Lompat ke isi

Suara tidak sah: Perbedaan antara revisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Konten dihapus Konten ditambahkan
Daddynnoob (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Daddynnoob (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Испорченная бюллетень.jpg|thumb|Sebuah kertas suara yang tidak sah dari pemilihan legislatif Kazakhstan 2016 bertuliskan "Бойкот Выборам" yang berarti ''Boikot Pemilu'']]
[[File:Испорченная бюллетень.jpg|thumb|Sebuah kertas suara yang tidak sah dari pemilihan legislatif Kazakhstan 2016 bertuliskan "Бойкот Выборам" yang berarti ''Boikot pemilu'']]
{{Voting}}
{{Voting}}
'''Suara tidak sah''' adalah sebuah [[kertas suara]] yang dipakai oleh pemilih dalam [[pemungutan suara]] yang dianggap tak memenuhi kriteria yang diberlakukan oleh [[Komisi Pemilihan Umum]] untuk dihitung pada pilihan manapun.<ref>{{cite web|url=https://indonesiabaik.id/infografis/surat-suara-sah-dan-tidak-sah|website=Indonesia Baik|title=Surat Suara Sah dan Tidak Sah}}</ref> Menurut PKPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, suara dinyatakan tidak sah kala tidak ada tanda coblosan pada surat suara, terdapat coblosan di lebih dari satu kolom pasangan calon dan terdapat coblosan di bagian lain surat suara selain di bagian kolom salah satu pasangan calon.<ref>{{cite web|website=CNN Indonesia|title=Apa Beda Surat Suara Sah dan Tidak Sah di Pemilu?|url=https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20240206103605-561-1059181/apa-beda-surat-suara-sah-dan-tidak-sah-di-pemilu}}</ref>
'''Suara tidak sah''' adalah sebuah [[kertas suara]] yang dipakai oleh pemilih dalam [[pemungutan suara]] yang dianggap tak memenuhi kriteria yang diberlakukan oleh [[Komisi Pemilihan Umum]] untuk dihitung pada pilihan manapun.<ref>{{cite web|url=https://indonesiabaik.id/infografis/surat-suara-sah-dan-tidak-sah|website=Indonesia Baik|title=Surat Suara Sah dan Tidak Sah}}</ref> Menurut PKPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, suara dinyatakan tidak sah kala tidak ada tanda coblosan pada surat suara, terdapat coblosan di lebih dari satu kolom pasangan calon dan terdapat coblosan di bagian lain surat suara selain di bagian kolom salah satu pasangan calon.<ref>{{cite web|website=CNN Indonesia|title=Apa Beda Surat Suara Sah dan Tidak Sah di Pemilu?|url=https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20240206103605-561-1059181/apa-beda-surat-suara-sah-dan-tidak-sah-di-pemilu}}</ref>

Revisi terkini sejak 20 Maret 2024 11.18

Sebuah kertas suara yang tidak sah dari pemilihan legislatif Kazakhstan 2016 bertuliskan "Бойкот Выборам" yang berarti Boikot pemilu

Suara tidak sah adalah sebuah kertas suara yang dipakai oleh pemilih dalam pemungutan suara yang dianggap tak memenuhi kriteria yang diberlakukan oleh Komisi Pemilihan Umum untuk dihitung pada pilihan manapun.[1] Menurut PKPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, suara dinyatakan tidak sah kala tidak ada tanda coblosan pada surat suara, terdapat coblosan di lebih dari satu kolom pasangan calon dan terdapat coblosan di bagian lain surat suara selain di bagian kolom salah satu pasangan calon.[2]

Selain itu, menurut Pasal 55 PKPU Nomor 25 Tahun 2023, surat suara yang ada tulisan dan/atau catatan lain serta surat suara yang dicoblos tidak menggunakan alat coblos dinyatakan sebagai suara tidak sah.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]