Lompat ke isi

Harris Effendi Thahar: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Jayrangkoto (bicara | kontrib)
Andriana08 (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
'''Harris Effendi Thahar''' ({{lahirmati|[[Tembilahan, Indragiri Hilir|Tembilahan]], [[Riau]]|4|1|1950}}) adalah seorang sastrawan Indonesia yang banyak menulis cerita pendek (cerpen) dan sajak.
'''Harris Effendi Thahar''' ({{lahirmati|[[Tembilahan, Indragiri Hilir|Tembilahan]], [[Riau]]|4|1|1950}}) adalah seorang [[sastrawan]] berkebangsaan [[Indonesia]] yang banyak menulis cerita pendek (cerpen) dan sajak. Namanya tercatat sebagai salah satu penyair angkatan [[2000]]. <ref name="moenir"> {{id}} Rampan, Korrie. Leksikon Sastra Indonesia. Balai Pustaka, 2000, Jakarta. Halaman 183</ref><ref>[http://www.tamanismailmarzuki.co.id/tokoh/thahar.html Situs resmi Taman Ismail Marzuki]</ref>


== Latar belakang ==
== Latar belakang ==
Baris 8: Baris 8:


Cerpen-cerpennya banyak menyoroti [[Budaya Minangkabau|budaya dan masyarakat Minang]], antara lain "Si Padang" yang menggambarkan perilaku para tokoh panutan di rantau yang justru tidak pantas untuk diteladani. Cerpen ini dimuat di [[Kompas (surat kabar)|harian Kompas]] pada tanggal 14 September 1986, dan sempat menghebohkan orang Minang perantauan. Cerpen lainnya "Arwana" juga menyodorkan sisi lain orang Minang yang berlatarkan militer. Karya-karyanya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku kumpulan sajak "Lagu Sederhana Merdeka" (1979) dan dua buku kumpulan cerpen "Si Padang" (2003) serta "Anjing Bagus" (2005). Selain itu ia juga menulis buku yang berjudul "Kiat Menulis Cerpen" (1999). Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Sumatera Barat.
Cerpen-cerpennya banyak menyoroti [[Budaya Minangkabau|budaya dan masyarakat Minang]], antara lain "Si Padang" yang menggambarkan perilaku para tokoh panutan di rantau yang justru tidak pantas untuk diteladani. Cerpen ini dimuat di [[Kompas (surat kabar)|harian Kompas]] pada tanggal 14 September 1986, dan sempat menghebohkan orang Minang perantauan. Cerpen lainnya "Arwana" juga menyodorkan sisi lain orang Minang yang berlatarkan militer. Karya-karyanya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku kumpulan sajak "Lagu Sederhana Merdeka" (1979) dan dua buku kumpulan cerpen "Si Padang" (2003) serta "Anjing Bagus" (2005). Selain itu ia juga menulis buku yang berjudul "Kiat Menulis Cerpen" (1999). Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Sumatera Barat.

==Karya==
* Si Padang (cerpen, 1986)
* Arwana (cerpen, 2006)
* Lagu Sederhana Merdeka (kumpulan sajak, 1979)
* Kiat Menulis Cerpen (1999)
* Si Padang (kumpulan cerpen, 2003)
* Anjing Bagus (kumpulan cerpen, 2005)


== Rujukan ==
== Rujukan ==

Revisi per 21 Maret 2015 10.10

Harris Effendi Thahar (lahir 4 Januari 1950) adalah seorang sastrawan berkebangsaan Indonesia yang banyak menulis cerita pendek (cerpen) dan sajak. Namanya tercatat sebagai salah satu penyair angkatan 2000. [1][2]

Latar belakang

Harris, anak ketujuh dari sebelas bersaudara, lahir dari pasangan Thahar Umar dan Nurijah Rasyad asal Minangkabau. Kedua orang tuanya gemar membaca, yang kemudian memberikan pengaruh terhadap pembentukan dirinya. Setelah lulus STM jurusan Bangunan Air di Padang, Harris melanjutkan pendidikannya di IKIP Padang dengan mengambil jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur. Tahun 1986, ia memperoleh gelar sarjana muda. Kemudian ia meneruskan pendidikannya di universitas yang sama hingga memperoleh gelar sarjana (1994) dan master (2000). Tahun 2006, ia meraih titel doktor dari Universitas Negeri Jakarta. Empat tahun kemudian ia dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Negeri Padang, dalam bidang pendidikan sastra Indonesia.[3]

Kehidupan

Harris memulai kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan IKIP Padang. Bersamaan dengan itu ia bekerja sambilan sebagai wartawan di surat kabar terbitan Padang. Di IKIP Padang, ia menjadi dosen di Fakultas Bahasa, Sastra, dan Seni. Tahun 1995, ia sempat mengajar Sastra Indonesia di Universitas Tasmania, Hobart, Australia.[1] Selain mengajar dan menjadi wartawan, ia juga aktif menulis. Menulis dijadikannya sebagai sarana untuk mengungkapkan kegelisahan-kegelisahannya. Sebagai seorang penulis, Harris ikut terlibat dalam kelompok diskusi "Kerikil Tajam" bersama para penulis lainnya sepeti Hamid Jabbar dan Darman Moenir.

Cerpen-cerpennya banyak menyoroti budaya dan masyarakat Minang, antara lain "Si Padang" yang menggambarkan perilaku para tokoh panutan di rantau yang justru tidak pantas untuk diteladani. Cerpen ini dimuat di harian Kompas pada tanggal 14 September 1986, dan sempat menghebohkan orang Minang perantauan. Cerpen lainnya "Arwana" juga menyodorkan sisi lain orang Minang yang berlatarkan militer. Karya-karyanya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku kumpulan sajak "Lagu Sederhana Merdeka" (1979) dan dua buku kumpulan cerpen "Si Padang" (2003) serta "Anjing Bagus" (2005). Selain itu ia juga menulis buku yang berjudul "Kiat Menulis Cerpen" (1999). Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Sumatera Barat.

Karya

  • Si Padang (cerpen, 1986)
  • Arwana (cerpen, 2006)
  • Lagu Sederhana Merdeka (kumpulan sajak, 1979)
  • Kiat Menulis Cerpen (1999)
  • Si Padang (kumpulan cerpen, 2003)
  • Anjing Bagus (kumpulan cerpen, 2005)

Rujukan

  1. ^ a b (Indonesia) Rampan, Korrie. Leksikon Sastra Indonesia. Balai Pustaka, 2000, Jakarta. Halaman 183
  2. ^ Situs resmi Taman Ismail Marzuki
  3. ^ Majalah Tempo, 28 Juni 2010 Pengukuhan Harris Effendi Thahar

Pranala luar