Kuningan, Kuningan, Kuningan: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Baris 16: Baris 16:
==Sejarah==
==Sejarah==


Dalam cerita [[Parahyangan]] disebutkan bahwa ada suatu pemukiman yang mempunyai kekuatan politik seperti halnya negara, bernama [[Kuningan]]. Kerajaan [[Kuningan]] tersebut berdiri setelah dinobatkan [[Seuweukarma]] sebagai Raja/Kepala pemerintahan yang kemudian bergelar ''Rahiyang Tangkuku'' atau ''Sang Kuku'' yang bersemayam di [[Arile]] atau [[Saunggalah]].[[Seuweukarma]] menganut ajaran ''Dangiang Kuning'' dan berpegang kepada ''Sanghiyang Dharma'' (Ajaran Kitab Suci) serta ''Sanghiyang Riksa'' (sepuluh pedoman hidup). Ekspansi kekuasaan [[Kuningan]] pada zaman kekuasaan [[Seuweukarma]] menyeberang sampai ke negeri [[Melayu]]. Pada saat itu masyarakat [[Kuningan]] merasa hidup aman dan tentram di bawah pimpinan [[Seuweukarma]] yang bertahta sampai berusia lama.
Dalam cerita [[Parahyangan]] disebutkan bahwa ada suatu pemukiman yang mempunyai kekuatan politik penuh seperti halnya sebuah negara, bernama [[Kuningan]]. Kerajaan [[Kuningan]] tersebut berdiri setelah dinobatkan [[Seuweukarma]] sebagai Raja/Kepala pemerintahan yang kemudian bergelar ''Rahiyang Tangkuku'' atau ''Sang Kuku'' yang bersemayam di [[Arile]] atau [[Saunggalah]].[[Seuweukarma]] menganut ajaran ''Dangiang Kuning'' dan berpegang kepada ''Sanghiyang Dharma'' (Ajaran Kitab Suci) serta ''Sanghiyang Riksa'' (sepuluh pedoman hidup). Ekspansi kekuasaan [[Kuningan]] pada zaman kekuasaan [[Seuweukarma]] menyeberang sampai ke negeri [[Melayu]]. Pada saat itu masyarakat [[Kuningan]] merasa hidup aman dan tentram di bawah pimpinan [[Seuweukarma]] yang bertahta sampai berusia lama.


Perkembangan kerajaan [[Kuningan]] selanjutnya seakan akan terputus, dan baru pada 1175 masehi muncul lagi. [[Kuningan]] pada waktu itu menganut agama [[Hindu]] di bawah pimpinan ''Rakean Darmariksa'' dan merupakan daerah otonom yang masuk wilayah kerajaan [[Sunda]] yang terkenal dengan nama [[Pajajaran]], dan termasuk [[Cirebon]] pada tahun 1389 masehi masuk kekuasaan kerajaan [[Pajajaran]], namun pada abad ke-15 [[Cirebon]] sebagai kerajaan [[Islam]] menyatakan kemerdekaannya dari [[Pakuan]] [[Pajajaran]].
Perkembangan kerajaan [[Kuningan]] selanjutnya seakan akan terputus, dan baru pada 1175 masehi muncul lagi. [[Kuningan]] pada waktu itu menganut agama [[Hindu]] di bawah pimpinan ''Rakean Darmariksa'' dan merupakan daerah otonom yang masuk wilayah kerajaan [[Sunda]] yang terkenal dengan nama [[Pajajaran]], dan termasuk [[Cirebon]] pada tahun 1389 masehi masuk kekuasaan kerajaan [[Pajajaran]], namun pada abad ke-15 [[Cirebon]] sebagai kerajaan [[Islam]] menyatakan kemerdekaannya dari [[Pakuan]] [[Pajajaran]].

Revisi per 3 Juli 2008 12.32

Kuningan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenKuningan
KecamatanKuningan
Kode Kemendagri32.08.09.1002
Luas-
Jumlah penduduk-
Kepadatan-

Kuningan adalah kelurahan di kecamatan Kuningan, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia.

Sejarah

Dalam cerita Parahyangan disebutkan bahwa ada suatu pemukiman yang mempunyai kekuatan politik penuh seperti halnya sebuah negara, bernama Kuningan. Kerajaan Kuningan tersebut berdiri setelah dinobatkan Seuweukarma sebagai Raja/Kepala pemerintahan yang kemudian bergelar Rahiyang Tangkuku atau Sang Kuku yang bersemayam di Arile atau Saunggalah.Seuweukarma menganut ajaran Dangiang Kuning dan berpegang kepada Sanghiyang Dharma (Ajaran Kitab Suci) serta Sanghiyang Riksa (sepuluh pedoman hidup). Ekspansi kekuasaan Kuningan pada zaman kekuasaan Seuweukarma menyeberang sampai ke negeri Melayu. Pada saat itu masyarakat Kuningan merasa hidup aman dan tentram di bawah pimpinan Seuweukarma yang bertahta sampai berusia lama.

Perkembangan kerajaan Kuningan selanjutnya seakan akan terputus, dan baru pada 1175 masehi muncul lagi. Kuningan pada waktu itu menganut agama Hindu di bawah pimpinan Rakean Darmariksa dan merupakan daerah otonom yang masuk wilayah kerajaan Sunda yang terkenal dengan nama Pajajaran, dan termasuk Cirebon pada tahun 1389 masehi masuk kekuasaan kerajaan Pajajaran, namun pada abad ke-15 Cirebon sebagai kerajaan Islam menyatakan kemerdekaannya dari Pakuan Pajajaran.

Pada tahun 1470 masehi datang ke Cirebon seorang ulama besar agama Islam yaitu Syeh Syarif Hidayatullah putra Syarif Abdullah dan ibunya Rara Santang atau Syarifah Modaim putra Prabu Syarif Hidayatullah adalah murid Sayid Rahmat yang lebih dikenal dengan nama Sunan Ampel yang memimpin daerah ampeldenta di Surabaya.

Kemudian Syeh Syarif Hidayatullah ditugaskan oleh Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat, dan mula-mula tiba di Cirebon yang pada waktu Kepala Pemerintahan Cirebon dipegang oleh Haji Doel Iman. Pada waktu 1479 masehi Haji Doel Iman berkenan menyerahkan pimpinan pemerintahan kepada Syeh Syarif Hidayatullah setelah menikah dengan putrinya. Karena terdorong oleh hasrat ingin menyebarkan agama Islam, pada tahun 1481 Masehi Syeh Syarif Hidayatullah berangkat ke daerah Lurangung yang masuk wilayah Cirebon Selatan yang pada waktu itu dipimpin oleh Ki Gedeng Luragung yang bersaudara dengan Ki Gedeng Kasmaya dari Cirebon, selanjutnya Ki Gedeng Luragung memeluk agama Islam.

Pada waktu Syeh Syarif Hidayatullah di Luragung, datanglah Ratu Ontin Nio istrinya dalam keadaan hamil dari negeri Cina (bergelar: Ratu Rara Sumanding) ke Luragung, dari Ratu Ontin Nio alias Ratu Lara Sumanding lahir seorang putra yang tampan dan gagah yang diberi nama Pangeran Kuningan. setelah dari Luragung, Syeh Syarif Hidayatullah dengan rombongan menuju tempat tinggal Ki Gendeng Kuningan di Winduherang, dan menitipkan Pangeran Kuningan yang masih kecil kepada Ki Gendeng Kuningan agar disusui oleh istri Ki Gendeng Kuningan, karena waktu itu Ki Gendeng Kuningan mempunyai putera yang sebaya dengan Pangeran Kuningan namanya Amung Gegetuning Ati yang oleh Syeh Syarif Hidayatullah diganti namanya menjadi Pangeran Arya Kamuning serta beliau memberikan amanat bahwa kelak dimana Pangeran Kuningan sudah dewasa akan dinobatkan menjadi Adipati Kuningan.

Setelah Pangeran Kuningandan Pangeran Arya Kamuning tumbuh dewasa, diperkirakan tepatnya pada bulan Muharam tanggal 1 September 1498 Masehi, Pangeran Kuningan dilantik menjadi kepala pemerintahan dengan gelar Pangeran Arya Adipati Kuningan dan dibantu oleh Arya Kamuning. Maka sejak itulah dinyatakan sebagai titik tolak terbentuknya pemerintahan Kuningan yang selanjutnya ditetapkan menjadi tanggal hari jadi Kuningan

Pemerintahan

Selain sebagai ibukota kabupaten dan ibukota kecamatan Kuningan juga merupakan salah satu kelurahan yang dipimpin oleh seorang lurah. Sebagai aparatur negara lurah dibantu oleh kepala dusun, aparatur kelurahan dan hansip. Satu dusun atau kampung biasanya merupakan satu RW (Rukun Warga) yang membawahi beberapa RT (Rukun tetangga). RW dipimpin oleh Ketua RW dan RT dipimpin oleh Ketua RT.

Profil Daerah

Batas Wilayah

Batas wilayah kelurahan Kuningan

  • Di sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Purwawinangun.
  • Di sebelah selatan berbatasan dengan desa Cibinuang.
  • Di sebelah barat berbatasan dengan kelurahan Awirarangan.
  • Di sebelah timur berbatasan dengan kelurahan Awirarangan.

Geografis

Kelurahan Kuningan terletak di kaki gunung Ciremai,dialiri oleh sungai Citamba. Kontur wilayahnya sedikit berbukit di sebelah dan juga rata sedikit berkontur . Keadaan iklim kelurahan Kuningan dipengaruhi oleh iklim tropis dan angin muson, dengan temperatur bulanan berkisar antara 18° C - 32° C serta curah hujan berkisar antara 2.000 mm - 2.500 mm per tahun. Pergantian musim terjadi antara bulan November - Mei adalah musim hujan dan antara bulan Juni - Oktober adalah musim kemarau.

Ekonomi

Sebagai ibukota kabupaten kelurahan Kuningan menjadi sentra bisnis dan pemerintahan di Kabupaten Kuningan

Pertanian

Tidak banyak lahan pertanian.

Perkebunan

Tidak banyak lahan perkebunan.

Demografi

Kelurahan Kuningan banyak terdiri dari para pendatang. Penduduk kelurahan Kuningan berjumlah 12096 orang, terdiri dari:

  • 5688 orang laki-laki
  • 6408 orang perempuan

Kode Pos 45511

Pendidikan

banyak terdapat pusat pendidikan dari mlai TK sampai ke SMU semua ada disini. Sekolah dasar yanga ada di kelurahan Kuningan antara lain:

  • SDN Kuningan I (terletak di Jl. Siliwangi No. 103)
  • SDN Kuningan II (terletak di Jl. Veteran No. 33)
  • SDN Kuningan III (terletak di Jl. Babakan No. 194)
  • SDN Kuningan IV (terletak di Jl. Aria Kamuning No. 30)
  • SDN Kuningan V (terletak di Jl. Ahmad Yani No. 473)
  • SDN Kuningan VII (terletak di Jl. Siliwangi No. 105)
  • SDN Kuningan IX (terletak di Jl. KepuhNo. 225)
  • SDN Kuningan X (terletak di Jl. Veteran No. 56)
  • SDN Kuningan XI (terletak di Jl. Puspalubis No. 157 A)

Sekolah Menengah Pertama yanga ada di kelurahan Kuningan antara lain:

  • SMPN 1 Kuningan (terletak di Jl. Siliwangi No. 74)
  • SMPN 2 Kuningan (terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 136)
  • SMPN 3 Kuningan (terletak di Jl. Pramuka No. 194)
  • SMPN 7 Kuningan (terletak di Jl. Aruji Kartawinata No.4)

Sekolah Menengah Umum yanga ada di kelurahan Kuningan antara lain:

  • SMUN 1 Kuningan (terletak di Jl. Siliwangi No. 103)
  • SMUN 2 Kuningan (terletak di Jl. Aruji kartawinata No. 16)
  • SMUN 3 Kuningan (terletak di Jl. Siliwangi No. 13)
  • SMU Kosgoro (terletak di Jl. Aruji kartawinata No. 119)

Sekolah Menengah Kejuruan yanga ada di kelurahan Kuningan antara lain:

  • SMK YAMSIK (terletak di Jl. Ir. Juanda No. 93)

Akses Transportasi

Semua angkot jurasan kota masuk ke wilayah kelurahan Kuningan.