Lompat ke isi

Speusippos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Speusippos
Speusippos, ukiran abad ke-17
Lahirskt. 408 SM
Athena
Meninggal339/8 SM
Athena
EraFilsafat kuno
KawasanFilsafat Barat
AliranPlatonisme
Minat utama
Epistemologi, Metafisika, Etika
Gagasan penting
Mengembangkan filosofi Plato, namun menolak Teori Bentuk
Dipengaruhi
Memengaruhi

Speusippos (/spjuːˈsɪpəs/;[1] bahasa Yunani: Σπεύσιππος; skt. 408 – 339/8 SM[2]) merupakan seorang filsuf Yunani Kuno. Speusippos adalah keponakan Plato oleh saudarinya Potone. Setelah kematian Plato, Speusippos diwarisi Akademi dan tertinggal selama delapan tahun ke depan. Namun setelah terkena stroke, ia menyerahkan kursinya ke Xenokrates. Meski penerus Plato di Akademi, ia sering penyimpang dari ajaran Plato. Ia menolak Teori Bentuk Plato, dan Plato memiliki gagasan yang baik dengan prinsip tertinggi. Speusippos berpendapat bahwa Baik hanya sekunder. Ia juga berpendapat bahwa tidak mungkin memiliki pengetahuan yang memuaskan tentang sesuatu tanpa mengetahui semua perbedaan yang dengannya ia terpisah dari segala hal lainnya.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Atribusi:

Bacaan selanjutnya

[sunting | sunting sumber]
  • Paul Lang, De Speusippi academici scriptis. Accedunt fragmenta, diss. Bonn, 1911 (repr. Frankfurt 1964, Hildesheim 1965)
  • Elias Bickermann and Johannes Sykutris, Speusipps Brief an König Philipp: Text, Übersetzung, Untersuchungen, Berichte über die Verhandlungen der Sächsischen Akademie der Wissenschaften zu Leipzig: Philologisch-historische Klasse 80:3 (1928)
  • Margherita Isnardi Parente, Speusippo: Frammenti. Edizione, traduzione e commento, Naples: Istituto Italiano per gli Studi Filosofici, 1980
  • Leonardo Tarán, Speusippus of Athens: A Critical Study with a Collection of the Related Texts and Commentary, Leiden: Brill, 1982
  • Anthony Francis Natoli, The Letter of Speusippus to Philip II: Introduction, Test, Translation, and Commentary (Historia Einzeschriften 176), Stuttgart: Franz Steiner, 2004

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]