Lompat ke isi

Agama asli Nusantara: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
→‎Galeri: penambah
 
(177 revisi perantara oleh 63 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Aliran kepercayaan di Indonesia}}
'''Agama asli Nusantara''' adalah [[agama]]-agama [[tradisional]] yang telah ada sebelum agama [[Islam]], [[Katolik|Kristen Katolik]], [[Kristen Protestan]], [[Hindu]], [[Buddha]], [[Konghucu]] masuk ke [[Nusantara]] ([[Indonesia]]).
[[Berkas:Aliran kepercayaan by district (kecamatan) in Indonesia (2022).svg|410x410px|jmpl|Peta persebaran umat "aliran kepercayaan" di Indonesia berdasarkan data kependudukan pada tahun 2022]]
'''Kepercayaan adat''' adalah [[agama|kepercayaan]] suku (etnis) [[pribumi]] sebelum adanya [[agama impor|agama-agama]] masuk ke [[Nusantara]].{{refn|group=catatan|name="Nusantara"|Gagasan "Nusantara" melingkupi wilayah [[Indonesia]], [[Timor Leste]], [[Brunei]], [[Singapura]], dan [[Malaysia Timur]].}}


Kerohanian asli pada umumnya juga meliputi sejumlah aliran/[[Daftar organisasi penghayat kepercayaan Indonesia|organisasi kepercayaan]] baru yang didirikan di Nusantara.
Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama "resmi" (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke [[Nusantara]] atau [[Indonesia]], di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti ''[[Sunda Wiwitan]]'' yang dipeluk oleh [[orang Kanekes|masyarakat Sunda di Kanekes]], [[Lebak]], [[Banten]]; ''Sunda Wiwitan aliran Madrais'', juga dikenal sebagai agama ''Cigugur'' (dan ada beberapa penamaan lain) di [[Cigugur, Kuningan]], [[Jawa Barat]]; agama ''Buhun'' di Jawa Barat; ''Kejawen'' di [[Jawa Tengah]] dan [[Jawa Timur]]; ''agama Parmalim'', agama asli [[Batak]]; agama ''Kaharingan'' di [[Kalimantan]]; ''kepercayaan Tonaas Walian'' di [[Minahasa]], [[Sulawesi Utara]]; ''Tolottang'' di [[Sulawesi Selatan]]; ''Wetu Telu'' di [[Lombok]]; ''Naurus'' di [[Pulau Seram]] di Propinsi [[Maluku]], dll. Didalam Negara Republik Indonesia, agama-agama asli Nusantara tersebut didegradasi sebagai ajaran [[animisme]], penyembah berhala / batu atau hanya sebagai [[aliran kepercayaan]].


== Keterangan utama ==
Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di [[Republik]] Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di ''KTP'', Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil ,dsb. Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada didaerah pedalaman seperti contohnya pedalaman [[Sumatera]] dan pedalaman [[Irian Jaya]].
{{lihat pula|Mitologi Indonesia}}
Agama-agama asli Nusantara adalah agama/kepercayaan leluhur [[suku bangsa Austronesia]] serta [[Daftar suku bangsa di Papua|bangsa Papua]] yang telah ada di Nusantara sebelum masuk agama-agama asing dari [[subbenua India]] ([[Agama Hindu|Hindu]] dan [[Agama Buddha|Buddha]]), [[Bangsa Arab|Arab]] ([[Islam]]), [[Portugis]] ([[Katolik|Kristen Katolik]]), [[Belanda]] ([[Kristen Protestan]]), dan [[Tiongkok]] ([[Agama Konghucu|Konghucu]]).{{sfnm|1a1=Subagya|1y=1969|1p=|2a1=Popov|2y=2017|2p=96}}


Sebelum Nusantara didiami bangsa berkulit cokelat (Austronesia), bangsa proto Melanesia (berkulit hitam) menganut kepercayaan [[monoteistik]] yang sekarang dikenal dengan nama [[kapitayan]]. Seiring dengan datangnya orang-orang Austronesia, kepercayaan itu turut dianut oleh mereka.<ref name=":0">{{Cite book|last=Sunyoto|first=Agus|date=2017|title=Atlas Walisongo: Buku Pertama yang Mengungkap Walisongo Sebagai Fakta Sejarah|location=Tangerang Selatan|publisher=Pustaka Iman|pages=13|url-status=live}}</ref>
Di [[Indonesia]], aliran kepercayaan yang paling banyak penganutnya adalah [[Agama Buhun]]. Data yang terekam oleh peneliti [[Abdul Rozak]], penulis Teologi Kebatinan Sunda, menunjukkan jumlah pemeluk agama ini 100 ribu orang. Jika angka ini benar, Agama Buhun jelas salah satu aliran kepercayaan terbesar di Indonesia, yaitu 25 persen dari seluruh penghayat aliran kepercayaan. Data Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2003 mengungkapkan, dari '''245 aliran kepercayaan yang terdaftar''', sementara keseluruhan penghayat mencapai 400 ribu jiwa lebih.


[[Berkas:La galigo.jpg|ka|jmpl|225px|Aksara lontara ''[[Sureq Galigo]]'', wiracarita suci Bugis [[Tolotang]].]]
== Daftar Agama Asli Nusantara (kepercayaan) ==
* [[Agama Bali]] (lebih sering disebut sebagai Hindu Bali)
* [[Sunda Wiwitan]] (Kanekes, Banten)
* [[Agama Djawa Sunda]] (Kuningan, Jawa Barat)
* [[Buhun]] (Jawa Barat)
* [[Kejawen]] (Jawa Tengah dan Jawa Timur)
* [[Parmalim]] (Sumatera Utara)
* [[Kaharingan]] (Kalimantan)
* [[Tonaas Walian]] (Minahasa, Sulawesi Utara)
* [[Tolottang]] (Sulawesi Selatan)
* [[Wetu Telu]] (Lombok)
* [[Naurus]] ([[pulau Seram]], Maluku)
* [[Aliran Mulajadi Nabolon]]
* [[Marapu]] (Sumba)
* [[Purwoduksino]]
* [[Budi Luhur]]
* [[Pahkampetan]]
* [[Bolim]]
* [[Basora]]
* [[Samawi]]
* [[Sirnagalih]]


Kepercayaan masyarakat purba telah mempunyai [[Mitologi Indonesia|mitologi]] kaya serta [[wiracarita]], memuliakan dewa-dewi, roh leluhur dan roh kekuatan alam yang menghuni air, gunung, hutan. Hakikat tak terlihat yang memiliki kekuatan [[supernatural]] ini disebut oleh orang Jawa, Sunda, Melayu, Bali sebagai [[Hyang]] dan oleh suku-suku Dayak sebagai [[Sangiang]].
{{agama-stub}}


Beberapa dari agama asli masih hidup baik yang murni maupun telah gabungan ([[Sinkretisme|sinkretis]]) dengan agama asing, umpamanya [[agama Hindu Bali]], [[Kejawen]] serta Masade ([[Islam Tua]]). Akan tetapi kepercayaan asli yang telah hilang bisa hidup sebagai [[agama rakyat]] di antara umat Islam atau Kristen di dalam praktik adat di luar agama resmi, misalnya [[Animisme di Malaysia|syamanisme Melayu]] dan kepercayaan kaum [[Abangan]] Jawa.{{sfnm|1a1=Rasjidi|1y=1967|1p=|2a1=Geertz|2y=1982|2p=|3a1=Romdon|3y=1993|3p=|4a1=Simuh|4y=1995|4p=|5a1=Schlehe|5y=1998|5p=|6a1=Popov|6y=2017|6p=96}}
[[Kategori:Budaya Indonesia]]

Keagamaan asli juga meliputi sejumlah aliran/organisasi kepercayaan baru (gerakan spiritual) yang didirikan di Nusantara pada abad ke-19–21-an dan terkait dengan agama-agama asli, yakni [[Ajaran Samin|Saminisme]], [[Subud]], [[Sumarah]], dll.{{sfnm|1a1=Catatan singkat tentang organisasi penghayat kepercayaan|1y=1997|1p=|2a1=Ensiklopedi Kepercayaan|2y=2010|2p=|3a1=Kroef|3y=1961|3pp=18–25|4a1=Stange|4y=2009|4p=}} Namun, gagasan universal aliran kepercayaan di Indonesia sebagai sumber dari Tuhan YME dan hubungan pribadi dengan Dia{{sfnm|1a1=Subagya|1y=1973|1p=76|2a1=Ensiklopedi Kepercayaan|2y=2010|2p=43}} tidak menyiratkan mengikuti wajib kepada adat agamawi etnis.

Hingga kini, tak satu pun agama-agama asli Nusantara yang diakui di Indonesia selaku agama, hanya sebagai [[Daftar organisasi penghayat kepercayaan Indonesia|aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa]]. Sekaligus sesuai dengan [[Undang-Undang Dasar 1945]] dan Putusan [[Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia]] tertanggal 7 November 2017 dengan No. 97/PUU-XIV/2016, para penghayat kepercayaan dapat mencantumkan nama “penghayat kepercayaan” dalam dokumen kependudukan mereka dan memiliki hak yang sama-sama seperti para penganut enam agama.{{sfn|Siregar|2018|p=176}}

Untuk melegalkan status mereka, beberapa agama asli ([[Aluk Todolo]], [[Kaharingan]], [[Pemena]], dan [[Tolotang]]) pada tahun 1970-an dan 80-an berada di bawah naungan agama resmi Hindu sebagai aliran-alirannya (lihat tentang [[agama Hindu di Sulawesi]]).

[[Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia]] (MLKI) adalah wadah tunggal sebagai payung bagi kumpulan-kumpulan kepercayaan.<ref>{{cite web |url=https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/pembukaan-sarasehan-nasional-penghayat-kepercayaan-terhadap-tuhan-yang-maha-esa/|title=Pembukaan Sarasehan Nasional Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa |date=13-10-2014|publisher=Direktorat Jendral Kebudayaan|access-date=14-03-2020}}</ref>

== Daftar agama ==
{{lihat pula|Daftar organisasi penghayat kepercayaan Indonesia}}
Berikut ialah daftar agama kuno asli Nusantara yang masih hidup:{{refn|group=catatan|name="daftar"|Daftar agama kuno ini tak mencakupi aliran kepercayaan baru.}}

* '''[[Adat Musi]]''' ([[suku Talaud]], [[Sulawesi Utara]]){{sfn|Ensiklopedi Kepercayaan|2010|pp=72–74}}
* '''Adat [[daftar suku bangsa di Papua|Papua]]''' ([[suku Asmat]] dll, [[Papua]]){{sfn|Popov|2017|p=96}}
* '''[[Aluk Todolo]]''' ([[suku Toraja]], [[Sulawesi Selatan]]){{sfnm|1a1=Nooy-Palm|1y=1979|1p=|2a1=Nooy-Palm|2y=1986|2p=|3a1=Nooy-Palm|3y=1987|3pp=565–67|4a1=Volkman|4y=1985|4p=|5a1=Segara|5y=2023|5p=}}<ref>{{cite news|url=http://makassar.tribunnews.com/2017/06/04/aluk-todolo-agama-lokal-toraja-yang-hampir-punah|title=Aluk Todolo, Agama Lokal Toraja yang Hampir Punah |work=[[Tribunnews|Tribunnews.com]]|access-date=08-04-2019|last=Rante|first=Yultin|language=id}}</ref>
* '''[[Arat Sabulungan]]''' ([[suku Mentawai]], teristimewa subsuku [[Sakuddei]], [[Sumatera Barat]]){{sfnm|1a1=Schefold|1y=1980|1p=|2a1=Schefold|2y=1988|2pp=5–22}}
* '''Bungan''' (suku [[Suku Dayak Kenyah|Dayak Kenyah]] dan [[Suku Dayak Kayan|Dayak Kayan]])
* '''[[Buhun]]''' ([[Suku Sunda]])<ref>{{Cite journal|date=2022-04-19|title=Agama Buhun|url=https://wiki-indonesia.club/w/index.php?title=Agama_Buhun&oldid=21000715|journal=Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas|language=id}}</ref><ref>{{Cite journal|date=2022-04-25|title=Kepercayaan Jati Buhun|url=https://wiki-indonesia.club/w/index.php?title=Kepercayaan_Jati_Buhun&oldid=21026024|journal=Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas|language=id|access-date=2022-04-25|archive-date=2022-06-04|archive-url=https://web.archive.org/web/20220604005410/https://wiki-indonesia.club/w/index.php?title=Kepercayaan_Jati_Buhun&oldid=21026024|dead-url=yes}}</ref><ref>{{Cite web|title=Agama Sunda Buhun - Agama Jati Sunda|url=https://hystoryana.blogspot.com/2018/04/agama-sunda-buhun-agama-jati-sunda.html|access-date=2022-04-25}}</ref><ref>{{Cite web|title=AGAMA ASLI NUSANTARA ~ Ensiklopedia Dunia|url=http://p2k.itbu.ac.id/ind/2-3064-2950/Agama-Asli-Nusantara_21616_dharmaandigha_p2k-itbu.html|website=p2k.itbu.ac.id|access-date=2022-04-25}}</ref>
* '''[[Fanömba adu]]''' ([[suku Nias]], [[Sumatera Utara]])<ref>{{Cite web|date=2019-04-20|title=FANÖMBA ADU: AGAMA KUNO SUKU NIAS, SUMATRA UTARA|url=https://www.nusantarainstitute.com/fanomba-adu-agama-kuno-suku-nias-sumatra-utara/|website=Nusantara Institute|language=id|access-date=2024-01-13}}</ref>
* '''[[Halaika]]''' ([[suku Boti]])<ref>{{Cite web|title=Halaika » Budaya Indonesia|url=https://budaya-indonesia.org/Halaika|website=budaya-indonesia.org|access-date=2024-01-13}}</ref>
* '''[[Agama Hindu Bali|Hindu Bali]]''' ([[suku Bali]]){{sfnm|1a1=Belo|1y=1960|1p=|2a1=Geertz|2y=1973|2p=|3a1=Gonda|3y=1975|3pp=1–54|4a1=Lansing|4y=1987|4pp=45–49}}
* '''[[Agama Hindu Jawa|Hindu Jawa]]/[[Buda Tengger]]''' ([[suku Jawa]], teristimewa [[suku Tengger]]){{sfnm|1a1=Hefner|1y=1989|1p=|2a1=Suparyanto|2y=2019|2pp=}}
* '''[[Jingi Tiu]]''' ([[suku Sabu]], [[Nusa Tenggara Timur]])<ref>{{Cite web|last=Riberu|first=Ade|title=Jingtiu atau Jingi Tiu sebagai Agama Asli dari Kampung Namata, Kabupaten Sabu Raijua, Pulau Sabu, NTT|url=Jingtiu atau Jingi Tiu sebagai Agama Asli dari Kampung Namata, Kabupaten Sabu Raijua, Pulau Sabu, NTT|access-date=2024-01-13}}</ref>
* '''[[Kaharingan]]''' ([[suku Dayak]], teristimewa [[Kalimantan Tengah]])'''{{sfnm|1a1=Schärer|1y=1963|1p=|2a1=Metcalf|2y=1987|2pp=290–92|3a1=Rousseau|3y=1998|3p=|4a1=Weinstock|4y=1983|4p=|5a1=Winzeler|5y=1993|5p=}}'''
* '''[[Kejawen]]''' ([[suku Jawa]]){{sfnm|1a1=Beatty|1y=1999|1p=|2a1=Epton|2y=1974|2p=|3a1=Geels|3y=1997|3p=|4a1=Geertz|4y=1982|4pp=|5a1=Hadiwijono|5y=1967|5p=|6a1=Ilyas|6a2=Imam|6y=1988|6p=|7a1=Imam|7y=2005|7p=|8a1=Kartapradja|8y=1985|8p=|9a1=Koentjaraningrat|9y=1987|9pp=559–63|10a1=Mulder|10y=1980|10p=}}{{sfnm|1a1=Mulder|1y=2005|1p=|2a1=Popov|2y=2017|2pp=99–103|3a1=Rasjidi|3y=1967|3p=|4a1=Romdon|4y=1993|4p=|5a1=Schlehe|5y=1998|5p=|6a1=Simuh|6y=1995|6p=|7a1=Stange|7y=2007|7p=|8a1=Stange|8y=2009|8p=}}
* '''[[Koda Kirin]]''' ([[suku Lamaholot]], [[Nusa Tenggara Timur]])<ref>{{Cite web|title=TENTANG|url=https://kodakirinmayos.blogspot.com/p/tentang-koda-kirin-mayos.html|access-date=2024-01-13}}</ref>
* '''[[Lamoa]]''' ([[suku Pamona]], [[Sulawesi Tengah]])
* '''[[Marapu]]''' ([[suku Sumba]], [[Nusa Tenggara Timur]]){{sfnm|1a1=Maria|1a2=Limbeng|1y=2007|1p=|2a1=Popov|2y=2017|2p=98–99}}
* '''[[Islam Tua|Masade]]''' ([[suku Sangir]], [[Sulawesi Utara]]){{sfn|Ensiklopedi Kepercayaan|2010|pp=266–67}}
* '''[[Momolianisme]]''' ([[suku Dayak Kadazan]]dusun, [[Sabah]], [[Malaysia Timur]]){{sfn|Evans|1953|p=}}
* '''[[Naurus]]''' ([[suku Manusela]], [[Maluku]]){{sfn|Popov|2017|pp=77–78}}
* '''[[Pemena]]''' ([[suku Karo|suku Batak Karo]], [[Sumatera Utara]]){{sfnm|1a1=Rodgers|1y=1987|1pp=81–83|2a1=Tambun|2y=1952|2p=}}
* '''[[Sunda Wiwitan]]''' ([[suku Sunda]], teristimewa [[urang Kanekes]]){{sfnm|1a1=Ayatrohaedi|1a2=Saadah|1y=1995|1p=|2a1=Indrawardana|2y=2014|2p=105–18|3a1=Muttaqien|3y=2013|3p=|4a1=Prawiro|4y=2013|4pp=111–24|5a1=Popov|5y=2017|5pp=96–98|6a1=Saringendyanti|6a2=Herlina|6a3=Zakaria|6y=2018|6pp=1–14|7a1=Sucipto|7a2=Limbeng|7y=2007|7p=}}
* '''[[Tolotang]]''' ([[suku Bugis]], [[Sulawesi Selatan]]){{sfnm|1a1=Matthes|1y=1872|1p=|2a1=Pelras|2y=1987|2pp=
560–61}}
* '''[[Tonaas Walian]]''' ([[suku Minahasa]], [[Sulawesi Utara]]){{sfn|Ensiklopedi Kepercayaan|2010|pp=382–83}}
* '''[[Ugamo Malim]]''' (suku Batak, terutama [[suku Batak Toba]], [[Sumatera Utara]])
* '''[[Wetu Telu]]''' ([[suku Sasak]], [[Nusa Tenggara Barat]]){{sfn|Vogelgesang|1923|pp=417–25}}
* '''[[Tradisi Wor|Wor]]''' ([[suku Biak]], [[Papua]])<ref>{{Cite web|last=Matcap|first=A. R.|date=2017-09-19|title=Wor Budaya Orang Biak di Papua.Tradisi Wor sebagai upacara adat/pesta adat dan wor sebagai nyanyian adat|url=https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbpapua/tradisi-wor-dalam-budaya-orang-biak/|website=Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua|language=en-US|access-date=2024-01-13}}</ref>

== Kaharingan ==
{{utama|Kaharingan}}
[[Berkas:Panaturan.jpg|jmpl|225px|''[[Panaturan]]'', kitab suci Kaharingan.]]
Agama asli Dayak di [[Kalimantan]], teristimewa di [[Kalimantan Tengah]], terhadap Tuhan ''Ranying Hatalla Langit''. Kitab sucinya ialah ''[[Panaturan]]''.{{sfnm|1a1=Schärer|1y=1963|1p=|2a1=Metcalf|2y=1987|2pp=290–92|3a1=Rousseau|3y=1998|3p=|4a1=Weinstock|4y=1983|4p=|5a1=Winzeler|5y=1993|5p=}}

Pada tahun 1980 umat agama ini berintegrasi dengan agama Hindu sebagai bagiannya ([[Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan]], MBAHK). Akan tetapi, sebagian kecil mereka menentang integrasi dan berpaham Kaharingan sebagai agama mandiri, yaitu [[Majelis Agama Kaharingan Indonesia]] (MAKI) di Kalimantan Tengah {{sfn|Popov|2017|pp=76–77}}<ref>{{cite web |url=https://ombudsman.go.id/artikel/r/artikel--anggota-ombudsman-lakukan-pertemuan-dengan-sekda-kalteng-bahas-permohonan-pengurus-maki-agar-kaharingan-menjadi-agama-resmi-di-indonesia |title=Anggota Ombudsman Lakukan Pertemuan dengan Sekda Kalteng Bahas Permohonan pengurus (MAKI) Agar Kaharingan Menjadi Agama Resmi Di Indonesia |date=11-09-2019 |publisher=Ombudsman RI |access-date=09-12-2020}}</ref> serta [[Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan Indonesia]] (MUKK Indonesia) di Kalimantan Selatan.<ref>{{cite news |url=https://metro7.co.id/agama-kaharingan-diakui-mukk-kotabaru-kumpulkan-kepala-adat/ |title=Agama Kaharingan Diakui, MUKK Kotabaru Kumpulkan Kepala Adat |date=20-02-2019 |website=Metro7.co.id |access-date=09-12-2020 |archive-date=2021-02-27 |archive-url=https://web.archive.org/web/20210227064115/https://metro7.co.id/agama-kaharingan-diakui-mukk-kotabaru-kumpulkan-kepala-adat/ |dead-url=yes }}</ref>

== Kejawen ==
{{utama|Kejawen}}
Disebut juga Kebatinan, merupakan agama Jawa yang merupakan sinkretisme dari kepercayaan asli, [[agama Hindu Jawa]], [[ajaran Siwa-Buddha]], dan [[Sufisme]].{{sfnm|1a1=Beatty|1y=1999|1p=|2a1=Epton|2y=1974|2p=|3a1=Geels|3y=1997|3p=|4a1=Geertz|4y=1982|4pp=|5a1=Hadiwijono|5y=1967|5p=|6a1=Ilyas|6a2=Imam|6y=1988|6p=|7a1=Imam|7y=2005|7p=|8a1=Kartapradja|8y=1985|8p=|9a1=Koentjaraningrat|9y=1987|9pp=559–63|10a1=Mulder|10y=1980|10p=}}{{sfnm|1a1=Mulder|1y=2005|1p=|2a1=Popov|2y=2017|2pp=99–103|3a1=Rasjidi|3y=1967|3p=|4a1=Romdon|4y=1993|4p=|5a1=Schlehe|5y=1998|5p=|6a1=Simuh|6y=1995|6p=|7a1=Stange|7y=2007|7p=|8a1=Stange|8y=2009|8p=}}

== Ugamo Malim dan Pemena ==
{{utama|Mitologi Batak|Ugamo Malim |Pemena}}

== Sunda Wiwitan ==
{{utama|Sunda Wiwitan}}
{{lihat pula|Agama Djawa Sunda|Agama Buhun}}
Agama adat suku bangsa Sunda, teristimewa subsuku [[urang Kanekes]] di [[Lebak]], [[Banten]], serta masyarakat Sunda Wiwitan Madrais ([[Agama Djawa Sunda|Djawa Sunda]]) di [[Cigugur, Kuningan]],
Jawa Barat.{{sfnm|1a1=Ayatrohaedi|1a2=Saadah|1y=1995|1p=|2a1=Indrawardana|2y=2014|2p=105–18|3a1=Muttaqien|3y=2013|3p=|4a1=Prawiro|4y=2013|4pp=111–24|5a1=Popov|5y=2017|5pp=96–98|6a1=Saringendyanti|6a2=Herlina|6a3=Zakaria|6y=2018|6pp=1–14|7a1=Sucipto|7a2=Limbeng|7y=2007|7p=}}

== Agama asli di Sulawesi ==
{{Further|Kepercayaan tradisional di Sulawesi|Agama Hindu di Sulawesi}}

== Hindu Bali dan Jawa ==
{{Further|Mitologi Bali|Agama Hindu Bali|Agama Hindu Jawa}}
Agama Hindu Bali (agama Tirtha) serta agama Hindu Jawa, secara resmi sebagai ''agama Hindu Dharma'' berasal dari India, namun mengandung banyak kepercayaan dan upacara leluhur pribumi.{{sfnm|1a1=Belo|1y=1960|1p=|2a1=Geertz|2y=1973|2p=|3a1=Gonda|3y=1975|3pp=1–54|4a1=Lansing|4y=1987|4pp=45–49|5a1=Hefner|5y=1989|5p=|6a1=Suparyanto|6y=2019|6p=}}

== Galeri ==
<gallery mode="packed" heights="180px">
Berkas:Bissu sembahyang.jpg|[[Bissu]], kaum pendeta Bugis Tolotang
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Ceremonie TMnr 20018456.jpg|Sajian [[Suku Tengger|Tengger]]
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Vrouw brandt wierook bij een offeraltaar TMnr 20017893.jpg|Sembahyang [[Agama Hindu Bali|Bali]]
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Een Minahassa priesteres met hoofdtooi TMnr 10006020.jpg|Pendeta perempuan [[Suku Minahasa|Minahasa]]
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Priester tijdens een dodenfeest van de Toraja TMnr 20018334.jpg|Pendeta [[Suku Toraja|Toraja]]
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Een medicijnman van Sabiroet Mentawai-eilanden TMnr 10006664.jpg|[[Dukun]] (''sikerei'') [[Sakuddei]]
Berkas:Shaman. Dayak Tunjung village.jpg|[[Dukun]] Dayak
Berkas:Ancestor skull, Southwest Coast, Asmat people, 20th century, human skull, shell, feather, seed, fiber - De Young Museum - DSC01206.JPG|Tengkorak nenek moyang [[suku Asmat|Papua Asmat]]
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Karo Batak schedelhuis (geriten) en duiventil TMnr 60045307.jpg|Rumah tengkorak (''[[geriten]]'') Batak Karo
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Graf bij een Sumbanees dorp TMnr 10029617.jpg|Batu nisan [[Marapu]], Sumba
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Toraja dodenfeest na de dood van een puang van Sangalla TMnr 20017916.jpg|Upacara kematian [[suku Toraja|Toraja]]
Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Een knielende man zit bij een stenen beeldje met een kris op de rug TMnr 10000889.jpg|Sembahyang, Sumatera Utara
Berkas:Bobohizans.jpeg|Kaum [[Momolianisme|Bobolian]]
</gallery>

== Catatan ==
{{reflist|group=catatan}}

== Catatan kaki ==
{{reflist|2}}

== Kepustakaan ==
<div class="references-small" style="-moz-column-count:1; column-count:1;">
; dalam bahasa Indonesia
* {{cite book |surname1=Ayatrohaedi|given1= |surname2=Saadah |given2=Sri |title=Jatiniskala: Kehidupan Kerohanian Masyarakat Sunda Sebelum Islam |place=Jakarta |publisher=[[Departemen Pendidikan dan Kebudayaan]] |year=1995 |ref=harv}}
* {{cite book|year=1997 |editor= |title=Catatan singkat tentang organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa|url= |place=[Jakarta]|publisher=[[Departemen Pendidikan dan Kebudayaan]] |isbn= |postscript=Proyek Inventarisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan, Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa |ref=Catatan singkat tentang organisasi penghayat kepercayaan}}
* {{cite book|surname=Endraswana |given=Suwardi |year=2011|title=Kebatinan Jawa dan jagad mistik Kejawen |place=[[Yogyakarta]]|publisher=Lembu Jawa |url={{Google books|id=nCr9ZwEACAAJ|plainurl=y|page=|keywords=|text=}} |isbn=9789791650250 |ref=harv}}
* {{cite encyclopedia |encyclopedia=Ensiklopedi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa |place=Jakarta |publisher=Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film; Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa |year=2010 |orig-year=2003 |isbn=978-979-16071-1-7 |format=Cet. ke-4, PDF |url=http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=7335&keywords= |ref=Ensiklopedi Kepercayaan}}
* {{cite book|surname=Geertz |given=Clifford |authorlink=Clifford Geertz|year=1982|orig-year=1960 |title=Abangan, santri, priyayi: dalam masyarakat Jawa|trans-title=Religion of Java |place=Jakarta |publisher=Pustaka Jaya |url= |isbn= |oclc=23574765 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Hafidy |given=H.M. As'ad El |year=1977|title=Aliran-aliran Kepercayaan dan Kebatinan di Indonesia |place=Jakarta|publisher=Ghalia Indonesia|url= |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|author=Hurmain |year=1991 |title=Aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mistikisme dalam Islam |place= |publisher=Bumi Pustaka |url=https://books.google.co.id/books?id=3ysXAAAAIAAJ&hl=ru&source=gbs_book_similarbooks |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname1=Ilyas |given1=Abd. Mutholib (Drs.) |surname2=Imam |given2=Abd. Ghofur (Drs.) |year=1988 |title=Aliran kepercayaan & kebatinan di Indonesia |place=Jakarta |publisher=Amin |url=https://books.google.co.id/books?id=byoeAAAAMAAJ&hl=ru&source=gbs_book_similarbooks |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Imam |given=Suwarno S. |year=2005 |title=Konsep Tuhan, manusia, mistik dalam berbagai Kebatinan Jawa |place=Jakarta |publisher=RajaGrafindo Persada |url=https://books.google.co.id/books?id=3BfYAAAAMAAJ&hl=ru&source=gbs_book_similarbooks |isbn=9789797690106 |ref=harv}}
* {{cite journal |last=Indrawardana|first=Ira |title=Berketuhanan dalam Perspektif Kepercayaan Sunda Wiwitan |date=2014 |journal=Melintas |volume=30|issue=1 |url=http://journal.unpar.ac.id/index.php/melintas/article/viewFile/1284/1254 |pages=105-18 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Kartapradja |given=Kamil |year=1985 |title=Aliran kebatinan dan kepercayaan di Indonesia |place=Jakarta |publisher=Yayasan Masagung |url=https://books.google.co.id/books?id=RtgXAAAAIAAJ&hl=ru&source=gbs_similarbooks |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname1=Maria |given1=Siti (Dra.) |surname2=Limbeng |given2=Julianus, S.Sn., M.Si. |year=2007 |title=Marapu di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur|place=Jakarta |publisher=Departemen Kebudayaan dan Pariwisata; Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film; Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa |series=Seri pengungkapan nilai-nilai kepercayaan komunitas adat |format=PDF |ref=harv |url=http://repositori.kemdikbud.go.id/13205/}}
* {{cite book|surname=Mulder |given=Niels |authorlink=Niels Mulder |year=1980 |orig-year=1978 |title=Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa: Kelangsungan dan Perubahan Kulturil |trans-title=Mysticism and Everyday Life in Contemporery Java: cultural persistence and change |place=Jakarta |publisher=[[Gramedia Pustaka Utama|Gramedia]] |url= |isbn= |ref=harv}}
* {{cite journal|last=Muttaqien |first=Ahmad |date=2013 |title=Spiritualitas Agama Lokal: Studi Ajaran Sunda Wiwitan Aliran Madrais di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat |journal=Al-Adyan |volume=8 |number=1 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Popov |given=Igor (Dr. Igor Popov, LLM) |year=2017 |chapter=6. Agama-agama asli |chapter-url=https://indonesiafaiths.blogspot.com/p/agama-asli.html |title=Buku rujukan semua aliran dan perkumpulan agama di Indonesia |pages=96–104 |url=http://indonesiafaiths.blogspot.com/p/book-index.html |place=[[Singaraja (kota)|Singaraja]] |publisher=Toko Buku Indra Jaya |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Rasjidi |given=Mohammad (Prof. Dr. H. Mohammad Rasjidi) |authorlink=Mohammad Rasjidi |year=1967 |title=Islam dan Kebatinan |place=Jakarta |publisher=Bulan Bintang |url= |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|author=Romdon |year=1993 |title=Tashawwuf dan aliran kebatinan: perbandingan antara aspek-aspek mistikisme Islam dengan aspek-aspek mistikisme Jawa |place=[[Yogyakarta]]|publisher=Lembaga Studi Filsafat Islam |url=https://books.google.co.id/books?id=517YAAAAMAAJ&hl=ru&source=gbs_book_similarbooks |isbn=9789795670018 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Saksono |given=Ign. Gatut |year=2007|title=Paranormal. Peran dan Tanggung Jawab Moralnya|place=[[Yogyakarta]]|publisher=Yayasan Pustaka Nusantara|url= |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book |surname=Sastroatmodjo |given=Suryanto |year=1952 |title=Masyarakat Samin Blora |place=Jakarta |publisher=Penerbit Central Jawa |ref=harv}}
* {{cite book|author=Simuh |authorlink=Simuh |author-mask=Simuh (Dr.) |year=1995 |title=Sufisme Jawa: transformasi tasawuf Islam ke mistik Jawa |place=[[Yogyakarta]] |publisher=[[Yayasan Bentang Budaya]] |url=https://books.google.co.id/books?id=5C3GDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=ru&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false |isbn= |ref=harv}}
* {{cite conference |surname=Siregar |given=Rospita Adelina |editor1=Dr. Lamhot Naibaho, S.Pd, M.Hum |editor2=Dr. Demsy Jura, M.Th |title=Kebijakan Publik bila Mencantumkan Aliran Kepercayaan dalam Admininistrasi Kependudukan sebagai Bentuk Revitalisasi Pancasila |book-title=Seminar Nasional "Revitalisasi Indonesia melalui Identitas Kemajemukan Berdasarkan Pancasila", diselenggarakan oleh Pusat Sudi Lintas Agama dan Budaya — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia. Jakarta, 22 November 2018 |place=Jakarta |publisher=[[Universitas Kristen Indonesia|UKI Press]] |date=2018 |pages=173–77 |url=http://repository.uki.ac.id/842/1/Rospita.pdf |isbn=978-979-8148-96-5 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Stange |given=Paul (Dr.) |year=2009 |title=Kejawen Modern: Hakikat dalam Penghayatan Sumaroh |translator=Chandra Utama |place=[[Yogyakarta]] |publisher=[[Yayasan LKiS|LKiS]] |url=https://paulstange.net/politikperhatian.pdf |format=PDF |isbn=978-979-978-53-8-1 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Stange |given=Paul (Dr.) |year=2007 |orig-year=1998 |title=Politik Perhatian: Rasa dalam Kebudayaan Jawa |place=[[Yogyakarta]] |publisher=[[Yayasan LKiS|LKiS]] |edition=2 |format=PDF |url=https://paulstange.net/politikperhatian.pdf |isbn=978-979-1283-08-3 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Subagya |given=Rakhmat |year=1969 |title=Agama asli Indonesia: penelahan dan penilaian theologis |place=[[Medan]] |publisher=Pro Manuscripto |url= |series=Seri Puskat, jld. 95 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Subagya |given=Rahmat |year=1973 |title=Kepercayaan: Kebatinan–Kerohanian–Kejiwaan dan agama |place=[[Yogyakarta]] |publisher=[[Kanisius]] |url= |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname1=Sucipto |given1=Toto (Drs.) |surname2=Limbeng |given2=Julianus, S.Sn., M.Si. |editor=Dra. Siti Maria |year=2007 |title=Studi Tentang Religi Masyarakat Baduy di Desa Kanekes Provinsi Banten |place=Jakarta |publisher=Departemen Kebudayaan dan Pariwisata; Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film; Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa |url=https://books.google.co.id/books?id=qgLFCgAAQBAJ&dq=bibliogroup%3A |series=Seri pengungkapan nilai-nilai kepercayaan komunitas adat |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|author=Sukamto |year=2018|title=Perjumpaan Antarpemeluk Agama di Nusantara: Masa Hindu-Buddha Sampai Sebelum Masuknya Portugis |place=[[Yogyakarta]] |publisher=Deepublish |url=https://books.google.co.id/books?id=B1BmDwAAQBAJ&lpg=PR1&hl=ru&pg=PR1#v=onepage&q&f=false |isbn=978-602-475-476-1|ref=harv}}
* {{cite book|surname=Tambun |given=P.|year=1952 |title=Adat–Istiadat Karo |place=Jakarta |publisher=[[Balai Pustaka]] |url= |isbn= |ref=harv}}

; dalam bahasa Inggris
* {{cite book|surname=Beatty |given=Andrew|year=1999 |title=Varieties of Javanese Religion: An Anthropological Account |place=Cambridge|publisher=[[Cambridge University Press]] |url={{Google books|id=5iRLUvvzbz4C|plainurl=y|page=|keywords=|text=}} |isbn=0-521-62444-4|ref=harv}}
* {{cite book|surname=Belo |given=Jane|year=1960 |title=Trance in Bali |place=New York|publisher=[[Columbia University Press]]|url=https://archive.org/details/tranceinbali0000belo|isbn= |ref=harv}}
* {{cite journal|last1=Benda |first1=Harry J. |last2=Castles |first2=Lance|title=The Samin Movement |date=1969 |url=https://brill.com/view/journals/bki/125/2/article-p207_2.xml |journal=Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia |volume=125|issue=2 |pages=207-40|issn=2213-4379|ref=harv}}
* {{cite book|surname=Epton |given=Nina Consuelo |year=1974|edition=revised|title=Magic and Mysticism in Java |place=London|publisher=Octagon Press|url=https://archive.org/details/magicmysticsofja00epto|isbn=978-0900860393|ref=harv}}
* {{cite book |surname=Evans |given=I. H. N. |year=1953 |title=The Religion of the Tempasuk Dusuns of North Borneo |place=Cambridge |publisher=[[Cambridge University Press]] |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Geels |given=Antoon |year=1997 |title=Subud and the Javanese mystical tradition |place=Richmond, Surrey|publisher=Curzon Press |url={{Google books|id=FOXnUJMknRAC|plainurl=y|page=|keywords=|text=}} |isbn=0-7007-0623-2|ref=harv}}
* {{cite book|surname=Geertz |given=Clifford |authorlink=Clifford Geertz |year=1960|title=Religion of Java |place=Glencoe, IL|publisher=Free Press |url=https://books.google.co.id/books?id=-SYM4PW-YAgC&lpg=PR1&hl=ru&pg=PR1#v=onepage&q&f=false |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Geertz |given=Clifford |authorlink=Clifford Geertz|year=1973|title=The Interpretation of Cultures: Selected Essays |place=New York|publisher=[[Basic Books]] |url=https://books.google.co.id/books?id=G1cYDQAAQBAJ&lpg=PP1&dq=Geertz.%20The%20Interpretation%20of%20Cultures&hl=ru&pg=PR4#v=onepage&q=Geertz.%20The%20Interpretation%20of%20Cultures&f=false |isbn=9780465097197|ref=harv}}
* {{cite book |surname=Gonda |given=Jan |authorlink=Jan Gonda |year=1975 |chapter=The Indian Religions in Pre-Islamic Indonesia and their survival in Bali |chapter-url={{Google books|id=X7YfAAAAIAAJ|plainurl=y|page=1|keywords=|text=}} |title=Handbook of Oriental Studies. Section 3. Southeast Asia, Religions |url={{Google books|id=X7YfAAAAIAAJ|plainurl=y}} |pages=1–54 |place=Leiden |publisher=[[Brill Publishers|E. J. Brill]] |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Hadiwijono |given=Harun |year=1967 |title=Man in the present Javanese Mysticism |place=[[Baarn]] |publisher=Bosch & Keuning |url= |isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Hefner |given=Robert W.|year=1989 |title=Hindu Javanese: Tengger Tradition and Islam| DUPLICATE-url=https://books.google.com/books?id=j11yMMLK1AkC&lpg=PP1&dq=hefner%201985%20tengger&pg=PP1#v=onepage&q=hefner%201985%20tengger&f=false |place=Princeton, NJ|publisher=[[Princeton University Press]] |url=https://archive.org/details/hindujavaneseten0000hefn|isbn=0-691-09413-6|ref=harv}}
* {{cite encyclopedia |surname=Koentjaraningrat|given=R. M.|year=1987|title=Javanese Religion|editor-surname=Eliade|editor-given=Mircea|editorlink=Mircea Eliade|encyclopedia=The Encyclopedia of Religion |place=New York|publisher=MacMillan|volume=7 |pages=559–63|url= |isbn=0029094801|ref=harv}}
* {{cite journal|last=Kroef |first=Justus M. van der |title=New Religious Sects in Java|journal=Far Eastern Survey|date=1961|volume=30 |issue=2|pages=18–25 |url=http://as.ucpress.edu/content/ucpfes/30/2/18 |doi=10.2307/3024260|ref=harv}}
* {{cite encyclopedia |surname=Lansing|given=J. Stephen |year=1987|title=Balinese Religion|editor-surname=Eliade|editor-given=Mircea|editorlink=Mircea Eliade|encyclopedia=The Encyclopedia of Religion |place=New York|publisher=MacMillan|volume=2 |pages=45–49|url= |isbn=0029094801|ref=harv}}
* {{cite encyclopedia |surname=Metcalf|given=Peter |year=1987|title=Bornean Religion|editor-surname=Eliade|editor-given=Mircea|editorlink=Mircea Eliade|encyclopedia=The Encyclopedia of Religion |place=New York |publisher=MacMillan|volume=2|pages=290–92 |isbn=0029094801 |ref=harv}}
* {{cite book |surname=Mulder |given=Niels |authorlink=Niels Mulder |year=2005 |orig-year=1998 |title=Mysticism in Java: Ideology in Indonesia |place=[[Yogyakarta]] |publisher=[[Kanisius]] |edition=2 |url=https://books.google.com/books?id=YkXW2rZu0Y0C&printsec=frontcover&hl=ru&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q&f=false |isbn=979-21-1167-0 |ref=harv }}{{Pranala mati|date=Juli 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}
* {{cite book|surname=Nooy-Palm|given=Hetty|year=1979 |title=The Sa’dan-Toraja: A study of their social life and religion. I: Organization, symbols and beliefs |place=[[The Hague]]|publisher=Martinus Nijhoff |url=https://www.oxis.org/books/verhandelingen/nooy-palm-1-1979.pdf |isbn=90-247-2274-8|ref=harv}}
* {{cite book|surname=Nooy-Palm|given=Hetty|year=1986 |title=The Sa’dan-Toraja: A study of their social life and religion. II: Rituals of the East and West|place=[[Leiden]]; [[Boston]]|publisher=BRILL |url= |isbn=978-90-67-65207-0|ref=harv}}
* {{cite encyclopedia |surname=Nooy-Palm|given=Hetty |year=1987|title=Toraja Religion|editor-surname=Eliade|editor-given=Mircea|editorlink=Mircea Eliade|encyclopedia=The Encyclopedia of Religion |place=New York|publisher=MacMillan|volume=14 |pages=565–67|url= |isbn=0029094801|ref=harv}}
* {{cite encyclopedia |surname=Pelras|given=Christian |year=1987|title=Bugis Religion|editor-surname=Eliade |editor-given=Mircea|editorlink=Mircea Eliade |encyclopedia=The Encyclopedia of Religion|place=New York|publisher=MacMillan|volume=2|pages=560–61|url= |isbn=0029094801|ref=harv}}
* {{cite journal|last=Prawiro |first=Abdurrahman Misno Bambang |date=2013 |title=Baduy Pluralism: From Myth to Reality |journal=Al-Albab: Borneo Journal of Religious Studies |volume=2 |number=1 |pages=111–24 |ref=harv}}
* {{cite encyclopedia |surname=Rodgers|given=Susan |year=1987|title=Batak Religion|editor-surname=Eliade |editor-given=Mircea|editorlink=Mircea Eliade |encyclopedia=The Encyclopedia of Religion|place=New York|publisher=MacMillan|volume=2|pages=81–83|url= |isbn=0029094801|ref=harv}}
* {{cite book|surname=Rofe |given=H.|year=1959|title=The Path of Subud |place=London |publisher=Rider|url=https://archive.org/details/pathofsubud0000rofh |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Rousseau |given=Jérôme |year=1998 |title=Kayan Religion: Ritual Life and Religious Reform in Central Borneo |place=[[Leiden]]|publisher=KITLV Press|url= |isbn=9789067181327 |ref=harv}}
* {{cite journal |last1=Saringendyanti|first1=Etty |last2=Herlina|first2=Nina|last3=Zakaria|first3=Mumuh Muhsin |title=''Tri Tangtu'' on ''Sunda Wiwitan'' Doctrine in the XIV–XVII Century |date=2018 |pages=1-14 |url=http://www.journals.mindamas.com/index.php/tawarikh/article/view/1056 |journal=Tawarikh: Journal of Historical Studies |volume=10 |number=1 |place=[[Bandung]] |issn=2085-0980 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Schärer |given=Hans |year=1963 |orig-year=1946|title=Ngaju Religion: The Conception of God among a South Borneo People |place=[[The Hague]] |publisher=Martinus Nijhoff|url= |isbn=978-90-04-24799-4|ref=harv}}
* {{cite book |surname=Schlehe |given=Judith |chapter=Translating Traditions and Transcendence: Popularised Religiosity and the ''Paranormal'' Practitioners' Position in Indonesia |title=Religion, Tradition and the Popular. Transcultural Views from Asia and Europe |editor1=Schlehe, Judith |editor2=Sandkühler, Evamaria |year=2014 |place=[[Bielefeld]] |publisher=transcript |pages=185–201 |isbn=978-3-8376-2613-1 |url=https://books.google.com/books?id=LMDWBQAAQBAJ&pg=PA201&lpg=PA201&dq=schlehe+judith&source=bl&ots=jW3xqbAxae&sig=ACfU3U3X6XIWB9A379X15ndI3XWaP50Cdg&hl=ru&sa=X&ved=2ahUKEwi0i4Ws0rrnAhWRX30KHTLMCfIQ6AEwEnoECAgQAQ#v=onepage&q=schlehe%20judith&f=false |ref=harv}}
* {{cite journal |surname=Schlehe |given=Judith |title=Cosmopolitanism, Pluralism and Self-Orientalisation in the Modern Mystical World of Java |journal=Asian Journal of Social Science |volume=47 |issue=3 |date=2019 |pages=185–201 |url=https://brill.com/view/journals/ajss/47/3/article-p364_5.xml |ref=harv}}
* {{cite journal |surname=Segara |given=I Nyoman Yoga |title=The Future of Hindu Alukta in Tana Toraja Post-Integration With the Hindu Religion |journal=Heritage of Nusantara |volume=12 |number=2 |date=2023 |doi=10.31291/hn.v12i2.710 |url=https://heritage.kemenag.go.id/index.php/heritage/article/view/710 |ref=harv}}
* {{cite journal |surname=Shiraishi |given=Takashi |title=Dangir’s Testimony: Saminism Reconstructed |url=https://archive.org/details/sim_indonesia_1990-10_50/page/95 |journal=Indonesia |date=1990 |volume=50 |pages=95–122 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Sievers |given=A.|year=1974 |title=The Mystical World of Indonesia |place=Baltimore; London|publisher=[[Johns Hopkins University Press]]|url=https://archive.org/details/mysticalworldofi0000siev|asin=B000Q1LA8E|isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Suparyanto |given=Petrus |year=2019 |title=Bhīma's Mistical Quest: As a Model of Javanese Spiritual Growth |place=[[Wien]] |publisher=Lit |url=https://books.google.co.id/books?id=k1atDwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=inauthor |isbn=978-3-643-90883-4 |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Volkman |given=Toby Alice |year=1985 |title=Feasts of Honor: Ritual and Change in the Toraja Highlands |place=Urbana |publisher=[[Universitas Illinois|University of Illinois Press]] |url=https://archive.org/details/feastsofhonorrit0000volk|isbn= |ref=harv}}
* {{cite book|surname=Weinstock |given=Joseph |year=1983 |title=Kaharingan and the Luangan Dayaks: Religion and Identity in Central East Borneo. Thesis (Ph.D.) [[Universitas Cornell|Cornell University]] |url= |ref=harv}}
* {{cite journal|last1=Wessing |first1=Robert |last2=Barendregt |first2=Bart |title=Tending the Spirit’s Shrine: Kanekes and Pajajaran in West Java |date=2005 |pages= |volume=8 |journal=Moussons |url=http://moussons.revues.org/2199 |ref=harv}}
* {{cite book|editor-surname=Winzeler|editor-given=Robert L. |year=1993 |title=The Seen and the Unseen: Shamanism, Mediumship and Possession in Borneo |place=[[Williamsburg, Va.]] |publisher=Borneo Research Council |isbn=978-0962956812 |ref=harv}}

; dalam bahasa lain
* {{cite book|surname=Matthes |given=Benjamin F. |year=1872 |title=Over de bissoe’s of heidensche priesters en priesteessen der Boeginezen |trans-title=Tentang bissu atau pendeta pagan Bugis |language=nl |place=[[Amsterdam]] |publisher= |ref=harv}}
* {{cite book |surname=Schefold |given=Reimar |authorlink=:en:Reimar Schefold |title=Spielzeug für die Seelen — Kunst und Kultur der Mentawai-Inseln (Indonesien) |trans-title=Mainan untuk Jiwa: seni dan budaya Mentawai (Indonesia) |year=1980 |place=Zürich |publisher=[[Museum Rietberg]] |language=de |ref=harv}}
* {{cite journal |surname=Schefold |given=Reimar |authorlink=:en:Reimar Schefold |title=De wildernis als cultuur van gene ziijde: tribale concepten van "natuur" in Indonesiο |trans-title=Hutan belantara sebagai budaya masa lalu: konsep suku "alam" di Indonesia |journal=Antropologische verkenningen |date=1988 |volume=7 |issue=4 |pages=5–22 |language=nl |ref=harv}}
* {{cite book |surname=Schlehe |given=Judith |title=Die Meereskönigin des Südens, Ratu Kidul. Geisterpolitik im javanischen Alltag |trans-title=Ratu Laut Selatan, Ratu Kidul. Politik Roh dalam Kehidupan Sehari-hari Jawa |year=1998 |place=Berlin |publisher=Dietrich Reimer |language=de|isbn=3-496-02657-X |ref=harv}}
* {{cite journal |surname=Vogelgesang |given=A. W. L. |title=Eenige aantekeningen betreffende de Sasaks op Lombok |trans-title=Beberapa catatan tentang Sasak di Lombok |journal=Koloniale Tijdschrift |date=1923 |volume=12 |issue=4 |pages=417–25 |language=nl |ref=harv}}
</div>

== Pranala luar ==
* {{website|mlki.or.id}} — laman resmi Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI)

{{Agama di Indonesia}}
{{Mitos supernatural Indonesia}}
{{Authority control}}
{{DEFAULTSORT:Nusantara, Agama asli}}
[[Kategori:Agama di Indonesia]]
[[Kategori:Agama di Indonesia]]
[[Kategori:Kepercayaan tradisional Indonesia| ]]
[[Kategori:Budaya Indonesia]]

Revisi terkini sejak 9 September 2024 01.01

Peta persebaran umat "aliran kepercayaan" di Indonesia berdasarkan data kependudukan pada tahun 2022

Kepercayaan adat adalah kepercayaan suku (etnis) pribumi sebelum adanya agama-agama masuk ke Nusantara.[catatan 1]

Kerohanian asli pada umumnya juga meliputi sejumlah aliran/organisasi kepercayaan baru yang didirikan di Nusantara.

Keterangan utama

[sunting | sunting sumber]

Agama-agama asli Nusantara adalah agama/kepercayaan leluhur suku bangsa Austronesia serta bangsa Papua yang telah ada di Nusantara sebelum masuk agama-agama asing dari subbenua India (Hindu dan Buddha), Arab (Islam), Portugis (Kristen Katolik), Belanda (Kristen Protestan), dan Tiongkok (Konghucu).[1]

Sebelum Nusantara didiami bangsa berkulit cokelat (Austronesia), bangsa proto Melanesia (berkulit hitam) menganut kepercayaan monoteistik yang sekarang dikenal dengan nama kapitayan. Seiring dengan datangnya orang-orang Austronesia, kepercayaan itu turut dianut oleh mereka.[2]

Aksara lontara Sureq Galigo, wiracarita suci Bugis Tolotang.

Kepercayaan masyarakat purba telah mempunyai mitologi kaya serta wiracarita, memuliakan dewa-dewi, roh leluhur dan roh kekuatan alam yang menghuni air, gunung, hutan. Hakikat tak terlihat yang memiliki kekuatan supernatural ini disebut oleh orang Jawa, Sunda, Melayu, Bali sebagai Hyang dan oleh suku-suku Dayak sebagai Sangiang.

Beberapa dari agama asli masih hidup baik yang murni maupun telah gabungan (sinkretis) dengan agama asing, umpamanya agama Hindu Bali, Kejawen serta Masade (Islam Tua). Akan tetapi kepercayaan asli yang telah hilang bisa hidup sebagai agama rakyat di antara umat Islam atau Kristen di dalam praktik adat di luar agama resmi, misalnya syamanisme Melayu dan kepercayaan kaum Abangan Jawa.[3]

Keagamaan asli juga meliputi sejumlah aliran/organisasi kepercayaan baru (gerakan spiritual) yang didirikan di Nusantara pada abad ke-19–21-an dan terkait dengan agama-agama asli, yakni Saminisme, Subud, Sumarah, dll.[4] Namun, gagasan universal aliran kepercayaan di Indonesia sebagai sumber dari Tuhan YME dan hubungan pribadi dengan Dia[5] tidak menyiratkan mengikuti wajib kepada adat agamawi etnis.

Hingga kini, tak satu pun agama-agama asli Nusantara yang diakui di Indonesia selaku agama, hanya sebagai aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sekaligus sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia tertanggal 7 November 2017 dengan No. 97/PUU-XIV/2016, para penghayat kepercayaan dapat mencantumkan nama “penghayat kepercayaan” dalam dokumen kependudukan mereka dan memiliki hak yang sama-sama seperti para penganut enam agama.[6]

Untuk melegalkan status mereka, beberapa agama asli (Aluk Todolo, Kaharingan, Pemena, dan Tolotang) pada tahun 1970-an dan 80-an berada di bawah naungan agama resmi Hindu sebagai aliran-alirannya (lihat tentang agama Hindu di Sulawesi).

Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) adalah wadah tunggal sebagai payung bagi kumpulan-kumpulan kepercayaan.[7]

Daftar agama

[sunting | sunting sumber]

Berikut ialah daftar agama kuno asli Nusantara yang masih hidup:[catatan 2]

Kaharingan

[sunting | sunting sumber]
Panaturan, kitab suci Kaharingan.

Agama asli Dayak di Kalimantan, teristimewa di Kalimantan Tengah, terhadap Tuhan Ranying Hatalla Langit. Kitab sucinya ialah Panaturan.[22]

Pada tahun 1980 umat agama ini berintegrasi dengan agama Hindu sebagai bagiannya (Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan, MBAHK). Akan tetapi, sebagian kecil mereka menentang integrasi dan berpaham Kaharingan sebagai agama mandiri, yaitu Majelis Agama Kaharingan Indonesia (MAKI) di Kalimantan Tengah [36][37] serta Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan Indonesia (MUKK Indonesia) di Kalimantan Selatan.[38]

Disebut juga Kebatinan, merupakan agama Jawa yang merupakan sinkretisme dari kepercayaan asli, agama Hindu Jawa, ajaran Siwa-Buddha, dan Sufisme.[23][24]

Ugamo Malim dan Pemena

[sunting | sunting sumber]

Sunda Wiwitan

[sunting | sunting sumber]

Agama adat suku bangsa Sunda, teristimewa subsuku urang Kanekes di Lebak, Banten, serta masyarakat Sunda Wiwitan Madrais (Djawa Sunda) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.[31]

Agama asli di Sulawesi

[sunting | sunting sumber]

Hindu Bali dan Jawa

[sunting | sunting sumber]

Agama Hindu Bali (agama Tirtha) serta agama Hindu Jawa, secara resmi sebagai agama Hindu Dharma berasal dari India, namun mengandung banyak kepercayaan dan upacara leluhur pribumi.[39]

  1. ^ Gagasan "Nusantara" melingkupi wilayah Indonesia, Timor Leste, Brunei, Singapura, dan Malaysia Timur.
  2. ^ Daftar agama kuno ini tak mencakupi aliran kepercayaan baru.

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Subagya 1969; Popov 2017, hlm. 96.
  2. ^ Sunyoto, Agus (2017). Atlas Walisongo: Buku Pertama yang Mengungkap Walisongo Sebagai Fakta Sejarah. Tangerang Selatan: Pustaka Iman. hlm. 13. 
  3. ^ Rasjidi 1967; Geertz 1982; Romdon 1993; Simuh 1995; Schlehe 1998; Popov 2017, hlm. 96.
  4. ^ Catatan singkat tentang organisasi penghayat kepercayaan 1997; Ensiklopedi Kepercayaan 2010; Kroef 1961, hlm. 18–25; Stange 2009.
  5. ^ Subagya 1973, hlm. 76; Ensiklopedi Kepercayaan 2010, hlm. 43.
  6. ^ Siregar 2018, hlm. 176.
  7. ^ "Pembukaan Sarasehan Nasional Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa". Direktorat Jendral Kebudayaan. 13-10-2014. Diakses tanggal 14-03-2020. 
  8. ^ Ensiklopedi Kepercayaan 2010, hlm. 72–74.
  9. ^ Popov 2017, hlm. 96.
  10. ^ Nooy-Palm 1979; Nooy-Palm 1986; Nooy-Palm 1987, hlm. 565–67; Volkman 1985; Segara 2023.
  11. ^ Rante, Yultin. "Aluk Todolo, Agama Lokal Toraja yang Hampir Punah". Tribunnews.com. Diakses tanggal 08-04-2019. 
  12. ^ Schefold 1980; Schefold 1988, hlm. 5–22.
  13. ^ "Agama Buhun". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2022-04-19. 
  14. ^ "Kepercayaan Jati Buhun". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2022-04-25. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-04. Diakses tanggal 2022-04-25. 
  15. ^ "Agama Sunda Buhun - Agama Jati Sunda". Diakses tanggal 2022-04-25. 
  16. ^ "AGAMA ASLI NUSANTARA ~ Ensiklopedia Dunia". p2k.itbu.ac.id. Diakses tanggal 2022-04-25. 
  17. ^ "FANÖMBA ADU: AGAMA KUNO SUKU NIAS, SUMATRA UTARA". Nusantara Institute. 2019-04-20. Diakses tanggal 2024-01-13. 
  18. ^ "Halaika » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2024-01-13. 
  19. ^ Belo 1960; Geertz 1973; Gonda 1975, hlm. 1–54; Lansing 1987, hlm. 45–49.
  20. ^ Hefner 1989; Suparyanto 2019.
  21. ^ Riberu, Ade. [Jingtiu atau Jingi Tiu sebagai Agama Asli dari Kampung Namata, Kabupaten Sabu Raijua, Pulau Sabu, NTT "Jingtiu atau Jingi Tiu sebagai Agama Asli dari Kampung Namata, Kabupaten Sabu Raijua, Pulau Sabu, NTT"] Periksa nilai |url= (bantuan). Diakses tanggal 2024-01-13. 
  22. ^ a b Schärer 1963; Metcalf 1987, hlm. 290–92; Rousseau 1998; Weinstock 1983; Winzeler 1993.
  23. ^ a b Beatty 1999; Epton 1974; Geels 1997; Geertz 1982; Hadiwijono 1967; Ilyas & Imam 1988; Imam 2005; Kartapradja 1985; Koentjaraningrat 1987, hlm. 559–63; Mulder 1980.
  24. ^ a b Mulder 2005; Popov 2017, hlm. 99–103; Rasjidi 1967; Romdon 1993; Schlehe 1998; Simuh 1995; Stange 2007; Stange 2009.
  25. ^ "TENTANG". Diakses tanggal 2024-01-13. 
  26. ^ Maria & Limbeng 2007; Popov 2017, hlm. 98–99.
  27. ^ Ensiklopedi Kepercayaan 2010, hlm. 266–67.
  28. ^ Evans 1953.
  29. ^ Popov 2017, hlm. 77–78.
  30. ^ Rodgers 1987, hlm. 81–83; Tambun 1952.
  31. ^ a b Ayatrohaedi & Saadah 1995; Indrawardana 2014, hlm. 105–18; Muttaqien 2013; Prawiro 2013, hlm. 111–24; Popov 2017, hlm. 96–98; Saringendyanti, Herlina & Zakaria 2018, hlm. 1–14; Sucipto & Limbeng 2007.
  32. ^ Matthes 1872; Pelras 1987, hlm. 560–61.
  33. ^ Ensiklopedi Kepercayaan 2010, hlm. 382–83.
  34. ^ Vogelgesang 1923, hlm. 417–25.
  35. ^ Matcap, A. R. (2017-09-19). "Wor Budaya Orang Biak di Papua.Tradisi Wor sebagai upacara adat/pesta adat dan wor sebagai nyanyian adat". Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-13. 
  36. ^ Popov 2017, hlm. 76–77.
  37. ^ "Anggota Ombudsman Lakukan Pertemuan dengan Sekda Kalteng Bahas Permohonan pengurus (MAKI) Agar Kaharingan Menjadi Agama Resmi Di Indonesia". Ombudsman RI. 11-09-2019. Diakses tanggal 09-12-2020. 
  38. ^ "Agama Kaharingan Diakui, MUKK Kotabaru Kumpulkan Kepala Adat". Metro7.co.id. 20-02-2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-02-27. Diakses tanggal 09-12-2020. 
  39. ^ Belo 1960; Geertz 1973; Gonda 1975, hlm. 1–54; Lansing 1987, hlm. 45–49; Hefner 1989; Suparyanto 2019.

Kepustakaan

[sunting | sunting sumber]
dalam bahasa Indonesia
dalam bahasa Inggris
dalam bahasa lain
  • Matthes, Benjamin F. (1872). Over de bissoe’s of heidensche priesters en priesteessen der Boeginezen [Tentang bissu atau pendeta pagan Bugis] (dalam bahasa Belanda). Amsterdam. 
  • Schefold, Reimar (1980). Spielzeug für die Seelen — Kunst und Kultur der Mentawai-Inseln (Indonesien) [Mainan untuk Jiwa: seni dan budaya Mentawai (Indonesia)] (dalam bahasa Jerman). Zürich: Museum Rietberg. 
  • Schefold, Reimar (1988). "De wildernis als cultuur van gene ziijde: tribale concepten van "natuur" in Indonesiο" [Hutan belantara sebagai budaya masa lalu: konsep suku "alam" di Indonesia]. Antropologische verkenningen (dalam bahasa Belanda). 7 (4): 5–22. 
  • Schlehe, Judith (1998). Die Meereskönigin des Südens, Ratu Kidul. Geisterpolitik im javanischen Alltag [Ratu Laut Selatan, Ratu Kidul. Politik Roh dalam Kehidupan Sehari-hari Jawa] (dalam bahasa Jerman). Berlin: Dietrich Reimer. ISBN 3-496-02657-X. 
  • Vogelgesang, A. W. L. (1923). "Eenige aantekeningen betreffende de Sasaks op Lombok" [Beberapa catatan tentang Sasak di Lombok]. Koloniale Tijdschrift (dalam bahasa Belanda). 12 (4): 417–25. 

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  • mlki.or.id — laman resmi Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI)