Lompat ke isi

Kereta api Turangga: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
L.commander (bicara | kontrib)
Apri DAV (bicara | kontrib)
k Minor edit
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
(26 revisi perantara oleh 10 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{current related||Tabrakan kereta api Cicalengka 2024=date=January 2024}}
{{Infobox layanan kereta api
{{Infobox layanan kereta api
| box_width =
| box_width =
Baris 5: Baris 4:
| logo = Papannama KA Turangga DAOP 2.png
| logo = Papannama KA Turangga DAOP 2.png
| logo_width = 300
| logo_width = 300
| image = KA Turangga melintas langsung Stasiun Manggarai.jpg
| image = CC 206 15 07 Entering Bandung Railway Station.jpg
| image_width = 300
| image_width = 300
| caption = Kereta api Turangga melintasi [[Stasiun Manggarai]], sewaktu perjalanan dari [[Stasiun Gambir|Gambir]] tujuan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]] via [[Stasiun Bandung|Bandung]].
| caption = Lokomotif [[CC206]] sedang dirangkaikan kereta api Turangga di [[Stasiun Bandung]]
| jenis = Kereta api antarkota
| jenis = Kereta api antarkota
| status = Beroperasi
| status = Beroperasi
Baris 25: Baris 24:
| nomor = 65-66
| nomor = 65-66
| rel = Rel berat
| rel = Rel berat
| kelas = Eksekutif
| kelas = Eksekutif & Panoramic
| tempatduduk = 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)<br> ''kursi dapat direbahkan dan diputar''
| tempatduduk = * 50 tempat duduk disusun 2–2 (eksekutif) <br>''kursi dapat direbahkan dan diputar''
* 38 tempat duduk disusun 2-2 (''panoramic'')<br>''kursi dapat direbahkan dan diputar"
| restorasi = Ada
| restorasi = Ada
| jendela = Kaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
| jendela = Kaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Baris 36: Baris 36:
| kecepatan = 70-120 km/jam
| kecepatan = 70-120 km/jam
| pemilikjalur = [[Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Indonesia|Ditjen KA, Kemenhub RI]]
| pemilikjalur = [[Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Indonesia|Ditjen KA, Kemenhub RI]]
| nomorjadwal = 65–66
| nomorjadwal = 65A–66A
| map = {{BD-SGU|inline=y}}
| map_state = collapsed
}}
}}
'''Kereta api Turangga''' merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang dioperasikan oleh [[Kereta Api Indonesia]] (KAI) untuk melayani relasi [[Stasiun Bandung|Bandung]]–[[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]] di lintas selatan [[Pulau Jawa]]. Kereta api yang menempuh jarak sejauh 696 km dalam waktu sekitar 10 jam 14 menit<ref name="GAPEKA 2023: Pulau Jawa"/> ini memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada malam hari dan tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya serta kereta ini berlawanan dengan [[kereta api Argo Wilis]].
'''Kereta api Turangga''' merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif & ''panoramic'' yang dioperasikan oleh [[Kereta Api Indonesia]] (KAI) untuk melayani relasi [[Stasiun Bandung|Bandung]]–[[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]] di lintas selatan [[Pulau Jawa]]. Kereta api yang menempuh jarak sejauh 696 km dalam waktu sekitar 10 jam 14 menit<ref name="GAPEKA 2023: Pulau Jawa"/> ini memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada malam hari dan tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya serta kereta ini berlawanan dengan [[kereta api Argo Wilis]].


== Asal usul ==
== Asal usul ==
Baris 47: Baris 45:
== Sejarah ==
== Sejarah ==
{{sect-stub}}
{{sect-stub}}

=== '''Awal Pengoperasian (1995–2018)''' ===
[[Berkas:KATurangga.jpg|kiri|jmpl|Kereta api Turangga tiba di [[Stasiun Surabaya Gubeng]] menggunakan rangkaian kereta lama, 2011]]
[[Berkas:KATurangga.jpg|kiri|jmpl|Kereta api Turangga tiba di [[Stasiun Surabaya Gubeng]] menggunakan rangkaian kereta lama, 2011]]
Kereta api Turangga pertama kali beroperasi pada 1 September 1995 melayani rute Bandung-Surabaya dengan layanan kelas bisnis plus dan eksekutif.<ref name="50TahunPerumka"/> Sejak 11 Oktober 1999, ia hanya melayani kelas eksekutif dan beroperasi menggunakan rangkaian kereta baru dari [[INKA]] keluaran 1999, sedangkan rangkaian kelas bisnisnya dimutasi ke Malang untuk pengoperasian [[kereta api Gajayana]].
Kereta api Turangga pertama kali beroperasi pada 1 September 1995 melayani rute Bandung-Surabaya dengan layanan kelas bisnis plus dan eksekutif.<ref name="50TahunPerumka"/> Sejak 11 Oktober 1999, ia hanya melayani kelas eksekutif dan beroperasi menggunakan rangkaian kereta baru dari [[INKA]] keluaran 1999, sedangkan rangkaian kelas bisnisnya dimutasi ke Malang untuk pengoperasian [[kereta api Gajayana]].
Baris 52: Baris 52:
Sejak 19 Januari 2009, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta hasil penyehatan kereta buatan tahun 1960—sebagian besar warna tampak dalam kereta berwarna hijau.
Sejak 19 Januari 2009, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta hasil penyehatan kereta buatan tahun 1960—sebagian besar warna tampak dalam kereta berwarna hijau.


=== '''Pengoperasian Saat ini (2018–sekarang)''' ===
[[File:KA Turangga melintas langsung Stasiun Manggarai.jpg|Kereta api Turangga saat melintasi [[Stasiun Manggarai]] sewaktu masih melayani relasi {{Sta|Gambir}}–{{Sta|Bandung}}–{{Sta|Surabaya Gubeng}}.|jmpl|kiri]]
Sejak pertengahan tahun 2018, rangkaian kereta berbahan [[baja nirkarat]] buatan [[Industri Kereta Api]] (INKA) digunakan untuk pengoperasian kereta api Turangga. Dengan dikeluarkannya [[grafik perjalanan kereta api]] terbaru oleh [[Direktorat Jenderal Perkeretaapian]] dan Kereta Api Indonesia mulai tanggal 1 Desember 2019, rute kereta api Turangga diperpanjang hingga [[Stasiun Gambir]].<ref>{{Cite news|url=https://travel.kompas.com/read/2019/11/03/150000527/4-kereta-api-dari-dan-menuju-jakarta-yang-berubah-jadwal-per-1-desember-2019|title=4 Kereta Api Dari dan Menuju Jakarta yang Berubah Jadwal Per 1 Desember 2019|last=Supargo|first=Albert|date=|work=[[Kompas.com]]|language=id|access-date=2020-05-11|editor-last=Agmasari|editor-first=Silvita}}</ref> Per 1 September 2020, rute kereta api ini dikembalikan lagi menjadi seperti semula karena tingkat keterisian penumpang di rute Bandung–Jakarta dan sebaliknya menurun akibat pandemi Covid-19.
Sejak pertengahan tahun 2018, rangkaian kereta berbahan [[baja nirkarat]] buatan [[Industri Kereta Api]] (INKA) digunakan untuk pengoperasian kereta api Turangga. Dengan dikeluarkannya [[grafik perjalanan kereta api]] terbaru oleh [[Direktorat Jenderal Perkeretaapian]] dan Kereta Api Indonesia mulai tanggal 1 Desember 2019, rute kereta api Turangga diperpanjang hingga [[Stasiun Gambir]].<ref>{{Cite news|url=https://travel.kompas.com/read/2019/11/03/150000527/4-kereta-api-dari-dan-menuju-jakarta-yang-berubah-jadwal-per-1-desember-2019|title=4 Kereta Api Dari dan Menuju Jakarta yang Berubah Jadwal Per 1 Desember 2019|last=Supargo|first=Albert|date=|work=[[Kompas.com]]|language=id|access-date=2020-05-11|editor-last=Agmasari|editor-first=Silvita}}</ref> Per 1 September 2020, rute kereta api ini dikembalikan lagi menjadi seperti semula karena tingkat keterisian penumpang di rute Bandung–Jakarta dan sebaliknya menurun akibat pandemi Covid-19.


Mulai Tanggal 28 September 2022, bertepatan Hari Ulang Tahun [[Kereta Api Indonesia|PT Kereta api Indonesia]] ke 77 Tahun, Kereta api Turangga akan mengalami peningkatan kecepatan dari semula hanya 105 km/jam menjadi 120 km/jam<ref>{{Cite web|last=Farozy|first=Ikko Haidar|date=2022-09-08|title=Sambut Ulang Tahun KAI Ke-77, Semakin Banyak KA yang Semakin Cepat!|url=https://redigest.web.id/2022/09/sambut-ulang-tahun-kai-ke-77-semakin-banyak-ka-yang-semakin-cepat/|website=Railway Enthusiast Digest|language=id-ID|access-date=2022-09-09}}</ref>
Mulai Tanggal 28 September 2022, bertepatan Hari Ulang Tahun [[Kereta Api Indonesia|PT Kereta api Indonesia]] ke 77 Tahun, Kereta api Turangga akan mengalami peningkatan kecepatan dari semula hanya 105 km/jam menjadi 120 km/jam<ref>{{Cite web|last=Farozy|first=Ikko Haidar|date=2022-09-08|title=Sambut Ulang Tahun KAI Ke-77, Semakin Banyak KA yang Semakin Cepat!|url=https://redigest.web.id/2022/09/sambut-ulang-tahun-kai-ke-77-semakin-banyak-ka-yang-semakin-cepat/|website=Railway Enthusiast Digest|language=id-ID|access-date=2022-09-09}}</ref>


==== Perpindahan kepemilikan Daerah Operasi serta perubahan pola rangkaian ====
Mulai Tanggal 1 Juni 2023 bertepatan dengan pemberlakuan [[grafik perjalanan kereta api]] (Gapeka) 2023, KA Turangga akan saling bertukar rangkaian dengan [[Kereta api Argo Wilis]], yang direncanakan 2 Trainset Kereta api Turangga ini akan dimutasi 1 Trainset ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) untuk keperluan pengoperasian [[Kereta api Manahan]] sedangkan 1 Trainset nya lagi telah dimutasi ke Depo Kereta Bandung (BD) itupun Kereta api Turangga juga diambil alih operasional ke [[Daerah Operasi II Bandung]] dari [[Daerah Operasi VIII Surabaya]]. Pada tanggal 3 Juni 2023, dua hari setelah pemberlakuan Gapeka 2023 diikuti peluncuran layanan bagi kereta api lintas barat yaitu {{KA|Argo Parahyangan}}, rangkaian kereta ''Panoramic'' di kereta api Argo Wilis dan Turangga di jalur selatan [[Pulau Jawa]] kini beroperasi setiap [[akhir pekan]] dan [[Hari libur di Indonesia|hari libur nasional]] dengan nomor KA 5 dan 6 untuk KA Argo Wilis serta nomor 65 dan 66 untuk KA Turangga.<ref>{{cite news|url=https://bandung.kompas.com/read/2023/05/12/152139978/jadwal-ka-argo-parahyangan-bandung-jakarta-terbaru-berlaku-1-juni-2023?page=all|title=Jadwal KA Argo Parahyangan Bandung–Jakarta Terbaru, Berlaku 1 Juni 2023|last=Susanti|first=Reni|work=[[Kompas.com]]|publisher=[[KG Media]]|location=[[Bandung]]|date=12 Mei 2023|accessdate=18 Mei 2023}}</ref><ref>{{cite news|last=Nicha|first=Muslimawati|date=7 Juni 2023|title=Makin Diminati, Kereta Panoramic Sudah Layani 7.470 Penumpang hingga Mei 2023|url=https://kumparan.com/kumparanbisnis/makin-diminati-kereta-panoramic-sudah-layani-7-470-penumpang-hingga-mei-2023-20YQUsCCga4/full|work=[[Kumparan (situs web)|Kumparan]]|location=[[Jakarta]]|accessdate=10 Juni 2023}}</ref>
Mulai Tanggal 1 Juni 2023 bertepatan dengan pemberlakuan [[grafik perjalanan kereta api]] (Gapeka) 2023, KA Turangga akan saling bertukar rangkaian dengan [[Kereta api Argo Wilis]], yang direncanakan 2 Trainset Kereta api Turangga ini akan dimutasi 1 Trainset ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) untuk keperluan pengoperasian [[Kereta api Manahan]] sedangkan 1 Trainset nya lagi telah dimutasi ke Depo Kereta Bandung (BD) itupun Kereta api Turangga juga diambil alih operasional ke [[Daerah Operasi II Bandung]] dari [[Daerah Operasi VIII Surabaya]]. Pada tanggal 3 Juni 2023, dua hari setelah pemberlakuan Gapeka 2023 diikuti peluncuran layanan bagi kereta api lintas barat yaitu {{KA|Argo Parahyangan}}, rangkaian kereta ''Panoramic'' di kereta api Argo Wilis dan Turangga di jalur selatan [[Pulau Jawa]] kini beroperasi secara reguler dengan nomor KA 5 dan 6 untuk KA Argo Wilis serta nomor 65 dan 66 untuk KA Turangga.<ref>{{cite news|url=https://bandung.kompas.com/read/2023/05/12/152139978/jadwal-ka-argo-parahyangan-bandung-jakarta-terbaru-berlaku-1-juni-2023?page=all|title=Jadwal KA Argo Parahyangan Bandung–Jakarta Terbaru, Berlaku 1 Juni 2023|last=Susanti|first=Reni|work=[[Kompas.com]]|publisher=[[KG Media]]|location=[[Bandung]]|date=12 Mei 2023|accessdate=18 Mei 2023}}</ref><ref>{{cite news|last=Nicha|first=Muslimawati|date=7 Juni 2023|title=Makin Diminati, Kereta Panoramic Sudah Layani 7.470 Penumpang hingga Mei 2023|url=https://kumparan.com/kumparanbisnis/makin-diminati-kereta-panoramic-sudah-layani-7-470-penumpang-hingga-mei-2023-20YQUsCCga4/full|work=[[Kumparan (situs web)|Kumparan]]|location=[[Jakarta]]|accessdate=10 Juni 2023}}</ref>


== Pola pengoperasian ==
== Pola pengoperasian ==
Baris 90: Baris 93:
!Status
!Status
|-
|-
| rowspan="6" |[[Jawa Timur]]||[[Kota Surabaya|Surabaya]]||[[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]]
| rowspan="6" |[[Jawa Timur]]||[[Kota Surabaya]]||[[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]]
|{{rint|surabaya|b}} {{rint|surabaya|pd}} {{rint|surabaya|j}} {{rint|surabaya|s}} {{rint|surabaya|t}} {{rint|surabaya|fd7}}<br>Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Arjonegoro|Arjonegoro]], [[Kereta api Commuter Line Dhoho dan Penataran|Dhoho, Penataran]], [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Jenggala|Jenggala]], [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Sindro|Sindro]], [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Supas|Supas]], [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Tumapel|Tumapel]], dan angkutan pengumpan [[Wirawiri Suroboyo]]
|{{rint|surabaya|b}} {{rint|surabaya|dh}} {{rint|surabaya|pe}} {{rint|surabaya|j}} {{rint|surabaya|si}} {{rint|surabaya|sp}} {{rint|surabaya|t}} {{rint|surabaya|fd7}}<br>Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Arjonegoro|Arjonegoro]], [[Commuter Line Dhoho, Penataran, dan Tumapel|Dhoho, Penataran, Tumapel]], [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Jenggala|Jenggala]], [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Sindro|Sindro]], [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Supas|Supas]], dan angkutan pengumpan [[Wirawiri Suroboyo]]
|★
|★
|-
|-
|[[Kota Mojokerto|Mojokerto]]
|[[Kota Mojokerto]]
|[[Stasiun Mojokerto|Mojokerto]]
|[[Stasiun Mojokerto|Mojokerto]]
|{{rint|surabaya|pd}} {{rint|surabaya|j}}<br>Terintegrasi dengan Commuter Line [[Kereta api Commuter Line Dhoho dan Penataran|Dhoho]] dan [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Jenggala|Jenggala]]
|{{rint|surabaya|dh}} {{rint|surabaya|j}}<br>Terintegrasi dengan Commuter Line [[Commuter Line Dhoho, Penataran, dan Tumapel|Dhoho]] dan [[Kereta api lokal di Jawa Timur#Jenggala|Jenggala]]
|■
|■
|-
|-
|[[Kabupaten Jombang|Jombang]]||[[Stasiun Jombang|Jombang]]
|[[Kabupaten Jombang|Jombang]]||[[Stasiun Jombang|Jombang]]
| rowspan="2" |{{rint|surabaya|pd}}<br>Terintegrasi dengan Commuter Line [[Kereta api Commuter Line Dhoho dan Penataran|Dhoho]]
| rowspan="2" |{{rint|surabaya|dh}}<br>Terintegrasi dengan Commuter Line [[Commuter Line Dhoho, Penataran, dan Tumapel|Dhoho]]
|■
|■
|-
|-
Baris 108: Baris 111:
|-
|-
|[[Stasiun Nganjuk|Nganjuk]]
|[[Stasiun Nganjuk|Nganjuk]]
| rowspan="2" |–
|
|■
|■
|-
|-
|[[Kota Madiun|Madiun]]
|[[Kota Madiun]]
|[[Stasiun Madiun|Madiun]]
|[[Stasiun Madiun|Madiun]]
|
|■
|■
|-
|-
| rowspan="4" |[[Jawa Tengah]]||[[Kota Surakarta|Surakarta]]||[[Stasiun Solo Balapan|Solo Balapan]]
| rowspan="4" |[[Jawa Tengah]]||[[Kota Surakarta]]||[[Stasiun Solo Balapan|Solo Balapan]]
| {{rint|yogyakarta|y}} {{rint|yogyakarta|as}} {{rint|yogyakarta|k2s}} {{rint|yogyakarta|k6s}} {{Rail-interchange|solo|k2s}} {{Rail-interchange|solo|k6s}}<br>Terintegrasi dengan [[kereta api Bandara Internasional Adisoemarmo]] dan memiliki jalan akses menuju [[Terminal Tirtonadi]]. Stasiun ini juga merupakan stasiun pemberhentian [[KRL Commuter Line Yogyakarta|Commuter Line Yogyakarta]]
| {{rint|yogyakarta|y}} {{rint|yogyakarta|as}} {{rint|yogyakarta|k2s}} {{rint|yogyakarta|k6s}} {{Rail-interchange|solo|k2s}} {{Rail-interchange|solo|k6s}}<br>Terintegrasi dengan [[kereta api Bandara Internasional Adisoemarmo]] dan memiliki jalan akses menuju [[Terminal Tirtonadi]]. Stasiun ini juga merupakan stasiun pemberhentian [[KRL Commuter Line Yogyakarta|Commuter Line Yogyakarta]]
|■
|■
Baris 126: Baris 128:
|[[Kabupaten Kebumen|Kebumen]]
|[[Kabupaten Kebumen|Kebumen]]
|[[Stasiun Kebumen|Kebumen]]
|[[Stasiun Kebumen|Kebumen]]
| rowspan="2" |–
|
|■
|■
|-
|-
|[[Kabupaten Cilacap|Cilacap]]
|[[Kabupaten Cilacap|Cilacap]]
|[[Stasiun Kroya|Kroya]]
|[[Stasiun Kroya|Kroya]]
|
|■
|■
|-
|-
|[[Daerah Istimewa Yogyakarta]]
|[[Daerah Istimewa Yogyakarta]]
|[[Kota Yogyakarta|Yogyakarta]]
|[[Kota Yogyakarta]]
|[[Stasiun Yogyakarta|Yogyakarta]]
|[[Stasiun Yogyakarta|Yogyakarta]]
| {{rint|yogyakarta|y}} {{rint|yogyakarta|blue}} {{rint|yogyakarta|ya}}<br>Terintegrasi dengan Commuter Line [[Prambanan Ekspres]] dan [[Kereta api Bandara Internasional Yogyakarta|Lin Yogyakarta International Airport]]. Stasiun ini merupakan stasiun ujung barat dari [[KRL Commuter Line Yogyakarta|Commuter Line Yogyakarta]].
| {{rint|yogyakarta|y}} {{rint|yogyakarta|blue}} {{rint|yogyakarta|ya}}<br>Terintegrasi dengan Commuter Line [[Prambanan Ekspres]] dan [[Kereta api Bandara Internasional Yogyakarta|Lin Yogyakarta International Airport]]. Stasiun ini merupakan stasiun ujung barat dari [[KRL Commuter Line Yogyakarta|Commuter Line Yogyakarta]].
Baris 141: Baris 142:
|-
|-
| rowspan="5" |[[Jawa Barat]]
| rowspan="5" |[[Jawa Barat]]
|[[Kota Banjar|Banjar]]||[[Stasiun Banjar|Banjar]]
|[[Kota Banjar]]||[[Stasiun Banjar|Banjar]]
| rowspan="3" |–
|
|■
|■
|-
|-
|[[Kabupaten Ciamis|Ciamis]]||[[Stasiun Ciamis|Ciamis]]
|[[Kabupaten Ciamis|Ciamis]]||[[Stasiun Ciamis|Ciamis]]
|
|■
|■
|-
|-
|[[Kota Tasikmalaya|Tasikmalaya]]
|[[Kota Tasikmalaya]]
|[[Stasiun Tasikmalaya|Tasikmalaya]]
|[[Stasiun Tasikmalaya|Tasikmalaya]]
|
|■
|■
|-
|-
|[[Kabupaten Garut|Garut]]
| [[Kabupaten Garut|Garut]]
|[[Stasiun Cipeundeuy|Cipeundeuy]]
| {{sta|Cipeundeuy}}
| Stasiun untuk pemeriksaan sarana kereta.
|Terletak di dekat Jalan Lintas Selatan Jawa
|■
|■
|-
|-
|[[Kota Bandung|Bandung]]
|[[Kota Bandung]]
|[[Stasiun Bandung|Bandung]]
|[[Stasiun Bandung|Bandung]]
|{{Rint|bandung|2d}} {{Rint|bandung|3d}} {{Rint|bandung|4d}}<br>Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line [[Kereta api Commuter Line Bandung Raya|Bandung Raya]], [[Kereta api Commuter Line Garut|Garut]], dan bus [[Trans Metro Pasundan]]
|{{rint|bandung|b}} {{rint|bandung|c}} {{Rint|bandung|2d}} {{Rint|bandung|3d}} {{Rint|bandung|4d}}<br>Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line [[Kereta api Commuter Line Bandung Raya|Bandung Raya]], [[Kereta api Commuter Line Garut|Garut]], dan bus [[Trans Metro Pasundan]]
|★
|★
|-
|}
|}
'''Legenda'''
'''Legenda'''
Baris 178: Baris 176:
<gallery>
<gallery>
Berkas:Turangga.jpg|Kereta api Turangga saat melintas di pegunungan [[Parahyangan|Priangan]]
Berkas:Turangga.jpg|Kereta api Turangga saat melintas di pegunungan [[Parahyangan|Priangan]]
Berkas:Kereta api Turangga stasiun Madiun.JPG|Kereta api Turangga saat memasuki [[Stasiun Madiun]], 2015
</gallery>
</gallery>


Baris 183: Baris 182:
Pada 30 Maret 2023, [[Lokomotif CC206|lokomotif CC 206 13 99 BD]] yang menarik KA Turangga menabrak truk pakan ternak di perlintasan kereta api nomor 76 antara Stasiun Jombang-Stasiun Sembung di Jatipelem, Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kecelakaan disebabkan karena truk yang mogok saat berada di perlintasan. Lokomotif CC 206 13 99 ringsek, sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun lalu lintas kereta api lintas tengah dan selatan Jawa di koridor [[Surakarta]]–[[Surabaya]] terganggu.<ref>{{Cite news|url=https://www.beritasatu.com/nusantara/1035453/kereta-api-turangga-tabrak-truk-pengangkut-pakan-ternak-di-jombang|title=KA Turangga Tabrak Truk Pengangkut Pakan Ternak|last=Beritasatu.com|newspaper=beritasatu.com|access-date=2023-04-02}}</ref>
Pada 30 Maret 2023, [[Lokomotif CC206|lokomotif CC 206 13 99 BD]] yang menarik KA Turangga menabrak truk pakan ternak di perlintasan kereta api nomor 76 antara Stasiun Jombang-Stasiun Sembung di Jatipelem, Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kecelakaan disebabkan karena truk yang mogok saat berada di perlintasan. Lokomotif CC 206 13 99 ringsek, sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun lalu lintas kereta api lintas tengah dan selatan Jawa di koridor [[Surakarta]]–[[Surabaya]] terganggu.<ref>{{Cite news|url=https://www.beritasatu.com/nusantara/1035453/kereta-api-turangga-tabrak-truk-pengangkut-pakan-ternak-di-jombang|title=KA Turangga Tabrak Truk Pengangkut Pakan Ternak|last=Beritasatu.com|newspaper=beritasatu.com|access-date=2023-04-02}}</ref>


Pada 5 Januari 2024 pukul 06.03 WIB, kereta api Turangga nomor PLB 65A relasi Surabaya Gubeng–Bandung yang ditarik lokomotif CC 206 13 97 mengalami tabrakan antarkereta dengan [[Commuter Line Bandung Raya]] nomor 350 relasi Padalarang–Cicalengka yang ditarik oleh lokomotif CC 201 77 17 CN dengan livery ''Vintage'' di Cikuya, [[Cicalengka, Bandung|Cicalengka]], [[Kabupaten Bandung]], [[Jawa Barat]]. Kecelakaan ini terjadi di sinyal masuk [[Stasiun Cicalengka]] atau KM 181 +700. Kejadian ini menyebabkan 4 orang tewas, yaitu Masinis KA Bandung Raya, Asisten Masinis KA Bandung Raya, Petugas keamanan KA Bandung Raya, dan Pramugara KA Turangga. Sementara itu dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuter Line sebanyak 191 penumpang, sebanyak 37 penumpang mengalami luka ringan.<ref>{{Cite web|last=Asih|first=Restu Wahyuning|date=2024-01-05|title=Masinis KA Bandung Raya Meninggal Dunia, Masinis KA Turangga Selamat|url=https://ekonomi.bisnis.com/read/20240105/98/1729725/masinis-ka-bandung-raya-meninggal-dunia-masinis-ka-turangga-selamat|website=Bisnis.com|language=id|access-date=2024-01-05}}</ref> Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api lintas selatan Jawa di koridor {{sta|Bandung}}–[[Stasiun Kroya|Kroya]] terganggu.<ref>{{Cite news|title=Breaking News! Tabrakan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka Bandung|url=https://www.kompas.tv/regional/474507/breaking-news-tabrakan-ka-turangga-dan-ka-lokal-bandung-raya-di-cicalengka-bandung|last=Rahmawati|first=Fiqih|work=[[Kompas TV]]|location=[[Bandung]]|publisher=[[KG Media]]|language=id|access-date=2024-01-05}}</ref> [[Tabrakan kereta api Cicalengka 2024|<small>[Informasi lebih lanjut<nowiki>]</nowiki></small>]]
{{main article|Tabrakan kereta api Cicalengka 2024}}
Pada 5 Januari 2024 pukul 06:03 WIB, kereta api Turangga nomor PLB 65A relasi Surabaya Gubeng–Bandung yang ditarik lokomotif CC 206 13 97 mengalami kecelakaan antarkereta dengan [[Kereta api Commuter Line Bandung Raya]] nomor 350 relasi Padalarang–Cicalengka yang ditarik oleh lokomotif CC 201 77 17 CN dengan livery ''Vintage'' di Cikuya, [[Cicalengka, Bandung|Cicalengka]], [[Kabupaten Bandung]], [[Jawa Barat]]. Kecelakaan ini terjadi di sinyal masuk [[Stasiun Cicalengka]] atau KM 181 +700. Kejadian ini menyebabkan 4 orang tewas, yaitu Masinis KA Bandung Raya, Asisten Masinis KA Bandung Raya, Pramugara KA Turangga dan PAM Security Stasiun Cimekar. Sementara itu dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuterline sebanyak 191 penumpang, sebanyak 37 penumpang mengalami luka ringan.<ref>{{Cite web|last=Asih|first=Restu Wahyuning|date=2024-01-05|title=Masinis KA Bandung Raya Meninggal Dunia, Masinis KA Turangga Selamat|url=https://ekonomi.bisnis.com/read/20240105/98/1729725/masinis-ka-bandung-raya-meninggal-dunia-masinis-ka-turangga-selamat|website=Bisnis.com|language=id|access-date=2024-01-05}}</ref> Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api lintas selatan Jawa di koridor {{sta|Bandung}}–{{sta|Kutoarjo}} terganggu.<ref>{{Cite news|title=Breaking News! Tabrakan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka Bandung|url=https://www.kompas.tv/regional/474507/breaking-news-tabrakan-ka-turangga-dan-ka-lokal-bandung-raya-di-cicalengka-bandung|last=Rahmawati|first=Fiqih|work=[[Kompas TV]]|location=[[Bandung]]|publisher=[[KG Media]]|language=id|access-date=2024-01-05}}</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==

Revisi terkini sejak 19 Mei 2024 13.16

Kereta api Turangga
Lokomotif CC206 sedang dirangkaikan kereta api Turangga di Stasiun Bandung
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
Mulai beroperasi1 September 1995[1]
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalBandung
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh696 km
Waktu tempuh rerata10 jam 14 menit[2]
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari pada jadwal malam
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif & Panoramic
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2–2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 38 tempat duduk disusun 2-2 (panoramic)
    kursi dapat direbahkan dan diputar"
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara, dan selimut
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70-120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal65A–66A

Kereta api Turangga merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif & panoramic yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi BandungSurabaya Gubeng di lintas selatan Pulau Jawa. Kereta api yang menempuh jarak sejauh 696 km dalam waktu sekitar 10 jam 14 menit[2] ini memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada malam hari dan tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya serta kereta ini berlawanan dengan kereta api Argo Wilis.

Asal usul[sunting | sunting sumber]

Nama Turangga diambil dari nama hewan yang menurut kepercayaan rakyat setempat, Turangga merupakan nama lain dari kuda tunggangan para bangsawan Jawa. Kuda ini menjadi lambang kendaraan yang kencang dan tahan berbagai situasi. Penamaan ini jelas bermaksud agar Kereta api Turangga mampu memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan dan kebanggaan penumpangnya.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]


Awal Pengoperasian (1995–2018)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Turangga tiba di Stasiun Surabaya Gubeng menggunakan rangkaian kereta lama, 2011

Kereta api Turangga pertama kali beroperasi pada 1 September 1995 melayani rute Bandung-Surabaya dengan layanan kelas bisnis plus dan eksekutif.[1] Sejak 11 Oktober 1999, ia hanya melayani kelas eksekutif dan beroperasi menggunakan rangkaian kereta baru dari INKA keluaran 1999, sedangkan rangkaian kelas bisnisnya dimutasi ke Malang untuk pengoperasian kereta api Gajayana.

Sejak 19 Januari 2009, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta hasil penyehatan kereta buatan tahun 1960—sebagian besar warna tampak dalam kereta berwarna hijau.

Pengoperasian Saat ini (2018–sekarang)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Turangga saat melintasi Stasiun Manggarai sewaktu masih melayani relasi GambirBandungSurabaya Gubeng.

Sejak pertengahan tahun 2018, rangkaian kereta berbahan baja nirkarat buatan Industri Kereta Api (INKA) digunakan untuk pengoperasian kereta api Turangga. Dengan dikeluarkannya grafik perjalanan kereta api terbaru oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Kereta Api Indonesia mulai tanggal 1 Desember 2019, rute kereta api Turangga diperpanjang hingga Stasiun Gambir.[4] Per 1 September 2020, rute kereta api ini dikembalikan lagi menjadi seperti semula karena tingkat keterisian penumpang di rute Bandung–Jakarta dan sebaliknya menurun akibat pandemi Covid-19.

Mulai Tanggal 28 September 2022, bertepatan Hari Ulang Tahun PT Kereta api Indonesia ke 77 Tahun, Kereta api Turangga akan mengalami peningkatan kecepatan dari semula hanya 105 km/jam menjadi 120 km/jam[5]

Perpindahan kepemilikan Daerah Operasi serta perubahan pola rangkaian[sunting | sunting sumber]

Mulai Tanggal 1 Juni 2023 bertepatan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2023, KA Turangga akan saling bertukar rangkaian dengan Kereta api Argo Wilis, yang direncanakan 2 Trainset Kereta api Turangga ini akan dimutasi 1 Trainset ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) untuk keperluan pengoperasian Kereta api Manahan sedangkan 1 Trainset nya lagi telah dimutasi ke Depo Kereta Bandung (BD) itupun Kereta api Turangga juga diambil alih operasional ke Daerah Operasi II Bandung dari Daerah Operasi VIII Surabaya. Pada tanggal 3 Juni 2023, dua hari setelah pemberlakuan Gapeka 2023 diikuti peluncuran layanan bagi kereta api lintas barat yaitu Argo Parahyangan, rangkaian kereta Panoramic di kereta api Argo Wilis dan Turangga di jalur selatan Pulau Jawa kini beroperasi secara reguler dengan nomor KA 5 dan 6 untuk KA Argo Wilis serta nomor 65 dan 66 untuk KA Turangga.[6][7]

Pola pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Di Gapeka 2023, kereta api Argo Wilis dan Turangga menggunakan sistem tukar rangkaian dengan pola operasi "tiga rangkaian & empat perjalanan" dimana mereka saling bertukar rangkaian satu sama lain. Misalnya, Turangga 66 berangkat dari Stasiun Bandung pukul 18.10 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 04.20 WIB. Sesampainya di Surabaya, eks rangkaian Turangga 66 akan 'berganti nama' menjadi Argo Wilis 5 keberangkatan dari Surabaya Gubeng pukul 08.15 WIB. Begitu pula kedatangan Argo Wilis 6, pukul 17.35 WIB di Surabaya Gubeng juga akan berganti nama menjadi Turangga 65 untuk keberangkatan pukul 20.00 dari Surabaya Gubeng.

Namun, berbeda dengan kedatangan ataupun keberangkatan KA Turangga dan Argo Wilis di Stasiun Bandung yang tidak memungkinkan untuk "bertukar" kembali layaknya di Stasiun Surabaya Gubeng. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibutuhkan satu trainset "cadangan ke-3" yang akan digunakan kembali. Ketika KA Turangga dari Surabaya Gubeng datang di Stasiun Bandung pukul 06.17, maka rangkaian eks Turangga akan "tidur" di Depo Kereta Api Bandung dan satu trainset "cadangan ke-3" (bekas dari Depo Induk Sidotopo) akan digunakan Argo Wilis untuk ke Surabaya dan bertukar dengan Turangga di Surabaya Gubeng.

Untuk memudahkan pemahaman, maka akan dibuatkan diagram sederhana urutan perjalanan kereta api sebagai berikut:

Pola rangkaian Alur penomoran kereta
Trainset 1 (sambungan karet) [a] KA 66 Turangga > Tukar papan nama di Surabaya Gubeng > KA 5 Argo Wilis > Istirahat di Depo Kereta BD > KA 6 Argo Wilis > Tukar papan nama di Surabaya Gubeng > KA 65 Turangga > Istirahat di Depo Kereta BD
Trainset 2 (sambungan karet) [b] KA 6 Argo Wilis > Tukar papan nama di Surabaya Gubeng > KA 65 Turangga > Istirahat di Depo Kereta BD > KA 66 Turangga > Tukar papan nama di Surabaya Gubeng > KA 5 Argo Wilis > Istirahat di Depo Kereta BD
Trainset 3 (cadangan ex SDT) Rangkaian "bertukar pemain" di Stasiun Bandung. KA 65 Turangga datang Stasiun Bandung > Istirahat di Depo Kereta BD > KA 6 Argo Wilis menggunakan Rangkaian ke-3

Jadi, kereta api Argo Wilis dan Turangga hanya "berubah nama" di Stasiun Surabaya Gubeng dengan satu rangkaian yang sama. Sedangkan di Stasiun Bandung, tepatnya di Depo Kereta Bandung mereka menukarkan satu rangkaian atau "ganti pemain" dengan rangkaian lain untuk beristirahat seperti pola rangkaian KA Pasundan dan KA Kahuripan.

Stasiun pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[8] Keterangan Status
Jawa Timur Kota Surabaya Surabaya Gubeng A D P J SI SP T FD7
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Arjonegoro, Dhoho, Penataran, Tumapel, Jenggala, Sindro, Supas, dan angkutan pengumpan Wirawiri Suroboyo
Kota Mojokerto Mojokerto D J
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho dan Jenggala
Jombang Jombang D
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho
Nganjuk Kertosono
Nganjuk
Kota Madiun Madiun
Jawa Tengah Kota Surakarta Solo Balapan Y AS  K2S   K6S 
Terintegrasi dengan kereta api Bandara Internasional Adisoemarmo dan memiliki jalan akses menuju Terminal Tirtonadi. Stasiun ini juga merupakan stasiun pemberhentian Commuter Line Yogyakarta
Purworejo Kutoarjo P
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres
Kebumen Kebumen
Cilacap Kroya
Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta Yogyakarta Y P YA
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres dan Lin Yogyakarta International Airport. Stasiun ini merupakan stasiun ujung barat dari Commuter Line Yogyakarta.
Jawa Barat Kota Banjar Banjar
Ciamis Ciamis
Kota Tasikmalaya Tasikmalaya
Garut Cipeundeuy Stasiun untuk pemeriksaan sarana kereta.
Kota Bandung Bandung B C 2D 3D 4D
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Bandung Raya, Garut, dan bus Trans Metro Pasundan

Legenda

Stasiun ujung (terminus)
Berhenti untuk semua arah

Galeri[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 30 Maret 2023, lokomotif CC 206 13 99 BD yang menarik KA Turangga menabrak truk pakan ternak di perlintasan kereta api nomor 76 antara Stasiun Jombang-Stasiun Sembung di Jatipelem, Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kecelakaan disebabkan karena truk yang mogok saat berada di perlintasan. Lokomotif CC 206 13 99 ringsek, sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun lalu lintas kereta api lintas tengah dan selatan Jawa di koridor SurakartaSurabaya terganggu.[9]

Pada 5 Januari 2024 pukul 06.03 WIB, kereta api Turangga nomor PLB 65A relasi Surabaya Gubeng–Bandung yang ditarik lokomotif CC 206 13 97 mengalami tabrakan antarkereta dengan Commuter Line Bandung Raya nomor 350 relasi Padalarang–Cicalengka yang ditarik oleh lokomotif CC 201 77 17 CN dengan livery Vintage di Cikuya, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kecelakaan ini terjadi di sinyal masuk Stasiun Cicalengka atau KM 181 +700. Kejadian ini menyebabkan 4 orang tewas, yaitu Masinis KA Bandung Raya, Asisten Masinis KA Bandung Raya, Petugas keamanan KA Bandung Raya, dan Pramugara KA Turangga. Sementara itu dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuter Line sebanyak 191 penumpang, sebanyak 37 penumpang mengalami luka ringan.[10] Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api lintas selatan Jawa di koridor BandungKroya terganggu.[11] [Informasi lebih lanjut]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Khusus untuk dua kali keberangkatan pada tanggal genap dan satu kali keberangkatan pada tanggal ganjil
  2. ^ Khusus untuk dua kali keberangkatan pada tanggal ganjil dan satu kali keberangkatan pada tanggal genap

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Perumka (1995). Album 50 Tahun Perkeretaapian Indonesia. Bandung: Perum Kereta Api. 
  2. ^ a b Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional Di Jawa Tahun 2023 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 14 April 2023. Diakses tanggal 12 Mei 2023. 
  3. ^ "Kereta Api Turangga - Jadwal, Rute, Harga Tiket, dan Informasi KA". Traveloka. Diakses tanggal 2023-07-10. 
  4. ^ Supargo, Albert. Agmasari, Silvita, ed. "4 Kereta Api Dari dan Menuju Jakarta yang Berubah Jadwal Per 1 Desember 2019". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-05-11. 
  5. ^ Farozy, Ikko Haidar (2022-09-08). "Sambut Ulang Tahun KAI Ke-77, Semakin Banyak KA yang Semakin Cepat!". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2022-09-09. 
  6. ^ Susanti, Reni (12 Mei 2023). "Jadwal KA Argo Parahyangan Bandung–Jakarta Terbaru, Berlaku 1 Juni 2023". Kompas.com. Bandung: KG Media. Diakses tanggal 18 Mei 2023. 
  7. ^ Nicha, Muslimawati (7 Juni 2023). "Makin Diminati, Kereta Panoramic Sudah Layani 7.470 Penumpang hingga Mei 2023". Kumparan. Jakarta. Diakses tanggal 10 Juni 2023. 
  8. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 14 April 2023. hlm. 272. Diakses tanggal 12 Mei 2023 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 
  9. ^ Beritasatu.com. "KA Turangga Tabrak Truk Pengangkut Pakan Ternak". beritasatu.com. Diakses tanggal 2023-04-02. 
  10. ^ Asih, Restu Wahyuning (2024-01-05). "Masinis KA Bandung Raya Meninggal Dunia, Masinis KA Turangga Selamat". Bisnis.com. Diakses tanggal 2024-01-05. 
  11. ^ Rahmawati, Fiqih. "Breaking News! Tabrakan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka Bandung". Kompas TV. Bandung: KG Media. Diakses tanggal 2024-01-05. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia