Lompat ke isi

Sulaiman bin Abdul Malik: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
HsfBot (bicara | kontrib)
k Bot: Perubahan kosmetika
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Baris 5: Baris 5:
Di bawah pemerintahannya, ekspansi berlanjut ke bagian pegunungan di [[Iran]] seperti Tabiristan. Sulaiman juga memerintahkan serangan ke [[Konstantinopel]], namun gagal. Di kancah domestik, dengan baik ia telah membangun di Makkah untuk ziarah, dan mengorganisasi pelaksanaan ibadah. Sulaiman dikenal untuk kemampuan pidatonya yang luar biasa, namun hukuman matinya pada ke-3 jenderalnya menyuramkan reputasinya.
Di bawah pemerintahannya, ekspansi berlanjut ke bagian pegunungan di [[Iran]] seperti Tabiristan. Sulaiman juga memerintahkan serangan ke [[Konstantinopel]], namun gagal. Di kancah domestik, dengan baik ia telah membangun di Makkah untuk ziarah, dan mengorganisasi pelaksanaan ibadah. Sulaiman dikenal untuk kemampuan pidatonya yang luar biasa, namun hukuman matinya pada ke-3 jenderalnya menyuramkan reputasinya.


Ia hanya memerintah selama 2 tahun. Ia mengabaikan saudara dan putranya, dan mengangkat [[Umar bin Abdul-Aziz]] sebagai penggantinya sebab reputasi Umar sebagai salah satu dari yang bijaksana, cakap dan pribadi alim pada masa itu. Dia dikenal sebagai tokoh yang menghidupkan kembali kegiatan salat di awal waktu, yang mana pada pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, salat selalu diulur-ulur waktunya. Dia memecat kroni-kroni [[Hajjaj bin Yusuf]], gubernur [[Irak]] yang kejam, dan melarang adanya nyanyian dan [[musik]]. Hanya saja, dia punya kebiasan makan besar; diketahui dalam catatan [[Imam Suyuthi]], bahwa dalam sekali makan saja ".... dia dapat menghabiskan 60 [[delima]], seekor [[kambing]], 6 ekor [[ayam]], dan [[anggur kering]] [dari] [[Tha'if]]."<ref>[[Imam Suyuthi|Suyuthi, Imam Jalaluddin]]. ''Tarikh Al-Khulafa''. hal.275{{spaced ndash}}76. [[Bandung]]:Mizan.</ref> Pengangkatan seperti jarang terjadi pada masa itu, walau secara teknis memenuhi cara Islam untuk mengangkat pengganti, mengingat pengangkatan berkelanjutan tidak.
Ia hanya memerintah selama 2 tahun. Ia mengabaikan saudara dan putranya, dan mengangkat [[Umar bin Abdul-Aziz]] sebagai penggantinya sebab reputasi Umar sebagai salah satu dari yang bijaksana, cakap dan pribadi alim pada masa itu. Dia dikenal sebagai tokoh yang menghidupkan kembali kegiatan salat di awal waktu, yang mana pada pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, salat selalu diulur-ulur waktunya. Dia memecat kroni-kroni [[Hajjaj bin Yusuf]], gubernur [[Irak]] yang kejam, dan melarang adanya nyanyian dan [[musik]].<ref>[[Imam Suyuthi|Suyuthi, Imam Jalaluddin]]. ''Tarikh Al-Khulafa''. hal.275{{spaced ndash}}76. [[Bandung]]:Mizan.</ref> Pengangkatan seperti jarang terjadi pada masa itu, walau secara teknis memenuhi cara Islam untuk mengangkat pengganti, mengingat pengangkatan berkelanjutan tidak.


== Referensi ==
== Referensi ==

Revisi per 6 Mei 2017 20.13

Sulaiman bin Abdul-Malik674 - 717) ialah Khalifah Bani Umayyah yang memerintah dari 715 sampai 717. Ayahandanya ialah Abdul-Malik, dan merupakan adik khalifah sebelumnya al-Walid I.

Sulaiman mengambil kekuasaan, dalam, pada lawan politiknya Al-Hajjaj bin Yusuf. Bagaimanapun, al-Hajjaj meninggal pada 714, maka Sulaiman menyiksa sekutu politiknya. Di antaranya ada 3 jenderal terkenal Qutaibah bin Muslim, Musa bin Nusair, dan Muhammad bin Qasim. Seluruhnya ditahan dan kemudian dibunuh.

Di bawah pemerintahannya, ekspansi berlanjut ke bagian pegunungan di Iran seperti Tabiristan. Sulaiman juga memerintahkan serangan ke Konstantinopel, namun gagal. Di kancah domestik, dengan baik ia telah membangun di Makkah untuk ziarah, dan mengorganisasi pelaksanaan ibadah. Sulaiman dikenal untuk kemampuan pidatonya yang luar biasa, namun hukuman matinya pada ke-3 jenderalnya menyuramkan reputasinya.

Ia hanya memerintah selama 2 tahun. Ia mengabaikan saudara dan putranya, dan mengangkat Umar bin Abdul-Aziz sebagai penggantinya sebab reputasi Umar sebagai salah satu dari yang bijaksana, cakap dan pribadi alim pada masa itu. Dia dikenal sebagai tokoh yang menghidupkan kembali kegiatan salat di awal waktu, yang mana pada pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, salat selalu diulur-ulur waktunya. Dia memecat kroni-kroni Hajjaj bin Yusuf, gubernur Irak yang kejam, dan melarang adanya nyanyian dan musik.[1] Pengangkatan seperti jarang terjadi pada masa itu, walau secara teknis memenuhi cara Islam untuk mengangkat pengganti, mengingat pengangkatan berkelanjutan tidak.

Referensi

  1. ^ Suyuthi, Imam Jalaluddin. Tarikh Al-Khulafa. hal.275 – 76. Bandung:Mizan.
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Al-Walid I
Khalifah Bani Umayyah
(715717)
Diteruskan oleh:
Umar bin Abdul-Aziz