Lompat ke isi

Batang Kuranji: Perbedaan antara revisi

Koordinat: 0°53′57″S 100°21′27″E / 0.89911°S 100.3574°E / -0.89911; 100.3574
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Dasnusantara (bicara | kontrib)
+→‎Hidrologi DAS: ; +POI; +upd.iBox; +addt.Map;
Dasnusantara (bicara | kontrib)
+update
Baris 13: Baris 13:
| source2_location = Limau Manis
| source2_location = Limau Manis
| image = Padang dari udara 2013.jpg
| image = Padang dari udara 2013.jpg
| image_size = 300px
| image_size = 256px
| river_system = DAS Kuranji
| river_system = DAS Kuranji
| basin_code = DAS110385
| basin_code = DAS110385
Baris 25: Baris 25:
| bridges = Jembatan Ulak Karang; Jembatan KA Air Tawar; Jembatan Kampung Koto; Jembatan Kalawi; Jembatan Trans-Sumatera; Jembatan Kuranji II; Jembatan Gunuang Nago;
| bridges = Jembatan Ulak Karang; Jembatan KA Air Tawar; Jembatan Kampung Koto; Jembatan Kalawi; Jembatan Trans-Sumatera; Jembatan Kuranji II; Jembatan Gunuang Nago;
| waterbodies = Bendungan PLTA Batu Busuak
| waterbodies = Bendungan PLTA Batu Busuak
| extra = <mapframe latitude="-0.924356" longitude="100.36294" zoom="11" width="300" height="300" text="Muara Batang Kuranji, pantai Barat Sumatera" align="center">
| extra = <mapframe latitude="-0.893933" longitude="100.463791" zoom="13" text="Kanal Jembatan Air Kuranji" width="256" height="256" align="center">
{
"type": "FeatureCollection",
"features": [
{
"type": "Feature",
"properties": {"marker-symbol":"m", "marker-color":"0050d0", "title":"Muara Batang Kuranji"},
"geometry": {
"type": "Point",
"coordinates": [ 100.343671, -0.904468 ]
}
}
]
}
</mapframe>
}}
'''Batang Kuranji''' merupakan nama [[sungai]] yang membelah [[kota Padang]] di provinsi [[Sumatra Barat]]. Sungai ini berhulu pada sekitar [[Pegunungan Bukit Barisan|Bukit Barisan]] (kawasan [[Taman Nasional Kerinci Seblat]]) antara [[kabupaten Solok]] dengan kota Padang, dan bermuara ke pesisir barat Sumatera di [[Samudra Hindia]].

Batang Kuranji memiliki aliran sungai dengan panjang sungai utama (terhitung dari muara hingga titik hulu terjauh) {{Convert|32,4|km|mi|abbr=in}}.<ref name=":0">{{Cite web|last=Utama|first=Lusi|title=Kawasan Berpotensi Banjir Pada DAS Kuranji|url=https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/RANGTEKNIKJOURNAL|website=jurnal.umsb.ac.id|access-date=2023-09-11}}</ref>

== Pemanfaatan ==
[[Berkas:Kuranji Segmen Hulu 1.jpg|jmpl|200x200px|Aliran hulu Batang Kuranji|al=Bagian hulu Batang Kuranji|kiri]]Pada aliran utama sungai ini terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air sisa peninggalan Belanda yang berlokasi di Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, seberang komplek Universitas Andalas. Dibangun sekitar tahun 1930an (sumber lain menyatakan pada 1912<ref>{{Citation|title=Jembatan Air PLTA Kuranji Sumatera Barat Berdiri Sejak 1912|url=https://20.detik.com/spot-wisata/20210130-210130046/jembatan-air-plta-kuranji-sumatera-barat-berdiri-sejak-1912|accessdate=2023-09-11|language=id-ID|first=Hijab Traveller|last=TransTV}}</ref>) yang kemudian digunakan sebagai pemasok tenaga listrik kedua untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik semen tertua dan terbesar di Indonesia tersebut. PLTA tersebut menerima suplai air untuk memutar turbin dari bendungan yang berada di bagian hulunya yang berjarak (garis lurus) sekitar {{Convert|3,2|km|mi|abbr=in}} arah timur laut melalui kanal jembatan air yang membentang sepanjang {{Convert|3470|m|mi|abbr=in}}. Bendungan tersebut tepat berada di mulut tempuran sungai yang datang dari dua arah hulu, utara dan timur laut.<ref>{{Cite web|title=Sistem Informasi Perhutanan Sosial — Publikasi|url=https://sipssumbar.dishut.sumbarprov.go.id/publish/peninggalan-kolonial-belanda-menjadi-objek-wisata|website=sipssumbar.dishut.sumbarprov.go.id|access-date=2023-09-11}}</ref><ref name="WebGIS" /><ref>{{Cite web|title=Google Maps|url=https://www.google.com/maps/@-0.8807359,100.4690106,17z?entry=ttu|website=Google Maps|language=id-US|access-date=2023-09-11}}</ref><ref>{{Cite web|title=Air Ngalau|url=https://mapcarta.com/26553922|website=Mapcarta|language=en|access-date=2023-09-11}}</ref>

<mapframe latitude="-0.893933" longitude="100.463791" zoom="13" text="Kanal Jembatan Air Kuranji" width="300" height="299">
{
{
"type": "FeatureCollection",
"type": "FeatureCollection",
Baris 57: Baris 34:
"type": "LineString",
"type": "LineString",
"coordinates": [
"coordinates": [
[
[100.456336, -0.906586,0],
100.456336,
-0.906586,
0
],
[
[
100.456311,
100.456311,
Baris 245: Baris 218:
}
}
</mapframe>
</mapframe>
| map = <mapframe latitude="-0.924356" longitude="100.36294" zoom="11" width="256" height="256" text="Muara Batang Kuranji, pantai Barat Sumatera" align="center">
{
"type": "FeatureCollection",
"features": [
{
"type": "Feature",
"properties": {"marker-symbol":"m", "marker-color":"0050d0", "title":"Muara Batang Kuranji"},
"geometry": {
"type": "Point",
"coordinates": [ 100.343671, -0.904468 ]
}
}
]
}
</mapframe>
}}
'''Batang Kuranji''' merupakan [[sungai]] yang melintasi [[kota Padang]] di provinsi [[Sumatra Barat]]. Sungai ini berhulu pada sekitar [[Pegunungan Bukit Barisan|Bukit Barisan]] (kawasan [[Taman Nasional Kerinci Seblat]]) antara [[kabupaten Solok]] dengan kota Padang, dan bermuara ke pesisir barat Sumatera di [[Samudra Hindia]].

Batang Kuranji memiliki aliran sungai dengan panjang sungai utama (terhitung dari muara hingga titik hulu terjauh) {{Convert|32,4|km|mi|abbr=in}}.<ref name=":0">{{Cite web|last=Utama|first=Lusi|title=Kawasan Berpotensi Banjir Pada DAS Kuranji|url=https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/RANGTEKNIKJOURNAL|website=jurnal.umsb.ac.id|access-date=2023-09-11}}</ref>

== Pemanfaatan ==
[[Berkas:Kuranji Segmen Hulu 1.jpg|jmpl|200x200px|Aliran hulu Batang Kuranji|al=Bagian hulu Batang Kuranji|kiri]]Batang Kuranji merupakan sumber penting pengelolaan dan penyediaan air minum yang dilayani oleh PDAM Kota Padang bagi wilayah pelayanan Pusat yang mencakup Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Timur dan Kecamatan Padang Selatan. Dimana untuk unit produksinya terdiri dari IPA Gunung Pangilun dan Sumur Bor 5C dengan sumber air yaitu Intake Kampuang Koto (Batang Kuranji).<ref>[https://nuwsp.web.id/download/safeguard/Kota%20Padang/UKL-UPL_PDAM_COVER+DOK+LAMPIRAN.pdf UKL-UPL PDAM Padang 2022]</ref>

Pada aliran utama sungai ini juga terdapat [[Pembangkit listrik tenaga air|Pembangkit Listrik Tenaga Air]] sisa peninggalan kolonial yang berlokasi di [[Lambung Bukit, Pauh, Padang|Lambung Bukit]], [[Pauh, Padang|Kecamatan Pauh]], seberang komplek [[Universitas Andalas]]. Dibangun sekitar tahun 1930an (sumber lain menyatakan pada 1912<ref>{{Citation|title=Jembatan Air PLTA Kuranji Sumatera Barat Berdiri Sejak 1912|url=https://20.detik.com/spot-wisata/20210130-210130046/jembatan-air-plta-kuranji-sumatera-barat-berdiri-sejak-1912|accessdate=2023-09-11|language=id-ID|first=Hijab Traveller|last=TransTV}}</ref>) yang kemudian digunakan sebagai pemasok tenaga listrik kedua untuk memenuhi kebutuhan listrik [[Semen Padang (perusahaan)|pabrik semen]] tertua dan terbesar di Indonesia tersebut. PLTA tersebut menerima suplai air untuk memutar [[Turbin air|turbin]] dari bendungan yang berada di bagian hulunya yang berjarak (garis lurus) sekitar {{Convert|3,2|km|mi|abbr=in}} arah timur laut melalui [[kanal]] jembatan air yang membentang sepanjang {{Convert|3470|m|mi|abbr=in}}. Bendungan tersebut tepat berada di mulut [[tempuran sungai]] yang datang dari dua arah hulu, utara dan timur laut di ketinggian sekitar 250 mdpl.<ref>{{Cite web|title=Sistem Informasi Perhutanan Sosial — Publikasi|url=https://sipssumbar.dishut.sumbarprov.go.id/publish/peninggalan-kolonial-belanda-menjadi-objek-wisata|website=sipssumbar.dishut.sumbarprov.go.id|access-date=2023-09-11}}</ref><ref name="WebGIS" /><ref>{{Cite web|title=Google Maps|url=https://www.google.com/maps/@-0.8807359,100.4690106,17z?entry=ttu|website=Google Maps|language=id-US|access-date=2023-09-11}}</ref><ref>{{Cite web|title=Air Ngalau|url=https://mapcarta.com/26553922|website=Mapcarta|language=en|access-date=2023-09-11}}</ref>


== Hidrologi DAS ==
== Hidrologi DAS ==
DAS Kuranji dibagi menjadi 5 sub-DAS antara lain, DAS Sungkai, DAS Padang Janiah-karuah, DAS Belimbing, DAS Batang Kuranji dan DAS Danau Limau Manih.
[[Daerah aliran sungai]] Kuranji dibagi menjadi 5 sub-DAS antara lain, DAS Sungkai, DAS Padang Janiah-karuah, DAS Belimbing, DAS Batang Kuranji dan DAS Danau Limau Manih.


DAS Kuranji berbatasan langsung dengan [[:Kategori:DAS Indragiri|DAS Indragiri]] disebelah Timur pada punggung Bukit Barisan dimana arah alirannya bertolak-belakang, yaitu Timur dan Barat. Aliran pada DAS Indragiri mengarah ke Pantai Timur Sumatera, sedangkan DAS Kuranji, alirannya mengarah ke Pantai Barat Sumatera. DAS Kuranji juga diapit oleh DAS Air Dingin disebelah Utara, dan [[:Kategori:DAS Arau|DAS Arau]] disebelah Selatan, keduanya termasuk dalam kelompok DAS Pantai Barat Sumatera.<ref name="WebGIS" /> Dengan luas DAS Kuranji keseluruhan {{Convert|225|km2|mi2|abbr=on}}<ref name="WebGIS">{{Cite web|title=Peta Interaktif|url=http://webgis.menlhk.go.id/|website=WebGIS MenLHK|language=id}}</ref> dan memiliki curah hujan tahunan maksimum rata-rata 3.500 mm.<ref name=":0" />
DAS Kuranji berbatasan langsung dengan [[:Kategori:DAS Indragiri|DAS Indragiri]] disebelah timur pada punggung Bukit Barisan dimana arah alirannya bertolak-belakang, yaitu Timur dan Barat. Aliran pada DAS Indragiri mengarah ke Pantai Timur Sumatera, sedangkan DAS Kuranji, alirannya mengarah ke Pantai Barat Sumatera. DAS Kuranji juga diapit oleh DAS Air Dingin disebelah Utara, dan [[:Kategori:DAS Arau|DAS Arau]] disebelah Selatan, keduanya termasuk dalam kelompok DAS Pantai Barat Sumatera.<ref name="WebGIS" />


DAS Kuranji mencakup 3 kecamatan di kota Padang, yaitu Pauh, Kuranji, Nanggalo, Padang Utara, sebagian Koto Tangah. <ref>{{Citation|title=Batas Administrasi Indonesia|url=https://github.com/Alf-Anas/batas-administrasi-indonesia|date=2023-08-30|accessdate=2023-09-11}}</ref><ref>www.padang.go.id [http://www.padang.go.id/v2/content/view/3116/180/ Topografi dan Sungai-sungai di Kota Padang Tahun 2008]</ref> Dengan luas DAS keseluruhan {{Convert|225|km2|mi2|abbr=on}}<ref name="WebGIS">{{Cite web|title=Peta Interaktif|url=http://webgis.menlhk.go.id/|website=WebGIS MenLHK|language=id}}</ref> dan memiliki curah hujan tahunan maksimum rata-rata 3.500 mm.<ref name=":0" />
Tingginya curah hujan serta faktor manusia yang menyebabkan perubahan karakteristik terutama pada daerah hulu menjadikan air dari aliran Batang Kuranji ini pada musim hujan sering meluap, dan menyebabkan banjir pada kawasan sekitarnya.<ref name="Kayo">{{cite journal | author = Syafril Daus | editor = | date = | year = | month = | title = Kaji Ulang Debit Banjir Rencana Sungai-Batang Kuranji Terhadap Daerah Korong Gadang Kota Padang | journal = | volume = | issue = | series = | pages = | location = | publisher = | language = | id = | isbn = | issn = | doi = | url = http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-s2-2005-syafrildau-1815 }}{{Pranala mati|date=Februari 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>


== Degradasi DAS ==
Batang Kuranji melintasi 3 kecamatan di kota Padang,<ref>www.padang.go.id [http://www.padang.go.id/v2/content/view/3116/180/ Topografi dan Sungai-sungai di Kota Padang Tahun 2008]</ref> saat ini menjadi salah satu kawasan wisata arum jeram di kota Padang,<ref>mapalaunand.com [http://mapalaunand.com/artikel-mu/batang-kuranji-nikmatnya-berarung-jeram/ Batang Kuranji, Nikmatnya Berarung Jeram]{{Pranala mati|date=Februari 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>[[Berkas:Pengendali banjir Batang Kuranji.jpg|al=Upaya pengendalian banjir Batang Kuranji|jmpl|Upaya pengendalian banjir Batang Kuranji]]
[[Berkas:Pengendali banjir Batang Kuranji.jpg|al=Upaya pengendalian banjir Batang Kuranji|jmpl|Upaya pengendalian banjir Batang Kuranji|kiri|228x228px]]Degradasi adalah proses penurunan atau kerusakan kualitas atau kondisi suatu lingkungan. Dalam konteks lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS), degradasi mengacu pada penurunan atau kerusakan kualitas atau fungsi DAS itu sendiri. Dalam konteks DAS Kuranji, ini merujuk pada berbagai bentuk kerusakan atau penurunan kualitas DAS yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia atau faktor-faktor alam. Mencakup perubahan dalam tata guna lahan (lahan sawah ke permukiman, kawasan hutan ke lahan ladang), erosi tanah, pencemaran air, berkurangnya kawasan hutan, atau aktivitas lain yang dapat merusak integritas dan fungsi aliran sungai serta lingkungan sekitarnya. DAS yang mengalami degradasi dapat menjadi lebih rentan terhadap bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan, serta dapat memiliki dampak negatif pada ekosistem dan kesejahteraan manusia yang bergantung pada DAS tersebut.<ref>{{Cite web|last=BeritaSatu.com|title=Walhi: Kerusakan DAS Batang Kuranji Picu Banjir Bandang|url=https://www.beritasatu.com/nasional/62192/walhi-kerusakan-das-batang-kuranji-picu-banjir-bandang|website=beritasatu.com|language=id|access-date=2023-09-11}}</ref><ref>[https://sda.pu.go.id/assets/files/2013_Pola%20PSDA%20Indragiri%20Akuaman.pdf Pola Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Sungai Indragiri - Akuaman]</ref>


Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan potensi banjir di daerah aliran sungai tersebut adalah dengan pembangunan bendung (dam), salah satunya adalah Dam Sabo Batang Kuranji. Bangunan yang berfungsi mengendalikan banjir akibat limpahan air dari Batang Kuranji dan mengatasi sedimentasi akibat erosi di wilayah hulu DAS.<ref>{{Cite web|last=Radius|first=Dwi Bayu|date=2018-02-06|title=Potensi Banjir Sungai Batang Kuranji Dapat Ditekan|url=https://www.kompas.id/baca/nusantara/2018/02/06/potensi-banjir-sungai-batang-kuranji-dapat-ditekan|website=kompas.id|language=id|access-date=2023-09-11}}</ref>
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai|Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS)]]
* [[Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai|Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS)]]

Revisi per 11 September 2023 12.36

Batang Kuranji
Pemandangan daerah hilir Batang Kuranji menuju muara di kawasan kota Padang. Tampak Jembatan Ulak Karang dan Jembatan KA Air Tawar melintang diatas sungai.
Pemandangan daerah hilir Batang Kuranji menuju muara di kawasan kota Padang. Tampak Jembatan Ulak Karang dan Jembatan KA Air Tawar melintang diatas sungai.
Peta
Muara Batang Kuranji, pantai Barat Sumatera
PetaKoordinat: 0°53′54″S 100°21′15″E / 0.89833°S 100.35417°E / -0.89833; 100.35417
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiSumatera Barat
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiBukit Tinjaulaut, Gunung Bongsu Bukit Barisan; Taman Nasional Kerinci Seblat
 - lokasiLambung Bukit
 - koordinat0°49′31″S 100°30′37″E / 0.825335°S 100.510301°E / -0.825335; 100.510301
Hulu ke-2Bukit Dingin Bukit Barisan; Taman Nasional Kerinci Seblat
 - lokasiLimau Manis
Muara sungaiSamudera Hindia
 - lokasiTabing
 - koordinat0°53′57″S 100°21′27″E / 0.89911°S 100.3574°E / -0.89911; 100.3574
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Kuranji
Kode DASDAS110385
Luas DAS225 km2 (87 sq mi)[1]
Pengelola DASBPDAS Agam-Kuantan
Wilayah sungaiWS Indragiri-Akuaman
Kode wilayah sungai01.29.A2
Otoritas wilayah sungaiBWS Sumatera III
Markah tanahBasko Grand Mall; Universitas Andalas
Badan airBendungan PLTA Batu Busuak
JembatanJembatan Ulak Karang; Jembatan KA Air Tawar; Jembatan Kampung Koto; Jembatan Kalawi; Jembatan Trans-Sumatera; Jembatan Kuranji II; Jembatan Gunuang Nago;
Peta
Kanal Jembatan Air Kuranji

Batang Kuranji merupakan sungai yang melintasi kota Padang di provinsi Sumatra Barat. Sungai ini berhulu pada sekitar Bukit Barisan (kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat) antara kabupaten Solok dengan kota Padang, dan bermuara ke pesisir barat Sumatera di Samudra Hindia.

Batang Kuranji memiliki aliran sungai dengan panjang sungai utama (terhitung dari muara hingga titik hulu terjauh) 32,4 km (20,1 mil).[2]

Pemanfaatan

Bagian hulu Batang Kuranji
Aliran hulu Batang Kuranji

Batang Kuranji merupakan sumber penting pengelolaan dan penyediaan air minum yang dilayani oleh PDAM Kota Padang bagi wilayah pelayanan Pusat yang mencakup Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Timur dan Kecamatan Padang Selatan. Dimana untuk unit produksinya terdiri dari IPA Gunung Pangilun dan Sumur Bor 5C dengan sumber air yaitu Intake Kampuang Koto (Batang Kuranji).[3]

Pada aliran utama sungai ini juga terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air sisa peninggalan kolonial yang berlokasi di Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, seberang komplek Universitas Andalas. Dibangun sekitar tahun 1930an (sumber lain menyatakan pada 1912[4]) yang kemudian digunakan sebagai pemasok tenaga listrik kedua untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik semen tertua dan terbesar di Indonesia tersebut. PLTA tersebut menerima suplai air untuk memutar turbin dari bendungan yang berada di bagian hulunya yang berjarak (garis lurus) sekitar 3,2 km (2,0 mil) arah timur laut melalui kanal jembatan air yang membentang sepanjang 3.470 m (2,16 mil). Bendungan tersebut tepat berada di mulut tempuran sungai yang datang dari dua arah hulu, utara dan timur laut di ketinggian sekitar 250 mdpl.[5][1][6][7]

Hidrologi DAS

Daerah aliran sungai Kuranji dibagi menjadi 5 sub-DAS antara lain, DAS Sungkai, DAS Padang Janiah-karuah, DAS Belimbing, DAS Batang Kuranji dan DAS Danau Limau Manih.

DAS Kuranji berbatasan langsung dengan DAS Indragiri disebelah timur pada punggung Bukit Barisan dimana arah alirannya bertolak-belakang, yaitu Timur dan Barat. Aliran pada DAS Indragiri mengarah ke Pantai Timur Sumatera, sedangkan DAS Kuranji, alirannya mengarah ke Pantai Barat Sumatera. DAS Kuranji juga diapit oleh DAS Air Dingin disebelah Utara, dan DAS Arau disebelah Selatan, keduanya termasuk dalam kelompok DAS Pantai Barat Sumatera.[1]

DAS Kuranji mencakup 3 kecamatan di kota Padang, yaitu Pauh, Kuranji, Nanggalo, Padang Utara, sebagian Koto Tangah. [8][9] Dengan luas DAS keseluruhan 225 km2 (87 sq mi)[1] dan memiliki curah hujan tahunan maksimum rata-rata 3.500 mm.[2]

Degradasi DAS

Upaya pengendalian banjir Batang Kuranji
Upaya pengendalian banjir Batang Kuranji

Degradasi adalah proses penurunan atau kerusakan kualitas atau kondisi suatu lingkungan. Dalam konteks lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS), degradasi mengacu pada penurunan atau kerusakan kualitas atau fungsi DAS itu sendiri. Dalam konteks DAS Kuranji, ini merujuk pada berbagai bentuk kerusakan atau penurunan kualitas DAS yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia atau faktor-faktor alam. Mencakup perubahan dalam tata guna lahan (lahan sawah ke permukiman, kawasan hutan ke lahan ladang), erosi tanah, pencemaran air, berkurangnya kawasan hutan, atau aktivitas lain yang dapat merusak integritas dan fungsi aliran sungai serta lingkungan sekitarnya. DAS yang mengalami degradasi dapat menjadi lebih rentan terhadap bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan, serta dapat memiliki dampak negatif pada ekosistem dan kesejahteraan manusia yang bergantung pada DAS tersebut.[10][11]

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan potensi banjir di daerah aliran sungai tersebut adalah dengan pembangunan bendung (dam), salah satunya adalah Dam Sabo Batang Kuranji. Bangunan yang berfungsi mengendalikan banjir akibat limpahan air dari Batang Kuranji dan mengatasi sedimentasi akibat erosi di wilayah hulu DAS.[12]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d "Peta Interaktif". WebGIS MenLHK. 
  2. ^ a b Utama, Lusi. "Kawasan Berpotensi Banjir Pada DAS Kuranji". jurnal.umsb.ac.id. Diakses tanggal 2023-09-11. 
  3. ^ UKL-UPL PDAM Padang 2022
  4. ^ TransTV, Hijab Traveller, Jembatan Air PLTA Kuranji Sumatera Barat Berdiri Sejak 1912, diakses tanggal 2023-09-11 
  5. ^ "Sistem Informasi Perhutanan Sosial — Publikasi". sipssumbar.dishut.sumbarprov.go.id. Diakses tanggal 2023-09-11. 
  6. ^ "Google Maps". Google Maps. Diakses tanggal 2023-09-11. 
  7. ^ "Air Ngalau". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-09-11. 
  8. ^ Batas Administrasi Indonesia, 2023-08-30, diakses tanggal 2023-09-11 
  9. ^ www.padang.go.id Topografi dan Sungai-sungai di Kota Padang Tahun 2008
  10. ^ BeritaSatu.com. "Walhi: Kerusakan DAS Batang Kuranji Picu Banjir Bandang". beritasatu.com. Diakses tanggal 2023-09-11. 
  11. ^ Pola Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Sungai Indragiri - Akuaman
  12. ^ Radius, Dwi Bayu (2018-02-06). "Potensi Banjir Sungai Batang Kuranji Dapat Ditekan". kompas.id. Diakses tanggal 2023-09-11.