Neraka dalam Kekristenan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Gambar tentang neraka, karya Hieronymous Bosch (Abad 16)

Neraka dalam Kekristenan adalah sebuah tempat atau keadaan, sebagai penghakiman definitif Tuhan, tempat orang-orang berdosa, atau, dalam keyakinan orang Kristen, sebagai tempat setelah kematian.[1][2] Para teolog saat ini umumnya mengartikan Neraka sebagai konsekuensi logis dari menolak penyatuan dengan Tuhan dan keadilan serta belas kasihan Tuhan.[1]

Perbedaan kata dalam Ibrani dan Yunani, diterjemahkan sebagai "Neraka" di sebagian besar Alkitab berbahasa Inggris. Kata-kata tersebut antara lain:

  • "Gehenna" dalam Perjanjian Baru, digambarkan sebagai tempat di mana jiwa dan tubuh bisa hancur (Matius 10:28) dalam "api yang tak terpadamkan" (Markus 9:43). Kata tersebut diterjemahkan sebagai "Neraka" atau "api Neraka" dalam banyak versi bahasa Inggris.[4] Gehenna adalah tempat di luar tembok kota tempat mereka membakar sampah dan tempat para penderita kusta dan orang buangan, karenanya ada tangisan dan kertakan gigi.
  • Kata kerja bahasa Yunani ταρταρῶ (tartarō, berasal dari kata Tartarus), yang ditulis sekali dalam Perjanjian Baru (di 2 Petrus 2:4), hampir selalu diterjemahkan dengan frasa seperti "dilempar ke neraka". Beberapa terjemahan menerjemahkannya sebagai "Tartarus"; istilah ini, Holman Christian Standard Bible menyatakan: "Tartarus " adalah nama Yunani untuk tempat hukuman ilahi di bawah tanah yang lebih rendah daripada Hades" (2 Petrus 2:4).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Cross, F. L., Livingstone, E. (editors), The Oxford Dictionary of the Christian Church (Oxford University Press. 2005), article "Hell"
  2. ^ "Revelation 21:8" Diakses pada 21 Januari 2023.
  3. ^ New Bible Dictionary third edition, IVP 1996. Articles on "Hell", "Sheol".
  4. ^ catatan (RSV mg. "Gehenna": di Mark. 9:47)