Puncak Abad Pertengahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Revisi sejak 10 Agustus 2022 01.05 oleh 103.170.100.20 (bicara) (menghapus kata yang tidak penting)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Puncak Abad Pertengahan
Daerah Eropa dan Mediterania

Peta besar
Eropa dan Mediterania, sek. 1190
Kepulauan Britania
  Irlandia
  Wales
  Kerajaan Inggris
  Kerajaan Skotlandia
Erpa Utara
  Kerajaan Norwegia
  Kerajaan Swedia
  Kerajaan Denmark
Eropa Timur
  Estonia
  Lithuania
  Prussia
  Kerajaan Polandia
  Kepangeranan Polotsk
  Wilayah Novgorod
  Kiev
  Viatka
  Kama-Bulgaria
Semenanjung Iberia
  Kerajaan Portugal
  Kerajaan León
  Kerajaan Castile
  Kerajaan Navarre
  Kerajaan Aragon
Eropa Tengah
  Kerajaan Prancis
  Kekaisaran Romawi Suci
  Kerajaan Jerman
Seenanjung Apennine
  Kerajaan Italia
  Korsika
  Sardinia
  Norman 2 Sisilia
Balkan
  Kerajaan Hongaria
  Servia
  Bulgaria
  Kekaisaran Bizantium
Asia Tengah
  Cumaus atau Polovsia
  Khazar
  Alan
  Kassog
  Georgia
Timur Tengah
  Seljuk Rum
  Armenia
  Dominion Shaharmen
  Atabek Ildijiz
  Kurdistan
  Kekuasaan Salahudin
  Kepangeranan Antiokia
  Kounti Tripoli
Afrika Utara
  Dominion Almohad
Perang Salib
  (Garis penuh) Perang Salib Kedua Louis VII dan Conrad III
  (Garis dan titik) Perang Salib Ketiga Richard I, Phillip II, dan Fredrick I

Peta Kecil
Eropa Tengah
Wilayah Guelf, Hohenstaufen, dan Ascanian di Jerman sekitar tahun 1176
   Kadipaten Saxony
   Margravate Brandenburg
   Kadipaten Franconia
   Kadipaten Swabia
   Kadipaten Bavaria

Puncak Abad Pertengahan adalah periode dalam sejarah Eropa untuk masa sekitar abad ke-11 hingga 13 M (awal tahun 1000–1200). Abad Pertengahan Tinggi didahului oleh Abad Pertengahan Awal dan dilanjutkan oleh Abad Pertengahan Akhir.

Hal penting pada Puncak Abad Pertengahan adalah peningkatan jumlah penduduk yang sangat cepat di Eropa, yang membawa perubahan sosial dan politik yang besar dari masa sebelumnya. Pada tahun 1250, peningkatan jumlah penduduk berdampak baik bagi ekonomi, mencapai suatu tingkat yang baru dapat dicapai di daerah tersebut sekitar abad ke-19. Hal ini diakhiri pada Abad Pertengahan Akhir oleh adanya serangkaian bencana, yang paling terkenal adalah Kematian Hitam namun selain itu juga oleh banyaknya perang dan tersendatnya ekonomi.

Sejak tahun 1000, Eropa Barat mengalami invasi barbar terakhir dan menjadi lebih terorganisir secara politik. Bangsa Viking bermukim di Kepulauan Britania, Prancis, dan banyak tempat lainnya, sedangkan kerajaan-kerajaan Kristen Nordik berkembang di tanah asal mereka di Skandinavia. Bangsa Magyar telah meghentikan perluasan mereka pada abad ke-10, dan pada tahun 1000, Kerajaan Kristen Hongaria didirikan di Eropa Tengah. Tidak ada serangan besar-besaran dari luar Eropa, kecuali invasi singkat oleh bangsa Mongol.

Pada abad ke-11, penduduk di sebelah utara Alpen mulai mencari tanah baru untuk dijadikan pemukiman, beberapa di antara mereka kembali ke hutan belantara setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi. Dalam peristiwa yang kini dikenal sebagai "pembukaan besar", hutan-hutan dan rawa luas di Eropa dibuka dan diolah. Pada saat yang sama pemukiman bergerak keluar dari perbatasan tradisional Kerajaan Frank menuju perbatasan baru di Eropa timur, di seberang Sungai Elbe, meningkatkan wilayah Jerman sampai tiga kali lipat dalam prosesnya. Gereja Katolik yang masih kuat memanggil pasukan-pasukan dari seluruh Eropa untuk melakukan serangkaian Perang Salib melawan Turki Seljuk, yang menduduki Tanah Suci, yang dalam prosesnya orang Eropa mendirikan negara-negara Salib di Levant. Peperangan lainnya berujung pada kolonisasi Baltik, sementara kerajaan-kerajaan Kristen merebut Semenanjung Iberia dari kekuasaan Moor, dan bangsa Norman mengolonisasi Italia selatan.

Puncak Abad Pertengahan menghasilkan banyak karya intelektual, spiritual, dan seni. Masa ini ditandai dengan kebangkitan negara bangsa modern di Eropa Barat dan berkembangnya negara kota-negara kota di Italia. Penemuan kembali karya-karya Aristoteles membuat Thomas Aquinas dan para pemikir lainnya mengembangkan filsafat Skolastisisme. Dalam bidang arsitektur, banyak katedral Goth yang dibangun atau disselesaikan pada masa ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]