Bukit Asam: Perbedaan antara revisi
k Bot: Mengganti kategori yang dialihkan BUMN menjadi Badan usaha milik negara di Indonesia |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
Baris 18: | Baris 18: | ||
| successor = |
| successor = |
||
| foundation = [[1950]]<!-- if known: {{start date|YYYY|MM|DD}} di [[city]], [[Indonesia]] --> |
| foundation = [[1950]]<!-- if known: {{start date|YYYY|MM|DD}} di [[city]], [[Indonesia]] --> |
||
| founder = |
| founder = Belanda |
||
| defunct = <!-- {{end date|YYYY|MM|DD}} --> |
| defunct = <!-- {{end date|YYYY|MM|DD}} --> |
||
| locations = |
| locations = |
||
Baris 25: | Baris 25: | ||
| coordinates = |
| coordinates = |
||
| area_served = |
| area_served = |
||
| key_people = |
| key_people = Arviyan Arifin, President Director<br> Agus Suhartono, Head of Commissioner |
||
| products = |
| products = Medium - High Grade Coal |
||
| brands = |
| brands = Bukitasam |
||
| production = |
| production = |
||
| services = |
| services = |
||
| revenue = |
| revenue = {{profit}} Rp 19.471 trillion (2018) |
||
| operating_income = |
| operating_income = {{profit}} Rp 5.898 trillion (2018) |
||
| net_income = |
| net_income = {{profit}} Rp 4.547 trillion (2018) |
||
| aum = <!-- Only for financial-service companies --> |
| aum = <!-- Only for financial-service companies --> |
||
| assets = |
| assets = {{profit}} Rp 21.987 trillion (2018) |
||
| equity = |
| equity = {{profit}} Rp 13.799 trillion (2018) |
||
| parent = [[Pemerintah Indonesia]] |
| parent = [[Pemerintah Indonesia]] |
||
| members = |
| members = |
||
| num_employees = |
| num_employees = 2,356 <small>(2017)</small> |
||
| divisions = |
| divisions = |
||
| subsid = [[PT Bukit Pembangkit Innovative]] <br> [[PT Bukit Energy Investama]] <br> [[Bukit Asam Banko]] <br> [[PT Batubara Bukit Kendi]] <br> [[PT International Prima Coal]] <br> [[PT Bukit Multi Investama]] <br> [[PT Huadian Bukit Asam Power]] <br> [[Bukit Asam Prima]] |
|||
| subsid = |
|||
| slogan = |
| slogan = |
||
| module = <!-- Used to embed other templates --> |
| module = <!-- Used to embed other templates --> |
||
| website = |
| website = [http://www.ptba.co.id/ Bukit Asam] |
||
| footnotes = |
| footnotes = |
||
}} |
}} |
Revisi per 9 Maret 2019 04.27
BUMN / Publik | |
Kode emiten | IDX: PTBA |
Industri | Batu bara |
Didirikan | 1950 |
Pendiri | Belanda |
Kantor pusat | , Indonesia |
Tokoh kunci | Arviyan Arifin, President Director Agus Suhartono, Head of Commissioner |
Produk | Medium - High Grade Coal |
Merek | Bukitasam |
Pendapatan | Rp 19.471 trillion (2018) |
Rp 5.898 trillion (2018) | |
Rp 4.547 trillion (2018) | |
Total aset | Rp 21.987 trillion (2018) |
Total ekuitas | Rp 13.799 trillion (2018) |
Karyawan | 2,356 (2017) |
Induk | Pemerintah Indonesia |
Anak usaha | PT Bukit Pembangkit Innovative PT Bukit Energy Investama Bukit Asam Banko PT Batubara Bukit Kendi PT International Prima Coal PT Bukit Multi Investama PT Huadian Bukit Asam Power Bukit Asam Prima |
Situs web | Bukit Asam |
PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau lebih dikenal dengan nama Bukit Asam adalah Perusahaan Pertambangan yang dimilik oleh Pemerintah Indonesia yang didirikan pada tahun 1950
Sejarah Perusahaan
Sejarah pertambangan batu bara di Tanjung Enim dimulai sejak zaman kolonial Belanda tahun 1919 dengan menggunakan metode penambangan terbuka (open pit mining) di wilayah operasi pertama, yaitu di Tambang Air Laya. Selanjutnya mulai 1923 beroperasi dengan metode penambangan bawah tanah (underground mining) hingga 1940, sedangkan produksi untuk kepentingan komersial dimulai pada 1938.
Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air, para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Pada 1950, Pemerintah RI kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).
Pada 1981, PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk, yang selanjutnya disebut Perseroan. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batu bara di Indonesia, pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan.
Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional, pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batu bara.
Pada 23 Desember 2002, Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”.
Unit Bisnis
Merk
PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) pasar 6 (enam) jenis batu bara yang berbeda - IPC 53, BA 55, BA 59, BA 63, BA 67, BA 70
Penghargaan & Pencapaian
- April - Top Performing Listed Companies 2009 dalam acara Investor Award 2009 untuk emiten sektor Industri Dasar dan Primer.
- Februari - Award Terbaik III Bidang Sosial, dalam CSR Award yang diselenggarakan oleh CSR Indonesia
- Februari - Award Terbaik III Bidang Sosial, dalam CSR Award yang diselenggarakan oleh CSR Indonesia
- Memperoleh sertifikat OHSAS 18001 Standard Management System bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari TUV Nord Germany.
- Mei 2010 - Best Listed Companies 2010 dari Investor Awards 2010
- Mei 2010 - Best Listed Companies 2010 dari Investor Awards 2010
Lihat pula
Pranala luar
- (Indonesia) Situs Resmi PT. Tambang Batu Bara Bukit Asam