Lompat ke isi

First Media: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 4: Baris 4:
company_type = [[Perusahaan publik|Publik]]|
company_type = [[Perusahaan publik|Publik]]|
foundation = [[1 Januari]] [[1994]] di [[Jakarta]] (sebagai '''Broadband Multimedia''')<br/>[[1 Januari]] [[2007]] di [[Jakarta]] (sebagai '''First Media''')|
foundation = [[1 Januari]] [[1994]] di [[Jakarta]] (sebagai '''Broadband Multimedia''')<br/>[[1 Januari]] [[2007]] di [[Jakarta]] (sebagai '''First Media''')|
location = Kantor pusat di [[Jakarta]], [[Indonesia]]|
location = [[Entertainment X'nter]], [[Plaza Indonesia]], [[Jakarta Pusat]]|
location_city = [[Jakarta]]|
location_country= [[Indonesia]]|
key_people = Thomas Johnson |
key_people = Thomas Johnson |
industry = Industti di [[Jakarta]], [[Indonesia]]|
industry = Industti di [[Jakarta]], [[Indonesia]]|
Baris 21: Baris 23:
airdate = [[1 Januari]] [[1994]] di [[Jakarta]] (sebagai '''[[Kabelvision]]''' dan '''[[Digital1]]''')<br/>[[1 Januari]] [[2007]] di [[Jakarta]] (sebagai '''Home Cable''')|
airdate = [[1 Januari]] [[1994]] di [[Jakarta]] (sebagai '''[[Kabelvision]]''' dan '''[[Digital1]]''')<br/>[[1 Januari]] [[2007]] di [[Jakarta]] (sebagai '''Home Cable''')|
launch_date = [[1 Januari]] [[1994]] di [[Jakarta]] (sebagai '''[[Kabelvision]]''' dan '''[[Digital1]]''')<br/>[[1 Januari]] [[2007]] di [[Jakarta]] (sebagai '''Home Cable''')|
launch_date = [[1 Januari]] [[1994]] di [[Jakarta]] (sebagai '''[[Kabelvision]]''' dan '''[[Digital1]]''')<br/>[[1 Januari]] [[2007]] di [[Jakarta]] (sebagai '''Home Cable''')|
headquarters = [[Entertainment X'nter]], [[Plaza Indonesia]], [[Jakarta Pusat]], [[Indonesia]]|
headquarters = [[Entertainment X'nter]], [[Plaza Indonesia]], [[Jakarta Pusat]], [[Jakarta]], [[Indonesia]]|
license_area = [[Entertainment X'nter]], [[Plaza Indonesia]], [[Jakarta Pusat]], [[Indonesia]]|
license_area = [[Entertainment X'nter]], [[Plaza Indonesia]], [[Jakarta Pusat]], [[Jakarta]], [[Indonesia]]|
broadcast_area = [[Jakarta]]|
broadcast_area = [[Jakarta]]|
area = [[Jakarta]] dan sekitarnya di [[Jabotabek|Jabodetabek]]; [[Kota Bandung|Bandung]], [[Kota Bogor|Bogor]], [[Kota Depok|Depok]], [[Kota Tangerang|Tangerang]] dan [[Kota Bekasi|Bekasi]]<br />[[Kota Surabaya|Surabaya]], [[Kota Batam|Batam]], [[Kota Padang|Padang]], [[Kota Banda Aceh|Banda Aceh]], [[Kota Palembang|Palembang]] (area) dan [[Kota Medan|Medan]]|
area = [[Jakarta]] dan sekitarnya di [[Jabotabek|Jabodetabek]]; [[Kota Bandung|Bandung]], [[Kota Bogor|Bogor]], [[Kota Depok|Depok]], [[Kota Tangerang|Tangerang]] dan [[Kota Bekasi|Bekasi]]<br />[[Kota Surabaya|Surabaya]], [[Kota Batam|Batam]], [[Kota Padang|Padang]], [[Kota Banda Aceh|Banda Aceh]], [[Kota Palembang|Palembang]] dan [[Kota Medan|Medan]]|
slogan = '''The Final Destination'''|
slogan = '''The Final Destination'''|
motto = '''The Final Destination'''|
motto = '''The Final Destination'''|
Baris 36: Baris 38:
First Media merupakan anak perusahaan [[Grup Lippo]]. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham [[Ayunda Prima Mitra|PT Ayunda Prima Mitra]] yang menguasai 80% saham [[Direct Vision|PT Direct Vision]], perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit [[Astro Nusantara]]. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak Senin, [[20 Oktober]] [[2008]].
First Media merupakan anak perusahaan [[Grup Lippo]]. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham [[Ayunda Prima Mitra|PT Ayunda Prima Mitra]] yang menguasai 80% saham [[Direct Vision|PT Direct Vision]], perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit [[Astro Nusantara]]. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak Senin, [[20 Oktober]] [[2008]].


Saat ini First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di [[Jabodetabek]], [[Surabaya]], dan [[Bali]]. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal [[2009]].
Saat ini First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di [[Jabodetabek]], [[Surabaya]], [[Kota Surabaya|Surabaya]], [[Kota Batam|Batam]], [[Kota Padang|Padang]], [[Kota Banda Aceh|Banda Aceh]], [[Kota Palembang|Palembang]] dan [[Kota Medan|Medan]]. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal [[2009]].


== Jangkauan siaran ==
== Jangkauan siaran ==

Revisi per 3 Desember 2010 23.31

PT First Media Tbk
Publik
IndustriIndustti di Jakarta, Indonesia
Didirikan1 Januari 1994 di Jakarta (sebagai Broadband Multimedia)
1 Januari 2007 di Jakarta (sebagai First Media)
DitutupBroadband Multimedia
Kantor pusatEntertainment X'nter, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, ,
Tokoh kunci
Thomas Johnson
ProdukInternet pita lebar, televisi kabel, komunikasi data
Situs webwww.firstmedia.com
First Media
Nama sebelumnyaKabelvision
Digital1
JenisTV kabel berlangganan
MotoThe Final Destination
SloganThe Final Destination
NegaraIndonesia
Tanggal siaran perdana1 Januari 1994 di Jakarta (sebagai Kabelvision dan Digital1)
1 Januari 2007 di Jakarta (sebagai Home Cable)
Tanggal peluncuran1 Januari 1994 di Jakarta (sebagai Kabelvision dan Digital1)
1 Januari 2007 di Jakarta (sebagai Home Cable)
Wilayah lisensiEntertainment X'nter, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia
Kantor pusatEntertainment X'nter, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia
Wilayah siaranJakarta
WilayahJakarta dan sekitarnya di Jabodetabek; Bandung, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi
Surabaya, Batam, Padang, Banda Aceh, Palembang dan Medan
PemilikPT First Media Tbk
Kelompok usahaGrup Lippo
AfiliasiAstro Nusantara (tidak beroperasi)
Tokoh kunciThomas Johnson
Situs webwww.firstmedia.com

PT First Media Tbk (IDX: KBLV), sebelumnya bernama PT Broadband Multimedia Tbk, adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan sebagai "Triple Play". Jaringannya meliputi Jabodetabek, Surabaya dan Bali.

First Media merupakan anak perusahaan Grup Lippo. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Ayunda Prima Mitra yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak Senin, 20 Oktober 2008.

Saat ini First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, Surabaya, Batam, Padang, Banda Aceh, Palembang dan Medan. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.

Jangkauan siaran

Siaran dari First Media menjangkau seputar Jakarta yaitu; Bandung, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi dan kota harga terjangkau seperti Surabaya, Batam, Padang, Banda Aceh, Palembang dan Medan.

Sejarah

First Media didirikan pada tanggal 1 Januari 1994 dengan nama PT Broadband Multimedia Tbk. Pada tanggal 1 Januari 1996, Broadband Multimedia mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.

Pada 1 Januari 2007, Broadband Multimedia mengganti namanya menjadi First Media sekaligus meluncurkan identitas dan merek baru sebagai penyedia layanan "Triple Play". Kabelvision dan Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable sementara MyNet menjadi FastNet.

Pada akhir 1 Januari 2007. Grup Lippo mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar, layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran dana tersebut, Grup Lippo menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.

Teknologi

Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (Citra Graha), Bali (Denpasar), dan Surabaya (Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.

Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir 2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan akan diresmikan pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2009, jaringan kabel First Media menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.

Produk

Produk First Media disebut Triple Play, yang merupakan layanan berbasiskan teknologi pita lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).

FastNet

FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki keunggulan dalam hal harganya yang murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lainnya karena menawarkan harga yang tetap untuk layanan yang selalu menyala selama 1 bulan.

Teknologi

FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet, tetapi menggunakan kabel pita lebar. Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon, karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek dan Surabaya.

Paket

Produk FastNet dikemas dalam beberapa paket. Nama paket mengindikasikan kecepatan maksimum yang dapat dicapai (dalam satuan Kbps).

  • FastNet 384, dengan harga Rp135.000,00, cable modem tidak disediakan.
  • FastNet 512, dengan harga Rp195.000,00, cable modem tidak disediakan.
  • FastNet 768, dengan harga Rp295.000,00, cable modem dipinjamkan selama berlangganan.
  • FastNet 1500, dengan harga Rp595.000,00, cable modem dipinjamkan selama berlangganan.
  • FastNet 3000, dengan harga Rp1.195.000,00, cable modem dipinjamkan selama berlangganan.
  • FastNet 10000, dengan harga Rp2.995.000,00, cable modem dipinjamkan selama berlangganan.
  • FastNet SOHO, dengan harga Rp695.000,00, cable modem dipinjamkan selama berlangganan, kecepatan maksimum 1.500 Kbps, untuk pelanggan kantor/usaha kecil.

Sejak 2010, First Media meniadakan paket FastNet 384 dan menambahkan paket baru FastNet 10000.

HomeCable

HomeCable adalah stasiun televisi kabel berlangganan. HomeCable merupakan merek dagang baru untuk 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1. Selain saluran televisi, HomeCable juga menyediakan saluran radio.

Teknologi

Saat ini HomeCable mengembangkan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini merupakan teknologi yang sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB).

Sebelumnya, Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem kabel yang tersambung langsung pada antena di atas rumah. Dari satu sambungan itu, semua televisi yang tersambung dengan antena dapat menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog, dan secara perlahan mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan untuk HomeCable.

Peralatan penerima

Peralatan penerima memakai alat pengubah (converter) bermerek Eastern Electronics tipe se-830. Alat ini berfungsi untuk mengubah signal digital menjadi signal audio analog dan signal video analog. Alat pengubah ini juga dilengkapi kartu pintar (Smart Card) untuk sistem akses dengan kondisi tertentu (Conditional Access System / CAS) dari Nagravision. Untuk menghubungkan dengan TV dipergunakan penghubung / konektor RCA atau S-Video. Pengubah dapat pula dihubungkan ke sistem pengeras suara (amplifier) dengan memakai penghubung SPDIF.

Paket dan saluran

Saluran Nama saluran Bahasa Paket
HomeCable Family Kids Club Education World Discover Future World News First Entertainment Movie Lovers HBO Pak Max Sports Chinese World India Favourite Add-on satuan
Televisi
1 MTV Libanon Libanon
2 antv Indonesia
3 tvOne Indonesia
5 TVRI Indonesia
6 JakTV Indonesia
7 MetroTV Indonesia
8 Trans7 Indonesia
9 Trans TV Indonesia
10 SCTV Indonesia
11 Global TV Indonesia
12 MNC TV Indonesia
13 Indosiar Indonesia
15 RCTI Indonesia
16 Spacetoon Indonesia
17 Televisi Nusantara Indonesia
18 Sun TV Network Indonesia
20 MNC News Channel Indonesia
21 JTV Indonesia
25 Cahaya TV Indonesia
26 O Channel Indonesia
35 STAR TV World Inggris
36 National Geographic Adventure Inggris
51 AXN Inggris
52 Animax Inggris
59 Weazel Inggris
60 CNT Inggris
61 Smile of a Child Inggris
70 E! Entertainment Inggris
71 Discovery Turbo Inggris
72 Discovery Travel & Living Inggris
73 Discovery Home & Health Inggris
76 Asian Food Channel Inggris
80 Diva Universal Inggris
81 Fashion TV Inggris
82 QTV Indonesia
83 Swara Indonesia
101 Discovery Channel Inggris
102 Discovery Science Inggris
105 Animal Planet Inggris
110 National Geographic Channel Inggris
120 Disney Channel Inggris
121 Playhouse Disney Channel Inggris
125 Nickelodeon Inggris
126 Boomerang Inggris
127 Cartoon Network Inggris
128 BabyFirstTV Inggris
150 All Sports Network Inggris
151 Goal TV 1 Inggris
152 Goal TV 2 Inggris
157 WWE SmackDown! Inggris
159 Eurosport Inggris
160 Eurosport News Inggris
170 Sony Entertainment Television Hindi
171 STAR TV Plus Indonesia
175 STAR News Hindi
176 MTV India Hindi
177 Sahara Samay Hindi
179 SET Max Hindi
201 MACTV Mandarin
202 Formosa TV Mandarin
203 STAR TV Mandarin Television Channel Mandarin
205 Celestrial Movies Asia Cantonese
206 STAR TV Movies Plus Indonesia
207 MTV China Mandarin
209 CCTV-1 Mandarin
210 CCTV English News International Television Channel Inggris
220 MTV Asia Tenggara Inggris
225 Channel [V] International Inggris
229 Al Jazeera English News International Television Channel Inggris
230 BBC World News Inggris
231 Bloomberg Television Inggris
232 MediaCorp News Channel NewsAsia International Inggris
233 FOX News Channel Inggris
236 CNN International News Inggris
237 CNN Headline News Inggris
238 CNBC Inggris
251 Australia Television International Inggris
252 Sky News Channel Inggris
253 Arirang TV Korea, Inggris
255 DW-TV Jerman, Inggris
256 KTV Korea
257 NHK World Premium Jepang
258 Raitalia Italia
259 The Filipino Channel Tagalog
260 TV5MONDE Perancis
261 TVE Internacional Spanyol
262 KBS World Korea
285 HBO Inggris
286 HBO Signature Inggris
287 HBO Hits Inggris
288 HBO Family Inggris
290 Cinemax Inggris
293 MGM Channel Inggris
295 STAR TV Movies Inggris
296 TCM Inggris
299 FOX Movies Channel Inggris
Jumlah saluran 47 4 3 3 4 9 3 5 5 4 5 1*
Radio
350 Radio Trijaya Indonesia
351 Radio Elshinta Indonesia
352 Radio Sonora Indonesia
353 BBC World Service Inggris
354 Australia Radio Inggris
355 Voice of America Inggris
356 Trax FM Indonesia

Keterangan:
Menandakan bisa ditangkap sinyalnya melalui antena UHF/VHF di Indonesia.
Menandakan radio FM

DataComm

DataComm menyediakan layanan data komunikasi untuk korporasi atau bisnis. Layanan ini didukung oleh salah satu jaringan backbone digital serat optik yang paling luas di kawasan Metropolitan Jakarta. Layanan ini kini mendukung 303 sambungan jaringan yang disewakan kepada hampir 200 pelanggan di sektor perbankan dan jasa keuangan, berbagai korporasi maupun lembaga pemerintahan. First Media juga merupakan penyedia tunggal layanan data komunikasi bagi sistem JATS Remote Trading Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek Indonesia) yang memungkinkan para pialang saham untuk melakukan perdagangan efek secara remote dari kantor mereka masing-masing lewat jaringan serat optik. DataComm mempunyai 2 jenis layanan, yaitu First Metro dan FastNet Corporate.

Pranala luar

Referensi