|publisher = liputan6.com|accessdate = 4 Januari 2017}}
  4. ^ Bag Humas Kabupaten Brebes (2015). "Para Inspirator Kabupaten Brebes". Setda Kabupaten Brebes. 
  5. ^ Bag Humas Kabupaten Brebes (2015). "Para Inspirator Kabupaten Brebes". Setda Kabupaten Brebes.