Lompat ke isi

Abjad Jawi: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Farhan Curious (bicara | kontrib)
Dikembalikan ke revisi 21108838 oleh Bebasnama (bicara): Bahasa tersebut memiliki artikel tersendiri. overused (Magic World!)
Tag: Pembatalan
Bkusmono (bicara | kontrib)
→‎Etimologi: Menghapus informasi yang Tidak ada referensinys
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
(48 revisi perantara oleh 30 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{about|abjad yang digunakan sebagai sistem penulisan|lainnya|Jawi}}
{{about|abjad yang digunakan sebagai sistem penulisan|kegunaan lain |Jawi}}
{{Infobox writing system
{{Infobox writing system
|name=Jawi<br/>جاوي<br/>ยาวี
|name=Jawi<br/>جاوي<br/>ยาวี
|altname=
|altname=
|type=Abjad
|type=Abjad / ابجد
|sisters=[[Abjad Pegon|Pegon]], [[Abjad Turki Utsmani|Turki Utsmani]], [[Abjad Urdu|Urdu]]
|sisters=[[Abjad Pegon|Pegon]], [[Abjad Turki Utsmani|Turki Utsmani]], [[Abjad Urdu|Urdu]]
|languages=
|languages=
* [[bahasa Aceh|Aceh]]
* [[bahasa Banjar|Banjar]]
* [[bahasa Banjar|Banjar]]
* [[bahasa Betawi|Betawi]]
* [[bahasa Kerinci|Kerinci]]
* [[bahasa Melayu|Melayu]]
* [[bahasa Melayu|Melayu]]
* [[bahasa Minangkabau|Minangkabau]]
* [[bahasa Minangkabau|Minangkabau]]
* [[bahasa Palembang|Palembang]]
* [[bahasa Tausug|Tausug]]
* [[bahasa Tausug|Tausug]]
|fam1=[[Hieroglif Mesir]]
|fam1=[[Hieroglif Mesir]]
Baris 20: Baris 22:
|sample=Jawi_alphabet.png
|sample=Jawi_alphabet.png
}}
}}
'''Abjad Jawi''' {{aka}} '''huruf Jawi''', '''aksara Jawi''', '''abjad Arab-Melayu''', '''abjad Yawi''', '''tulisan Jawi''', atau '''tulisan Melayu''' (جاوي, ''jawi''; [[aksara Thai|ยาวี]], ''[[Sistem transkripsi umum Kerajaan Thai|yawi]]'') adalah kumpulan [[huruf]] berbasis [[abjad Arab]] yang umumnya digunakan untuk menuliskan teks dalam [[bahasa Melayu]] dan bahasa-bahasa lainnya; seperti bahasa [[bahasa Banjar|Banjar]], [[bahasa Minangkabau|Minangkabau]], [[Bahasa Palembang|Palembang]], maupun [[bahasa Tausug|Tausug]].
'''Abjad Jawi''' {{aka}} '''huruf Jawi''', '''aksara Jawi''', '''abjad Arab-Melayu''', '''abjad Yawi''', '''tulisan Jawi''', atau '''tulisan Melayu''' (جاوي, ''jawi''; [[aksara Thai|ยาวี]], ''[[Sistem transkripsi umum Kerajaan Thai|yawi]]'') adalah kumpulan [[huruf]] berbasis [[abjad Arab]] yang umumnya digunakan untuk menuliskan teks dalam [[bahasa Melayu]] (dialek [[Bahasa Malaysia|Malaysia]], [[Bahasa Melayu Brunei|Brunei]], [[Bahasa Melayu Siak|Siak]], [[Bahasa Melayu Pahang|Pahang]], [[Bahasa Melayu Terengganu|Terengganu]], [[Bahasa Melayu Johor|Johor]], [[Bahasa Melayu Deli|Deli]], [[Bahasa Melayu Kelantan-Patani|Kelantan]], [[Bahasa Melayu Songkhla|Songkhla]], [[Bahasa Melayu Riau|Riau]], [[Bahasa Melayu Pontianak|Pontianak]], [[Bahasa Melayu Palembang|Palembang]], [[Bahasa Melayu Jambi|Jambi]], [[Bahasa Melayu Sarawak|Sarawak]], [[Bahasa Melayu Musi|Musi]] dan dialek lainnya) dan bahasa-bahasa lainnya; seperti bahasa [[bahasa Aceh|Aceh]], [[bahasa Betawi|Betawi]], [[bahasa Banjar|Banjar]], [[bahasa Kerinci|Kerinci]], [[Bahasa Minangkabau|Minangkabau]] maupun [[bahasa Tausug|Tausug]].

[[Abjad Pegon]] yang digunakan untuk [[bahasa Jawa]], [[bahasa Sunda|Sunda]], dan [[bahasa Madura|Madura]] adalah sistem abjad yang masih terkait namun memiliki beberapa perbedaan, yaitu huruf-huruf tambahan untuk bunyi yang tidak dapat dilambangkan oleh abjad Jawi.


== Etimologi ==
== Etimologi ==
Secara [[etimologi]]nya, kata ''jawi'' (جاوي) merupakan kependekan dari istilah {{lang-ar|الجزائر الجاوي|Al-Jaza'ir Al-Jawi}} ({{trans}} 'kepulauan Jawa') yang merupakan sebuah pengistilahan oleh bangsa Arab untuk [[kepulauan Indonesia]].<ref name="Ensiklopedia">{{citebook|last=Sudirman|first=Adi|title=Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer|language=id|publisher=Diva Press|tahun=2019|isbn=978-602-391-657-3|quote=Sementara itu, bangsa Arab menyebut tanah air kita dengan Jazair al-Jawi (Kepulauan Jawa)}}</ref><ref>{{citebook|last=Oentoro|first=Jimmy|title=Indonesia Satu, Indonesia Beda, Indonesia Bisa|language=id|publisher=PT Gramedia Pustaka Utama|tahun=2010|isbn=978-979-22-5814-1|location=Jakarta}}</ref> Kata ''jawi'' yang digunakan oleh [[bangsa Arab]] tersebut merupakan sebuah [[kata serapan]] langsung yang berakar dari {{lang-jv|ꦗꦮꦶ|jawi}} yang merupakan istilah [[krama]] dalam bahasa Jawa yang digunakan untuk merujuk [[pulau Jawa]] maupun [[suku Jawa|etnis Jawa]].<ref name="Ensiklopedia"></ref><ref>{{citebook|last=Kridalaksana|first=Harimurti|title=Wiwara: Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa|language=id|publisher=PT Gramedia Pustaka Utama|tahun=2001|location=Jakarta}}</ref> Kata 'Jawi' digunakan karena pada masa lampau, kepulauan Indonesia secara umum berada dibawah kekuasaan kemaharajaan yang berasal dari pulau Jawa.<ref name="Ensiklopedia"></ref><ref>{{citebook|last=S.K.|first=Lim|title=Asian Civilizations|language=en|publisher=Asiapac Books Pte Ltd|tahun=2011|isbn=978-981-229-594-1|location=Singapore}}</ref>
Secara [[etimologi]]nya, kata ''jawi'' (جاوي) adalah kependekan dari istilah {{lang-ar|الجزائر الجاوي|Al-Jaza'ir Al-Jawi}} ({{trans}} 'kepulauan Jawa') yang merupakan sebuah pengistilahan oleh bangsa Arab untuk [[kepulauan Indonesia]].<ref name="Ensiklopedia">{{citebook|last=Sudirman|first=Adi|title=Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer|language=id|publisher=Diva Press|tahun=2019|isbn=978-602-391-657-3|quote=Sementara itu, bangsa Arab menyebut tanah air kita dengan Jazair al-Jawi (Kepulauan Jawa)}}</ref><ref>{{citebook|last=Oentoro|first=Jimmy|title=Indonesia Satu, Indonesia Beda, Indonesia Bisa|language=id|publisher=PT Gramedia Pustaka Utama|tahun=2010|isbn=978-979-22-5814-1|location=Jakarta}}</ref> Kata ''jawi'' yang digunakan oleh [[bangsa Arab]] tersebut merupakan sebuah [[kata serapan]] langsung yang berakar dari {{lang-jv|ꦗꦮꦶ|jawi}} yang merupakan istilah [[krama]] dalam bahasa Jawa yang digunakan untuk merujuk [[pulau Jawa]] maupun [[suku Jawa|etnis Jawa]].<ref name="Ensiklopedia" /><ref>{{citebook|last=Kridalaksana|first=Harimurti|title=Wiwara: Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa|language=id|publisher=PT Gramedia Pustaka Utama|tahun=2001|location=Jakarta}}</ref> Kata 'Jawi' digunakan karena pada masa lampau, kepulauan Indonesia secara umum berada dibawah kekuasaan kemaharajaan yang berasal dari pulau Jawa.<ref name="Ensiklopedia" /><ref>{{citebook|last=S.K.|first=Lim|title=Asian Civilizations|language=en|publisher=Asiapac Books Pte Ltd|tahun=2011|isbn=978-981-229-594-1|location=Singapore}}</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
[[Berkas:Supa Save (Panaga).jpg|jmpl|Supermarket dengan nama bertuliskan Arab di [[Brunei]].]]
[[Berkas:Ade Irma Suryani St.JPG|jmpl|Palang jalan bertuliskan Arab di [[Pekanbaru]], [[Indonesia]].]]


[[Berkas:KlMuseumBatuBersurat.jpg|jmpl|Bukti awal kemunculan tulisan Jawi bisa ditemukan pada [[Prasasti Terengganu]]. [[Museum Negara Malaysia]].]]
Kemunculannya berkait secara langsung dengan kedatangan [[agama]] [[Islam]] ke Nusantara. Abjad ini didasarkan pada [[abjad Arab]] dan digunakan untuk menuliskan ucapan Melayu. Dengan demikian, tidak terhindarkan adanya tambahan atau modifikasi beberapa huruf untuk mengakomodasi bunyi yang tidak ada dalam bahasa Arab (misalnya ucapan /o/, /p/, atau /ŋ/).
[[Berkas:Supa Save (Panaga).jpg|jmpl|Supermarket dengan nama bertuliskan Jawi di [[Brunei]].]]
[[Berkas:Ade Irma Suryani St.JPG|jmpl|Palang jalan bertuliskan Jawi di [[Pekanbaru]], [[Indonesia]].]]

Kemunculan Jawi berkaitan dengan kedatangan [[agama]] [[Islam]] ke Nusantara. Abjad ini didasarkan pada [[abjad Arab]] dan digunakan untuk menuliskan ucapan Melayu. Dengan demikian, tidak terhindarkan adanya tambahan atau modifikasi beberapa huruf untuk mengakomodasi bunyi yang tidak ada dalam bahasa Arab (misalnya ucapan /o/, /p/, atau /ŋ/).


Bukti terawal tulisan Arab Melayu ini berada di [[Malaysia]] dengan adanya [[Prasasti Terengganu]] yang bertarikh 702 Hijriah atau abad ke-14 Masehi (Tarikh ini agak problematis sebab bilangan tahun ini ditulis, tidak dengan angka). Di sini hanya bisa terbaca ''tujuh ratus dua'': 702H. Tetapi kata ''dua'' ini bisa diikuti dengan kata lain: (20 sampai 29) atau ''-lapan'' → ''dualapan'' → "delapan". Kata ini bisa pula diikuti dengan kata "sembilan". Dengan ini kemungkinan tarikh ini menjadi banyak: (702, 720 - 729, atau 780 - 789 H). Tetapi karena [[prasasti]] ini juga menyebut bahwa [[tahun]] ini adalah "Tahun Kepiting" maka hanya ada dua kemungkinan yang tersisa: yaitu tahun 1326 M atau 1386 M.
Bukti terawal tulisan Arab Melayu ini berada di [[Malaysia]] dengan adanya [[Prasasti Terengganu]] yang bertanggal 702 Hijriah atau abad ke-14 Masehi (Tanggal ini agak bermasalah sebab bilangan tahun ini ditulis tidak menggunakan angka).Di sini hanya bisa terbaca ''tujuh ratus dua'': 702H. Tetapi kata ''dua'' ini bisa diikuti dengan kata lain: (20 sampai 29) atau ''-lapan'' → ''dualapan'' → "delapan". Kata ini bisa pula diikuti dengan kata "sembilan". Dengan ini kemungkinan tarikh ini menjadi banyak: (702, 720 - 729, atau 780 - 789 H). Tetapi karena [[prasasti]] ini juga menyebut bahwa [[tahun]] ini adalah "Tahun Kepiting" maka hanya ada dua kemungkinan yang tersisa: yaitu tahun 1326 M atau 1386 M.


Abjad Arab adalah salah satu dari abjad pertama yang digunakan untuk menulis bahasa Melayu, dan digunakan sejak zaman [[Kerajaan Pasai]], sampai zaman [[Kesultanan Malaka]], [[Kesultanan Johor]], dan juga [[Kesultanan Aceh]] serta [[Kesultanan Patani]] pada [[abad ke-17]]. Bukti dari penggunaan ini ditemukan di [[Batu Bersurat Terengganu]], bertarikh 1303 Masehi (atau 702H pada [[Kalender Hijriyah|Kalender Islam]]). Penggunaan [[alfabet Romawi]] pertama kali ditemukan pada akhir [[abad ke-19]]. Abjad Arab merupakan tulisan resmi dari [[Negeri-negeri Melayu Tidak Bersekutu]] pada zaman kolonialisme [[Britania]].
Abjad Arab adalah salah satu dari abjad pertama yang digunakan untuk menulis bahasa Melayu, dan digunakan sejak zaman [[Kerajaan Pasai]], sampai zaman [[Kesultanan Malaka]], [[Kesultanan Johor]], dan juga [[Kesultanan Aceh]] serta [[Kesultanan Patani]] pada [[abad ke-17]]. Bukti dari penggunaan ini ditemukan di [[Batu Bersurat Terengganu]], bertarikh 1303 Masehi (atau 702H pada [[Kalender Hijriyah|Kalender Islam]]). Penggunaan [[alfabet Romawi]] pertama kali ditemukan pada akhir [[abad ke-19]]. Abjad Arab merupakan tulisan resmi dari [[Negeri-negeri Melayu Tidak Bersekutu]] pada zaman kolonialisme [[Britania]].
Baris 42: Baris 48:
{|border="1" frame="box" rules="all" cellpadding="8" style="text-align: center; font-size: xx-large;"
{|border="1" frame="box" rules="all" cellpadding="8" style="text-align: center; font-size: xx-large;"
|- style="font-size: small; background-color: #cccccc;"
|- style="font-size: small; background-color: #cccccc;"
!Karakter!!Berdiri Sendiri!!Awal!!Tengah!!Akhir!!Nama
!Karakter!!Berdiri Sendiri!!Akhir!!Tengah!!Awal!!Nama
|-
|-
|ا||ﺍ||&nbsp;||&nbsp;||ﺎ|| style="font-size: medium;"|alif
|ا||ﺍ||ﺎ||&nbsp;||&nbsp;|| style="font-size: medium;" |alif
|-
|-
|ب||ﺏ||||ـﺒ||ـﺐ|| style="font-size: medium;"|ba
|ب||ﺏ||ـﺐ||ـﺒ|||| style="font-size: medium;" |ba
|-
|-
|ت||ﺕ||||ـﺘ||ـﺖ|| style="font-size: medium;"|ta
|ت||ﺕ||ـﺖ||ـﺘ|||| style="font-size: medium;" |ta
|-
|-
|ث||ﺙ||||ـﺜ||ـﺚ|| style="font-size: medium;"|tsa
|ث||ﺙ||ـﺚ||ـﺜ|||| style="font-size: medium;" |tsa
|-
|-
|ج||ﺝ||||ـﺠ||ـﺞ|| style="font-size: medium;"|jim
|ج||ﺝ||ـﺞ||ـﺠ|||| style="font-size: medium;" |jim
|-
|-
|ح||ﺡ||||ـﺤ||ـﺢ|| style="font-size: medium;"|ḥa
|ح||ﺡ||ـﺢ||ـﺤ|||| style="font-size: medium;" |ḥa
|-bgcolor="#999999"
|-bgcolor="#999999"
|چ||ﭺ||||ـﭽ||ـﭻ|| style="font-size: medium;"|ca
|چ||ﭺ||ـﭻ||ـﭽ|||| style="font-size: medium;" |ca
|-
|-
|خ||ﺥ||||ـﺨ||ـﺦ|| style="font-size: medium;"|kha
|خ||ﺥ||ـﺦ||ـﺨ|||| style="font-size: medium;" |kha
|-
|-
|د||ﺩ||&nbsp;||&nbsp;||ـﺪ|| style="font-size: medium;"|dal
|د||ﺩ||ـﺪ||&nbsp;||&nbsp;|| style="font-size: medium;" |dal
|-
|-
|ذ||ﺫ||&nbsp;||&nbsp;||ـﺬ|| style="font-size: medium;"|dzal
|ذ||ﺫ||ـﺬ||&nbsp;||&nbsp;|| style="font-size: medium;" |dzal
|-
|-
|ر||ﺭ||&nbsp;||&nbsp;||ـﺮ|| style="font-size: medium;"|ra
|ر||ﺭ||ـﺮ||&nbsp;||&nbsp;|| style="font-size: medium;" |ra
|-
|-
|ز||ﺯ||&nbsp;||&nbsp;||ـﺰ|| style="font-size: medium;"|zai
|ز||ﺯ||ـﺰ||&nbsp;||&nbsp;|| style="font-size: medium;" |zai
|-
|-
|س||ﺱ||||ـﺴ||ـﺲ|| style="font-size: medium;"|sin
|س||ﺱ||ـﺲ||ـﺴ|||| style="font-size: medium;" |sin
|-
|-
|ش||ﺵ||||ـﺸ||ـﺶ|| style="font-size: medium;"|syin
|ش||ﺵ||ـﺶ||ـﺸ|||| style="font-size: medium;" |syin
|-
|-
|ص||ﺹ||||ـﺼ||ـﺺ|| style="font-size: medium;"|ṣad
|ص||ﺹ||ـﺺ||ـﺼ|||| style="font-size: medium;" |ṣad
|-
|-
|ض||ﺽ||ﺿ||ـﻀ||ـﺾ|| style="font-size: medium;"|ḍad
|ض||ﺽ||ـﺾ||ـﻀ||ﺿ|| style="font-size: medium;" |ḍad
|-
|-
|ط||ﻁ||ﻃـ||ـﻄـ||ـﻂ|| style="font-size: medium;"|ṭhad
|ط||ﻁ||ـﻂ||ـﻄـ||ﻃـ|| style="font-size: medium;" |ṭhad
|-
|-
|ظ||ﻅ||ﻇـ||ـﻈـ||ـﻆ|| style="font-size: medium;"|ẓhad
|ظ||ﻅ||ـﻆ||ـﻈـ||ﻇـ|| style="font-size: medium;" |ẓhad
|-
|-
|ع||ﻉ||||ـﻌ||ـﻊ|| style="font-size: medium;"|'ain
|ع||ﻉ||ـﻊ||ـﻌ|||| style="font-size: medium;" |'ain
|-
|-
|غ||ﻍ||||ـﻐ||ـﻎ|| style="font-size: medium;"|ghain
|غ||ﻍ||ـﻎ||ـﻐ|||| style="font-size: medium;" |ghain
|-bgcolor="#999999"
|-bgcolor="#999999"
|ڠ||ڠ||ڠـ||ـڠـ||ـڠ|| style="font-size: medium;"|nga
|ڠ||ڠ||ـڠ||ـڠـ||ڠـ|| style="font-size: medium;" |nga
|-
|-
|ف||ﻑ||||ـﻔ||ـﻒ|| style="font-size: medium;"|fa
|ف||ﻑ||ـﻒ||ـﻔ|||| style="font-size: medium;" |fa
|-bgcolor="#999999"
|-bgcolor="#999999"
|ڤ||ﭪ||||ـﭭ||ـﭫ|| style="font-size: medium;"|pa
|ڤ||ﭪ||ـﭫ||ـﭭ|||| style="font-size: medium;" |pa
|-
|-
|ق||ﻕ||||ـﻘ||ـﻖ|| style="font-size: medium;"|qaf
|ق||ﻕ||ـﻖ||ـﻘ|||| style="font-size: medium;" |qaf
|-
|-
|ك||ك||كـ||ـكـ||ـك|| style="font-size: medium;"|kaf
|ک||ک||ـک||ـکـ||کـ|| style="font-size: medium;" |kaf
|-bgcolor="#999999"
|-bgcolor="#999999"
|ݢ||ݢ||ڬـ||ـڬـ||ـݢ|| style="font-size: medium;"|ga
|ڬ||ڬ||ـݢ||ـݢـ||ݢـ|| style="font-size: medium;" |ga
|-
|-
|ل||ﻝ||||ـﻠ||ـﻞ|| style="font-size: medium;"|lam
|ل||ﻝ||ـﻞ||ـﻠ|||| style="font-size: medium;" |lam
|-
|-
|م||ﻡ||||ـﻤ||ـﻢ|| style="font-size: medium;"|mim
|م||ﻡ||ـﻢ||ـﻤ|||| style="font-size: medium;" |mim
|-
|-
|ن||<sup>ﻥ</sup>||||ـﻨ||ـﻦ|| style="font-size: medium;"|nun
|ن||<sup>ﻥ</sup>||ـﻦ||ـﻨ|||| style="font-size: medium;" |nun
|-bgcolor="#999999"
|-bgcolor="#999999"
|ڽ||ڽ||ڽـ||ـڽـ||ـڽ|| style="font-size: medium;"|nya
|ڽ||ڽ||ـڽ||ـڽـ||ڽـ|| style="font-size: medium;" |nya
|-
|-
|و||ﻭ||&nbsp;||&nbsp;||ـﻮ|| style="font-size: medium;"|wau
|و||ﻭ||ـﻮ||&nbsp;||&nbsp;|| style="font-size: medium;" |wau
|-bgcolor="#999999"
|-bgcolor="#999999"
|ۏ||ۏ||&nbsp;||&nbsp;||ـۏ|| style="font-size: medium;"|va
|ۏ||ۏ||ـۏ||&nbsp;||&nbsp;|| style="font-size: medium;" |va
|-
|-
|ﻩ||ﻩ||ھـ||ـھـ|||| style="font-size: medium;"|ha
|ﻩ||ﻩ||||ـھـ||ھـ|| style="font-size: medium;" |ha
|-
|-
|ي||ﻱ||||ـﻴ|||| style="font-size: medium;"|ya
|ي||ﻱ||||ـﻴ|||| style="font-size: medium;" |ya


|}
|}
Baris 118: Baris 124:
== Galeri ==
== Galeri ==
<gallery>
<gallery>
Berkas:KFC in Brunei Darussalam Airport.jpg|KFC di Bandara Brunei Darussalam dengan plang beraksara Arab
Berkas:KFC in Brunei Darussalam Airport.jpg|KFC di Bandara Brunei Darussalam dengan plang beraksara Jawi
Berkas:MalakaArab.jpg|Papan jalan di [[kota Malaka]], Malaysia dengan beraksara Jawi
Berkas:Billboard with both Rumi and Jawi script in Kedah.jpg|Billboard beraksara Jawi di [[Kedah]], Malaysia
Berkas:Papan tanda nama jalan dalam tulisan Jawi dan Rumi.JPG|Papan jalan di [[Kota Bharu]], [[Kelantan]], Malaysia dengan beraksara Jawi
Berkas:Private business sign displayed in Malay (both Latin and Jawi scripts), Chinese and Tamil languages - Mapillary (B-35-qpQN6a oUHkiP8SNg).jpg|Sebuah klinik yang beraksara Jawi, Cina, dan Tamil
Berkas:Kartini street sign.JPG|Tanda jalan di [[Riau]] dengan beraksara Jawi
Berkas:Kantor Kelurahan Gambut Barat, Banjar.jpg|Kantor Kelurahan Gambut Barat yang beraksara Jawi di [[Kalimantan Selatan]]
Berkas:Jalan Pejabat.JPG|Tanda jalan di Malaysia dengan beraksara Jawi
Berkas:Skpawang nong.jpg|Plang nama sekolah di [[Pahang]], Malaysia dengan beraksara Jawi
Berkas:Bahasa Melayu Bahasa Rasmi Negara.jpg|Sebuah tanda pinggir jalan yang bertuliskan Jawi di Brunei
Berkas:Kuala Belait 23 January 2023 48.jpg|Sebuah plang dengan bertuliskan Jawi
Berkas:Datuk Pesisir street sign.JPG|Sebuah papan nama jalan di Riau dengan bertuliskan Jawi
Berkas:Jalan Merawan Indah.jpg|Papan nama jalan dengan beraksara Jawi
Berkas:Jalan Pretty.jpg|Papan nama jalan di [[Brunei]] dengan beraksara Jawi
Berkas:Wolio Sign.jpg|Papan nama jalan di [[Indonesia]] dengan beraksara Jawi
Berkas:Balai Seni Lukis Negara 2007 (14).JPG|Plakat yang beraksara Jawi di Malaysia
Berkas:Masjid Sultan Singapura.JPG|Sebuah masjid dengan beraksara Jawi di Singapura
Berkas:2016 Malakka, Tabliczka z nazwą ulicy - Jalan Tukang Besi.jpg|Papan nama jalan di Malaysia dengan beraksara Jawi
</gallery>
</gallery>


Baris 129: Baris 152:
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Aksara Nusantara]]
* [[Aksara Nusantara]]
* [[Pegon]]
* [[Abjad Pegon]]
* [[Abjad Arab]]
* [[Abjad Arab]]
* [[Aksara Arab]]
* [[Aksara Arab]]

Revisi per 28 Agustus 2024 14.42

Jawi
جاوي
ยาวี
Jenis aksara
Abjad / ابجد
Bahasa
Aksara terkait
Silsilah
Aksara kerabat
Pegon, Turki Utsmani, Urdu
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (IPA). Untuk bantuan dalam membaca simbol IPA, lihat Bantuan:IPA. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan  , Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Abjad Jawi alias huruf Jawi, aksara Jawi, abjad Arab-Melayu, abjad Yawi, tulisan Jawi, atau tulisan Melayu (جاوي, jawi; ยาวี, yawi) adalah kumpulan huruf berbasis abjad Arab yang umumnya digunakan untuk menuliskan teks dalam bahasa Melayu (dialek Malaysia, Brunei, Siak, Pahang, Terengganu, Johor, Deli, Kelantan, Songkhla, Riau, Pontianak, Palembang, Jambi, Sarawak, Musi dan dialek lainnya) dan bahasa-bahasa lainnya; seperti bahasa Aceh, Betawi, Banjar, Kerinci, Minangkabau maupun Tausug.

Abjad Pegon yang digunakan untuk bahasa Jawa, Sunda, dan Madura adalah sistem abjad yang masih terkait namun memiliki beberapa perbedaan, yaitu huruf-huruf tambahan untuk bunyi yang tidak dapat dilambangkan oleh abjad Jawi.

Etimologi

Secara etimologinya, kata jawi (جاوي) adalah kependekan dari istilah bahasa Arab: الجزائر الجاوي, translit. Al-Jaza'ir Al-Jawi (terj. 'kepulauan Jawa') yang merupakan sebuah pengistilahan oleh bangsa Arab untuk kepulauan Indonesia.[1][2] Kata jawi yang digunakan oleh bangsa Arab tersebut merupakan sebuah kata serapan langsung yang berakar dari bahasa Jawa: ꦗꦮꦶ, translit. jawi yang merupakan istilah krama dalam bahasa Jawa yang digunakan untuk merujuk pulau Jawa maupun etnis Jawa.[1][3] Kata 'Jawi' digunakan karena pada masa lampau, kepulauan Indonesia secara umum berada dibawah kekuasaan kemaharajaan yang berasal dari pulau Jawa.[1][4]

Sejarah

Bukti awal kemunculan tulisan Jawi bisa ditemukan pada Prasasti Terengganu. Museum Negara Malaysia.
Supermarket dengan nama bertuliskan Jawi di Brunei.
Palang jalan bertuliskan Jawi di Pekanbaru, Indonesia.

Kemunculan Jawi berkaitan dengan kedatangan agama Islam ke Nusantara. Abjad ini didasarkan pada abjad Arab dan digunakan untuk menuliskan ucapan Melayu. Dengan demikian, tidak terhindarkan adanya tambahan atau modifikasi beberapa huruf untuk mengakomodasi bunyi yang tidak ada dalam bahasa Arab (misalnya ucapan /o/, /p/, atau /ŋ/).

Bukti terawal tulisan Arab Melayu ini berada di Malaysia dengan adanya Prasasti Terengganu yang bertanggal 702 Hijriah atau abad ke-14 Masehi (Tanggal ini agak bermasalah sebab bilangan tahun ini ditulis tidak menggunakan angka).Di sini hanya bisa terbaca tujuh ratus dua: 702H. Tetapi kata dua ini bisa diikuti dengan kata lain: (20 sampai 29) atau -lapandualapan → "delapan". Kata ini bisa pula diikuti dengan kata "sembilan". Dengan ini kemungkinan tarikh ini menjadi banyak: (702, 720 - 729, atau 780 - 789 H). Tetapi karena prasasti ini juga menyebut bahwa tahun ini adalah "Tahun Kepiting" maka hanya ada dua kemungkinan yang tersisa: yaitu tahun 1326 M atau 1386 M.

Abjad Arab adalah salah satu dari abjad pertama yang digunakan untuk menulis bahasa Melayu, dan digunakan sejak zaman Kerajaan Pasai, sampai zaman Kesultanan Malaka, Kesultanan Johor, dan juga Kesultanan Aceh serta Kesultanan Patani pada abad ke-17. Bukti dari penggunaan ini ditemukan di Batu Bersurat Terengganu, bertarikh 1303 Masehi (atau 702H pada Kalender Islam). Penggunaan alfabet Romawi pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-19. Abjad Arab merupakan tulisan resmi dari Negeri-negeri Melayu Tidak Bersekutu pada zaman kolonialisme Britania.

Zaman dahulu, abjad Arab memainkan peranan penting dalam masyarakat. Abjad ini digunakan sebagai media perantara dalam semua urusan tata usaha, adat istiadat, dan perdagangan. Sebagai contoh, huruf ini digunakan juga dalam perjanjian-perjanjian penting antara pihak raja Melayu dengan pihak Portugis, Belanda, atau Inggris. Selain itu, pernyataan kemerdekaan 1957 bagi negara Malaysia sebagian juga tertulis dalam aksara Arab.

Sekarang abjad ini digunakan untuk urusan kerohanian dan tata usaha budaya Melayu di Terengganu, Kelantan, Kedah, Perlis, dan Johor. Orang-orang Melayu di Patani masih menggunakan abjad Arab sampai saat ini.

Abjad

Karakter Berdiri Sendiri Akhir Tengah Awal Nama
ا     alif
ب ـﺐ ـﺒ ba
ت ـﺖ ـﺘ ta
ث ـﺚ ـﺜ tsa
ج ـﺞ ـﺠ jim
ح ـﺢ ـﺤ ḥa
چ ـﭻ ـﭽ ca
خ ـﺦ ـﺨ kha
د ـﺪ     dal
ذ ـﺬ     dzal
ر ـﺮ     ra
ز ـﺰ     zai
س ـﺲ ـﺴ sin
ش ـﺶ ـﺸ syin
ص ـﺺ ـﺼ ṣad
ض ـﺾ ـﻀ ﺿ ḍad
ط ـﻂ ـﻄـ ﻃـ ṭhad
ظ ـﻆ ـﻈـ ﻇـ ẓhad
ع ـﻊ ـﻌ 'ain
غ ـﻎ ـﻐ ghain
ڠ ڠ ـڠ ـڠـ ڠـ nga
ف ـﻒ ـﻔ fa
ڤ ـﭫ ـﭭ pa
ق ـﻖ ـﻘ qaf
ک ک ـک ـکـ کـ kaf
ڬ ڬ ـݢ ـݢـ ݢـ ga
ل ـﻞ ـﻠ lam
م ـﻢ ـﻤ mim
ن ـﻦ ـﻨ nun
ڽ ڽ ـڽ ـڽـ ڽـ nya
و ـﻮ     wau
ۏ ۏ ـۏ     va
ـھـ ھـ ha
ي ـﻴ ya

Kolom yang diabu-abukan merupakan abjad adaptasi yang tidak umum didapati pada sistem penulisan atau abjad Arab yang baku.

Galeri

Referensi

  1. ^ a b c Sudirman, Adi. Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer. Diva Press. ISBN 978-602-391-657-3. Sementara itu, bangsa Arab menyebut tanah air kita dengan Jazair al-Jawi (Kepulauan Jawa) 
  2. ^ Oentoro, Jimmy. Indonesia Satu, Indonesia Beda, Indonesia Bisa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-5814-1. 
  3. ^ Kridalaksana, Harimurti. Wiwara: Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 
  4. ^ S.K., Lim. Asian Civilizations (dalam bahasa Inggris). Singapore: Asiapac Books Pte Ltd. ISBN 978-981-229-594-1. 

Daftar pustaka

  • J.G. de Casparis, Indonesian Paleography, 1975, p. 70-71.

Lihat pula

Pranala luar