Lompat ke isi

Evie Tamala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Evie Tamala
LahirCucu Suryaningsih
23 Juni 1969 (umur 54)
Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
Nama lainEvie Tamala
PekerjaanAktris
Penyanyi
Suami/istriHeru
Malik
Karier musik
GenreDangdut
Tahun aktif1982—sekarang
Label
Artis terkaitCici Paramida, Ikke Nurjanah, Ine Sinthya, Iis Dahlia, Rita Sugiarto, Rhoma Irama, Camelia Malik, Iyeth Bustami
Instagram: evietamala236 Spotify: 4iYsV7WWVZjXrGjer4IReX iTunes: 1195577143 Musicbrainz: b68a3969-319a-462f-942b-cd35581414fc Allmusic: mn0002098159 Edit nilai pada Wikidata

Evie Tamala (lahir 23 Juni 1969) adalah seorang penyanyi dangdut dan aktris berkebangsaan Indonesia. Penyanyi yang memiliki nama asli Cucu Suryaningsih ini terkenal dengan lagunya Selamat Malam, Cinta Ketok Magic dan Dokter Cinta.

Karier[sunting | sunting sumber]

Bungsu dari 6 bersaudara ini mengawali kariernya pada tahun 1982 sebagai penyanyi panggung dan tergabung dalam sebuah group Orkes Melayu Sinar Remaja. Pada waktu itu, Evie menggunakan nama panggung Uce Arifina. Kelompok orkesnya tidak hanya manggung di Tasikmalaya, tapi juga sampai Bandung. Sampai suatu hari Muchtar B seorang pencipta lagu dangdut terkenal yang juga sekaligus sebagai produser mendengar ciri khas suaranya yang begitu lembut dan merdu. Singkat cerita, Evie yang saat itu masih menggunakan nama panggungnya masuk dapur rekaman pada tahun 1986-1987 untuk menggarap album yang berjudul Sesuap Nasi dan Sesuka Hatinya. Sebagian lagu-lagunya merupakan hasil Muchtar B, pencipta sekaligus produsernya sendiri.

Sayangnya hasil rekaman album awal Evie tersebut gagal bahkan kasetnya tidak beredar di pasaran. Dengan semangat yang dimiliki Evie, pada tahun 1988 dia membuat album keduanya dengan lagu Tang Ting Tong Der yang juga hasil ciptaan Muchtar B dan direkam di atas pita MSC Records. Album keduanya belum juga mampu mengangkat nama Evie di belantika musik dangdut tanah air.

Saat itulah ia mulai menggunakan nama panggung Evie Tamala. Tidak diketahui dari mana inspirasi nama Evie. Sedangkan Tamala diambil dari nama kota kelahirannya, Tasikmalaya.

Satu tahun kemudian (1989) Evie membuat album ketiganya, "Dokter Cinta". Album ini meledak di pasaran dan mampu mendongkrak nama Evie sejajar dengan penyanyi dangdut lainnya, seperti Elvy Sukaesih, Camelia Malik maupun Rita Sugiarto. Konon kesuksesan tersebut juga karena video klip lagu “Dokter Cinta menyertakan Doyok yang bertingkah jenaka dengan keluwesan tubuhnya. Keberhasilan tersebut disusul oleh kesuksesan album-album berikutnya, antara lain Hari-Hari Cinta (1990), Aduh Sayang (1991), Cinta Ketok Magic (1991), Cinta Parabola (1992), Rambut (1992), Album Jawa, Kangen (1993), Kangmas (1994), Rembulan Malam (1994), Selamat Malam (1995), Duka & Lukaku (1996), Suara Hati (1997), Kandas (Cinta Terlarang) di Album TUMBAL ft Imron Sadewo (Moneta Grup Surabaya) (1998), Aku Rindu Padamu di Album Kasmaran (1999), Lagu-lagu & Puisi Kisah (2000), Kerinduan (2001), Album Pop Sunda Tunggara (2001), Album Asmara (2002), Jatuh Cinta Lagi (2002), Selamat Datang Cinta (2005), Indahnya (2007), Asmaul Husna (2010). Kesuksesan tersebut membuat Evie menjadi produser untuk penyanyi-penyanyi berbakat sehingga mampu terjual dipasaran.

Kesuksesan album Rembulan Malam pada 1994 yang mana sang pencipta lagu berbeda dari sebelumnya (ciri khas Muchtar B), membuatnya seolah berubah arah pula. Hal ini dikarenakan sejak meledaknya album Rembulan Malam ini, karakter vokal Evie semakin cocok untuk lagu-lagu romantis, melankolis, lembut dengan berbagai sentuhan dan notasi yang penuh warna di ambil dari berbagai genre, seperti masuknya unsur blues, klasik, swing, dan lainnya. Sejak saat itulah, awal kiblat yang dulunya ke Muchtar B, berubah ke Aliek Ababil dengan sentuhan yang berbeda seperti sudah dijelaskan di atas. Contoh di album Selamat Malam yang sangat sukses meledak di pasaran, lagu-lagu di dalam album tersebut lebih berwarna sentuhan musiknya, terutama untuk lagu Dia Adalah Dia. Dan setelah itu Evie juga meluncurkan album Suara Hati yang lebih dan lebih berwarna lagi sentuhan musiknya dari album Selamat Malam. Bahkan untuk beberapa lagunya bisa dikatakan bukan seperti lagu-lagu Dangdut pada umumnya. Misalnya pada lagu Seribu Purnama, Malam Ini, Ku Ingin, dan beberapa lagu lainnya serta album setelahnya. Dari berbagai explorasi tersebut, ternyata Evie seakan lebih nyaman dengan lagu-lagu Dangdut romantis, melankolis, lembut dengan berbagai "kolaborasi" genre di dalamnya. Belum lagi kata-kata yang terucap sebelum atau saat intro lagu nan puitis juga menggambarkan bahwa Evie Tamala sudah mapan dengan karakter Dangdutnya saat ini.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Evie pernah menikah dengan Heru. Pernikahan ini tidak mampu bertahan, mereka pun bercerai. Mereka berpisah lantaran mereka tidak punya keturunan. Tahun 2003, Evie menikah lagi dengan Malik. Sampai saat ini pernikahan mereka belum dikaruniai keturunan.

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Dangdut[sunting | sunting sumber]

  • Tang Ting Tong Der (1988)
  • Dokter Cinta (1989)
  • Hari-Hari Cinta (1990)
  • Aduh Sayang (1991)
  • Cinta Ketok Magic (1992)
  • Rambut (1993)
  • Kangen (1994)
  • Kangmas (1994)
  • Rembulan Malam (1994)
  • Senandung Rembulan (1995, album duet bersama Imam S. Arifin)
  • Rahasia Cinta (1995)
  • Selamat Malam (1996)
  • Duka & Lukaku (1996)
  • Dangdut Disco Remix Selamat Malam (1997)
  • Suara Hati (1998)
  • Best Of The Best Evie Tamala 1999 (1999) [album kompilasi]
  • Kasmaran (1999)
  • Album Cinta (2000) [album kompilasi]
  • Best Of The Best Evie Tamala - AMI Sharp Award (2000) [album kompilasi]
  • Kerinduan (2000) [album kompilasi]
  • Asmara (2002)
  • Selamat Datang Cinta (2005) [album kompilasi]
  • Getar Suara Hati (2006) [album kompilasi]
  • Indahnya (2006)
  • 30 Tahun Suara Cinta (2015)
  • Dikau (2016) [single]
  • Belahan Jiwa (2023) [single]
  • Menepuk Air Didulang (2023) [single]
  • Segenap Hati (2023) [single]

Pop Sunda[sunting | sunting sumber]

  1. Cinta Ketok Magic (1991)
  2. Cinta Parabola (1992)
  3. Tunggara (2001)
  4. Pop Sunda : Kembang Hareupan (2007)
  5. Angin Peuting (2010)

Pop Jawa[sunting | sunting sumber]

  1. Kangen (1993)
  2. Yogya Priyangan (1994)

Religi[sunting | sunting sumber]

  • Asmaul Husna (2011)
  • Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah (2022) [single]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]