Lompat ke isi

Bilangan 27

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bilangan 27 (disingkat Bil 27) adalah bagian dari Kitab Bilangan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang ditulis oleh Musa.[1][2]

  • Naskah sumber utama: Masoretik, Taurat Samaria, Septuaginta dan Naskah Laut Mati.
  • Pasal ini terdiri dari 23 ayat.
  • Berisi aturan mengenai hak waris bagi anak-anak perempuan, khususnya bila keluarga tersebut tidak mempunyai anak laki-laki, berdasarkan kasus anak-anak perempuan Zelafehad dari suku Manasye. Selain itu juga mencatat kisah penting mengenai pengangkatan Yosua bin Nun menjadi pengganti Musa, kelak setelah Musa menyelesaikan masa tugasnya.
"Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan."[3]

Hukum Ibrani tidak menyediakan warisan tanah bagi keturunan apabila seorang ayah tidak berputra. Karena itu Allah menetapkan peraturan bahwa seorang putri dapat mewarisi tanah keluarganya (ayat Bilangan 27:3–11). Hukum ini menunjukkan tempat martabat dan kehormatan yang diberi kepada wanita di Israel.[4]

Hak waris bagi anak-anak perempuan

[sunting | sunting sumber]
  • 27:9 Jika dia tidak memiliki anak perempuan, kamu harus memberikan milik pusaka itu kepada saudara-saudaranya laki-laki.
  • 27:10 Jika dia tidak mempunyai saudara laki-laki, kamu harus memberikan tanah pusaka itu kepada saudara laki-laki dari ayahnya.
  • 27:11 Jika ayahnya tidak mempunyai saudara laki-laki, kamu harus memberikan milik pusaka itu kepada kerabat terdekat di antara keluarganya.
  • Itulah ketetapan hukum bagi umat Israel seperti yang TUHAN perintahkan kepada Musa.
Lalu ia (Musa) meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintahnya, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.[5]

Tradisi penumpangan tangan untuk pengangkatan seseorang menjadi petugas bagi Tuhan dimulai oleh Musa, dan kemudian dilakukan juga oleh rasul-rasul/murid-murid Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.[6]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Bilangan 27:8
  4. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  5. ^ Bilangan 27:23
  6. ^ The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]