Lompat ke isi

OVO (pembayaran): Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Salmaadhy (bicara | kontrib)
Saya menambahkan kata, dan menambahkan pranala dalam.
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 20: Baris 20:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
OVO awalnya oleh didirikan Lippo Group dan mulai beroperasi tahun 2017, mendapat izin e-money dari Bank Indonesia untuk beroperasi sebagai perusahaan [[fintech]] di seluruh Indonesia pada 25 September 2017.<ref>{{cite news|url=http://www.theasianbanker.com/updates-and-articles/ovo%E2%80%99s-thompson:-%E2%80%9Cwe%E2%80%99re-moving-forward-from-payments-into-financial-services%E2%80%9D|title=OVO’s Thompson: “We’re moving forward from payments into financial services”|newspaper=The Asian Banker|accessdate=14 November 2019}}</ref>
OVO awalnya didirikan oleh Lippo Group dan mulai beroperasi tahun 2017, mendapat izin e-money dari Bank Indonesia untuk beroperasi sebagai perusahaan [[fintech]] di seluruh Indonesia pada 25 September 2017.<ref>{{cite news|url=http://www.theasianbanker.com/updates-and-articles/ovo%E2%80%99s-thompson:-%E2%80%9Cwe%E2%80%99re-moving-forward-from-payments-into-financial-services%E2%80%9D|title=OVO’s Thompson: “We’re moving forward from payments into financial services”|newspaper=The Asian Banker|accessdate=14 November 2019}}</ref>


Pada Desember 2017, diumumkan bahwa Tokyo Century Corporation menginvestasikan [[Dolar Amerika Serikat|USD]] 116 juta dananya untuk 20% saham di [[Perusahaan rintisan|startup]] tersebut.<ref>{{cite news|url=https://m2insights.com/the-2020-indonesian-ewallet-race|title=The 2020 Indonesian E-wallet Race|newspaper=M2 Insights|access-date=25 April 2020}}</ref> Selanjutnya tahun 2018 dikabarkan [[Grab (perusahaan)|Grab]] juga berinvestasi di OVO. Kemudian tahun 2019 media mengumumkan bahwa platform [[Perdagangan elektronik|''e-commerce'']] Indonesia [[Tokopedia]] ikut berinvestasi di OVO.<ref name="Maulani">{{cite web|url=https://e27.co/tokopedia-reportedly-invest-into-e-wallet-platform-ovo-20190315|title=Tokopedia reportedly invests in e-wallet platform OVO|date=15 March 2019|first=Anisa|last=Maulani|website=E27}}</ref>
Pada Desember 2017, diumumkan bahwa Tokyo Century Corporation menginvestasikan [[Dolar Amerika Serikat|USD]] 116 juta dananya untuk 20% saham di [[Perusahaan rintisan|startup]] tersebut.<ref>{{cite news|url=https://m2insights.com/the-2020-indonesian-ewallet-race|title=The 2020 Indonesian E-wallet Race|newspaper=M2 Insights|access-date=25 April 2020}}</ref> Selanjutnya tahun 2018 dikabarkan [[Grab (perusahaan)|Grab]] juga berinvestasi di OVO. Kemudian tahun 2019 media mengumumkan bahwa platform [[Perdagangan elektronik|''e-commerce'']] Indonesia [[Tokopedia]] ikut berinvestasi di OVO.<ref name="Maulani">{{cite web|url=https://e27.co/tokopedia-reportedly-invest-into-e-wallet-platform-ovo-20190315|title=Tokopedia reportedly invests in e-wallet platform OVO|date=15 March 2019|first=Anisa|last=Maulani|website=E27}}</ref>

Revisi per 24 Juni 2022 14.20

PT Visionet Internasional
OVO
IndustriPembayaran digital
Didirikan25 September 2017
PendiriLippo Group
Kantor
pusat
Jakarta
,
Tokoh
kunci
Jaygan Fu Ponnudurai
Karaniya Dharmasaputra
IndukGrab dan investor lokal
Situs webovo.id

OVO (PT Visionet Internasional) adalah sebuah serambi pembayaran digital di Indonesia.[1][2][3]

Sejarah

OVO awalnya didirikan oleh Lippo Group dan mulai beroperasi tahun 2017, mendapat izin e-money dari Bank Indonesia untuk beroperasi sebagai perusahaan fintech di seluruh Indonesia pada 25 September 2017.[4]

Pada Desember 2017, diumumkan bahwa Tokyo Century Corporation menginvestasikan USD 116 juta dananya untuk 20% saham di startup tersebut.[5] Selanjutnya tahun 2018 dikabarkan Grab juga berinvestasi di OVO. Kemudian tahun 2019 media mengumumkan bahwa platform e-commerce Indonesia Tokopedia ikut berinvestasi di OVO.[6]

Di bulan Oktober 2021, Grab meningkatkan kepemilikannya di OVO. Grab dan sejumlah investor lokal membeli saham OVO dari Tokopedia dan Lippo Group. Kepemilikan Grab dilaporkan sebesar 79,5% dengan sisanya dimiliki oleh investor lokal.

Produk dan layanan

Selain layanan pembayaran digital yang dihadirkan sebagai bisnis inti OVO, OVO juga sudah masuk ke layanan finansial, tepatnya pinjaman, investasi dan asuransi. Layanan pinjaman dihadirkan melalui Taralite (PT Indonusa Bara Sejahtera), suatu layanan P2P yang diakuisisi OVO pada tahun 2019[7].

Kemudian, di akhir tahun 2020, OVO meluncurkan layanan OVO | Proteksi yang menghadirkan produk-produk asuransi di aplikasi OVO melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, diikuti dengan peluncuran layanan OVO | Invest pada awal tahun 2021 yang berfokus pada produk investasi [8].

Referensi

  1. ^ "OVO becomes Indonesia's fifth unicorn startup, Rudiantara says". The Jakarta Post. Diakses tanggal 14 November 2019. 
  2. ^ "The 2021 Mobile Wallets Report from Boku". boku.mobilewallet.report. Diakses tanggal 2021-11-12. 
  3. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-11-12. 
  4. ^ "OVO's Thompson: "We're moving forward from payments into financial services"". The Asian Banker. Diakses tanggal 14 November 2019. 
  5. ^ "The 2020 Indonesian E-wallet Race". M2 Insights. Diakses tanggal 25 April 2020. 
  6. ^ Maulani, Anisa (15 March 2019). "Tokopedia reportedly invests in e-wallet platform OVO". E27. 
  7. ^ (cnbcindonesia.com) OVO ditinggal lippo group
  8. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-11-12. 

Pranala luar